
Hana merasakan tubuhnya begitu ringan begitu ia terbangun dari tidur lelapnya, matanya memindai isi kamar, rasa hangat terasa mengalir memandang keadaan kamar yang didominasi kreasi serba kayu.
Hana menuju jendela kaca yang mengarah ke perkebunan, takjub itu yang ia rasakan..benar-benar semua ini wujud yang pernah ada diangannya jika ia memiliki rumah nanti.
Ia melihat para pekerja yang rata-rata lelaki, Hana tersentak ketika sebuah tangan melingkar di pinggangnya.
Aroma parfum yang menenangkan, hangat dekapan ini.., Hana berusaha melerai kehangatan yang membuat jantungnya berdetak kencang.
"sebentar saja sayang, aku mohon?" pinta lelaki di belakang punggungnya.
"tapi pak...", suara Hana terhenti ketika ia merasakan sesuatu yang hangat dan basah pada lehernya,... .....
"ia menangis..???" Hana membeku, beribu tanya dikepalanya yang kepo.
Pak David membalikan tubuh Hana menghadapnya, kedua tangannya merengkuh kedua pundak Hana.
Hana dapat melihat mata lelaki di depannya yang sembab, matanya tertunduk.
"jangan cengeng..malu sama badan yang gagah dan usia yang tua", ejek Hana.
Lelaki itu terkekeh digesekannya ujung hidungnya ke ujung hidung Hana, dengan tak henti terkekeh.
Hana sontak tersipu, pipi wanita cantik itu merona, membuat David Nathan ingin balas mengodanya.
"lelaki gagah yang tua atau lelaki tua yang gagah...sayang?" pak David mulai terpancing ejekan Hana.
"lelaki tua yan....." ucapan Hana terhenti ketika terdengar suara bu De memanggil dari luar untuk makan siang.
Pak David menarik tubuh wanita di depannya ke dalam pelukannya, diciumnya lembut kening Hana, dan anehnya gadis cantik itu tidak melawan, hingga pak David mengodanya dengan" cup" dan berlari keluar sebelum gadis itu sadar dan memakinya.
Mereka makan dengan diam, sesekali pak David mencuri pandang dengan senyum melihat wajah Hana yang kesal.
"kita pulang nanti sore ya?"
"ngak ..habis makan mau pulang" kesal Hana.
"serius mau langsung pulang?" pak David mengoda Hana dengan kedipan.
"takut lama-lama dengan lelaki tua mesum"ejek Hana dengan wajahnya yang kesal.
"Ok kita pulang...tadinya mau ajak ke kolam ikan..dan kita panen jeruk borneo..tapi ya ngak jadi", keluh pak David dengan senyum licik.
1...2...3..4........
"ke kolam ikan, kebun jeruk borneo?" mata Hana berbinar
__ADS_1
lupa dah.....
jatuh harga dirimu Han.....hahaahh😂
-
Pak David mengandeng tangan Hana untuk turun ke kolam ikan..wanita cantik itu berhati-hati karena tanah yang dipijak terasa licin, ia takut jatuh.
Melihat Hana yang takut-takut turun, lelaki 40 tahun itu membopong tubuh wanitanya, sontak Hana menjerit kaget..ia memukul pundak pak David dan lelaki itu hanya tertawa.
Beberapa saat kemudian..
"pakai seroknya saja..mana aku mau" teriak Hana senang, sedari tadi ia melihat pak David yang mengambil ikan dengan serok..lelaki itu tersenyum melihat tawa diwajah Hana.
Hana beristirahat di gazebo di tengah kebun jeruk..ia asik menikmati segarnya jeruk borneo, pandangan pak David tak lepas dari gadis cantik yang begitu bahagia hanya karena diajak blusukan di kebun.
"bener-bener beda dari para wanitanya yang dulu"
Hana diam dalam gendongan pak David, ia menikmati punggung lebar dengan wangi yang menenangkan.
Karena tak bisa diam..dan terlalu excited panen jeruknya, ia terkilir membuat lelakinya khawatir, dan memaksanya untuk naik kepunggungnya.
Pak David merasakan sesuatu dibalik punggungnya, terasa lembut ..ia menhela nafas panjang.
"capek ya pak gendong Hananya, turuni az ..biar Hana jalan az.." ucap Hana begitu melihat pak David memghela nafas.
