NAFSU

NAFSU
Memiliki #2


__ADS_3

Hana merasakan kamarnya terasa panas, matanya membelalak melihat ke arah jendela...


" mas bangun, kita jadi g ke mes, lihat matahari sudah panas gini," Hana heboh sendiri melihat matahari yang menyantroni kamarnya. .Hana hendak berdiri namun sadar dirinya masih polos dan intinya pedih.


Dipandanginya suaminya yang masih terlelap, walau suara Hana sudah seperti penjual panci keliling g ngepek, suaminya masih ngebo az.


-


Waktu sudah menunjukan pukul 15.00, Danu akhirnya terbangun, ia melihat istrinya yang mencebik melihatnya, Danu tersenyum mendekati istrinya yang duduk dipojok kasur.


" maaf mas ketiduran sayang, kita berangkat sekarang ya, mas cuci muka dulu, entar mandinya dimes saja", Danu mencubit gemas pipi istrinya.


Mobil yang dikendarai Danu meninggalkan lingkungan perumahan melaju dijalan berbatu kerikil yang tidak rata, Danu menengok istrinya yang asik melihat pemandangan diluar jendela, ia tersenyum..ini kali pertama jalan berdua dengan istrinya, rasanya beda ketika belum halal ama saat ini.


Danu meraih tangan istrinya, dikecupnya punggung tangan halus itu, matanya memperhatikan jalan di depan.


Tak terasa mobil sudah memasuki wilayah kerja Danu, dan sebentar lagi memasuki wilayah mes karyawan.


Danu membuka pintu mobil untuk istrinya, dan mengedongnya turun, ia tau keadaan istrinya karena ulahnya pagi tadi hingga dilihatnya jalan Hana kayak bebek.


Hana sudah selesai mandi, ia sudah siap didapur memasak buat makan malam, dilihatnya suaminya yang masuk ke kamar mandi dengan betapi handuk diatas lutut, Hana yang sebelumnya tak pernah menyaksikan tampilan mas Danu yang model begitu tersipu, untung suaminya g lihat, bisa habis digodain nanti.


Tak terasa hari telah malam saja, mereka sudah berada diperaduan, Danu yang tak tahan melihat tubuh halal istrinya mulai beraksi, hingga Hana kelelahan dengan keinginan suaminya, tapi namanya kewajiban ya iklas az melayani.


Setengah jam setelah mendaki kembaran, suara peger Danu berbunyi, meminta Danu ke lokasi karena ada trouble dilapangan, Danu berbisik pada istrinya dan Hana mengiyakan.


Danu sudah keluar mes setengah jam yang lalu, Hana masih lelap karena lelah akibat ulah suaminya.


Hana merasakan dekapan erat ditubuhnya, kecupan basah ditengkuknya, tobat Hana pada ***** suaminya, padahal tadi sudah berapa kali, ini masih minta lagi.

__ADS_1


Dengan mengantuk Hana melayani ***** suaminya, ia mencium bau g sedap dari tubuh suaminya," mas ini belum juga ganti baju, baru dari lapangan sudah minta az", batin Hana.


Hana bener-bener lemas kali ini karena suaminya, yang ada capeknya.


-


Pukul 11.15 Danu membuka pintu mesnya dengan pelan, ia bergegas ke kamar mandi membersihkan diri dan setelahnya ia keluar hanya mengenakan boxer, ia masuk ke kamar tidur dilihatnya istrinya yang begitu lelap tertidur, ia tersenyum.


" kasihan ia nampak sangat kelelahan", batin Danu sembari membuka lemari pakaian dan menarik selembar kaos oblong putih, Danu mengenakan kaos dan keluar kamar menuju dapur, ia duduk dikursi dekat meja makan dan mengisi gelas dengan air putih, Danu meneguknya hingga habis, ia merasa lelah mengatasi Trouble dilapangan, pencurian kabel tembaga yang lumayan banyak, yang akan digunakan di daerah selatan raib, tadi mereka sudah mengintrogasi sebagian karyawan yang shif malam, namun masih belum menemukan titik terang.


-


Hana masih lelap tertidur, tubuhnya terasa remuk karna ulah suaminya semalam, Danu yang merasa lapar tak tega membangunkan istrinya, ia beranjak ke dapur dan membuat mie kuah dengan telur.


Hana yang mendengar suara berisik didapur terbangun, ia beranjak ke dapur dilihatnya suaminya yang makan mie kuah, Hana meneguk salivanya, ia mendadak lapar melihat suaminya yang makan dengan lahap.


Danu meneguk salivanya." buas juga aku ternyata", batin Danu


Danu menyuapi istrinya bergantian dengannya, untung tadi dia buat mienya 2 bungkus, jadi masih bisalah nahan lapar sampai nunggu makan siang.


-


Hana sudah selesai membersihkan cucian piring setelah makan siang tadi, mas Danu tadi dihubungi untuk masuk ke kantor, katanya menyelesaikan urusan semalam, padahal ini hari minggu harusnya libur.


Hana membaringkan dirinya di kasur, ia mengingat percintaan semalam dengan suaminya, ia tersenyum sendiri dan membatin, 'ternyata suamiku begitu ganas, tapi kenapa aku menyukainya'.


Sultan memandangi Hana, ia puas melihat senyum bahagia diwajah wanita tercintanya.


Danu baru datang setelah siang tadi menyelesaikan urusan pencurian kabel, wajahnya terlihat lelah dan kesal, Hana yang melihat wajah suaminya yang tidak biasa menjadi ciut, ia tak berani bertanya dan membiarkan saja ketika suaminya melewatinya menuju kamar mandi.

__ADS_1


-


Hana sudah selesai berbenah, suaminya sudah kembali ke mesnya tadi, ia menutup pintu rumahnya, dan setelahnya menuju kantornya.


Apel pagi hari ini sempat disinggung, besok akan ada pertemuan di kantor desa sehubungan dengan proyek untuk desa yang diusulkan oleh pihak kantor yang disetujui oleh pemerintah propensi.


Hana diminta pak Abdul untuk mempersiapkan presentasi buat besok.


" Han, besok dengan pak Maman dan bu Sita kalian ikut saya ke kantor desa, untuk menyampaikan hasil proposal kita yang disetujui oleh Pak Gubenur ya, bantu presentasinya, dan kamu pelajari itu!", tinta Pak Abdul.


" ya pak, saya siapkan dan akan saya pelajari, di kantor desa punya proyektor g pak?", tanya Hana dan syukurlah ada kata pak Abdul, yang mana beliau sudah menyuruh mas Agus menyampaikan semua yang harus disiapkan pihak desa.


-


Hari berganti malam, Hana sudah menyiapkan keperluan buat besok, termasuk pakaian yang bakal ia gunakan, ini kali pertama ia berkunjung ketempat lain guna kunjungan kerja.


Hana merasakan udara yang dingin dikulitnya, ia mengingat suaminya, direbahkan tubuhnya yang lelah, ia mencoba memejamkan mata, suara radio mas Agus terdengar sayup-sayup, lagu dangdut koplo cinta satu malam.


Hana seperti merasakan dekapan hangat suaminya, ia meresapi perlakuan suaminya sampai membuatnya kelelahan dan tertidur pulas.


Sorot mata penuh damba berusaha membahagiakan wanita tercintanya, ia tau suasana yang dingin begini wanitanya memerlukannya.


Senyuman terukir dibibirnya melihat wanitanya pulas karna ulahnya....


Selamat membaca semoga suka


Maaf ya banyak salah ketik dan typo๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa like dan comen๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2