
Hari ini Jumat sore, Hana menunggu kedatangan suaminya, sampai lepas isya mas Danu tidak menampakan dirinya, bertambah lagi sakit hati Hana, wanita itu mencari kesibukan sendiri dengan membaca dan mempelajari berkas yang ia dapat dari Pak David, lelaki itu datang ke rumah, menemuinya diteras rumah karena Hana sedang istirahat makan siang.
Hana merasa sesak, tak dapat ia tahan, ia terisak..., ia yakin suaminya tak datang malam ini karena waktu sudah pukul 22, hanya satu yang ia takutkan suaminya mendua.
Ditempat lain..dimes, Danu kedatangan kakak perempuannya Yunda dan iparnya bang Ali serta seorang gadis cantik yang ternyata sepupu iparnya, bernama Dewi gadis itu berusia sama seperti Hana, ia diterima bekerja dikota kecamatan di tempat tinggal Danu dan Hana.
Kak Yunda dan bang Ali meminta Danu menjaga Dewi, Kak Yunda sebenarnya ingin mendekatkan Danu dengan adik sepupu suaminya, dan dari pandangannya Dewi menyukai Danu.
-
Sabtu pagi Danu mengantarkan Kak Yunda dan bang Ali ke tempat tinggal Dewi di kota kecamatan, rumah sewaan yang memiliki 2 kamar lebih luas dari mes Danu, dan suasana disini lebih ramai dibanding tempat tinggal Danu dan Hana.
Danu menginap di rumah Dewi karena permintaan kakaknya, sebenarnya ia teringat istrinya namun ia belum berani bicara pada kakaknya, ia takut salah tanggap.
Danu berniat bicara pada orangtuanya nanti dengan membawa Hana kehadapan mereka.
Hari menjelang malam, Danu dan saudaranya asik ngobrol diruang tamu, Yunda selalu memperhatikan Dewi yang tersipu jika digoda Danu dengan candaan.
Kak Yunda pamit untuk istirahat diikuti suaminya, mereka menempati kamar depan, suasana mendadak sepi, Dewi salah tingkah berduaan dengan Danu, akhirnya wanita itu menawari Danu melewati malam dengan permainan domino, dan yang kalah rela wajahnya diolesi bedak.
Mereka masih seru-seruan dengan permainan itu, terkadang gelak tawa mereka terdengar sampai kamar tidur Kak Yunda dan bang Ali, membuat mereka berdua tersenyum dan semakin semangat menyatukan adik-adik mereka.
Giliran Dewi yang mengoles bedak diwajah Danu, tangan Dewi mengoles lembut wajah Danu, pandangan matanya begitu lekat pada sosok tampan didepannya, Danu merasakan dadanya berdebar ia meraih tangan Dewi dan mengenggamnya membuat Dewi tersenyum manis.
Entah siapa yang memulai 2 makhluk beda jenis itu sudah saling berc*****, Dewi tertunduk ketika pandangan matanya bersirobok dengan mata Danu.pipinya merona..itu terlihat mengoda di mata Danu.
Mereka menghentikan permainan, Dewi menghamparkan hambal dan selimut tebal untuk Danu di ruang tamu, dan masuk ke kamar mengambil bantal dan sarung.
Sebelum masuk ke dalam kamarnya Dewi mendekati Danu, dan mengucapkan selamat tidur dekat ditelinga Danu, nafas Dewi terasa lembut dikulit lelaki itu, Danu menoleh dan pipi mereka bersentuhan.
Penyatuan b**** itu terulang kembali kali ini lebih dalam, dan tangan Danu merasakan kembaran Dewi yang besar dari milik Hana...
-
Suasana diterminal ramai dengan colt yang siap membawa penumpang, kak Yunda dan bang Ali sudah duduk dikursi depan samping sopir, Dewi menatap mereka dengan mata berkaca-kaca, sudah seminggu ini mereka menemani Dewi, membantu melengkapi isi rumah dan yang lainnya.
Danu mengantar Dewi kembali ke rumah, wanita itu menyiapkan sarapan yang tadi ia beli, Danu makan dengan lahap membuat Dewi tersenyum melihatnya.
" kak Danu hari ini bermalam disini ya, jangan pulang..Dewi takut sendiri", Dewi menampilkan wajah sedihnya.
__ADS_1
Danu mengangguk mengiyakan.
Karena bosan Danu mengajak Dewi jalan-jalan ke pantai, di daerah ini memiliki pantai yang indah dengan hamparan pasir putih bersih yang memanjakan mata.
Sepanjang berjalan di pantai Dewi melingkarkan tangannya dilengan Danu, terkadang ia memeluk tubuh Danu dari depan dengan manja.
-
Mereka kembali kerumah sudah lewat magrib, setelah mandi dan berganti pakaian Dewi menuju ruang tamu, dilihatnya Danu yang sedang duduk disofa dan satu-satunya diruang tamu itu.
" kak mandi dulu, nih ada kaos dan traning aku, bisa kakak pakai sementara", Dewi menyerahkan pakaian itu ke tangan Danu, dan setelahnya Danu berjalan masuk ke kamar mandi.
Danu sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk kecil ditangannya. ia mengeringkan bagian bawah rambutnya dengan handuk itu.
Dewi yang baru keluar dari kamar melihatnya, hatinya berdebar melihat pesona Danu, sepertinya Danu tak menyadari sedang diperhatikan wanita cantik.
Malam ini Danu tidur dikamar depan, dimana semalam kakaknya tidur, ia sudah terlelap setelah isya.
