
"Polisi menduga jika mungkin ada unsur kesengajaan dalam kecelakaan yang dialami oleh Fano. Polisi juga sudah mulai mengusut dan mencari bukti apa saja yang bisa dipergunakan. Dan saat ini mereka membutuhkan keterangan dari om Arya dan keluarga yang lainnya untuk menanyakan apakah Fano mungkin memiliki musuh atau orang yang tak menyukainya selama ini. Karena jika memang ada, kemungkinan pelaku yang menyabotase mobil Fano adalah salah satu dari mereka," ujar Hiro menjelaskan apa saja yang tadi dia dengar dari polisi.
"Sejauh ini om gak pernah tahu kalau Fano memiliki musuh," jawab papa Arya mantap. Karena selama ini dia sangat tahu jika Fano bukan tipe orang yang tidak suka mencari masalah dengan pihak lain. Fano tipikal orang yang pendiam dan lebih suka mengalah.
"Kalau kamu Ello, kamu mungkin tahu kalau Fano punya musuh. Atau mungkin Fano pernah menceritakan sesuatu yang menganggunya?" tanya Hiro pada adik iparnya.
"Ello rasa kak Fano gak pernah punya musuh kak. Kak Fano tidak memiliki banyak teman. Bahkan bisa dibilang kalau kak Fano itu introvert," jawab Ello dengan jawaban yang tak jauh beda dengan papa Arya. Yaitu sama-sama yakin kalau Fano sama sekali tak memiliki musuh.
"Tapi tunggu dulu deh Ar. Bukankah mobil Fano itu ferrari portofino yang warnanya dark grey?" tanya papi Genta yang memang selalu melihat Fano memakai mobil ferrari itu. Sedangkan papa Arya dan Ello sudah menanggukan kepala sebagai jawaban jika benar mobil Fano adalah ferarri portofino berwarna dark grey.
"Tapi kenapa mobil ringsek yang aku dan Hiro lihat tadi BMW hitam?" tanya papi Genta lagi dengan wajah heran.
"Kami tadi memang sengaja pergi ke restoran menggunakan mobil yang sering aku pakai. Jadi BMW hitam yang di pakai saat Fano kecelakaan itu mobil milikku," jawab papa Arya.
"Kalau gitu bisa jadi target yang sebenarnya mereka incar itu kamu Ar," ujar papi Genta dan berhasil membuat semua orang dimeja itu membelalakan kedua mata mereka masing-masing.
"Aku? Kenapa aku? Dan kalau pun benar target sebenarnya itu aku, lalu siapa yang melakukannya? Karena selama ini aku merasa tak punya musuh sama sekali," sahut papa Arya dengan sangat yakin.
"Coba kamu inget-inget lagi deh Ar," pinta papi Genta. "Perusahaan kamu kan belum lama ini terjadi korupsi besar-besaran. Apa mungkin salah satu dari mereka menjadi pelaku yang dengan sengaja menyabotase mobil kamu?" tanya papi Genta.
Deg
__ADS_1
Seketika papa Arya diam membeku. Semua pelaku korupsi di perusahaannya memang sedang diadili saat ini. Dan hanya menyisakan Satria adik tiri mama Rani.
"Ar, lo kenapa?" tanya papi Genta yang melihat perubahan pada ekspresi wajah papa Arya.
Perasaan Ello mulai tak enak. Sama seperti papi Genta, Ello juga melihat perubahan pada ekspresi wajah papanya. Dan Ello sangat tahu jika ekspresi itu menandakan kalau papanya sedang tidak baik-baik saja.
"Ar," panggil papi Genta saat papa Arya justru melamun.
"Pa, apa ada sesuatu yang tidak Ello ketahui?" tanya Ello seraya menyentuh lengan papa Arya dan berhasil membuat kesadaran papa Arya kembali.
"Hah? Kenapa?" tanya papa Arya gelagapan.
"Gak ada. Gak ada yang papa sembunyiin. Hanya saja......." papa Arya tak melanjutkan perkataannya.
"Hanya saja apa pa?" tanya Ello tak sabar.
