Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Trending Topik


__ADS_3

Pagi ini Ello berangkat kesekolah berboncengan dengan Ayura menggunakan motor sport merah kesayangannya.


Tadi pagi-pagi sekali salah satu staf perusahaannya datang mengantar motor sekaligus mengambil mobil yang memang aset perusahaan. Karena Ello sendiri memang belum memiliki mobil pribadi.


Lima belas menit sebelum bel tanda masuk sekolah berbunyi, motor Ello telah terparkir disamping motor Alex. Bahkan terlihat kedua sahabatnya masih setia menunggu kedatangannya.


"Gimana keadaan kak Fano?" tanya Mike setelah Ello turun dari motornya.


"Masih belum ada perkembangan," jawab Ello dengan wajah sendu.


"Sabar ngab. Gue yakin cepat atau lambat kak Fano bakalan sehat lagi kayak dulu," ujar Alex memberi semangat.


"Mending kita masuk aja yuk. Kita bakal temenin lo nganter Ayura ke kelasnya," sahut Mike dan di balas anggukan kepala oleh Alex. Entah ada angin dari mana kedua obat nyamuk itu berinisiatif menemani Ello mengantar Ayura. Padahal biasanya Mike ataupun Alex akan menggerutu kesal setiap melihat sepasang anak manusia itu bermesraan.


Mereka berempat berjalan dengan formasi seperti biasa, yaitu Ello yang berjalan terlebih dahulu dengan menggandeng tangan Ayura. Sedangkan Alex dan Mike mengikuti mereka dari belakang.


"Kak... kok Ayura ngrasa pada liatin kita ya?" bisik Ayura pada suaminya. Dia merasa heran karena terakhir mereka masuk sekolah, pandangan anak-anak Darmawangsa sudah terlihat biasa saja.


"Cuekin aja sayang," sahut Ello seraya tersenyum menatap istrinya.


"Tapi Ayura gak nyaman kak," rengek Ayura yang merasa risih saat anak-anak Darmawangsa terlihat terang-terangan membicarakan mereka.


Ello menghela nafas panjang. Dengan langkah cepat dia menarik tangan Ayura menuju kerumunan siswa siswi yang sedang berbisik-bisik menatap mereka.


"Ngomongin apa kalian?" sentak Ello. Dia memang paling tak suka jika ada yang membicarakannya dari belakang. Namun baru kali ini dia menegur orang yang membicarakannya saat mengetahui jika istrinya merasa tak nyaman.

__ADS_1


Semuanya terlihat diam dengan wajah yang mulai menunduk karena takut. Mereka semua adalah anak kelas sepuluh. Di datangi kakak kelas seperti ini saja sudah membuat nyali mereka menciut. Apalagi mereka tahu jika Ello adalah anak pemilik sekolah. Dan hal itu semakin membuat mereka tak berani berbuat apapun walau mereka merasa tak bersalah.


"Kenapa pada diem? Tadi bisik-bisik. Giliran disamperin pada bisu semua," sentak Alex yang ikut tersulut emosi.


Seorang siswa memberanikan diri untuk berjalan mendekat kearah mereka. Dan berdiri tepat dihadapan Ello lalu mengulurkan tangannya. "Selamat atas kemenangan tim tigers kak. Kami gak menyangka jika empat anggota tim tigers adalah murid sekolah ini," ujar pria itu tersenyum bangga karena secara tidak langsung kemenangan tim tigers berhasil membuat bangga sekolah Darmawangsa.


Dua hari terakhir kemenangan tim tigers di kompetisi e-sport menjadi trending topik nomer satu. Bukan hanya di sekolah Darmawangsa saja, melainkan juga menjadi trending topik di berbagai sosial media. Apalagi dengan dibukanya topeng harimau yang selama ini menutupi wajah anggota tim tigers, membuat semua warganet khususnya murid Darmawangsa mengetahui jika pemilik akun youtube G.A.D Gaming adalah Ello. Sang most wanted Darmawangsa.


Keempat anggota tim tigers itu terlihat terbengong. Mereka tak menyangka jika beberapa siswa siswi yang berkumpul itu membicarakan kemenangan mereka bukan membicarakan hal buruk.


"Selamat ya kak," ucap siswa siswi lain yang ikut memberanikan diri memberi selamat.


