
Warning!!!
Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Lena tersadar dari pikirannya, ketika kecupan lembut di keningnya mendarat dari bibir Eric.
"hhmmm ..bagaimana honey?"
"Eric..maukah kau datang pada papaku?"
"Tentu honey..aku mau"Eric tertawa senang.
"Aku akan melamarmu pada orangtuamu"Eric menyatukan keningnya pada kening Lena dan mereka tersenyum bersama.
"Eric..jangan katakan hal ini pada Fai dulu..biar ini menjadi surprise untuk bosku itu?"Eric mengangguk dan segera mengeratkan pelukannya pada tubuh Lena.
Di tempat lain, Fai begitu menikmati servis yang diberikan Eric, gadis cantik dengan tubuh bak porselin dengan bibir merah alami khas wanita asli dan luar biasanya masih bersegel, membuat Fai tak melepas tubuh itu dalam kungkungannya.
Wanita cantik bernama Moy, yang usianya masih sangat muda, namun permainananya di ranjang sungguh liar dan gila.
Beberapa jam kemudian, Fai dan Moy menikmati makan malam, Moy melayani Fai penuh perhatian dengan sikap genit layaknya j*l*ng.
"Sayang apakah kau bekerja pada Eric"Moy menggeleng dan dengan manja memeluk Fai dengan jari lentiknya bermain di dada polos lelaki tampan itu.
"Aku membutuhkan biaya untuk orangtuaku berobat..hingga aku menerima tawarannya untuk menemani bos dari luar negeri"jelas Moy.
Fai mendengarkan cerita Moy tentang keluarga yang kesulitan, dan itu membuat Fai merasa iba.
"Aku akan memberikan bonus untukmu besok"Moy tersenyum dan men**** lembut bibir Fai dan kembali membuat Fai mengerang di bawah kendalinya.
-
Hari ini Fai dan Lena balik ke tanah air dan sejak Lena diminta melayani Eric, wanita cantik itu menghindari Fai, lelaki tampan itu terlihat kesal karena sikap Lena.
"Saya naik taxi sendiri saja bos.."Lena bergegas menarik kopernya begitu mereka sudah berada di gerai taxi online.
Fai menatap Lena tajam, ia tau Lena masih marah padanya, tapi ia sudah menawarkan jika tak ingin menemani Eric, Fai akan bicara pada lelaki itu, nyatanya Lena menyetujui..kenapa sekarang ia yang jadi diacuhkan.
Fai menarik tangan Lena, untuk naik ke taxi yang sudah ia pesan, tanpa menunggu perintah taxi meluncur meninggalkan area bandara.
Lebih satu jam kemudian taxi sudah sampai di apartemen Lena, wanita cantik itu segera turun tanpa menawari Fai untuk mampir, Lena bergegas masuk ke gedung apartemennya dengan menarik koper yang telah diturunkan sopir taxi.
Lantai 8 ..Lena menekan tombol lift, namun disaat pintu nyaris tertutup seseorang masuk dengan menahan pintu lift menggunakan kakinya, hingga pintu lift kembali membuka.
__ADS_1
Saat ini Lena hanya berdua di dalam lift, dengan lelaki yang menatapnya tajam, namun wanita itu terlihat cuek.
sesampainya di lantai 8, Lena menuju apartemennya dan menekan code pintu masuk.
Lena meletakkan begitu saja kopernya, dan medudukan bokongnya di sofa tamu.
"Kenapa kau mengikutiku"ucap Lena datar pada Fai yang terus mengintilinya.
Fai tak mengubris ucapan Lena, ia segera masuk menuju kamar mandi, setelah berbersih Fai keluar dengan hanya menggunakan belitan handuk di pinggangnya.
"Kenapa aku tak suka diabaikan olehnya"guman hati Fai.
Setelahnya Fai hanya mengenakan pakaian kaos dan boxer, Lelaki tampan itu duduk di tepi ranjang ketika Lena masuk ke kamar dan menghilang masuk ke kamar mandi.
"Betah sekali dia merajuk"guman Fai dalam hati.
Beberapa menit kemudian, hape Fai berdering nampak di layar panggilan dari lovely, Fai mendeal panggilan itu.
"Hallo sayangku sedang apa?"goda Fai dengan tersenyum(padahal senyumnya tak dilihat Clara.)
"Kakak aku rindu..kenapa tak datang malam minggu kemarin, aku hubungi nggak diangkat"suara Clara yang manja terdengar kesal.
