
Warning!!!
Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Wanita cantik itu hanya tersenyum geli dan terus membantu memasangkan dasi Fai.
Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di restoran hotel menunggu klien bisnisnya.
Beberapa menit kemudian seorang lelaki berwajah oriental ditemani seorang wanita cantik tersenyum pada mereka.
"Maaf kami terlambat.."ucap lelaki yang bernama Eric dengan menjabat tangan Fai, lalu menatap lekat dengan senyum mengembang pada sosok Lena, begitu juga Bella sekertaris Eric mengikuti kegiatan bosnya menyalimi Fai dan Lena.
"Tidak ..kami saja yang datang lebih awal..ini belum pukul 10"jelas Fai dan diangguki Lena yang dibalas senyum oleh
Eric dan Bella.
Fai dan Eric mulai membicarakan bisnis, diselingi candaan dan tawa mereka.
Setelah beberapa jam, Bella dan Lena..meninggalkan mereka karena berpamitan untuk ke toilet.
"Tuan Fai..saya punya hadiah khusus untuk anda, ada boleh memilih yang mana anda mau, saya jamin anda akan menyukainya"Eric memberikan tabnya pada Fai, nampak Fai menscrol layar dan tak lama ia tersenyum.
"Bagaimana dengan ini.."Fai berkedip dan Eric tersenyum.
"Anda pemilih yang hebat..dia masih bersegel..nanti malam pukul 7 saya jemput"Eric mengedipkan matanya sembari tertawa renyah.
"Apakah nona Lena kekasihmu?"
Fai tertawa dan mengeleng,"Bukan ia hanya sekertarisku..kenapa anda menanyakan nona Lena?"
"Aku ingin mencoba dengan wanita dari kota anda, apakah bisa sehebat nona disini"Eric mengedipkan mata, Fai tersentak..namun sesaat kemudian ia tersenyum.
"Saya akan bicara dengan Lena"ucap Fai pelan, dan bersamaan dengan itu Bella dan Lena datang dan bergabung untuk menikmati makan siang.
Setelah selesai Eric dan Bella pamit terlebih dahulu, dan mengingatkan Fai untuk bersiap pukul 7 malam nanti.
"Len..maukah kau menolongku?"Fai berucap sembari berjalan beriringan menuju kamar mereka.
"Tentu saja bos..apa yang harus saya lakukan"Lena menatap Fai dengan mata berbinar.
"Ini demi kelancaran bisnis kita, dan sudah biasa saling menyenangkan klien untuk mempererat kerjasama kita"Fai membuka pintu kamar hotel dan bergegas masuk, Lena mengekor di belakang lelaki tampan itu.
Perasaan Lena menjadi tak enak, ditatapnya wajah Fai penuh tanya.
"Eric menginginkan dirimu, ini hanya sehari saja Lena..aku tak enak menolaknya, dan aku katakan akan bicara dulu denganmu"
Deeennnggg....
__ADS_1
"Apa maksud Fai..setega itu ia padaku..apa ia pikir aku j***** digunakan sebagai umpan"kesal Lena dalam hati.
Lena tak menyahut dan segera masuk ke kamar mandi, ia menguyur tubuhnya di bawah kucuran air shower yang dingin.
Hatinya sakit..batinnya menangis, ia yakin jika Fai mencintainya..ternyata ia hanya dijadikan pem*** nafs* Fai.
"Aku yang bodoooh bermimpi setinggi langit, hingga saat ini hatiku patah dan jatuh .. hancur berkeping-keping"
Dalam guyuran derasnya air shower ..airmata Lena berderai.
Lena keluar dari kamar mandi dengan bibir membiru, Fai menghampirinya dan memeluk tubuhnya.
Cup..wanita cantik itu hanya diam, ketika Fai memberikan kecupan di bibir Lena.
"Kalau kau keberatan..aku akan bicara pada Eric, seharusnya aku menyiapkan hal ini..karena beberapa kolega bisnis sering melakukan hal ini, biasanya sih tuan rumah..tapi biasa memang mereka tertarik pada sekertaris bos ..itu hal yang wajar"
Lena ingin menjerit... namun bibirnya keluh, "Bagaimana kau bersedia menolongku?" Fai kembali melum** telinga Lena.
"Kau akan menyesal mengumpanku pada lelaki itu"guman Lena dalam hati.
Lena mengangguk, dan itu membuat Fai tertawa renyah namun tawa Fai bagai menusuk hati Lena.
Fai melu*** kasar bi*** Lena, dengan bernaf** Fai mendorong tubuh Lena di ranjang, biasanya Lena akan menikmati dengan penuh cinta perlakuan Fai, namun kali ini hatinya sakit..ia sekarang tau lelaki tampan yang menjadi bosnya ini hanya menganggapnya sebagai ja****. beberapa menit kemudian tubuh mereka sudah polos, Fai membuka pahe Lena, dan jleeb..milik Fai menghujam dalam i*** Lena.
Fai terus mengerakan pinggulnya dengan cepat, entah ia begitu emosi saat ini...bahkan ia tak mendengar jeritan Lena, Fai terus menikmati hingga semburan lahar calon orok itu memenuhi rahim Lena.
