NAFSU

NAFSU
Kehamilan Za


__ADS_3

Afdi menunjuk pipi istrinya dengan jari, membuat wanita cantik itu terkejut.


"Kenapa bang?"lirih Za tanpa semangat, membuat Afdi yakin jika istrinya sedang tidak baik.


"Ada apa sayang?"Afdi menatap lekat netra coklat terang itu, membuat mata Za berkaca-kaca tak lama wanita itu terisak.


"Kamu kenapa sayang..?"Za tak mampu menjawab..tangannya bergerak menyerahkan sesuatu pada tangan suaminya.


"Benda apa ini..apa maksudnya?"


Afdi menatap Za tidak mengerti, membuat wanita itu harus bicara terus terang.


"Za hamil bang..bagaimana ini?"isak Za tanpa berani menatap wajah suaminya.


Afdi menarik tubuh Za dalam pelukannya.


"Abang sangat senang sayang, kenapa adek harus bersedih begini...kau tak ingin hamil anak abang"Afdi menatap lembut wajah istrinya dan perlahan mengecup keningnya.


"Jangan pikirkan yang bukan-bukan, dia anak kita, abang minta jaga dia dengan baik...abang menyayangi kalian"ucap Afdi yang membuat Za makin terisak mendapat perlakuan seperti ini dari suaminya.


Afdi mengurai pelukannya pada istrinya, perlahan Afdi mendekatkan kepalanya pada wajah istrinya, dan..cup..ke*** lembut darinya membuat Za menghentikan tangisnya.


Ada rasa bahagia di hati lelaki itu mendengar kehamilan istrinya, yang ia sendiri tak merasa ragu atas kehamilan itu, dan saat ini ia menciumi perut istrinya.


"Yang pintar ya sayang..ayah ingin nanti pada waktunya jagoan ayah lahir dengan sehat"Afdi membelai lembut perut istrinya.


Za terisak dengan membekap mulutnya, sungguh ia sangat menyesali apa yang ia lakukan dengan kekasihnya dulu.


Za mengelus rambut suaminya lembut, sungguh ia bersyukur Allah memberinya jodoh lelaki seperti Afdi.


Tiba-tiba Afdi duduk dan berbisik mesra di telinga istrinya, entah mengapa ia ingin sekali menjenguk anak dalam rahim istrinya.


Za mengangguk..bahagia itu yang ia rasakan, setelah kepulangannya bersama bang Fahd dan kak Kanti tempo hari, Afdi sama sekali tak menyentuh istrinya, dan Za paham..mungkin suaminya masih belum sepenuhnya bisa melupakan kelakuannya.


Dan malam ini ia melayani suaminya dengan sepenuh hati, dengan rasa cinta yang sudah tumbuh subur dalam hatinya.


-


Di tempat lain di rumah besar di perkebunan buah, seorang wanita cantik berendam dalam bathtub, tubuhnya beraroma melati, wangi dan mengoda indera penciuman.

__ADS_1


Kanti keluar dari bathtub dan membilas sejenak tubuh mulusnya, dan setelah mengeringkan tubuhnya dengan handuk, lalu ia mengunakan lingerie sexy.


Fahd masih duduk di sofa kamar, ia masih mengecek email dari kantor cabang, matanya melirik ke pintu kamar mandi dan jantungnya berdebar kencang, melihat wanita cantik yang biasanya sangat sederhana dan pemalu itu, saat ini berpenampilan sangat mengoda mata dan pikirannya.


Langkah gemulai mendekat ke arah sofa, Fahd menahan nafas melihat kecantikan istrinya malam ini.


Kanti tersenyum dan begitu dekat dengan posisi duduk suaminya.


"Aawww...mas ngejuti saja"rengeknya manja, begitu Fahd menarik pinggangnya dan sekejap ia berada dalam pangkuan suaminya.


Wangi melati membuat Fahd kehilangan akal sehatnya, perlahan ia mendusel-duselkan wajahnya pada bagian d*de istrinya, dan beberapa menit kemudian, Kanti melenguh karena ulah suaminya pada cupnya.


Malam itu Fahd betul-betul merasakan pelayanan yang luar biasa dari istrinya, begitu liar dan memabukan.


Kanti tersenyum tipis, namun disudut hatinya menangis..namun ia tak berdaya.


Fahd terlelap setelah sepanjang malam mengempur istrinya tanpa henti, ia tak mengerti dengan dirinya, yang seakan tak ingin berhenti atas tubuh istrinya.


