NAFSU

NAFSU
Kabar Bahagia.


__ADS_3

Beberapa jam setelah selesai dengan urusan dapur, Hana berpamitan pada Diang Ami untuk berangkat kerja, wanita tua itu mengangguk, namun ia tak beranjak dari duduknya di hambal depan meja bulat sembari menikmati teh hangat buatan Hana.


-


Dua bulan kemudian....


"Mbak .... Hana lapar" Hana masuk ke rumah mbak Titin setelah mengucap salam.


Nampak diruang tamu, bocah laki-laki berusia 4 tahun asik dengan gadgetnya.


"Ris..nggak boleh main game terus nanti matanya sakit!"bocah lelaki yang merupakan anak semata wayang Pak Maman dan mbak Titin itu tak peduli dengan ucapan Hana, ia asik dengan tangan dan matanya yang focus pada benda kecil pipih itu.


"Han...ayooo mbak buat sambal mangga muda kesukaanmu, ini ikan mas goreng dan bening katuk"mbak Titin mengiring Hana untuk duduk.


Hana makan dengan lahap, bahkan tanpa sungkan ia menghabiskan dua piring, mbak Titin tersenyum melihat wanita cantik yang makin terlihat berisi itu.


"Han kamu coba ini giih .."mbak Titin menyodorkan benda kecil pipih memanjang seperti termometer.


"Mbak bukannya ini...?"Mbak Titin mengangguk, Hana mengeryit dia "merasa nggak mengalami gejala kehamilan, apa iya?"


"Han orang hamil itu gejalanya beda-beda, dicoba dulu gih!"Hana mengangguk.


Setelah selesai dengan makannya, Hana masuk ke kamar mandi, mbak Titin menunggunya dan tak lama kemudian Hana keluar dengan mengenggam tes peck itu.


"Gimana..?"mbak Titin mendekati Hana yang mengeleng.


"Sabar ya nanti ada wak..."


"Mbak..Hana belum lihat..Hana takut.."Mbak Titin terbelalak


"Ya Allah Han..kirain kamu ngeleng ..artinya negatif, ternyata belum lihat".Mbak Titin memgambil benda tes peck dari genggaman Hana.


"Alhamdulillah...Han, kamu hamil cantik"mbak Titin memeluk tubuh Hana, ia merasa terharu sampai mengeluarkan airmata.


"Mbak jangan diomong dulu ya..Hana mau buat kejutan ke mas David"Mbak Titin mengedipkan matanya, dan kembali memeluk Hana.


"Iya Han..kamu harus lebih berhati-hati, usul mbak kamu jangan tinggal di rumah suamimu dulu, iya... nanti kita minta syarat ke Bu May, aku dulu gitu waktu hamil Aris, biar nggak diganggu makhluk halus" saran Mbak Titin dan Hana mengiyakan..nggak apa usaha inikan ikhtiar untuk keselamatannya dan calon anaknya.


"Sepertinya kamu hamil ngebo kayak mbak, nggak ada pantangan makanan...nggak pakai muntah segala, syukurlah Hana..sehat terus sampai kelahiran ya"Mbak Titin mengelus perut Hana.


-


Waktu sudah pukul 16.30 ketika sebuah mobil fortuner merah memasuki halaman perumahan.


Tak beberapa lama, Hana membuka pintu ia tersenyum manis menyambut suaminya yang terlihat lelah.


Hari ini suaminya mengunjungi lokasi proyek jalan desa, bersyukur pengajuan proposal disetujui pemerintah daerah, semoga dengan jalan yang mulus desa ini akan cepat berkembang.


Pak David heran ketika istrinya menolak untuk dipeluk, "Bersihkan badan dulu dan ganti baju baru peluk Hana"

__ADS_1


Lelaki 40 tahun itu hanya tersenyum dan menurut.


Beberapa jam kemudian, selepas isya Hana dan Pak David masuk ke kamar.


Hana duduk di kasur menolak pelukan suaminya, posisinya saat ini berhadapan dengan suaminya.


"Mas..sebutkan satu permintaan yang paling mas inginkan dari Hana?"Hana menatap lekat manik mata coklat suaminya.


Pak David tersenyum, ditatapnya wajah cantik istrinya yang selalu membuatnya rindu.


"Jangan pernah berhenti mencintai mas sayangku",mata lelaki 40 tahun itu berkaca-kaca.


"Jangan cengeng gitu dong mas..hilang gagahnya..tinggal tuanya" rajuk Hana yang membuat suaminya terkekeh, diciumnya gemas pipi istrinya.


"Insya Allah Hana akan selalu mencintai mas sampai akhir nafas Hana..Hana mau kasih bonus dari cinta Hana yang gede ke mas",Pak David tergelak dengan godaan istri cantiknya.


"Tutup mata...jangan dibuka kalau Hana tidak suruh buka!" Pak David terkekeh kembali dan akhirnya menuruti kemauan istrinya yang selalu bersikap manis dan membuatnya bahagia sebagai suami.


Pak David merasakan hangat dibibirnya yang dikecup lembut oleh istrinya..tak lama kecupan itu berpindah ke pipinya lama, dan naik ke keningnya...basah, Pak David merasakan airmata istrinya menetes dipipinya, ia ingin membuka mata, namun ingat ucapan istrinya.


