
Luka papa Arya baru saja diobati oleh suster. Tak terlalu parah hingga tak membutuhkan waktu lama.
"Ayo pa kita ke ruang ICU temuin mama," ajak Ello. Namun papa Arya hanya diam tak merespon ajakannya.
"Pa.. ayok," ajak Ello lagi.
"Bagaimana nanti kalau mama kamu nanyain kenapa papa seperti ini?" tanya papa Arya yang takut mama Rani khawatir saat melihat kepalanya yang diplester.
"Nanti biar Ello yang jawab. Sekarang lebih baik kita temui mama dulu. Tadi Ello perginya buru-buru. Takut mama sama Ayura khawatir." Papa Arya menganggukan kepalanya dan keduanya pun berjalan beriringan menuju ruang ICU.
"Kakak dari mana?" Ayura berjalan mendekati suaminya dengan wajah khawatir.
"Papa kenapa? Kok bisa kayak gini?" tanya mama Rani saat melihat penampilan suaminya yang terlihat berantakan dan jangan lupakan dahi papa Arya yang di plester.
"Papa gak pa-pa ma. Tadi cuma hampir keserempet motor pas mau nyebrang. Mangkanya Ello buru-buru jemput papa. Soalnya papa sedikit syok," jawab Ello berbohong. Karena dia tak mungkin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Ello tak ingin mama Rani panik dan justru menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.
"Ya ampun papa kok bisa sih? Lain kali hati-hati kalau nyebrang. Gimana kalau sampai terjadi sesuatu sama papa," ujar mama Rani seraya menarik tangan suaminya agar duduk. Mama Rani merasa bersyukur karena luka papa Arya yang tak parah.
"Papa gak pa-pa ma. Mama gak perlu khawatir," jawab papa Arya tersenyum.
"Gak pa-pa gimana? Itu kepala kenapa di plester?" omel mama Rani.
"Lecet dikit doang ma. Mama gak usah berlebihan gitu," sahut papa Arya.
"Gimana gak berlebihan? Dalam keadaan Fano seperti ini tapi papa justru gak bisa hati-hati," ucap mama Rani semakin mengomel.
"Udah ma. Kasihan papa. Jangan diomeli," sahut Ello mencoba menengahi. Dia sangat tahu jika mama Rani khawatir. Mama Rani memang akan terus mengomel saat melihat orang yang disayang terluka. Karena dengan cara mengomel, mama Rani berharap agar keteledoran seperti ini tak terulang lagi.
"Tapi ini papa kamu gak hati-hati sampe hampir ketabrak kayak gini," ujar mama Rani masih belum puas mengomeli papa Arya.
"Mama udah. Malu sama Ayura," bisik papa Arya hingga membuat mama Rani menatap kearah Ayura yang kini sedang menundukan kepala karena merasa tak enak mendengar pertengkaran kecil kedua mertuanya.
__ADS_1
Mama Rani menghela nafas panjang. "Ayura, maafin mama ya."
"Maaf untuk apa ma?" tanya Ayura yang sudah mengangkat kepalanya menatap mama Rani.
"Maaf karena mama berisik," ucap mama Rani terkekeh. Hingga membuat Ayura tersenyum. "Gak pa-pa kok ma."
"Lebih baik papa sama mama pulang sekarang. Papa perlu istirahat. Nanti biar orang suruhan Ello yang jagain kak Fano kayak kemarin," ucap Ello yang sangat tahu jika tubuh papa Arya mungkin sedikit linu atau mungkin pegal karena sempat terjatuh.
"Iya kamu bener sayang," sahut mama Rani mulai berdiri dari duduknya.
"Papa bisa bawa mobil gak?" tanya Ello yang melihat papa Arya berdiri dengan susah payah.
"Bisa. Bisa. Kamu tenang aja," jawab papa Arya meringis saat merasakan sedikit nyeri di pergelangan kakinya.
"Biar Ello anter aja. Itu kaki papa pasti terkilir. Orang tadi buat jalan aja susah."
