NAFSU

NAFSU
Diang Ami#2


__ADS_3

Dia maduku", ucapan Diang Ami membuat Hana terduduk dari posisi awalnya yang berbaring, Hana melihat wajah Diang Ami yang begitu tenang dan malah tersenyum.


"kenapa..kau heran?" Hana mengangguk dan kembali berbaring, dipeluknya lengan Diang Ami kembali.


Wanita itu merasakan perlakuan yang manusiawi dari seorang wanita muda yang cantik dan terpelajar, ada rasa hangat dihatinya atas sikap Hana padanya.


"Diang ceritakan!", Hana menatap wajah itu dengan memohon, akhirnya Diang Ami mengalah dan bercerita.


# Kilas Balik Kehidupan Diang Ami#


Diang Ami adalah anak kepala desa, ia merupakan bunga desa pada masanya, orangtuanya memiliki ilmu turunan yang negatif, dan itu berdampak padanya.


Diang Ami menikah tiga kali, namun dua suaminya meninggal karena ilmu orangtuanya.


Suami ketiganya usianya terpaut jauh darinya, ia lebih tua 6 tahun dari suaminya.


Lelaki muda yang orangtuanya tuan tanah dan terkenal kaya raya di desanya, mau menikahinya? entah karena iba melihatnya yang sebatang kara karena keluarganya yang habis dibantai warga, karena dua suaminya yang terdahulu meninggal dengan cara yang tak wajar.


Saat ia tau kemauan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan, ia dengan sukarela bersedia dimadu, namun nyatanya madu-madunya hanya menginginkan harta suaminya.


Dan para madunya selalu memandangnya hina, sebagai wanita tua yang mandul dan menumpang hidup dengan suaminya saja.


Seperti Serly, wanita itu tak menganggapnya ada, ia hanya dijadikan pesuruh, dan jika bersama dengan suaminya ia tak pernah dianggap.


Diang Ami sudah biasa dengan sikap para madunya yang durjana.


Pov#Author


Diang Ami mulai bercerita dan Hana mendengarkan dengan berbaring, mendekap lengan wanita itu.


-


"suamiku menikahiku karena ingin melindungiku dari kemarahan warga atas sikap orangtuaku, aku menikah 3 kali, dan suami pertama dan keduaku meninggal dengan cara tidak wajar.


Aku tak mengerti mengapa lelaki muda dengan wajah yang sangat tampan, dengan usia yang jauh di bawahku mau menikahiku.


Kupikir ia iba ..karena aku sebatang kara, ia anak tunggal dari keluarga yang kaya raya dan tuan tanah di desaku, walau kaya mereka sangat baik padaku, ia juga sekolah di kota, sedangkan aku hanya janda yang tak mengenal pendidikan.


Aku merasa bersalah karena tak bisa memberinya keturunan, aku tau suamiku menginginkan keturunan walau ia tak mengatakan padaku.


Aku menyuruhnya menikah lagi, awalnya suamiku tidak mau, namun mengingat orangtuanya yang menginginkan cucu sebagai penerus keluarga Nathan, keluarga yang disegani dan dihormati di desa ini.


Sampai akhirnya suamiku mulai menikah dengan maduku yang pertama, wanita yang serakah akan harta dan yang menyakitkan ia berselingkuh dari suamiku, dan akhirnya ia pergi dengan selingkuhannya.

__ADS_1


Suatu hari suamiku membawa wanita muda yang ternyata sudah ia nikahi tanpa sepengetahuanku, aku tau wanita itu tidak baik, namun aku tak berani mengatakan pada suamiku, karena kulihat suamiku sangat menyayanginya.


Pada suatu hari wanita itu lari dari rumah dengan membawa banyak perhiasannya bukan hanya miliknya namun juga milikku, namun naas wanita dirampok di jalan dan diperkosa oleh perampoknya, hingga wanita itu ditemukan sudah merenggang nyawa, suamiku shock saat itu, dan ia tak mau menikah lagi.


Sampai suatu hari datang orangtua Serly yang meluluhkan hati suamiku, entah perjanjianan tentang apa aku tak tau, sampai suamiku menikahi Serly dirumah ini.


Dan yang kutau suamiku baru menceraikannya beberapa hari lalu atas permintaan Serly.


Suamiku dipaksa mengucapkan talak di depanku dan dua orang pengurus rumah ini.


Hana melihat airmata yang menetes disudut mata Diang Ami, Hana memeluknya dan mencoba menghapus airmatanya dengan punggung tangannya.


"kenapa menangis..apa kau sedih karena dimadu?bukankah itu saranmu?"Diang tersenyum sendu dan mengeleng.