Jika hanya melayani na*** Fai Lena akan terima dengan iklas..karena Lena mengatas namakan cinta.
-
Menjelang magrib Eric sudah datang dengan seorang sopir, ia berbincang sejenak dengan sopir itu untuk menunggu Fai dan mengantarkannya ke hotel XX.
"Gunakan ini..kau yang memakaikan..jangan tidak"Fai memberikan benda kecil itu pada Lena sebelum ia keluar kamar.
Di lobi hotel Fai bertemu Eric, setelah berbicara sejenak Fai mengadu tos dengan Eric dan mereka saling tertawa.
Beberapa menit kemudian, kamar hotel diketuk, tubuh Lena bergetar hebat, takut itu yang ia rasakan.
Lena bukanlah gadis baik-baik, namun ia melakukan hal itu murni karena cinta, ketika dengan kekasihnya dulu, sewaktu ia masih kuliah, lelaki yang pertama kali memilikinya adalah kekasih yang sudah 3 tahun berpacaran dengannya, karena bujuk rayu sang kekasih akhirnya Lena menyerahkan diri dan akhirnya hal itu menjadi kebiasaan yang sering ia lakukan dengan kekasihnya, karena sang kekasih berjanji akan menikahinya, namun nyatanya lelaki itu menikah dengan teman satu kampusnya.
Eric tersenyum ramah begitu Lena membuka pintu, Eric melihat sorot mata Lena diliputi kecemasan.
Akhirnya Eric berinisiatif mencairkan suasana agar Lena lebih santai dan bisa akrab dengannya.
Beberapa jam kemudian, Lena sudah mulai tertawa mendengar candaan Eric.Lena terdiam ketika Eric mengecup singkat bi***nya, merasa tak ada perlawanan Eric meraih dua cup Lena yang sejak dua hari ini menantang pandangannya.
Lena mulai mend**** ketika Eric memanjakan miliknya dengan permainan li***nya.
"Aku akan bermain lembut honey"bisik Eric lembut, Lena mengangguk .. has***nya minta dituntaskan, sikap Eric membuatnya hanyut dalam permainan dan melupakan rasa kesalnya.
__ADS_1
Eric tak menghentikan hu***an miliknya yang be*** pada i*** Lena yang sem*** dan le***.
Baru kali ini Eric merasa gila dengan tubuh wanita, berkali-kali ia mengeluarkan lendir itu dalam r*h*m Lena, ia menolak permintaan Lena untuk menggunakan pengaman.
Eric mendekap tubuh polos Lena, dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
"Kau luar biasa honey..kau membuatku menggila"Eric mendusel-duselkan hidungnya ke tengkuk Lena.
Lena terpejam sembari menata nafasnya, permainan Eric begitu lembut namun membuatnya melayang, laki-laki itu begitu menyanjung tubuhnya dengan perlakuan yang manis.
"Lena ..kau sudah memiliki kekasih?"Eric membalik tubuh Lena menghadap dirinya.
Lena menatap mata coklat itu sembari menggeleng, terpancar kebahagian di mata Eric.
"Kau percaya cinta pada pandangan pertama?"Eric menatap mata Lena dalam, dan wanita dalam dekapannya itu mengangguk..karena Lena merasakan hal itu saat pertama kali melihat Fai.
"Syukurlah..kau percaya kalau kukatakan aku jatuh cinta padamu?"tangan lelaki itu mengurai dan menyentuh anak rambut Lena yang menutupi wajah cantik yang membuat gila.
"Maukah kau menikah denganku honey"
Deeenggg...
Lena mengurai pelukannya dengan wajah terkejut, ia menatap lekat pupil coklat bening itu, ia melihat keseriusan pada mata coklat itu.
"Menikah...denganmu"lirih Lena dan diangguki kepala oleh Eric.
"Aku akan menjadikanmu ratu di istanaku ...dan mami untuk anak-anakku...kau mau honey"
Lena terpaku, ucapan Eric membuat perasaannya bercampur satu.
"Mencintai Fai..yang tak pernah menganggap diriku?"
"Dari pada jadi pemuas Fai..menikah saja dengan lelaki yang mencintaiku?!"
"Lebih baik dicintai..dari pada mencintai bukan?"
Lena tersadar dari pikirannya, ketika kecupan lembut di keningnya mendarat dari bibir Eric.
"hhmmm ..bagaimana honey?"
"Eric..maukah kau datang pada papaku?"
"Tentu honey..aku mau"Eric tertawa senang.
"Aku akan melamarmu pada orangtuamu"Eric menyatukan keningnya pada kening Lena dan mereka tersenyum bersama.
"Eric..jangan katakan hal ini pada Fai dulu..biar ini menjadi surprise untuk bosku itu?"Eric memgangguk dan segera mengeratkan pelukannya pada tubuh Lena.
Buat yang setia nunggui cerita ini..aku up 2 bab hari ini.
__ADS_1
Yuuuk kasih like๐๐๐ dan comen yang banyak..kalau berkenan beri votenya๐๐๐