
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Pak Badi dan Sumi terharu mendengarnya, Za memang selalu baik kalau soal urusan berbagi harta, bahkan berbagi kebahagian dengan keluarga dan semua orang rumah, juga dengan sahabat-sahabatnya.
Hanya saja satu kekurangan Za, ia juga membagi perasaan untuk lelaki lain, semoga itu hanya menjadi bagian dari masa lalu seorang Za.
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh Sumi menuju dapur membuat teh, suami dan putranya duduk ngobrol di meja makan.
"Nenek...."suara bocah tampan yang baru bangun tidur, masih mengunakan kaos singlet dan celana kolor.
"Eh cucu nenek...gimana nih senang liburannya?"Sumi bergegas menghampiri dan menciumi sang cucu.
"Acem..ini masih bau acem"olok Sumi dengan menciumi badan Shaka, bocah tampan itu tertawa sambil melingkarkan tangannya dileher sang nenek.
"gendong kai saja ya, nenek nggak kuat sudah gendong Shaka..berat"
"Cakanya sudah besar"ucap bocah itu bangga.
"Iya sudah besar..sudah mau punya adekkan?"timpal Badi seraya menggendong cucunya.
Bocah itu mengangguk mantap.
"Iya adek towok ya pa...dua ya pa"
Afdi mengacak pucuk kepala putranya.
"Iya ..Shaka mandi dulu ya..ayo papa mandikan"Afdi mengambil alih putranya dalam gendongan sang kai.
Berjalan menuju kamar di mana sang istri masih pulas tertidur.
Setelah selesai memandikan putranya, lelaki tampan itu menyerahkan putranya pada kedua orangtuannya.
"Shaka memamerkan replika kapal pinisinya, bocah itu begitu antusias bercerita pada kai dan neneknya tentang liburannya.
Di dalam kamar lelaki tampan itu berbaring di samping istrinya, dipeluknya tubuh molek yang masih terlelep itu.
__ADS_1
"Cup...morning kiss"bisik Afdi di telinga istrinya, lelaki itu mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya.
Tiba-tiba Za melenguh, Za masih memejamkan mata namun karena ulah suaminya, akhirnya matanya membuka.
"Abang usil sekali sih"Afdi terkekeh melihat wajah cemberut istrinya.
Akhirnya Za bangun dan bergegas ke kamar mandi, butuh waktu setengah jam baru wanita itu selesai mandi.
"Za dan Afdi keluar dari kamar menuju ruang makan.
"Sudah sarapan anak tampan?"
Shaka mengangguk pada sang mama.
"Kalian tidak kerja hari ini?"
Za dan Afdi menggeleng.
"Papa mau menemani Shaka main ya nak?"bocah tampan itu tertawa dengan mengacungkan jempolnya.
Setelah sarapan Za membagikan oleh-olehnya pada kedua mertuanya dan semua orang rumah.
"Nanti sore kita ke rumah bang Fahd dek"Za mengangguk.
Di sisi lain Vero sedang menikmati kebersamaan pagi ini dengan Lidya, di kamar dalam ruang kantor.
Awalnya Lidya berusaha membuat Vero bicara tentang masalahnya, karena laki-laki itu kelihatan sedih.
Lidya memberi pijatan reflexsi pada kepala Vero agar lebih santai, dan setelahnya ia melakukan pijatan๐ค.
Lidya tersenyum begitu keluar dari kamar itu, sedang sang bos masih terlelap karena sihirnya.
Lidya melakukan rutinitasnya dengan cepat, setelahnya mengurus sarapan sang bos via online.
Lidya masuk ke kamar berniat membangunkan sang bos, ternyata Vero sudah selesai mandi dan tinggal mengenakan hemnya.
Lidya dapat melihat pemandangan indah dari tubuh Vero, ia tersipu dan segera menutup kembali pintu kamar bosnya.
"Ver...akan ada pertemuan pengusaha batu bara seIndonesia, kau bisa datang?"
__ADS_1
Vero terdiam, namun setelahnya ia mengangguk.
"Jadwalkan saja untuk kita berangkat"
"Ok..saya akan jadwalkan untuk dua minggu yang akan datang"Vero mengangguk.
"Ver saham dari Nathan Grup itu sudah ditarik dari PG Gurp"Vero mengangguk, mungkin karena keturunan Nathan tak ada yang bergerak di bidang tambang, itu yang ada dipikiran Vero.
"Ada rival kita di daerah ini Perusahaan NT Grup, apa kau mengenali pemiliknya, kudengar dari rekan kita mereka memiliki lahan yang luas"
"Selama ini aku tak pernah mendengar tentang NT Grup"jelas Vero.
"Berarti perusahaan baru"guman Lidya pelan.
Za dan Afdi tak mempublikasikan kepemilikan NT Grup, karena bagi mereka ini masih sangat dini, masih perlu banyak belajar agar perusahaan ini besar.
-
Akhirnya waktu Pertemuan pengusaha batu bara seIndonesia datang juga, Za dan suami datang bersama Pak Bisri dan Pak Alif, Za terpaksa membawa ibu mertuanya ikut serta karena Shaka menangis ingin ikut, karena melihat sang paman kecil ikut serta.
Atas anjuran Pak Alif akhirnya Za membawa sang putra dan mertuanya, karena takut sang bunda kewalahan menjaga dua bocah.
Acara pertemuan itu dijadwalkan pukul 09 pagi.Za sudah bersiap bersama sang suami.
"Kita tunggu bapak dan Pak Bisri di lobi,"ajak Za dan segera berpesan pada ibu mertuanya.
Baru lima menit mereka duduk di lobi menikmati teh hangat, yang ditunggu datang.
"Akhirnya mereka bertiga menuju meeting room di hotel tempat mereka menginap.
Afdi Al Fatih dan Khanza tampil menjadi sorotan sebagai pengusaha baru.
Vero yang mendengar ucapan dari ketua untuk Za terkejut, ia tak menyangka Za langsung mendirikan NT Grup begitu kekuar dari perusahaannya.
"Bukan hanya cantik, wanita itu pemilik tambang NT Grup, perusahaan baru tapi omsetnya mengalahkan PG Grup".
Deg... Vero tersentil mendengar ucapan peserta yang hadir.
Yuuuk kasih vote, like๐๐๐ dan comen yang banyak๐๐๐
__ADS_1