
Hiro masih menatap Ayura dan bi Sari secara bergantian. Dia sangat penasaran dengan maksud perkataan yang di ucapakan bi Sari barusan.
"Ayura, ada yang mau kamu jelasin ke kakak?" tanya Hiro menatap tajam kearah adiknya.
Ayura menelan salivanya dengan susah payah. Dia melirik bi Sari yang saat ini sudah menundukan kepalanya dengan kedua tangan yang sudah meremas ujung kaosnya.
'Dasar bibi kebiasaan banget deh kalau ngomong ceplas-ceplos,' gerutu Ayura dalam hati.
"AYURA......."
"Hah.. Iya kak kenapa?" tanya Ayura terbata.
"Jelasin ke kakak apa maksud ucapan bi Sari tadi?" ucap Hiro masih dengan tatapan tajamnya yang seakan ingin menguliti Ayura saat itu juga.
"Emang bibi ngomong apa?" tanya Ayura.
'Ayo Ayura. Lo harus bisa cari alasan yang masuk akal,' batin Ayura. Bahkan otaknya terus dipaksa bekerja untuk menemukan alasan yang tepat agar kakaknya percaya.
"Gak usah pura-pura gak denger gitu. Kak Hiro tau kamu denger pertanyaan bi Sari yang ditujukan ke kamu," ketus Hiro mulai kesal.
"Pertanyaan bi Sari? Ahh... pertanyaan tumben Ayura pulang ke rumah?" tanya Ayura masih mencoba mengulur waktu agar masih memiliki sedikit tambahan waktu untuk mencari alasan.
"Hmmm... sekarang jawab!" perintah Hiro tegas.
"Ahh, itu kak. Mungkin bi Sari heran karena jam segini Ayura udah di rumah. Karena biasanya sepulang sekolah Ayura langsung latihan sama temen-temen Ayura. Jadi Ayura sering pulang terlamat," ucap Ayura setelah melirik sekilas bi Sari yang terlihat sudah menunduk semakin dalam.
"Latihan? Latihan apa?" tanya Hiro yang memang tak tahu kegiatan adiknya sekarang.
"Latihan game kak," jawab Ayura memberanikan diri menatap kakaknya.
"Game? Jadi pulang terlambat cuma gara-gara game?" tanya Hiro tak percaya.
"Bukan cuma kakak. Ayura berlatih game untuk turnamen dua hari lagi," sahut Ayura tak terima jika latihan mereka dibilang cuma.
"Turnamen? Turnamen apaan?" tanya Hiro bingung.
"E-sport kak," jawab Ayura dengan banggannya.
"Kok bisa? Maksud kak Hiro kok kamu bisa ikut e-sport?" tanya Hiro yang terlihat semakin antusias ingin tau apa yang dilakukan adiknya akhir-akhir ini.
"Bisalah. Bahkan Ayura masuk tim tigers yang udah dua tahun berturut-turut menjadi juara satu," jawab Ayura semakin bangga.
__ADS_1
"Tim tigers? Bukankah mereka yang selalu tampil dengan memakai topeng harimau itu? Kok kamu bisa masuk tim sehebat itu?" tanya Hiro seakan tak percaya. Walaupun dia bukan pecinta game seperti adiknya, tapi Hiro mengerti sedikit banyak tentang tim tigers yang memang sudah publik akui kehebatannya.
"Jangan tanya kenapa bisa masuk. Karena itu sangat mudah buat Ayura. Apalagi leader tim tigers adalah pacar Ayura sendiri," sahut Ayura dengan tersenyum bangga.
"What? Maksud kamu bocah ingusan tadi yang jadi leader tim tigers?" tanya Hiro tak percaya.
"Ihh.... kak Ello bukan bocah ingusan kakak," sahut Ayura kesal.
Hiro tak peduli dengan ucapan adiknya. Dia justru kembali bertanya tentang sosok leader tim tigers. "Bukankah channel youtube G.A.D Gaming yang udah punya puluhan juta subscriber itu punya leader tim tigers?"
"Iya. G.A.D Gaming punya kak Ello. Jadi uang jajan yang di kasih kak Ello selama ini bukan duit bapaknya kayak yang kak Hiro bilang tadi," sahut Ayura sedikit kesal saat mengingat kakaknya menyindir suaminya.
"Wahh... hebat juga ya bocah itu," ucap Hiro sedikit takjub.
"Iya jelas hebat lah. Pilihan Ayura memang gak pernah mengecewakan," sahut Ayura jumawa.
"Ckk... dasar kamu itu dek." Hiro mengacak-acak rambut adiknya dengan gemas.
Sedangkan disisi lain bi Sari sudah bisa bernafas lega karena nonanya sudah bisa memberikan alasan yang tepat hingga membuat Hiro tak curiga sama sekali.
