NAFSU

NAFSU
Bojone Hana#2


__ADS_3

Ibu memeluk tubuh Hana, diciuminya wajah putrinya atas rasa rindunya yang nyaris setengah tahun tak bertemu.


mereka berdua langsung digiring menuju dapur, duduk bersama di ruang makan.


"adek mana bu?", Hana melihat adeknya tak ada menyambut kedatangannya.


"ia sibuk dengan kegiatan di sekolahnya, apa namanya pak eskol ya pak?"


"eskul bu...", Hana tersenyum membetulkan ucapan ibunya.


"Nak seleramu memilih bojo boleh juga, yang dewasa dan gagah", celutuk ibu membuat Hana tersedak sontak Pak David menyodorkan air minumnya ke arah Hana.Ibu dan bapak yang melihatnya tersenyum.


"Han, bapak senang kamu datang, baru dirasani delalah areke teko yo bu", bapak tertawa senang


"ada apa pak..., ngrasani apa?


Hana memandang bapak yang duduk bersebelahan dengan pak David.


"semua keluarga sudah rembukan untuk acara pernikahanmu, dan sepupumu yang bekerja di kua sudah berbicara dengan penghulunya untuk mensyahkan pernikahan kalian secara hukum, kalian lengkapi surat-surat yang diperlukan..nyusul ya ngak apa, kebetulan kalian libur kesini kita ramaikan acaranya", antusias pak Harno


"iya Han..keluarga yang dari jawa sudah sebagian ada disini, kemarin malem pada tidur disini ya pak, dan malam ini mereka bermalam dirumah budemu yang lain", jelas ibu.


Ucapan orangtuanya membuat Hana bingung, ada rasa sedih mengingat kandasnya rumah tangga seumur jagungnya dengan Danu.


Pak David yang mengerti situasi Hana memulai bicara."bapak ibu, kami datang ke sini karena ada tugas negara, besok saya dan dek Hana akan ke provinsi, untuk niat bapak dan ibu kita bicarakan sepulang kami dari sana ya?" ucapan pak David sedikit menolong Hana, wanita cantik itu mengangguk.


"iya nak..bapak setuju urusan kalian ke provinsi selesaikan dulu, jadi enak mikir acara pernikahan kalian setelahnya", Hana merasa bersalah pada orangtuanya, ada yang sesak dihatinya, ia takut meneteskan airmata dihadapan orangtuanya.


"ibu Hana istrirahat dulu ya..masih capek?" ucap Hana dengan memeluk tubuh ibunya.


"iya..istirahat sana sama bojomu, ayo nak ikut istrimu ke kamarnya", tinta ibu Asri menatap mantunya sambil tersenyum.


-


Hana terisak dibalik bantal, rasa sakit dan sedih akan nasib pernikahanya, akan harapan bapak dan ibu serta semua keluarga besarnya.


Haruskah mereka tau yang sebenarnya?


"Sayang, bangunlah mas ingin bicara" pak David merangkul pundak Hana lembut dan berusaha mengangkatnya untuk duduk.


Pak David duduk dipinggir ranjang dengan Hana yang terisak dipelukannya,lelaki 40 tahun itu tau cerita rumah tangga Hana dari pak Maman.

__ADS_1


Ia iba melihat wanita cantik, muda dan pintar mendapatkan perlakuan seperti itu dari lelaki, sehebat apa wanita yang merebut suami bodoh Hana, itu yang membuat heran pak David.


"Sayang, izinkan mas mengantikan laki-laki itu" pak David mengelus rambut Hana sayang, wanita itu masih terisak dalam dekapannya.


Hana menatap pak David ia memandangi lelaki di depannya dengan mata berkaca-kaca.


"aku g mau menikahi lelaki tua" rengeknya manja dan kembali masuk kepelukan pak David.lelaki itu tersenyum mendengar ejekan wanitanya.


" tapi sekarang yang bisa menolongmu hanya lelaki tua yang gagah ini" balas pak David terkekeh.


Pak David mengurai pelukan wanitanya, ia menghapus airmata di wajah Hana, dirapikannya rambut usil yang bermain diwajah cantik wanitanya.


Ditangkupnya wajah yang beberapa bulan ini setia menemani mimpinya.


Kecupan hangat yang lama dikening Hana membuat wanita cantik itu berdesir, ada gairah lebih dan ketenangan.


Pak David melepas kecupan dikeningnya, ia menatap mata wanitanya yang terbersit setitik gairah, dengan pasti bi***nya ia benamkan di b**** Hana.


Mereka saling menikmati rasa, menambah gairah ditubuh wanita yang pernah merasakan kenikmatan sebagai istri.