Dikamar lain Dewi gelisah tak bisa memejamkan matanya, bayang wajah tampan Danu seperti menari-nari dipelupuk matanya, ia ingin mendatangi Danu namun ia takut kesan pertama ini membuat Danu memandangnya rendah.
Disisi lain Hana terisak kembali, suaminya tak datang menjemputnya.
"apa salahku terlalu besar mas, sampai kau abaikan begini", batinnya sakit, setelah puas menangis akhirnya ia terlelap sampai pagi.
Dewi yang mendengar pintu kamar mandi dibuka tersenyum.
Danu selesai dari kamar mandi, dilihatnya Dewi duduk disofa dengan masih menggunakan gaun tidur, gaun satin diatas lutut dengan tali spahgeti, pahe dan dade mulusnya nampak memesona, Danu berdebar ketika mendekat, ia duduk disamping Dewi, Dewi tersenyum dan langsung merangkul lengan Danu.
Danu berdebar ketika tangannya tak sengaja menyentuh pahe Dewi, wanita itu merasakan tangan gemetar Danu, Dewi menahan tangan Danu tetap di pahenya.
Dewi tak dapat menahan perasaannya, hingga bi*** mereka sudah saling p**** saja, tangan Danu menuju kembaran, namun tiba-tiba ia teringat Hana, Danu berdiri dan bergegas mengambil kunci mobilnya.
Dewi terlihat kesal pada sikap Danu, dengan segera ia menuju kamar mandi.
-
Hana mengikuti pak David dan mbak Sita, hari ini mereka melakukan pencairan dana ke bank di kota kecamatan, sebenarnya Hana sudah menolak namun atas desakan mbak Sita ia akhirnya ikut.
Ternyata banyak yang harus difoto copy sehubungan dengan pencairan dana, belum lagi diminta menyiapkan materai, terpaksa Hana menemani pak David mencari materai di kantor pos, yang butuh waktu 30 menit.
__ADS_1
Pak David minta ditemani karena ada sesuatu yang di perlukan ditoko bangunan, menurutnya itu tugas sekertaris, akhirnya Hana hanya nurut saja, sedang mbak Sita menyelesai administrasi yang diminta bank yang perlu tanda tangan bendahara.
Sepanjang perjalanan berdua dengan pak David, lelaki itu bercerita banyak tentang kehidupannya dan keluarganya, pak David menikah sudah cukup lama dengan istri pertamanya namun tak memiliki keturunan, sampai akhirnya istrinya mencarikannya istri muda, yang sudah dinikahi 3 tahun ini, namun belum ada tanda-tanda kehamilan.
Ia juga bercerita tentang dirinya yang dikatakan orang donjuan, namun lelaki itu tidak mau perduli omongan orang, kata pak David yang penting saya tidak mengganggu orang dan tidak melakukan, dan ucapan lelaki 40 tahun itu dibenarkan Hana.' bodoh amat ucapan orang, yang penting kita tidak melakukan'.
Pak David mengajak Hana minum di rumah makan, ia meminta Hana menunggu sebentar karena ada urusan di toko bangunan, sembari menunggu pembicaraan pak David dan pihak toko bangunan Hana menikmati minumannya sampai akhirnya pak David datang menghampirinya.
Pak David duduk dihadapan Hana, ia memesan kopi pahit, pandangannya tak lepas dari wajah cantik Hana, ia tersenyum dan itu membuat Hana kepo.
" bapak menertawakan saya, kenapa?", suara Hana lirih membuat hati pak David panas dingin.
" kamu cantik Han, beda sama kecantikan wanita-wanita yang pernah saya lihat", jawaban pak David lirih dengan kepala dimajukan mendekati telinga Hana, Hana tersipu.
"kirai apa gitu", rajuk Hana.
" emangnya Hana mau apa?",
"mau pulang, mbak Sita menunggu", Hana berdiri karena dilihatnya kopi pak david sudah habis. lelaki 40 tahin itu merasakan hatinya berbunga, baginya itu kemanjaan Hana padanya.
Pak David membukakan pintu untuk Hana dan menutupnya dengan pelan.Mobil melaju menuju bank, dimana mbak Sita boring atas kelakuan pak David dan Hana.
-
Hari sudah menjelang sore, karena untuk pencairan dananya perlu antrian dan kebetulan antrian nasabah lumayan banyak, jadi mereka sampai pukul 15 baru selesai dari bank.
Pak David menurunkan mbak Sita lebih dahulu, baru mengantar Hana.
mobil pak David memasuki perumahan yang terlihat sepi karena waktu menjelang magrib, Hana turun dari mobil yang pintunya dibukakan oleh pak David, membuat Hana tersipu.
" saya bisa sendiri pak, saya punya tangan", ucap Hana kesal, pak David tertawa dan mengelus puncak kepala Hana.
" masuk sana, ini magrib nanti ditaksir makhluk halus", Hana memanyunkan bibirnya.
interaksi itu diperhatikan seseorang didalam mobil, lelaki tampan itu sangat marah melihat Hana dengan lelaki keparat yang pernah membuatnya terpuruk.
Danu mengemudi mobilnya dengan kencang, hatinya panas melihat pemandangan istrinya yang saling goda dengan lelaki yang sangat ia benci.
Sejatinya hubungan itu saling menjaga...saling percaya...โค
__ADS_1
Selamat membaca ceritaku semoga kalian suka, maaf masih banyak salah ketik dan typo๐๐๐
Jangan lupa like dan comen๐