NAFSU

NAFSU
Tes Peck#1


__ADS_3

Za masuk ke kamar mandi, beberapa menit kemudian ia keluar dengan dengan menggenggam tes peck ditangannya.


"Bagaimana..?"Hana melihat wajah putrinya yang terlihat tak mengerti.


Za menyerahkan tes peck di tangannya pada bundanya, ia takut untuk melihat hasilnya.


"Bunda az yang lihat"elak Za, hatinya berdebar..ada perasaan cemas menghantuinya.


Hana menerima benda pipih itu dari tangan putrinya, wanita itu tersenyum melihat dua strip merah.


Hana memeluk putrinya,"Selamat ya sayang..kau bakal menjadi ibu"ucap Hana bahagia.


Deeeenggg....


Hati Za berdebar, tiba-tiba ada perasaan takut dihatinya,"Hamil???"


"Kenapa sayang..kau nampak cemas, jangan takut ada bunda dn mertuamu yang akan menjagamu"ucap Hana memberi semangat.


"Bun..tolong jangan beritahu yang lain dulu..Za belum siap"Za menatap bundanya dengan wajah pias.


Hana yang berpikir putrinya belum siap memjadi seorang ibu, tersenyum mengangguk.


"Bunda janji ya.."pinta Za memelas.


"Iya sayang..bunda janji"Hana mengelus punggung putrinya lembut.


-


Za menatap wajah suaminya yang tertidur pulas, ada sesak di hatinya melihat wajah lelah suaminya.


"Abang...maafkan Za, Za takut .. sungguh takut hingga tak berani menyampaikan kehamilan Za"guman Za dalam hati.


"Bagaimana ini ya Allah"wanita cantik itu gelisah dengan pikirannya sendiri.


Rasa takut karena perbuatannya dulu, walau ia baru sekali berhubungan dengan Bian namun bisa saja janin ini milik lelaki itu.

__ADS_1


Za memang tak pernah lagi berhubungan dengan Bian, setelah pertama kali ia melakukan dengan kekasihnya itu, waktu ia diajak Bian ke rumah Lira, Za menolak melakukannya ia hanya membiarkan kekasihnya itu menc***** tubuhnya, ia menolak ketika Bian menginginkan dirinya.


Za mencoba mencari cara mengetahui tentang proses janin dari Kai google, dan ia harus ke dokter untuk mengetahui usia kehamilannya.


-


Disisi lain Kanti yang sendiri di rumah besarnya di perkebunan, kerap diganggu dengan penampakan dan bisikan wanita atau lelaki tua yang menakutkan.


Bude dan Pak Wahono yang tinggal di rumah panggung, sesekali saja datang jika mengantar makanan atau Fahd memanggilnya.


Sedang Kanti, wanita cantik dengan penampilan yang sederhana itu lebih senang dengan kesunyian, ia jarang keluar rumah, jika tidak bersama suaminya.


Siang menjelang dhuhur, wanita itu berniat menyiapkan makan siang untuk dirinya, karena suaminya tak makan siang di rumah. Kanti merasakan hawa panas disekitarnya, tiba-tiba suara jeritan ditelinganya membuat wanita itu tersentak.


Kanti merasakan tubuhnya kebas, mulai dari tengkuk sampai kepalanya, tiba-tiba saja ia sudah tak sadarkan diri.


Selang beberapa menit wanita itu tersadar dengan tatapan kosong, Kanti berjalan keluar rumah.


Langkah wanita itu menuju arah hutan larangan, seorang pekerja di perkebunan buah sempat menegurnya, namun wanita cantik itu hanya diam, tangannya saja yang menunjuk ke arah selatan.


Entah kekuatan apa yang dimiliki wanita yang tubuhnya terlihat kurus itu, sehingga ia dapat berjalan dengan sangat cepat menuju hutan larangan.


Mata redup yang terlihat kosong itu, menuju muara sungai..disana ia melihat botol yang mengapung di permukaan air sungai.


Dengan langkah ringan, ia menuju arah botol dan membawanya ke hutan larangan.


Disisi lain,"Pak Ustad kenapa pondok ini bergetar"seorang santri di sebuah pondok yang merupakan banguna awal dalam wilayah pesantren yang dulunya merupakan rumah ibadah keluarga Nathan, bergetar seperti telah terjadi sesuatu.


"Astaghfirullahaladzim...ada yang melepas makhluk yang puluhan tahun dikurung almarhum Ustad Besar" timpal seorang ustad muda.


"Semoga Allah memberikan kita petunjuk.."ucapnya kemudian.


Beberapa jam kemudian Fahd pulang ke rumah, suasana rumah yang sepi membuat lelaki itu melewati pintu belakang.


Setelah memberi salam, namun tak ada jawaban Fahd masuk ke dalam rumah, matanya terbelalak melihat tubuh istrinya yang tergeletak di lantai dapur.

__ADS_1


Fahd mengangkat tubuh istrinya menuju kamar, dan mengoleskan minyak kayu putih di jarinya, dan medekatkan jarinya itu kepenciuman istrinya.


"Bangun sayang..sadarlah"Fahd mengelus lembut pipi istrinya.


Tak berapa lama mata Kanti membuka, ia menatap suaminya bingung.


"Saya kenapa mas?"ucapnya lirih.


"Adek pingsan..adek sudah makan?"Fahd mengelus perlahan punggung tangan istrinya.


Kanti mengeleng dan Fahd tersenyum meminta istrinya menunggu sementara ia mengambil makanan.


Selang beberapa menit, Fahd datang membawa nasi berisi lauk dan segelas air putih, dengan telaten Fahd menyuapi istrinya, hingga nasi dipiring itu habis.


"Mas mandi dulu ya..adek istirahat saja disini"Fahd mengelus puncak kepala istrinya.


Di sisi lain Za terlihat gelisah setelah makan malam bersama keluarganya, Za bergegas masuk kamar begitu selwsai makan.


Afdi memasuki kamar, dilihatnya istrinya yang sedang melamun sembari duduk di sofa dan tak menyadari kehadirannya.


"Aneh biasanya..lengket terus jika lihat aku pasti nggak mau jauh, tapi kenapa kali ini ia banyak melamun"pikir Afdi dalam hati.


"Dek..dek..oh sayangku kenapa?"Afdi berulang-ulang menegur istrinya, namun lamunan Za terlalu dalam.


Afdi menunjuk pipi istrinya dengan jari, membuat wanita cantik itu terkejut.


"Kenapa bang?"lirih Za tanpa semangat, membuat Afdi yakin jika istrinya sedang tidak baik.


"Ada apa sayang?"Afdi menatap lekat netra coklat terang itu, membuat Za seketika matanya berkaca-kaca tak lama wanita itu terisak.


"Kamu kenapa sayang..?"Za tak mampu menjawab..tangannya bergerak menyerahkan sesuatu pada tangan suaminya.


"Benda apa ini..apa maksudnya?"


Afdi menatap Za tidak mengerti, membuat wanita itu harus bicara terus terang.

__ADS_1


"Za hamil mas..bagaimana ini?"isak Za tanpa berani menatap wajah suaminya.


Ayoo reader setia, kasih aku like dongπŸ‘πŸ‘πŸ‘ dan comen apa az..aku tungguπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™


__ADS_2