
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Vero segera menghubungi Melly, dan sebenarnya gadis itu pun sedang menunggu telpon darinya.
"Kau sedang apa sayang.."
"Sudah langsung sayang saja kak"
"Bukannya waktu di ruanganku, kau selalu memanggilku sayang..ayoo sayangku"kekeh Vero.
"Kau gila kak.."
"Kau malu sayangku"
"Apaan sih.."
"Aku menginginkan ciumanmu lagi dan lagi sayang"terdengar kekehan Melly di seberang sana.
"Kau perayu ulung Kak.."
"Aku bukan hanya memberikan ciuman lagi..dan lagi...tapi ada syaratnya"
"Apa sayang...?"
"Menikah..aku ingin kita menikah"
Vero terdiam beberapa menit, sampai akhirnya dia berucap.
"Siapa takut"terdengar kekehan Melly.
Veropun tertawa.. kenapa ia begitu nyaman bicara dengan Melly?, padahal mereka baru bertemu.
******
Vero kembali melakukan pertemuan dengan Melly disebuah resto hotel, mereka membahas tentang kerjasama dengan serius, setelah selesai mereka ngobrol lebih jauh.
"Kau tak ingin menikmati malam di salah satu kamar hotel di sini"kedip mata Vero pada Melly, namun gadis itu hanya tersenyum.
"Mau sih...."senyum samar Melly yang tak terlihat Vero.
"Aku pesan kamar sekarang ya yank"ucap Vero serius
"Jangan sekarang"Melly kembali tersenyum mengejek
"Kapan...?"
"Setelah pernikahan"senyum Melly mengembang, Vero terkekeh merasa kalah debat dengan Melly.
"Kalau cium di resto ini bisakan?"Vero telah mendekatkan wajahnya pada Melly, dan kembali mereka saling berpagutan dengan ciuman yang semakin dalam dan memabukan.
"Aku akan melamarmu..."
"Aku tunggu"Melly mengecup sekilas bibir Vero dan langsung beranjak meninggalkan Vero yang masih belum sadar Melly sudah berlalu.
"Eh Mell!!...aku padahal ingin mengantarnya pulang"guman Vero yang baru tersadar begitu Melly sudah jauh darinya.
Sebulan kemudian, disebuah klinik bersalin.Lidya melahirkan seorang bayi cantik.
Namun wanita itu bahkan tak diberitahu tentang jenis kelamin bayinya, apalagi sampai melihat bayinya.
__ADS_1
Diana sudah bicara dengan dokter di klinik itu untuk merahasiakan semuanya pada Lidya.
Vero dan Lidya sudah sepakat dari awal, jika Lidya masih ingin bekerja di PG Grup, maka semua masa lalu mereka tidak boleh dibicarakan lagi.
Diana membawa bayi merah itu ke rumahnya di kota, rumah mewah pemberian Beni, di sana Diana telah menyiapkan seorang baby sister yang akan mengurus bayi perempuan Vero yang diberi nama Vanessa.
-
Akhirnya Vero melamar Melly secara resmi, wanita muda itu sangat bahagia begitu juga Fani dan Diana.
Mahendra dan Fani serta Diana ingin pernikahan dilakukan secepatnya.
"Kau siap sayang jika bulan depan pernikahan dilaksanakan"
"Aku selalu siap"ucapan Melly membuat Vero tersenyum tipis.
"Apakah kau mencintaiku sayang?"Vero menatap dalam mata bening Melly.
"Mungkin sudah walau setitik.. bersamamu aku merasa menjadi diriku sendiri, dan aku merasa nyaman denganmu"
Vero mengangguk, hal itu juga yang ia rasakan, nyaman...
Di sisi lain Lidya yang posisinya bukan lagi sekertaris Vero, sekarang ia dipindahkan di bagian keuangan.
Wanita yang dulu selalu menemani Vero 24 jam itu, telah mendengar rencana pernikahan bosnya, ia hanya bisa tersenyum getir mendengar berita itu.
-
Hari pernikahanpun tiba, Vero dan Melly mengucap janji suci dihadapan Tuhan.
Za dan Afdi sebagi sesama rekan bisnis yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Batubara, tentu saja hadir memenuhi undangan pesta pernikahan Vero.
Mereka membawa serta Shaka, bocah tampan itu terlihat semakin tampan dengan setelan senada dengan sang papa.
Vero terkesima dengan perubahan penampilan Za, wanita itu terlihat bersahaja dengan hijabnya.
"Selamat ya pak..atas pernikahannya"
Vero hanya mengangguk dengan sorot mata memuja pada wanita yang masih merajai hatinya.
"Om..yang beliin Shaka kapal ya ma"
Shaka menatap Za dan wanita itu mengangguk.