Satu jam kemudian menjelang subuh, Fahd masih terlelap, suara adzan subuh yang biasanya ia sudah bersiap di ruang ibadah, kali ini tak mampu membangunkannya..ia betul-betul lelah dan pulas tertidur.


Kanti menyeringai melihat suaminya yang terlelap, ia melihat tubuh polosnya yang dipenuhi tanda cinta suaminya.


"Aku sudah lama merindukan ini..darah daging David"kekehnya terdengar mengerikan.


-


Mata lelaki itu membuka, menatap wajah istri cantiknya, senyumnya mengembang melihat tubuh polos istrinya yang di penuh tanda cinta karena ulahnya semalam.


Namun tiba-tiba ia merasakan perutnya seperti diaduk-aduk, dengan membekap mulutnya Afdi berlari ke kamar mandi.


Afdi memuntahkan isi perutnya, wajahnya berkeringat ia merasakan tubuhnya lemas.


Beberapa menit kemudian Za terbangun, ia melihat suaminya sudah tak ada di sampingnya.


Afdi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutup bagian pinggangnya ke bawah.


Za tersenyum melihat suaminya, ia memberi kecupan di pipi suami dan bergegas menuju kamar mandi.


Satu jam kemudian mereka sudah berada di ruang makan, semua anggota keluarga berkumpul tak ketinggalan Sumi dan Badi.

__ADS_1


Setelah melakukan sholat subuh berjamaah tadi, Sumi dan Hana membantu bik Ani..pelayan yang sudah tiga tahun ini melayani di bagian dapur.


Hana minta mereka sarapan pagi bersama, karena Badi dan Pak David berencana ke rumah ibadah pagi ini.


Setelah membaca doa makan Za menautkan nasi di piring suaminya, aroma nasi yang wangi mengugah selera makan, namun tidak pada Afdi, lelaki itu merasakan mual kembali di perutnya dan segera membekap mulutnya, ia berlari ke kamar mandi dekat dapur.


"Hoooeekk..hooeeek.."wajah lelaki itu nampak pucat dengan keringan mengucur di wajahnya.


Dengan langkah gontai ia menuju tempat duduk di meja makan.


Hana tersenyum melihat menantunya, "Sayang kau buatkan teh hangat buat suamimu.."Apa kau sering muntah-muntah begini?"Wanita beranak tiga itu menatap mantunya dengan senyum, yang lain memandangi wajah Afdi yang pucat.


"Kau sakit nak.."cemas Sumi.


"Entahlah bu..dari pagi tadi saya sudah muntah-muntah...aneh yang hamil adek yang mabuk saya"guman Afdi pelan, namun ucapannya membuat yang lain terkejut, menatapnya dan Za bergantian.


"Iya bu..Za hamil..tapi kenapa yang muntah-muntah justru Afdi"ucapnya lirih.


"Kau hamil dek.. Alhamdulillah, kita akan punya cucu Di"Pak David reflex memeluk Badi yang duduk di sampingnya.


Za yang melihat itu hatinya tersentil nyeri, penyesalan lagi-lagi menghantuinya.


"Sudah Za..kau tak boleh kerja, diam saja mengurus calon cucuku, biar ibu saja yang melakukan sesuatu untuk kalian"protes Sumi dan mengambil alih teh dari tangan Za.


"Ayo kau duduk saja disini"Sumi kembali menuntun Za begitu teh sudah ia letakkan di depan putranya.


"Nak..kamu itu mengalami ngidam, namanya kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade, itu terjadi karena rasa empati kamu sebagai suami kepada istrimu yang sedang mengandung...karena kamu terlalu menyayangi istrimu yang nakal ini"Hana mencubit gemas pipi Za yang kelihatan chaby.


"Baguslah bu..jika Afdi yang ngidam, agar Za dan baby sehat saja...Afdi nggak masalah"ucap lelaki itu masih dalam keadaan lemas.


Pak David yang mendengar ucapan mantunya terharu, ditepuknya lembut pundak Afdi.


"Ayah tak pernah salah memilihmu menjadi suami Za..kau satu-satunya lelaki terbaik buat anak nakal itu"Pak David mengejek Za..dan wanita itu menjulurkan lidahnya kesal, membuat yang lain tertawa.


Za langsung menempel memeluk suaminya, "Za sayang banget sama abang"ucapnya manja.


Pak David dan Hana hanya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan putrinya yang bucin pada suaminya.


Badi dan Sumi menitikan airmata bahagia, atas perasaan sayang keluarga Nathan pada putranya.

__ADS_1


Yuuuk bagi like πŸ‘πŸ‘πŸ‘dan comen😘😘😘


Trimakasih yang sudah bacaπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2