NAFSU

NAFSU
Mengunjungi perkebunan


__ADS_3

selamat pagi..bisa kita mulai sarapannya?" suara lelaki itu membuat Hana terkejut dan shock.


Jantung Hana berpacu kencang.


Hana menatap Diang Ami seolah bertanya, siapa..????


Diang Ami tersenyum melihat keterkejutan Hana,"dia pak David",


bisik Diang Ami mendekatkan dirinya pada Hana.


"ayoo kita makan dulu", ajak Diang Ami. Diang Ami mengisi piring milik pak David dan menyerahkannya.


Hana memperhatikan interaksi keduanya.


"ayoo Han ..ambil sendiri ya!" dengan wajah masih terlihat pucatnya Diang Ami mempersilahkan Hana.


Hana masih terlihat shock duduk dekat pak David walau bukan bersebelahan dalam jarak dekat, karena mereka duduk menghadapi meja bundar.


Pak David bisa melihat wajah Hana yang terlihat tegang.ia tersenyum melihat gadis yang semalam membullynya sebagai pria tua, sekarang diam tak berkutik karena kehadirannya.


Mereka makan dengan tenang, namun tidak dengan Hana, hati dan pikiran gadis itu tidak bisa tenang, dan hal itu diketahui oleh Diang Ami, wanita itu hanya tersenyum...


Beberapa saat setelah selesai makan,


"biar aku bantu.." Hana segera membawa piring kotor bekas makan mereka bertiga, dan Hana langsung duduk di bawah dengan kursi kayu untuk mencuci piring.


Pak David masih duduk di tempatnya semula, sesekali ia memandangi Hana yang sama sekali tak menyapanya.


" pak David itu suami Diangkan..?"


"kenapa..kau mau menerima tawaranku?"


Hana terlihat bingung'tawaran..? tawaran apa??? Hana menampakan wajah bingungnya.


" jadi maduku..", Hana tersedak salivanya..ia terbatuk-batuk mendengar ucapan Diang Ami.


'wanita ini kenapa?..semudah itu menawarkan suaminya"guman Hana dalam hati.


"maaf aku tak berminat",


" kenapa..karena dia tua?


"tidak bukan karena tuanya, tapi lelaki itu buas seperti vampire!" Diang Ami memandang Hana bingung.

__ADS_1


Hana mengangguk dan berbisik" tanda dileher Diang ulah lelaki tua itukan?"


Hana bergidik namun tidak dengan Diang Ami dia menatap Hana dengan terkejut.Wanita itu segera menarik kerah bajunya untuk menutupi lehernya.


Mereka telah selesai membersihkan peralatan dapur, Diang Ami mengajak Hana ke ruang tengah.


Beberapa jam kemudian, Hana berpamitan untuk pulang, Diang Ami mengantarkan Hana menuju teras depan.


Hana celingukan, Diang Ami yang melihat tingkah Hana terlihat bingung," mencari apa Han?"


" motorku...kemarin di halaman sini kustandarkan di bawah pohon jambu itu",Hana masih berputar-putar di halaman yang cukup luas.


" ayoo kuantar..."suara lelaki 40 tahun yang tiba-tiba muncul di depan mereka membuat Hana terkejut, tapi sesaat setelahnya Hana kembali sibuk berputar di halaman mencari-cari motornya.


" motormu sudah pulang ke yang punya"Hana terdiam sejenak" pulang ke yang punya..maksudnya?"


Hana menatap pak David, lelaki itu mengangguk," diantar Dun ke rumah Agus" pak David turun ke halaman dengan santai dan menuju garasi mobil.


" apa-apaan dia...seenaknya mengantar motor itu ke mas Agus!" kesal Hana


-


Didalam mobil Fortuner Facelift berwarna merah ,Hana terlihat masih kesal, ia tak sama sekali menyapa lelaki di sampingnya, sedang pak David terlihat tenang dan sesekali melirih wanita cantik di sampingnya.


"saya ada urusan sebentar di daerah ini, ngak apakan?"Hana mendengus dan kembali pada posisinya menatap kearah depan.


"daerah apa ini..ya Allah bukannya itu buah durian..itu pohon duriankan pak?" maaf gadis cantik ini tak pernah melihat pohon durian, ia hanya tau di tv ketika upin-ipin menemani atok Dalang menunggu durian runtuh..🤭


Pak David tersenyum, ia tau wanitanya suka daerah-daerah perkebunan, pertanian, dan peternakan...Hana akan antusias dengan hal itu.


"kau suka durian..? Hana segera mengangguk mendengar pertanyaan pak David, yaaa dia sangat suka biar selanjung sanggup Hana duduk sendiri menghabiskan..tapi sayang yang tidak sanggup duitnya...durian sangat mahal ditempat Hana dulu.


mobil yang dikendarai pak David berhenti disebuah rumah panggung yang tidak terlalu besar, namun terlihat bersih, disekitar rumah banyak tanaman buah..Hana berlari ke arah tanaman tepat disamping rumah.