"Ahh... thank you, thank you," sahut Alex menerima uluran tangan siswa siswi itu satu persatu dengan wajah bangganya. Begitu juga yang lain. Yang menerima ucapan selamat.


"Kak Ello dan kak Yura beneran udah tunangan?" tanya salah satu siswi yang merasa penasaran dengan hubungan Ello dan Ayura.


"Kalian emang hebat kak. Bisa ngalahin tim eagle," seru siswa yang beridiri paling ujung.


"Iya. Kalian ingat gak wajak kak Reno waktu tau siapa dibalik topeng harimau?" Salah satu siswa menyahut.


"Inget.. inget banget. Mukanya mirip banget kayak waktu ditolak kak Yura dilapangan. Ngenes banget!" seru salah satu siswa dan berhasil membuat semua orang tertawa.


Tanpa mereka semua sadari, sejak tadi Reno sudah berdiri tak jauh dari mereka dengan kedua tangan yang sudah terkepal erat bahkan hingga buku-buka tangannya memutih.


'Brengseekk..... gue gak bakalan bikin hidup kalian tenang,' batin Reno menatap nyalang Ello dan Ayura yang saat ini sedang tersenyum seakan ikut meledek dirinya.

__ADS_1


Dengan hati yang terbakar emosi, Reno kembali keparkiran dan memilih untuk bolos sekolah. Bahkan saat ini Reno merasa tak punya muka lagi saat berpapasan dengan anak-anak Darmawangsa. Jika saja ujian akhir masih lama, Reno pasti sudah memilih pindah sekolah dibandingkan harus tetap berada disekolah yang notabene-nya milik keluarga Ello, rival abadinya.


~


Sepulang sekolah, Ello dan Ayura memutuskan untuk menjenguk Fano. Begitu juga dengan Alex dan Mike yang tak ingin ketinggalan mengetahui kondisi kakak sahabatnya.


Walau tak begitu dekat dengan Fano, tapi Alex maupun Mike sering dihubungi oleh Fano jika Ello sedang kabur dan pergi dari rumah. Kakak sahabatnya itu selalu meminta tolong pada mereka berdua untuk menjaga adiknya. Apalagi Ello yang sedang marah dan kecewa selalu saja memblokir nomer Fano dan papa Arya hingga membuat Fano tak bisa mengetahui keadaan adiknya kecuali dari Alex ataupun Mike.


"Mama sendirian aja? Papa kemana?" tanya Ello setelah mencium tangan mama Rani dan diikuti Ayura dan duo obat nyamuk.


"Papa pergi ke kantor karena ada meeting yang gak bisa diwakilkan. Mungkin bentar lagi juga dateng," jawab mama Rani yang sejak tadi setia menunggu Fano di kursi besi yang berada di depan ruang ICU.


Ello mengangguakan kepalanya mengerti. "Duduk samping mama yang," perintah Ello pada Ayura yang masih berdiri di sampingnya.


"Iya duduk sini sayang. Disamping mama," sahut mama Rani mengulurkan tangannya pada sang menantu agar mendekat kearahnya.


"Iya ma." Ayura menerima uluran tangan mama Rani dan mendudukan tubuhnya di kursi kosong tepat disamping mertuanya.


"Kalian udah makan?" tanya mama Rani menatap Ello dan kedua sahabat anaknya.


"Udah ma. Tadi kita makan dulu sebelum kesini," jawab Ello. "Kalau gitu Ello mau ketemu dokter bentar ya ma. Mau nanyain keadaan kak Fano," pamit Ello. Dan dibalas anggukan kepala oleh mama Rani.


Mama Rani sendiri sudah mengetahui jika saat ini Fano koma. Dia mengetahuinya saat berada di rumah. Papa Arya memutuskan untuk mengatakan kondisi Fano yang sebenarnya karena merasa tak mungkin bisa menutupinya lebih lama lagi.


Dan saat itu mama Rani yang mengetahui jika Fano koma langsung menangis histeris bahkan hingga beberapa kali pingsan karena tak bisa menerima kenyataan tentang kondisi anak sulungnya. Hingga papa Arya membutuh waktu hingga beberapa jam untuk menenangkan mama Rani.

__ADS_1


Setengah jam berlalu. Dari kejauhan Ello berlari menuju ruang ICU dengan wajah yang terlibat panik.


__ADS_2