NAFSU

NAFSU
Bertemu Pak Abdul


__ADS_3

Hana melihat tangan besar berwarna gelap itu mendekap erat perutnya, deru nafas yang terdengar menjijikan membuat Hana bergidik,Hana merasakan leher belakangnya ditiup, Hana mencoba melepaskan tangan yang mendekapnya, namun terasa sulit tersentuh, lisannya berucap serangkai kalimat suci, hingga dekapan itu terasa longgar dan menghilang.


Hana membuka pintu kamar, ia keluar kamar dilihatnya mas Danu yang lelap dalam tidurnya.


Hana duduk disamping kasur dengan menyembuyikan sebagian tubuhnya dalam sarung.


" Han..Han..ko tidur disini?", Danu menatap wajah cantik alami yang terlihat lelah.


" sudah subuhkah mas?'gadis itu mengerjap tanpa sanggup menatap Danu, matanya sungguh masih ingin terpejam.


" belum, sebentar lagi waktunya, kamu kenapa pindah tidur?", Danu menatap Hana yang sekarang mengambil alih tempatnya tidur semalam.


Danu menaikan alisnya ketika wajah Hana menatapnya nanar,"ok yuuuk kita ambil air wudhu ", Danu membantu Hana berdiri.


Ia tau Hana mengalami sesuatu.


Mereka telah selesai melakukan sholat subuh, Hana mengambil alih tempat tidur Danu semalam, lelaki itu tak beranjak dari sisi Hana, karena gadis itu merasa takut, Hana memang biasa melihat hal gaib namun tak pernah mengalami seperti semalam.


Hari mulai pagi, mentari mulai menampakan semburat merona di ufuk timur, namun Danu belum membuka gordennya, ia kasihan melihat gadis di depannya yang masih lelap tertidur.


Danu mengamati wajah Hana yang asik terlelap, alis Hana yang rapi dan ekornya yang mirip tikungan tajam, dengan kelopak mata yang cukup besar, hidungnya yang tidak terlalu mancung dengan bibir berisi dengan bentuk yang mengoda, sungguh Hana memiliki wajah yang cantik mengoda, sekilas Danu takut jika seseorang melihat bidadari tanpa sayap yang mulai mengusik hatinya dengan debaran nikmat.


Hana membuka matanya, ia melihat lelaki tampan yang memandanginya, senyumnya mengembang, lelaki tampan ini bagai malaikat penjaga baginya, Danu masih setia disampingnya sesuai permintaannya subuh tadi.


" mas ada sinyal g, aku ingin mengabari orangtuaku, aduh kemarin Hana lupa mengecek hp sama sekali, bisa-bisa lowbat hp Hana mas",suara gadis itu membuyarkan hayalan Danu yang indah.


"mana hp-nya biar mas charge?", Hana berdiri mencari tas ranselnya, ia mencari hpnya dan setelahnya menyerahkan pada Danu untuk di charge.


-


Danu sudah selesai mandi, laki-laki itu sudah mengenakan pakaian kerjanya, tampan sekali, Hana melihatnya dengan kagum.


Danu meneguk teh hangat buatan Hana ketika ia mandi tadi, Hana menyeduh air panas untuk membuat teh, ruang tamu sudah dirapikan dan gorden sudah dibuka, suasana pagi nampak menyegarkan mata, Hana menatap sekitar halaman depan lewat jendela.


Hana menuju kamar mandi, ia membersihkan diri dan keluar menggunakan daster semalam, rambutnya di cepol ke atas dengan sebagian anak rambut yang tergerai acak dipunggung lehernya, sungguh mempesona mata Danu.

__ADS_1


Danu merasa gusar melihat gadis cantik di depannya," kenapa mas?", Hana seakan mengerti kecemasan Danu.


"Han, nanti kalau disana jangan bersosialisasi sama orang ya, kerja az", cemas Danu.


"kenapa mas, emang enak g bicara dan g ketemu orang, mas ini aneh", celutuk Hana.


Danu menghela nafasnya, yang ia cemaskan lelaki itu, banyak korban dari lelaki brengsek itu, dan Danu g mau Hana jadi korbannya, tapi ia sulit bicara pada gadis di depannya.Danu takut dikira macam- macam dan menjelekan orang.


" kamu jaga diri disana ya Han, gunakan instingmu dalam mengenali seseorang, jangan mudah percaya", saran Danu


"Han kamu mau g tinggal disini, nanti kerjanya dari sini az", Danu menatap wajah cantik di depannya.


"maksud mas, emang dekat tempat Hana kerja dari sini?", Hana menatap Danu heran


"1 jam Han, mas bisa antar kamu pakai kendaraan kantor", jelas Danu


Hana menatap wajah tampan itu dengan bingung, bukan Hana tak mau tinggal di rumah ini, namun apa kata orang jika tau mereka 1 rumah tanpa ikatan.


"mas, apa kata orang sini kalau kita 1 rumah, nanti bisa digrebek warga" takut Hana.


