NAFSU

NAFSU
Diang Ami


__ADS_3

Sepanjang malam pak David menjaga Hana, ia mengenggam tangan gadis itu seolah takut di tinggalkan.


Mata Hana mengerjap dan terbuka perlahan, ia mengamati kamar yang ditempatinya, matanya melihat lelaki yang terpejam dengan tubuh duduk bersandar di dinding kayu.


Ia melihat tangannya dalam genggaman lelaki itu, ada hangat yang ia rasakan, ia menelisik wajah lelah pak David, lelaki yang menjaganya semalam.


Hana ingat lelaki itu yang merengkuh bahunya, untuk mendudukan dirinya agar bisa minum, Hana tersenyum.


"lelaki ini tampan juga, usianya sudah tua tapi kenapa wajahnya muda, pasti pakai susuk..kalau operasi plastik mana mungkin", senyum Hana mengejek.


"badanku terasa remuk, sakit semua, lenganku pegal sekali", Hana berguman dalam hati, ia terkejut melihat warna biru dilengannya.


"kau sudah bangun, gimana keada...auuumm", tangan lelaki 40 tahun itu menutup mulutnya.


" iiihhh bau naga.." kumat lagi Hana mengejek lelaki yang sudah khawatir padanya semàlaman.


Pak David tersenyum," jelas sehat dah..kalau ucapannya kaya cabe" batinnya, lelaki itu gemas dan tak dapat menahan diri.


" cup" diam lu Hana..baru tau rasa.


wajah gadis itu merona, tak lama tatapannya tajam memandang pak David, lelaki itu hanya tersenyum.


"dasar tua-tua keladi" umpat Hana, mendengar ucapan Hana pak David sontak tertawa.


-


Mereka berpamitan pada pemilik rumah, pak David memberi beberapa lembar uang berwarna merah yang membuat suami istri itu menganggukan kepalanya .. mengucapkan terimakasih.


Mereka sudah dalam mobil menuju perumahan,"mau sarapan dulu" tawar pak David


"pulang,... bapak ngak dicari istrinyakah?" Hana menatap tajam pak David.


Lelaki itu tersenyum, "mau ke rumahkah kenalan dengan istri saya" goda pak David


"no.." Hana menatap lurus ke jalan tanpa memandang lelaki disampingnya, sedang lelaki 40 tahun itu nampak resah.. begitu sulit menaklukan gadisnya.


Hana turun dari mobil begitu mobil berhenti dihalaman perumahan.


"kenapa ikut turun, pulang sana dicari istri bapak", ejek Hana


"istri saya disini koq" pak David mengoda dengan mengedipkan mata


Tapi bukan Hana kalau kalah berdebat, yang membuat lelaki 40 tahun itu mengelus dada.


"saya bilangin pak Maman baru tau" pak David begong.


"kenapa pak Maman..?"


" iya bapak tadi bilang..istri bapak disini", yang ada disini hanya istri pak Maman..istri pak Abdul g ada..Hana menjulurkan lidahnya sembari tertawa mengolok, andai hanya berdua dan ini dikamar, tamat dah Hana..dimakan sama setan yang katanya g ganteng hahhaa...


Pak David tersenyum mendapat bullyan dari wanitanya..baginya itu keromantisan yang diciptakan Hana untuknya..hanya padanya Hana bersikap begitu.


-


Hana sudah hadir di kantor, di ruang tamu sudah ada mbak Sita dan pak Abdul serta mas Agus.


"loh Han kenapa masuk?..istirahat saja!" tinta pak Abdul


"kenapa pak? saya sehat az koq", Hana menatap rekannya yang memandanginya.

__ADS_1


" tadi pak David cerita tentang kejadian semalam, dan minta kamu untuk istirahat" Hana duduk disofa samping mbak Sita.


Mereka meminta Hana menceritakan kejadiannya, dan gadis (sedih kalau dibilang jandes😔) itu bercerita membuat mbak Sita merinding.


Disisi lain di kamar mewah seorang wanita, ia yang terlihat kesal karena kemauannya belum terpenuhi.


Suara mobil membuatnya keluar dari kamar, ia segera menarik lelaki itu untuk duduk dikursi tengah ruangan, seorang wanita lain masuk dan duduk ditempat yang berbeda.


" aku masih lelah, ada apa?"


"kau tak lupa janjimu kan?"


"biarkan aku mandi dulu, nanti kita bicara!"


"aku mau sekarang, kau sengaja mengulur-ngulur waktu!!!"


"baiklah kalau itu maumu, bawa ayahmu kesini, aku segera mengabulkannya!"


Wanita muda itu geram,ia menarik baju lelakinya hingga..kkkrrreeeekkk


" Kau.." lelaki itu nampak kesal, namun justru wajah wanita itu yang nampak marah


" panggil Badi dan Dun.." matanya menatap wajah wanita yang lain.


5 menit kemudian 2 lelaki yang dipanggil ikut duduk diruang tengah.


" sekarang ucapkan kemauanmu , aku akan menjawabnya langsung!"


Hingga kata yang diinginkan itu terucap, dan yang lain mendengar, wanita itu tersenyum dan bergegas ke kamarnya, begitupun lelaki itu segera menuju kamarnya untuk segera berbersih.wanita lain yang ada di ruangan itu hanya tersenyum tipis.


Di dalam mobil 2 makhluk berbeda jenis saling tak bicara, sampai mobil itu memasuki halaman sebuah rumah yang dikelilingi pohon pelindung.


mereka masuk dalam rumah, dengan lelaki itu menarik koper besar milik wanitanya.


