
"Ayura gak boleh ngomong kayak gitu. Walau gimana pun, Fano tetap tamu disini. Kamu--"
"Gak pa-pa om, Fano juga cuma mampir bentar kok," sahut Fano menyela. Dia tak mau Ayura di marahi papi Genta hanya karena dirinya.
"Emang gak mau makan malem disini dulu?" tanya papi Genta yang kini sudah mengalihkan pandangan matanya menatap ke arah Fano.
"Gak om. Mungkin lain kali. Fano cuma mampir bentar. Mau bilang sama om Genta kalau tiga hari kedepan Fano gak bisa lagi anter jemput Ayura ke sekolah," ucap Fano menjelaskan kenapa dia ada disana.
"Loh kenapa?" tanya papi Genta heran. Pasalnya dia sudah tau jika Fano menyukai putrinya. Tapi kenapa tiba-tiba pria itu malah tak mau mengantar jemput putrinya?
"Fano ada kerjaan di luar kota om," jawab Fano.
"Om udah kaget. Kirain kamu udah bosen anter jemput anak manja itu," ujar papi Genta lega. Sedangkan Ayura yang memang masih disana langsung mencebikan bibirnya saat mendengar perkataan papi Genta yang menyebut dirinya manja.
"Om tenang aja, Fano gak akan pernah bosen kok buat anter jemput Ayura. Hanya saja karena tiga hari kedepan Fano ada kerjaan ke luar kota, jadi sementara Fano gak bisa anter jemput Ayura dulu," jelas Fano yang tadi sempat melirik ke arah Ayura.
"Ya udah gak pa-pa. Kamu fokus aja sama kerjaan kamu di luar kota. Gak usah mikirin Ayura dulu. Berangkat dan pulang sekolahnya Ayura biar om yang urus," ujar papi Genta seraya menepuk pelan bahu Fano.
"Makasih om," ujar Fano.
"Ckk.. kamu itu udah kayak mau ninggalin istri aja," ucap papi Genta terkekeh.
Sedangkan Ayura justru mendengus kesal karena ucapan papinya. Apalagi mendengar kata istri membuatnya ingat dengan suaminya. Dia sampai lupa memberi kabar Ello. 'Kira-kira kak Ello lagi apa ya?' tanya Ayura dalam hati. Entah kenapa mengingat Ello membuat dirinya rindu. Ahh..rindu, Ayura merasa geli sendiri. Kenapa dirinya bisa merindukan pria cuek dan menyebalkan seperti Ello.
Fano nyengir. "Kalau gitu saya langsung pulang aja om. Mau istirahat," pamit Fano pada papi Genta.
"Ya udah kamu hati-hati di jalan ya. Makasih udah anterin Ayura pulang," sahut papi Genta.
"Iya om sama-sama." Fano sedikit menundukan kepala memberi hormat. Lalu menatap ke arah Ayura yang terlihat sedang tersenyum sendiri dengan tubuh yang menyender di tembok. "Kak Fano pulang dulu ya Ra," pamit Fano pada Ayura.
Suara Fano membuyarkan lamunan Ayura yang sedang membayangkan wajah Ello. Dia balas menatap Fano. "Iya," jawab Ayura malas-malasan.
__ADS_1
"Permisi om," ujar Fano sebelum akhirnya pergi meninggalkan kediaman Aditama.
Papi Genta melipat ke dua tangannya di atas dada dan menatap tajam ke arah Ayura.
"Kenapa lagi pi? Yura salah apa lagi? Karena telat? Kan tadi juga udah denger sendiri dari kak Fano kenapa Yura baru pulang," ucap Ayura yang sudah bisa menebak jika dirinya pasti akan kena semprot lagi dari papi Genta.
"Kamu gak boleh ngomong gak sopan kayak tadi sama Fano. Dia itu anak temen papi Ra. Kamu tolong lah jaga sikap kamu. Jangan bikin papa gak enak hati seperti tadi sama Fano," ucap papi Genta panjang lebar. Hingga membuat membuat Ayura mendengus kesal. 'Kak Fano lagi kak Fano lagi. Sebenarnya siapa sih anak kandung papi?' gerutu Ayura di dalam hati.