"Ini Shaka ya..."Vero mencium pipi Shaka dalam gendongan Afdi.
"Selamat pak Vero atas pernikahannya"
"Terimakasih"Vero tersenyum tipis.
Setelahnya mereka turun dari panggung karena antrian tamu yang akan memberi ucapan selamat.
Hari menjelang malam, acara pesta itu telah selesai satu jam yang lalu, Melly masih berada di dalam kamar mandi yang terkunci.
Vero menanti istrinya dengan tidak sabar, lelaki itu hanya mengenakan boxernya saja, berniat membersihkan diri setelah istrinya.
Melly keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe, dengan rambut basah yang di gelung menggunakan handuk kecil.
"Kau lama sekali sayang..kenapa tak mengajakku mandi bersama"Vero meraup bibir istrinya, dan memperdalam ciumannya.
Maksud hati sekedar berciuman, namun miliknya sudah tak sabar ingin segara menikmati MP dengan sang istri.
Vero mengukung tubuh Melly, dengan ciuman yang semakin panas.
__ADS_1
"Lakukan dengan pelan"ucap Melly dengan wajah memerah.
"Apakah ini pertama kalinya bagi Melly, tapi tak mungkin..Melly kuliah di luar negeri, aku maklum pergaulan di sana seperti apa"
Melly meringis ketika milik Vero berusaha memasukinya.
"Yank ini yang pertama untukmu?"
tanya Vero begitu ia kesulitan menembus dinding pertahanan Melly.
Melly mengangguk dan menutup wajahnya dengan kedua tanggannya.
"Oh Tuhan ..terimakasih"guman Vero dalam hati, dikecupnya kening istrinya lembut.
"Aku akan melakukannya dengan lembut yank"bisik Vero di telinga Melly.
-
Hari ini keluarga besar Afdi dan Fahd berlibur ke Bali, Zaka dan Zaki sudah mulai bisa berjalan satu dua langkah.
Sumi dan Za mengendong si kembar, sedang Shaka berada dalam genggaman sang kai.
Kanti mengendong putri cantiknya yang sudah pandai berlari, Setelah melakukan bording pass mereka mulai memasuki pesawat.
Kurang lebih satu jam penerbangan mereka sudah berada di Bandara Sam Ratulangi.
Dengan menggunakan jemputan hotel berupa bus mini, mereka menuju hotel yang dituju.
Betapa senangnya Shaka, bocah itu tak henti bercerita pada kai dan neneknya tentang perjalanan menuju hotel.
Ingatan bocah tampan itu sangat kuat, terbukti ia masih mengingat setiap tempat yang pernah ia lewati.
"Anak pintar ini sudah seperti guide saja"kekeh Fahd melihat kemenakannya yang menceritakan setiap tempat yang mereka lewati.
Yang lain tertawa mendengar ucapan Fahd, "Si sulung ini memang pintar bang, ia ingat setiap tempat dan jalan yang ia lalui"puji Za membuat Shaka tersenyum bangga.
"Anak siapa dulu ya sayang"puji Afdi seraya mendudukan Shaka ke pangkuannya.
"Anak papa sama anak mama, ya pa"
bocah itu menatap penuh harap jawaban sang papa.
"Ya iyalah"Afdi mencium gemas pipi putranya.
Tak lama minibus memasuki halaman hotel yang luas, mereka terpesona dengan pemandangan di lingkungan hotel yang asri.
Saat berada di lobi, kamar Za sekeluarga berada dalam satu kamar presiden Swift, karena mereka ingin lebih dekat dalam satu kamar bersama anak-anak mereka.
Sedang kedua mertuanya akan bersama dalร m satu kamar.
Setelah beristirahat di kamar masing-masing, sore harinya mereka menikmati suasana Sunset di halaman belakang hotel yang banyak ditumbuhi pohon kelapa.
Mereka menikmati panorama pantai dengan sajian es kelapa muda dan jajanan kas Bali. jaje laklak sekilas terlihat seperti serabi, laklak dibuat melalui proses pemanggangan lalu diberikan lelehan gula merah.
Tak lupa ditaburkan dengan parutan kelapa yang menjadi poin cita rasa menjadi gurih.
Sebelum waktu magrib mereka kembali ke kamar masing-masing.
"Sayang tolong pakaokan pakaian sikembar, aku akan memandikan Shaka"
Beberapa jam kemudian mereka menikmati makan malam di dalam kamar, karena si kembar sedang terlelap.
"Dek...buka pintunya"terdengar suara abang Fahd memanggil.
__ADS_1
"Kita gabung ya...nih sih Alya nangis mau bobok bareng si kembar"
Yuuk kasih vote, like๐๐๐ dan comen yang banyak๐๐๐