Setelah pembicaraan dengan sepasang suami istri yang merupakan orangtua wanitanya, lelaki itu berjalan menuju mobilnya.


Entah ini kebahagiaan atau kesedihan, Yang pasti hatinya saat ini hanya ingin melupakan semua beban hatinya.


-


"selamat siang pak Abdul!" pak David meyalami pak Abdul, mereka nampak bicara sampai akhirnya pak Abdul mengajak pak David masuk ke dalam kantor.


Pak David duduk di kursi ruang tamu, pak Abdul memanggil mbak Sita dan Hana, diikuti pak Maman dan mas Agus.


Hana menatap wajah lelaki yang semalam bersamanya, bahkan .. "MasyaAllah..dia sudah menciumku tadi pagi, dengan mulut bau naganya itu!" batin Hana kesal, namun lelaki itu nampak serius dengan pak Abdul.


"Begini proyek kitakan sudah cair dana terakhirnya, yang 20% dan sudah dihitung semua pengeluarannya, kita yang kerja juga ada timbal baliknya, sekedar uang sabun" kata pak Abdul


" Alhamdulillah..." pak Maman berucap kesenangan diikuti yang lainnya, Hana tersenyum melihatnya sikap pak Maman.


Senyuman gadis cantik itu tertangkap mata pak David, lelaki itu ikut tersenyum dalam hatinya.


"nah buat Hana tolong diselesaikan laporan pertanggung jawabanya, 2 minggu lagi siap ya Han untuk dibawa ke prov !",tinta pak Abdul, gadis itu mengangguk mengiyakan tinta pak Abdul.


" iya Han, karena kau sekertaris dan yang membuat laporan, jadi hukumnya wajib ikut ke prov!" Hana terkejut akan ucapan pak Abdul, namun iya bisa apa jika itu tinta bosnya.


-


"Mas Agus boleh pinjam motornya?"

__ADS_1


Hana sudah selesai mandi dengan mengunakan celana levis biru dongker di atas mata kaki, atasan hem warna pastel membuat gadis itu terlihat segar dan cantik.


"mau kemana Han..cantik bangeeet, apa perlu mas antar? tawar mas Agus


dengan menelisik penampilan Hana yang beda menurutnya.


" ngak usah aku mau ke rumah teman",


" kamu punya teman disini ?" mas Agus berpikir dan nyengir begitu tangan Hana memukul pundaknya.


"terlalunya mas ini, ya punyalah..! rajuk Hana


"ya sudah hati-hati",Mas Agus menyerahkan kunci motornya.


"mas kalau bermalam bolehkan? .. inikan malam sabtu",


"Han..kamu g ke tempat mantan kan?"


lemparan kerikil membuat mas Agus nyengir, dan menghindar.


"kaya g ada laki lain az"gerutu Hana


meninggalkan mas Agus yang masih memandanginya.


wanita itu melaju membawa sepeda motor mas Agus, ia memang biasa mengendarai motor waktu kuliah dulu, di jalan beraspal yang licin..namun belum pernah di jalan yang kasar seperti didaerah ini.


Hari menjelang senja ketika Hana sampai di rumah Serly, ya gadis cantik itu kerumah Serly, ia merasa cocok dengan wanita itu, walaupun orang bilang negatif tentang Serly.


Hana mengucap salam..beberapa kali dengan sedikit mengedor pintu, sampai akhirnya pintu terbuka, ia terkejut melihat Hana.


Hana masuk mengekori Diang Ami,


"kamu cantik sekali Han" Diang Ami tersenyum melihat Hana yang terlihat begitu cantik, dia bisa tau sikap Hana yang berbeda dengan sikap wanita itu.


Hana tersipu malu, atas pujian yang ia dengar. "Diang..maaf saya datang saya mau bertemu Serly?


Diang Ami menarik lembut tangan Hana dan membawanya menuju dapur, "kita makan dulu ya", katanya dengan bahasa Indo yang belum lancar.


" Diang, aku seperti orang yang datang minta makan saja..datang langsung makan", rajuknya manja..bahkan tangannya merangkul lengan Diang dengan wajah mengemaskan.


Diang Ami tersenyum dengan tingkah Hana yang baginya sangat lucu dan menyenangkan.


Sedari datang penampilan gadis itu membuat seseorang merasa sangat bahagia, ia seperti mendapat undian 10 M, bahkan lebih pikirnya, di ruangan kamarnya ia tersenyum sendiri mengamati tingkah Hana.


Hana sudah selesai makan, ia ngobrol sejenak, dan hendak berpamitan namun Diang Ami menahannya karena hari telah malam.


"tapi nanti Diang tidurnya sama Hana ya?" pintanya manja, entah mengapa dihati Diang Ami merasa sejuk dan tenang dengan sikap Hana.


Beberapa jam kemudian, Diang Ami membawa Hana menuju kamar yang bukan kamar Serly, Hana menempati kamar berbeda, keadaan kamar ini tak semewah kamar Serly, tak ada kamar mandi di dalam ruangan ini.


Diang Ami, menikmati saja kemanjaan Hana yang memeluk lengannya, ia pikir mungkin Hana merindukan ibunya.


" Diang Hana tanya ya .. apakah Serly itu adik Diang, atau adik suami Diang?"tanya Hana lirih


"Dia maduku", ucapan Diang Ami membuat Hana terduduk dari posisi awalnya yang berbaring, Hana melihat wajah Diang Ami yang begitu tenang dan malah tersenyum.


Selamat membaca ceritaku semoga menghibur kalian, maaf masih banyak kekurangan dalam pengetikan🙏🙏🙏


Jangan lupa like dan comen😘

__ADS_1


__ADS_2