"Kakak udah ihh, jan berantakin rambut Ayura," ucap Ayura dengan bibir yang sudah manyun.
"Kamu itu tetap aja jadi adik kakak yang paling gemesin." Kali ini Hiro justru mencubit kedua pipi adiknya dengan cukup keras.
Hiro terkekeh. Lalu merangkul adik manjanya. "Kita masuk yuk. Kak Hiro baru inget kalau tadi kakak udah laper banget," ajak Hiro mulai melangkah masuk ke dalam rumah. Namun beberapa saat kemudian dia kembali keluar dan memanggil bi Sari hingga membuat sang asisten rumah tangganya kembali gemetaran.
"Ada yang bisa saya bantu den?" tanya bi Sari gugup.
"Ada bi. Tolong bawain barang-barang saya yang ada di bagasi ke kamar," pinta Hiro dan dibalas anggukan kepala oleh bi Sari.
"Ini kunci mobilnya. Bi Sari bisa minta tolong mang Ucup buat bukain. Mang Ucup ada di pos satpam lagi main catur sama pak Sapto," ujar Hiro sebelum akhirnya kembali masuk kedalam rumahnya.
"Ckk... mang Ucup udah sampai rumah bukannya ngabarin malah asik main catur sama pak Sapto," gerutu bi Sari kesal.
~
Setelah makan siang bersama kakaknya, Ayura masuk ke dalam kamarnya. Seperti biasa dia langsung mengambil ponselnya didalam tas karena khawatir Ello menghubunginya.
Dan benar saja ada beberapa pesan dari Ello yang menanyakan apakah Ayura dimarahi kakaknya atau semakin dihukum karena ulahnya yang tak pikir panjang.
Bahkan Ello berulang kali meminta maaf karena kecerobohannya. Ello benar-benar mengkhawatirkan hubungan mereka kedepannya.
__ADS_1
[Kakak tenang aja. Kak Hiro gak marah kok]
Tak lama berselang setelah pesan balasan yang Ayura kirim dibaca, sebuah panggilan video dari Ello masuk ke ponselnya.
"Beneran kak Hiro gak marah?" tanya Ello saat panggilan sudah tersambung.
"Iya. Bahkan kak Hiro gak marah saat tau kalau kakak pacar Ayura," jawab Ayura tersenyum.
"Beneran? Kakak kamu gak marah?" tanya Ello dengan wajah berbinar.
"Iya kak. Bahkan kak Hiro nyuruh Ayura buat perjuangin hubungan kita."
"Hah seriusan? Kak Hiro udah ngasih restu?" tanya Ello tak percaya.
"Kata kak Hiro bilangnya sih bukan ngasih restu. Tapi kak Hiro cuma bilang kalau kebahagiaan Ayura yang paling utama."
"Yes.. itu tandanya kita dapet lampu hijau sayang," ucap Ello girang.
"Hmm... iya sih. Sekarang tinggal kakak yang cari cara buat bisa yakinin papi Ayura."
"Iya sayang. Kamu tenang aja. Kakak akan berusaha sebaik mungkin agar papi mertua menerima kakak sebagai menantunya." Ayura menganggukan kepala setuju jika suaminya harus berusaha sebaik mungkin.
"Ay....."
"Iya kak kenapa?"
"Kangen. Ntar malem gak bisa kelonin kamu lagi," ucap Ello dengan wajah sendunya.
Ayura tersenyum. "Ntar malem peluk virtual aja ya," sahut Ayura terkekeh.
Dan obrolan panjang via panggilan video itu pun berlangsung hingga dua jam lamanya. Entah kenapa sepasang suami istri itu seakan tak bosan untuk saling menunjukan kasih sayang mereka satu sama lain.
~
Malam ini Ayura menghabiskan waktunya dengan bercengkrama dan bermanja-manjaan dengan kakaknya di balkon kamar Hiro yang menghadap langsung ke halaman depan.
Ayura yang cukup lama berpisah dengan kak Hiro pun mulai menceritakan kegiatannya di sekolah. Bahkan dia juga menceritakan tentang seorang siswa yang menembaknya di tengah lapangan.
Ayura memang selalu menceritakan ke Hiro apapun yang terjadi padanya. Hanya saja soal pernikahan dia masih mencari waktu yang tepat agar Hiro dan papi Genta bisa menerima suaminya. Apalagi saat ini Ello masih duduk di bangku SMA.
Dan yang lebih Ayura takutkan dari semua itu adalah kemarahan papi Genta. Bagaimana reaksi papinya jika ia tau pernikahan mereka terjadi karena Ayura dan Ello yang di gerebek saat sedang berduaan di dalam satu kamar losmen.
__ADS_1
"Ra, itu mobil siapa?" tanya Hiro saat sebuah mobil masuk ke halaman rumah mereka.