Tangan besar dan hangat itu melepas kaitan bra wanitanya, remasan lembut membuat wanitanya menggelinjang dengan lenguhan nikmat.


De***an Hana membuat lidah pak David menggila dibagian inti Hana, ia ingin lebih namun ia harus menunggu setelah ia memproklamirkan status Hana dimata negara.


-


Hana terlelap dalam dekapan pak David, lelaki yang awalnya hanya ingin menenangkan wanitanya itu malah ikut pulas tertidur.


beberapa jam kemudian Hana terbangun ia merasakan tangan besar yang hangat mendekap tubuh polosnya.


Hana tersentak dan ingatannya kembali sebelum ia terlelap, tersadar apa yang sebelumnya terjadi pipinya merona, jujur ia menikmati permainan lelaki tua yang sekarang lelap disampingnya.


Hana memindai wajah lelaki tua berusia 40 tahun disampingnya, mulai dari alisnya yang lebat dengan bentuk seperti kepakan elang, matanya yang redup ketika memandang Hana dengan pupil coklat terang, bibirnya yang sexy dengan senyuman memabukan, hidung mancungnya yang selalu membuat Hana merona disaat ujungnya mengesek lembut ujung hidung Hana, wajah pak David bisa dikategorikan sebagai pria berusia 30 tahunan.tampan itu sebutan dari orang di desanya.


Suara ketukan pintu menyadarkan Hana dari lamunannya, ia menyahut panggilan ibunya untuk makan malam.


Dengan pelan ia berusaha menyingkirkan tangan pak David dari tubuhnya.namun lelaki disampingnya justru makin mengeratkan pelukannya.


Lelaki itu terkekeh melihat wanitanya kesal, satu kecupan ia labuhkan dibibir mengerucut Hana.


"lelaki tua mesum" ejek Hana melihat lelaki itu terkekeh.

__ADS_1


"tapi kau menikmati kemesuman lelaki tua inikan?" pak David mengedip mengoda wanitanya. Hana merona mendengan ucapan vulgar pak David.


"Bapak keluar dulu, Hana malu belum pakai baju"Hana mendorong pelan tubuh pak David untuk turun dari ranjangnya.


"kenapa malu sayang, bahkan aku sudah menikmatinya tadi..kau lupa?",kembali wanita itu merona dan menutup matanya malu, hal itu dimanfaatkan pak David.


Sontak Hana melenguh ketika kembarannya dihi*** lembut lelaki 40 tahun itu, lelaki itu tersenyum dan segera bangkit dari ranjang keluar kamar.


Hana mengerutu oleh ulah pak David, wanita itu mulai memastikan perasaannya, ia selalu merasa senang berada dekat lelaki 40 tahun itu, dekapannya membuat Hana tenang.


"apa aku mulai menyukainya..?"


Beberapa menit kemudian.


"gimana sudah g merasa mabuk darat lagi, kata suamimu kau tertidur lelap dari siang tadi", ibu tersenyum melihat Hana yang baru bergabung, ia mengambil tempat duduk di samping adiknya.


"gimana sekolahmu Her..?"


Lelaki berusia 14 tahun itu tersenyum dangan mengacungkan dua jari telunjuk dan tengahnya.


"sekolah yang bener biar bisa kaya mbakmu?" sambung ibunya, Heru hanya nyengir dan melanjutkan makannya.


"jam berapa besok kalian ke provensi?" bapak menatap pak David.


"jam 10 pagi atau habis dzuhur pak", ya pagi az jadi istirahatnya bisa panjangan...karena Hana ini biasa suka mabuk darat", jelas pak Harno.


"aku pengen ikut mbak..coba pas libur", gerutu Heru


" kalau libur, ya g bisa juga Her..ini berurusan sama kantor..ya kalau libur kantornya tutup", jelas Hana.


Setelah acara makan malam selesai, mereka melanjutkan ngobrol membahas pernikahan yang bakal digelar dalam minggu ini.


Terus terang David Nathan merasa bahagia berada diantara keluarga calon istrinya, sambutan yang luar biasa dari calon mertuanya...yang menganggapnya sebagai bojo Hana.


-


Hana sudah memutuskan menerima lamaran pak David, ia tak sanggup melihat kesedihan orangtuanya yang terlanjur bahagia atas pernikahannya dengan Danu yang ternyata jodohnya hanya seumur jagung.


Selamat membaca ceritaku semoga menghibur kalian, maaf masih banyak kekurangan, apalagi pengetikannya🙏🙏🙏


Jangan lupa like dan comen😘

__ADS_1


__ADS_2