Pak David merasakan sesuatu digenggamannya dari tangan istrinya.


"Buka mata sayangku"ucapan Hana lembut ditelinga suaminya.


Lelaki 40 tahun itu perlahan membuka matanya, ia menatap istrinya yang masih meneteskan airmata.


"Kenapa menangis sayangku.."Pak David menatap istrinya, namun sorot mata istrinya menuju ke tangannya.


"Hana hamil mas, anak kita"Hana langsung masuk dalam pelukan suaminya..tangis bahagia membuatnya butuh pelukan dari suaminya.


Pemikiran Pak David masih dalam kondisi loading, beberapa menit kemudian ia tersadar dan merenggangkan pelukan istrinya.


"Sungguh sayang..kamu hamil..disini ada anak kita"Pak David begitu semangat dielusnya lembut perut istrinya.


Pak David menciumi perut istrinya.


"Assalamualaikum anak ayah, sehat terus di dalam perut bunda ya sayang?"Hana mengelus rambut suaminya dengan sayang.


"Mas Hana tinggal disini dulu sampai kelahiran ya..?"


"Ya sayang..besok kita ke puskesmas di kecamatan, dan mas mau Hana melahirkan di rumah bapak saja dikota kelahiranmu"


Lelaki 40 tahun itu mempererat pelukan pada istrinya, ada sebongkah rasa bahagia di dadanya, namun ada kecemasan yang terselip dihatinya.


-


Pagi menjelang, Hana mendengar suaminya yang sedang hoek-hoek di kamar mandi.


"Mas masuk angin, mau Hana keroki?"

__ADS_1


Hana menghampiri suaminya yang baru keluar dari kamar mandi.


"Nggak usah sayang, mas nggak biasa kerokan"lirih Pak David, ia masih merasakan perih ditenggorokannya.


"Mas istirahat giiih, Hana buatkan teh jahe dulu ya" Hana segera bergegas membuat teh jahe.


Beberapa menit kemudian, "Ayo sayangku bangun dulu" Hana menarik lembut lengan suaminya untuk duduk.


Pak David merasa terharu atas perlakuan istri cantiknya, selama ini ia tak pernah diperlakukan selembut ini dengan kasih sayang berlimpah, dan luar biasanya, justru hal ini ia dapat dari istri yang usianya termuda, dari istri-istrinya yang lain.


Pak David memeluk tubuh Hana, rasanya ia tak ingin melepaskan pelukanya.


"Sayang jangan pernah tinggalkan mas ya..mas bisa gila kalau adek tinggalin"lelaki 40 tahun itu tiba-tiba terisak.


"Loh suamiku yang gagah cengeng sekali, nanti gagahnya hil...." ucapan Hana terpotong oleh suaminya yang sudah hapal bully sayang versi iatrinya.


"Hilang tinggal tuanya.."Pak David mengecup gemas pipi istrinya.


"Kita jadi ke puskesmaskan mas?"Pak David mengangguk.


Tiga puluh menit kemudian, Hana dan suaminya keluar dari rumah, Hana mengunci pintu rumahnya ketika Mas Agus juga keluar dari rumahnya.


"Cantik banget bu Kades, mau kemana pagi-pagi sudah memesona begini"Hana yang mendengar gombalan Mas Agus hanya melengos.


"Kepo amat siiih tetangga..!"Hana menjulurkan lidahnya, dan itu membuat Mas Agus frustasi.


Tapi tidak dengan lelaki gagah suaminya, wajahnya kesal melihat sikap istrinya..


"Jangan menjulurkan lidah pada laki-laki lain, ini milikku"Pak David segera merebut sesuatu yang tadi dijulurkan Hana ke Mas Agus, dan itu menbuat Hana kontak gelagapan.


Beberapa menit kemudian mobil sudah melaju menuju kota kecamatan.


"Mas ke klinik az ya, biasanya peralatanya lebih lengkap, itu klinik bersalin",tunjuk Hana pada sebuah klinik dan di angguki suaminya.


Hana dan suaminya masuk ke ruang dr Nurul Aisyah, wanita paru baya yang ramah senyum.


Setelah melewati rangkaian persyaratan awal seperti timbang berat badan, dan tensi, mereka berkonsultasi dengan dr Nurul.


" Ayoo naik ke ranjang mbak Hana, kita cek dedeknya dulu ya"ucapan dr Nurul yang lembut.


Perut Hana yang masih datar dan putih mulus itu diolesi gel yang terasa dingin.


Beberapa menit kemudian,... "Alhamdulillah...niiih dedeknya sepertinya kembar..terlihat ada 2 kantong bayi dan detak jantungnya juga terdengar ganda"ucapan dr Nurul spontan membuat Pak David dan Hana terkejut.


Namun beberapa detik setelahnya mereka mengucapkan syukur atas amanah yang Allah kasih kepada mereka.


Selamat membaca ceritaku semoga menghibur kalian, maaf ya masih banyak kekurangan dalam pengetikan🙏🙏🙏


Aku belain up 2 bab ya. demi kamu yang sudah mau baca cerita kau ini😊

__ADS_1


Jangan lupa like dan comen😘


__ADS_2