"aku sedih karena nasib suamiku, aku kasihan padanya yang selalu dikecewakan istri-istrinya, namun diluar sana banyak orang yang menghujatnya sebagai lelaki yang suka mempermainkan wanita"isak Diang Ami.


Hana kembali memeluk dan menepuk-nepuk lembut pundak Diang, agar wanita itu tenang.


Diang Ami menatap Hana, Hana merasa bingung dengan tatapan yang terlihat sedih seperti memohon.


"apa...?" tanya Hana seakan tau wanita itu ingin bertanya.


"maukah kau jadi maduku, menemaniku dihari tua dengan suamiku?"


"ngak..ggggg..ngak aku g mau berbagi suami, apalagi dengan Diang yang bagiku sudah seperti ibuku", Hana nyengir, Diang Ami tersenyum geli melihat wajah Hana yang dia lihat sangat lucu.


"kalau dijaman Diang muda...bener suami Diang tampan, kalau sekarang tampannya sudah hilang tinggal tuanya...kasihan akulah menikahi lelaki tua",Diang Ami tertawa mendengar ucapan Hana, dia benar-benar merasa terhibur dengan gadis yang diam-diam membuat suaminya frustasi.


"pantas saja kali ini dia kesulitan..gadis ini menolak lelaki tua"Diang Ami tertawa dalam hati.


Hana tak menyadari kalau ucapannya didengar lelaki yang telah lama mendambanya, lelaki itu selalu tersenyum mendengar ocehannya.


"terus bully aku sayang, nanti disaat kau jadi istriku..ucapanmu akan jadi senjataku" David Nathan tersenyum dibalik tirai kamar.


Beberapa jam kemudian gadis cantik itu tertidur pulas, Diang menatapnya dengan senyum, lalu ia perlahan turun dari ranjang dan bergegas keluar menuju kamarnya.


Beberapa saat setelahnya lelaki tampan berusia 40 tahun itu masuk ke kamar, ia menuju ranjang memandangi wanita yang selalu membullynya, namun bullyan Hana justru membuatnya bahagia.


David Nathan naik ke ranjang, ia berbaring disamping Hana mencium wangi rambut wanitanya, dikecupnya dengan lembut dan lama kening Hana, ia mendekap tubuh Hana dan menghirup aromanya, ia tersenyum


menatap wajah cantik yang lelap dalam mimpinya.


Beberapa saat berlalu ia turun perlahan dan berlalu dari kamar Hana.

__ADS_1


David melihat istrinya di ruang tengah.


"kau cemas padanya?" David memandang istrinya, ia tak meyahut dan berlalu memasuki kamar, tak lama Diang Amipun mengikuti masuk kekamar.


"aku akan melayanimu, biarkan dia"


Tak lama dua makhluk berbeda jenis itu melakukan penyatuan, rintihan


dan ******* terdengar mengema disuatu kamar tidur di rumah itu.


-


Hana terbangun menjelang subuh, ia merasakan tubuhnya masih lelah, Hana bergegas menuju kamar mandi dibelakang ruang makan.


Beberapa menit kemudian Hana telah selesai dengan rutinitas subuhnya.


Setelah merapikan kamar tidur yang digunakannya semalam, Hana menuju dapur, benar Diang sudah ada disana, wanita itu bahkan sudah membuat sarapan.


"bagaimana tidurmu?" wanita itu bertanya begitu Hana menghampirinya.


"Alhamdulillah..aku baik ..ada yang bisa kubantu?" Hana mendekati Diang.


"duduk saja ini sudah akan selesai", Diang meyeduh teh panas dan meletakannya di meja.


Hana mengamati wajah Diang yang pucat, "Diang sakit...?" panik Hana


"tidak..aku kurang tidur saja",


"Haaa..apa karena aku Diang tak bisa tidur?"


"tidak...bukan begitu", panik Diang


"sepertinya aku masuk angin", jadi tidak bisa tidur.


"kenapa tidak membangunkan aku..aku bisa mengerokmu" Hana menatap Diang Ami pandangannya terhenti pada warna merah kebiruan yang nampak seperti lebam diceruk leher Diang.


"itu ..bukannya tanda?..!!!ganas sekali suaminya sudah seperti vampire saja.


"selamat pagi..bisa kita mulai sarapannya?" suara lelaki itu membuat Hana terkejut dan shock.


Selamat membaca ceritaku semoga kalian suka, maaf ya masih banyak kesalahan dalam pengetikan🙏🙏🙏


Jangan lupa like dan comen ya😘

__ADS_1


__ADS_2