"Iya. Besok-besok Ayura gak akan kek gitu lagi," jawab Ayura yang malas berdebat dengan papi Genta. "Kalau gitu Yura mau masuk kamar dulu pi. Capek. Mau istirahat. Nanti makan malem juga gak usah nunggu Ayura. Ayura masih kenyang," ujar Ayura dan langsung berjalan ke arah kamarnya tanpa menunggu jawaban papi Genta.
"Ra. Papi belom selesai ngomong," teriak papi Genta.
"Besok pagi lagi aja pi ngomongnya," sahut Ayura melambaikan tangan, tanpa menoleh ke arah papi Genta.
"Ckkk.... dasar anak itu," gerutu papi Genta menatap putri semata wayangnya yang kini sudah berjalan semakin menjauh.
Ayura melempar tas sekolahnya ke atas ranjang. Lalu ikut menghempaskan tubuhnya disana. Memejamkan mata sejenak. Tubuhnya lelah. Itulah yang Ayura rasakan saat ini.
Namun detik selanjutnya dia baru mengingat jika sejak pulang sekolah dia belum memeberi kabar pada suaminya. Hanya telepon gak jelas yang pasti membuat suaminya bingung sampai saat ini.
Ayura membuka kunci layar dan ada beberapa pesan dan puluhan panggilan tak terjawab dari suaminya. Ya tadi setelah menerima telepon dari Ello, Ayura memilih mensilent ponsel miliknya. Agar tak membuat Fano curiga karena Ello yang terus meneleponnya.
Ayura mulai membuka ruang obrolannya dengan Ello. Membaca satu persatu pesan yang di kirimkan suaminya.
[Ay udah di mana? Gue udah sampe warkop]
Dan sebuah foto suasana warkop disisipkan di pesan itu.
[Ay masih disekolah?]
[Ay gue jemput aja ya di sekolah]
__ADS_1
[Ay lo ngomong apa sih? Gak jelas gitu]
[Ay lo beneran udah pulang duluan?]
[Kok gak bales. Lagi sibuk ya?]
[Ay.....]
[Ay.....]
[Istriku......]
Wajah Ayura seketika itu juga langsung bersemu merah saat membaca pesan dari Ello yang memanggilnya dengan sebutan istriku. Dadanya berdebar, tubuhnya seakan terbang melayang ke langit ke tujuh. Ayura memeluk ponselnya sambil tersenyum sendiri.
Puas memeluk ponsel dan menetralkan detak jantungnya, Ayura kembali melanjutkan membaca pesan terakhir dari Ello sekitar lima belas menit yang lalu.
[Lo lagi apa Ay? Lo baik-baik aja kan?]
[Masih sibuk ya? Nanti kalau udah gak sibuk kabarin gue ya. Gue tunggu]
Ayura menghembuskan nafas panjang. Tak menyangka jika Ello mengkhawatirkannya. Dan tanpa menunggu lama Ayura pun mengetik pesan balasan ke nomer suaminya.
[Maaf kak, Ayura baru nyampe rumah. Ayura baik-baik aja kok] tulis Ayura dan langsung di kirim ke nomer Ello.
Klunting
Ello yang mendengar notif pesan masuk langsung menyambar ponselnya di atas nakas. Dia tesenyum girang saat mendapat pesan dari Ayura. Apalagi sejak tadi dia memang selalu membawa ponselnya kemana pun. Dia khawatir kalau Ayura tiba-tiba menghubunginya.
Namun setelah membaca pesan dari Ayura, Ello justru mendengus kesal. "Jam segini baru nyampe rumah? Dari mana aja dia? Bukannya tadi di telepon bilang udah di jalan mau pulang?" gumam Ello.
Dengan masih ngedumel, Ello mengirim pesan balasan untuk istrinya.
__ADS_1
[Kemana aja sih jam segini baru pulang? Trus kenapa pesan gue gak di bales dari tadi? Lo tau gak sih kalau gue khawatir] pesan di kirim ke Ayura.
"Duh gue kok malah kirim pesan gitu. Kesannya gue lagi marah sama dia. Nanti dia malah ngambek lagi," guamam Ello hendak menghapus pesan yang dia kirim. Namun sayangnya sudah terlambat. Karena Ayura sudah membaca pesan yang dia kirim.