"Maaf sayang..kemarin ada perjalanan bisnis, dan tak bisa diganggu"elak Fai dan terdengar gerutuan Cla di seberang sana, membuat Fai terkekeh.
"Kakak sekarang di mana..?
"Kakak tak merindukan aku"suara Clara mendayu dan manja, membuat Fai menegang.
"Tentu saja rindu sayang.."Fai menghela nafasnya.
"Kakak .. bolehkan Cla datang le apartemen kakak?"
"Maaf sayang...aku tak ingin khilaf seperti waktu itu"
"Tapi aku suka kakak khilaf..kalau tak membolehkan aku ke sana, kakak yang kesini"suara Cla terdengar mulai terisak.
Fai terdiam..ia tau perasaan Cla, tapi ia takut tak bisa menahan diri..baginya Cla cewek baik-baik yang berbeda dari wanita lain
"Sayangku..jangan begitu, aku tak mau memanfaatkanmu..kau gadis baik-baik....nanti aku kesana ya..jangan menangis"ucapan Fai membuat Clara tersenyum.
"Janji .. Cla tunggu"Clara memutuskan panggilannya.
Jika Clara senang atas ucapan Fai, tidak dengan Lena yang sempat mendengar pembicaraan Fai di telpon.
"Siapa gadis itu?..suara Fai begitu cemas dan sangat lembut?..dia tidak memanfaatkan gadis baik-baik"..jadi aku bukan pilihannya karena ia bukan hanya memanfaatkan tubuhku untuk dirinya namun juga untuk bisnisnya"
__ADS_1
Lena merasakan hatinya nyeri, sakit atas ucapan Fai.
Fai tersenyum melihat Lena yang keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe, wangi shampo menguar membuat Fai mendekati tubuh indah wanita cantik itu.
"Sayang..kau wangi sekali"bisik Fai di telinga Lena dan memberi j*latan di daun telinga yang membuat wanita itu merinding geli, Fai membalik tubuh Lena kehadapannya.
Tangan Fai sudah menarik tali bathrobe yang dikenakan Lena, hingga terpampang tubuh aduhai Lena yang membuat Fai mengila, tangan lelaki itu tak diam, menyentuh dua cup yang menjadi kesukaanya, Lena ingin menghindar tapi tubuhnya menikmati ulah Fai, tak sadar wanita cantik itu mend****, Fai tersenyum melihat wajah cantik yang menikmati ulahnya.
Fai memberi pagutan yang lembut membuat keduanya sama-sama terlarut, Lena menggalungkan kedua tangannya dan menikmati perlakuan Fai, hingga Fai membawanya ke ranjang.
Dua jam Fai membuat Lena terus merintih dan mend****, niatan hati Lena untuk tak lagi melayani Fai bertolak dari keinginan tubuhnya.
Lena terhempas setelah mereguk nikmat bersama lelaki yang ia cintai, ketika dering hape Fai kembali menyapa.
"Ia sayang aku masih dalam perjalanan..tunggu ya"Fai segera mengenakan pakaiannya, tanpa memberi kecupan di kening Lena seperti biasa jika mereka selesai bercinta.
"Aku pulang dulu.."Fai tergesa dan keluar dari kamar Lena, meninggalkan wanita cantik itu yang sarat dengan rasa sakit.
"Dia menganggapku sebagai j*****"lirih Lena dengan airmata yang sudah menetes disudut matanya.
Wanita itu butuh seseorang untuk menenangkan hatinya.
"Honey..kau sudah sampai?"terdengar suara lembut di seberang sana.
"Iya sayang.."Lena membekap mulutnya agar tak terisak.
"Aku sudah merindukanmu honey..padahal baru sehari kau di sana, namun aku sudah tak tahan"
terdengar suara Eric yang memelas.
"Eric ..kita menikah dalam minggu ini, kau setuju"
Eric terkejut atas reaksi wanitanya.
"Kau serius sayang..ok besok aku akan kesana menemui orangtuamu, kita akan secepatnya menikah"suara Eric terdengar bersemangat.
Lena meneteskan airmata,"Aku harus memilih"
"Aku tunggu kehadiranmu besok sayang..istirahatlah..agar besok tubuhmu fit saat berangkat"ucapan Lena membuat Eric tersenyum senang.
"Terima kasih perhatiannya..calon istri"kekeh Eric yang menular pada Lena yang terkekeh karna ucapan lelakinya.
"Love you honey.."
"Love you too sayang"
__ADS_1
Yuuk kasih like๐๐๐ dan comen yang banyak, jika berkenan bagi votenya๐๐๐