Papa Arya menatap kearah Ello. "Kamu tahu kan om Satria lepas dari hukumannya karena papa mencoba memaafkan kesalahannya." Ello menganggukan kepala sebagai jawaban jika dia tahu om Satria tidak mendapat hukuman atas korupsi yang dia lakukan diperusahaan papa Arya. Dan semua itu karena papa Arya yang sudah mencabut tuntutannya.
"Apa mungkin yang menyabotase mobil papa om kamu itu?" tanya papa Arya lirih bahkan nyaris tak terdengar.
Deg
__ADS_1
Kini giliran Ello yang diam membeku saat mendengar kemungkinan yang papa Arya katakan.
"Papa memang tak memenjarakan om Satria karena walau bagaimanapun dia tetap adik mama kamu. Dan papa hanya memberi hukuman pada om Satria dengan cara memindahkan posisi om kamu yang awalnya berada di posisi manager kini hanya menjadi staf biasa," ujar papa Arya menjelaskan pada Ello tentang om Satria yang pernah menjadi dalang korupsi diperusahaaannya dan berakhir dengan penurunan jabatan.
"Papa juga bilang sama om kamu kalau papa hanya ingin om Satria belajar dari bawah agar dia tahu bagaimana sulitnya papa hingga bisa berada diposisi sekarang ini," sambung papa Arya.
"Tapi pa, apa mungkin om Satria tega menyabotase mobil papa?" tanya Ello tak yakin. Walau pada kenyataannya sejak awal dia memang sudah memiliki perasaan tak enak saat mama Rani bercerita tentang papa Arya yang menarik tuntutannya terhadap om Satria.
"Papa gak tau ini ulah om kamu atau bukan. Tapi yang papa tahu om kamu iri pada kebahagiaan yang didapat keluarga kakak tirinya yang tak lain mama kamu. Papa tahu jika selama ini om kamu suka menjelekan mama kamu dihadapan kakekmu. Tapi papa hanya memilih untuk diam. Karena papa tak ingin melihat mama kamu kecewa jika mengetahui kebenaran tentang om Satria yang selama ini tidak tulus menyanyanginya," jawab papa Arya panjang lebar.
Ello menghela nafas kasar. Walaupun selama ini dia tergolong orang yang cuek dan lebih memilih diam di dalam keluarganya, tapi dia sangat tahu jika yang baru saja dikatakan papa Arya itu memang benar. Karena Ello sendiri pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana om Satria yang menjelek-jelekan mama Rani di depan sang kakek.
"Jadi gimana Ello. Apa menurut kamu ada kemungkinan om Satria yang menjadi dalang atas kecelakaan yang di alami Fano saat ini?" tanya papi Genta. Ia sendiri sedikit banyak mengetahui tentang sifat dan sikap om Satria. Karena memang papi Genta pernah beberapa kali bertemu dengan om Satria saat berkunjung di perusahaan papa Arya.
"Ello gak yakin pi. Tapi jujur saja Ello berfikir kemungkinan itu ada. Karena Ello tahu betul bagaimana om Satria selama ini," jawab Ello.
"Setidaknya saat ini kita punya tersangka yang harus di curigai," sahut Hiro. "Lagi pula kita tak bisa menuduh tanpa bukti. Jadi sebisa mungkin kita harus membantu polisi mencari bukti apakah benar om Satria pelaku yang menyabotase mobil om Arya atau bukan," sambungnya lagi.
"Hiro benar. Jika kita mencurigai seseorang, kita harus mencari bukti terlebih dahulu untuk mengungkapnya. Dan papi juga berharap siapapun kelak yang menjadi pelakunya harus diadili seadil-adilnya. Tak peduli dia keluarga ataupun orang lain. Karena yang dia lakukan sudah menyangkut nyawa seseorang," sahut papi Genta. Dan disetujui semua yang ada di meja itu.
"Ello akan minta bantuan kak Agam untuk membantu mencari bukti. Lebih banyak yang terlibat akan membuat kita lebih cepat mendapatkan bukti penyebab kecelakaan kak Fano," ujar Ello dan dibalas anggukan kepala oleh semua orang disana.
__ADS_1