1 jam berlalu Hana pak David menaiki anak tangga, masih dengan Hana dipunggungnya, lelaki itu masih merasakan kelembutan dibalik punggungnya.
Memasuki kamarnya, perlahan diturunkannya tubuh Hana dari punggungnya, setelahnya ia menuju arah kaki Hana yang terkilir disentuhnya lembut.
"masih sakit?" tanyanya lirih..Hana mengeleng.
"masih mau lagi besok-besok blusukan di kebun?" Gadis itu mengangguk cepat dengan mata berbinar.
Pak David mengambil tempat dibibir ranjang dihadapan Hana, dirapikannya anak rambut yang usil menutupi kening wanitanya, dikecupnya lembut, tak ada perlawanan..Hana meresapi kecupan dikeningnya.
Ia rindu sentuhan memabukan dari lawan jenisnya, merasa Hana tak menolak pak David memberanikan diri membenamkan bi***nya ke bi** Hana, entah setan mana yang berada diantara mereka, Hana justru membuka mulutnya dan secepat kilat seauatu yang basah dan mahir menghisap itu menikmati rongga mulutnya.
Tubuh Hana menggelinjang ketika tangan nakal itu sudah masuk ke balik hemnya, menyentuh sesuatu yang sedari tadi mengusik punggungnya.
Hana merona dan tak berani menatap lelaki di depannya.
"bermalam disini sayang..?" suara pak David terdengar serak.
" ngak Hana mau pulang", rengekan manjanya membuat lelakinya tersenyum" aku suka kemanjaanmu sayangku" batin pak David.
__ADS_1
-
Mobil yang dikendarai pak David berhenti di halaman perumahan, terlihat mas Agus yang duduk di depan teras memandang penghuni mobil Fortuner facelift merah yang bakal turun, kaki mulus wanita cantik itu menjamah tanah, diiringi wajah bahagia.
"mas Agus bantui pak David nurunkan buah" suara Hana mengejutkan mas Agus yang terpesona dengan wanita cantik yang keluar dari mobil merah.
"buah apa Han..?"
"lihat saja sendiri..aku tadi puas di kebun buah mas..keren", mata Hana berbinar.
Hana masuk ke dalam rumah begitu pintu terbuka.
Mas Agus antusias menurunkan buah dari bagasi mobil.."ini pak mau dijual buanyak baungeet.." mas Agus takjub.
"bagi ya dengan tetangga perumahan" pak David menepuk punggung Agus pelan, lelaki itu mengangguk senang.
"Han saya balik langsung ya", teriak pak David dengan kepala masuk ke dalam pintu.
"Hana keluar dari kamar dan mengangguk, ia tersenyum melihat pak David yang memejamkan mata dan mengeluh.
Bagaimana tidak frustasi lelaki itu, melihat Hana menggunakan daster tali spaghetti di atas pahe mulusnya.
"sekalian tutupkan pintunya, ada mas Agus kan diluar" pak David memgangguk frustasi.
-
Seminggu berlalu dan pagi ini di kantor Hana berhadapan dengan pak Abdul.
" laporan proyek desa sudah fix kan Han", Hana mengangguk.
"lusa kamu pergi ke prov dengan pak David, saya tidak bisa ikut, anak sulungku melanjutkan sekolahnya di selatan jadi saya sama istri mengantarnya, ngak papakan Han?"
"iya pak, ngak papa",
"kau bisa sekalian mengunjungi orangtuamu, biar yang lain mengantikan pekerjaanmu sementara disini" tinta pak Abdul, dan Hana hanya mengiyakan.
"dengan pak David berdua, beberapa hari, Oh may God..bagaimana ini?"
Hana masih mengingat peristiwa di perkebunan, cumbuan lelaki itu memabukan..untung tidak terjadi ena*.
Entahlah...sekarang Hana bingung dengan perasaannya sendiri...tapi yang ia yakini ia bahagia ketika bersama lelaki tua itu, dan frekuensi detak jantungnya bertambah.
"tapi ..tidak? aku tidak menyukai lelaki tua itu", elak Hana dalam hati.
Selamat membaca ceritaku, semoga kalian suka..maaf masih banyak kesalahan pengetikan🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan comen😘