Hana menatap curiga pada Danu yang senyum-senyum, " atau apa...?", gadis itu penasaran


"kita nikah...", lirih Danu sambil mencubit gemas pipi Hana, pipi gadis itu merona bukan lantaran cubitan gemas Danu namun rasa malu dan dadanya yang tiba-tiba berdebar g karuan.


" mas ini becanda mulu..aku yang dengerin sudah serius gini malah dibecandai", cebik Hana sukses membuat Danu meringis gemas melihat bibir ranun yang manyun.


duuuh jangan gini Han, aku jadi g berani melepas kamu keluar rumah.


" mas, disini pasarnya dekat ngak?", Hana mengalihkan pembicaraan, ia pengen belanja keperluan sehari-hari.


" disini pasarnya seminggu sekali, hari kamis sore dan pagi jumat biasanya masih sih tapi tak seramai kamis sore", terang Danu.


"Kapan kita ke pasar mas, jangan lupa ajak aku",Danu mengangguk dan segera berdiri hendak ke kantor karna sudah waktunya berangkat.


" mas ke kantor dulu, nanti mas jemput jam 10an ya", Hana mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


" kamu buat supermi az ya pagi ini, nanti kalau mas antar kamu kita makan diluar"


Danu segera berpamitan , dan setelah kepergian Danu, Hana mengunci pintu depan dan membereskan dapur.


Waktu masih pukul 08.15, Hana tak sadar dirinya sudah tertidur, ia merasa ada yang menyentuh lembut pahanya, jantung Hana berdesir, tangan itu terus naik dan dan mer**** lembut dua bukitnya, Hana menggelinjang dibuatnya, tak sadar ia melenguh menikmati, hingga suara deru nafas terdengar keras diatas tubuhnya.


Hana terbangun dan merasakan sesuatu yang basah dibawah sana, gadis itu berdiri dan segera menuju kamar mandi.


-


Danu datang menjemput, lelaki itu menbawa mobil kantor, mobil strada yang biasa digunakan sopir-sopir kantornya.


Lelaki tampan itu membawa tas Hana dan memasukannya di pintu belakang, dan membuka pintu depannya agar Hana naik.


Perjalanan ke kantor dan perumahan yang bakal ditempati Hana kurang lebih 1 jam, Danu mengajak Hana mampir untuk makan di kantin perusahaan tambang yang mereka lewati, biasa kantin itu menjadi tempat makan para karyawan kantornya juga. karna jarak tempuhnya tidak jauh.


Kalau warung makan hampir jarang ada, masyarakat disini rata- rata berkebun di hutan dan tinggal menetap disaat waktu tanam atau panen, jadi rumah ditinggal kosong.


Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan kembali, mendekati tempat tujuan, rumah penduduk mulai berkurang dan lebih banyak lahan perkebunan atau hutan dengan tanaman pohon-pohon besar.


Mobil memasuki halaman sebuah perkantoran yang tak terawat, suasana kantor tampak lengang, mereka berdua menuju arah pintu dan mengucap salam , terlihat dua orang lelaki yang sedang berbincang-bincang dikursi tamu, mereka mempersilakan masuk, Hana memulai pembicaraan dengan salah satu lelaki yang ada di situ, lelaki yang berumur seperti ayahnya, ia adalah pak Abdul kepala pimpinan di kantornya, setelah urusan administrasi pegawai baru selesai Pak Abdul mengajak melihat perumahan yang bakal Hana tempati.


Hana mengikuti Pak Abdul dan Pak Maman selaku salah satu staf dikantor yang kebetulan tinggal diperumahan dengan anak istrinya, mereka menuju perumahan di belakang kantor, ada 5 perumahan 4 rumah saling bergandeng dua-dua, yang merupakan perumahan staf kantor, satu rumah yang tersendiri merupakan rumah kepala kantor.


Rumah warga nampak jarang, hanya terlihat satu dua rumah saja, Hana menanyakan banyak hal Pak Abdul, dan alhamdulillah semua rumah berpenghuni termasuk Hana yang bakal menghuni rumah bersebelahan dengan Agus, staf lelaki yang masih bujang.


" langsung bermalam disini mbak Hananya ya mas", tanya Pak Abdul dan Danu menjawab besok atau lusa, karena masih harus melengkapi barang yang diperlukan, Danu akan mengantar jemput Hana sementara ini, Hana hanya tersenyum mendengar penjelasan Danu.


Memang benar juga ucapan Danu, perumahan itu tidak memiliki kasur, gordenpun tak ada belum lagi peralatan masak, jadi Danu akan menemani Hana membeli keperluan itu saat hari kamis sore pas waktu pasar mingguan.


Sementara ini mereka ditemani Pak Abdul dan Pak Maman membersihkan rumah yang bakal ditempati Hana, dan yang menyedihkan disini soal air , mereka harus ke kali untuk keperluan akan air.


Terimakasih telah membaca ceritaku...


Maaf masih banyak kesalahan pengetikan🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan comennya ya😘


__ADS_2