" Masya Allah...ini buah manggis" mata Hana berbinar..ia takjub dengan buah manggis yang bergelantungan didahannya.


"mau coba..?"pak David menyodorkan buah manggis yang baru dipetiknya.


"saya petik sendiri ya pak?"mohonnya dengan wajah yang masih takjub..seumur hidupnya baru ini dia melihat buah manggis dipohonnya.


"silahkan sayang, ini akan jadi milikmu semuanya, bahkan yang punya", goda pak David berbisik lirih wajahnya dicondongkan dekat dengan wanitanya.


"aku mau pak.." Hana tertawa senang, begitu pula pak David yang senang bukan kepalang ..baginya jawaban Hana seperti ungkapan cinta yang diterima.

__ADS_1


"kamu serius Han..?" pak David memandang Hana dengan perasaan penuh bahagia.


"ya..aku mau dikasih kebun buah begini..tapi tidak perlu sama yang punya..kebunnya az", Hana melengos dan berlalu mengitari perkebunan.


Pak David lupa apa?..sedang bersama siapa?..gadis bullynya, lelaki itu tersenyum mengikuti Hana yang terdengar menertawakannya.


Hana betul-betul dimanjakan bukan hanya matanya, namun mulut dan perutnya.puaaasss menyantaaap durian.


"ia berbeda dari yang lain.." guman pak David dalam hati.


-


Saat ini Hana sedang beristirahat di rumah kebun, rumah panggung terbuat dari kayu ulin yang terlihat kokoh, sangat bersih ada 2 kamar tidur di rumah ini, dengan teras belakang yang lebih luas dibanding teras depan, dan yang disukai Hana..di kolong rumah ini merupakan gudang buah...


"kau capek..?" Hana melirik kearah pak David dan mengiyakan.


"mau urut?"Hana sontak menghadap pak David lelaki yang masih terlihat tampan..bahkan sangat tampan itu tersenyum menatap wanita yang sudah salah sangka padanya.


"jangan genit..ingat istri" tolak Hana.


" ko genit sih ..sayang", goda pak David, Hana menatap kesal pada lelaki disampingnya.


"bu De, ini mbaknya mau diurut!" panggil pak David pada seorang wanita paru baya yang datang menghampiri mereka dengan membawa minuman.


Hana menatap wanita yang dipanggil Bu De, wanita itu tersenyum dan mengangguk padanya, "jadi yang mengurut bu de?" tanya Hana dalam hati.Pak David tersenyum melihat Hana yang terlihat malu.


"maaf..saya kira..",


"g sabar ya ..pingen diurut mas..?" goda pak David mengedipkan matanya, sontak Hana memukul lengan lelaki yang duduk disampingnya.


"aawww ..sakit sayang, ini kdrt", bisik pak David kembali mengoda Hana.


-


Hana menikmati pijatan bu De, rasanya enak banget, sembari ngobrol dengan bu De, wanita itu bercerita ia dan suaminya merantau dari jawa dan bekerja di perkebunan milik pak David, ia juga memuji pak David sebagai majikan yang baik, tidak sombong dan perhatian pada bawahannya.


Kamar yang sekarang dipakai untuk pijatan ini kamar pak David jika ia datang ke perkebunan, kamar yang satunya ditempati bu De dan suaminya, mereka yang merawat rumah ini.dan sehari-harinya mereka bekerja diperkebunan bersama beberapa karyawan lain, sedang mes karyawan letaknya ditengah perkebunan dan semua kebutuhan pokok karyawan didatangkan dari kota kecamatan dengan angkutan pribadi berupa truck.


Beberapa saat kemudian, seorang lelaki memasuki kamar, ia tersenyum melihat wanita tercintanya yang terlelap karena begitu menikmati pijatan bu De,"akhirnya diam juga wanitaku" batin pak David.


Pak David memandangi wajah cantik Hana yang pulas tertidur, ia mendekatkan kepalanya kearah kening Hana, kecupan lembut yang dalam dan lama ia labuhkan dikening Hana, setelahnya ia mengurai jarak dipandangi bibir usil yang sering membullynya, tekanan lembut b*b*rnya pada bi*** Hana, merasa tak ada pergerakan pak David memberi lebih....lu***an lembut yang membuat jantung laki-laki itu berdetak kencang."aku mencintaimu sayang....sangat mencintaimu" gumannya lirih diiringi setetes bulir bening yang tak tertahan.


Selamat membaca ceritaku, semoga dapat menghibur kalian, maaf atas salah ketik dan typonya🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan comen😘


__ADS_2