"Gak usah Ello. Biar mama kamu aja yang bawa mobil," tolak papa Arya yang merasa tak enak karena Ello yang selalu mengutamakan dirinya.
Mobil yang dikendarai Ello baru saja tiba rumah mewah keluarga Darmawangsa saat waktu menunjukan pukul enam sore. Bahkan langit sudah terlihat cukup gelap.
"Kalian nginep kan?" tanya mama Rani pada Ello dan Ayura sebelum mereka turun dari mobil. Sedangkan papa Arya sudah lebih dulu turun karena sudah tidak tahan dengan tubuhnya yang terasa sangat lengket dan kotor.
Ayura diam. Dia menatap kearah Ello. Karena jujur dia tak tahu harus menjawab apa.
"Enggak ma. Ello dan Ayura pulang ke rumah papi Genta," jawab Ello yang baru saja mematikan mesin mobil.
"Kenapa? Menantu mama kan belum pernah nginep disini," tanya mama Rani dengan wajah sendu.
"Lain kali aja ya ma. Ello janji lain kali pasti nginep disini."
"Kenapa gak sekarang aja sih?"
__ADS_1
"Gak bisa ma. Perlengkapan sekolah Ayura kan ada dirumah papi Genta."
"Kan bisa minta ambilin siapa nanti. Dirumah ini banyak orang yang bisa dimintain tolong."
"Please ma. Lain kali aja ya."
Mama Rani menghela nafas panjang. Dia sangat tahu saat ini Ello sedang tak mau dipaksa. Mama Rani sendiri tak tahu kenapa Ello beberapa hari ini tak mau tidur di rumahnya sendiri.
"Ya udah iya. Lain kali. Tapi malam ini kalian makan malam disini. Karena sebentar lagi sudah waktunya makan malam," pinta mama Rani.
"Iya ma. Kita makan malam disini," jawab Ello. Dan mereka pun turun dari mobil bersamaan.
Ayura menatap bangunan rumah didepannya. Ukuran dan luasnya tak beda jauh dari rumah papi Genta. Tapi halaman depan rumah mertuanya itu terlihat lebih asri walaupun hanya diterangi dengan lampu taman. Bahkan Ayura melihat ada berbagai macam tanaman hias yang terlihat sedang berbunga. Mungkin karena ada sentuhan tangan mama Rani hingga membuat halaman depan rumah mertuanya itu terlihat lebih memanjakan mata.
"Sayang. Ayo masuk. Kok malah bengong," ajak Ello seraya mengandeng tangan istrinya. Sedangkan mama Rani sudah berjalan beberapa langkah didepan mereka.
"Kalian mandi dan bersih-bersih dulu. Nanti biar Ayura pake baju mama. Walaupun mama udah tua, tapi baju mama masih ada yang cocok kok buat menantu mama yang cantik ini," ujar mama Rani tersenyum menatap Ayura yang terlihat salah tingkah saat mendengar pujian darinya.
"Iya ma. Ello sama Ayura ke kamar dulu," pamit Ello dan dibalas anggukan kepala oleh mama Rani.
"Nanti bajunya dianter sama mbak Tina," teriak mama Rani saat Ello sudah berjalan naik ke lantai dua menuju kekamarnya.
Ayura duduk di ranjang suaminya. Menatap sekeliling yang terasa tak asing.
"Benar-benar kamar seorang gaming," gumam Ayura saat melihat di kamar Ello terdapat satu set lengkap gaming gear. Ada juga kamera yang lengkap dengan tripod-nya yang Ayura yakini semua itu biasa digunakan Ello untuk membuat konten video. Dan Ayura baru mengerti kenapa dirinya merasa tak asing saat masuk ke kamar suaminya. Jawabannya pasti karena Ayura sering melihat video Ello di youtube. Dan video itu selalu direkam didalam kamar suaminya itu.
.
.
.
__ADS_1
Sambil nunggu up lagi, mampir yuk ke novel othor yang lain. Judulnya "SORYY, But I Love You". Siapa tahu kalian suka🤭🤭🤭