
Ello menatap tajam mobil Rolls-Royce berwarna hitam yang sudah berjalan menjauh dari tempatnya berdiri.
Dengan tangan yang masih terkepal erat, Ello berbalik arah dan berlari dengan tergesa-gesa menuju keparkiran sekolah.
"Lo mau kemana?" tanya Alex yang ternyata masih berada di parkiran bersama dengan Mike.
Tak menjawab, Ello langsung naik ke atas motornya. Hingga membuat kedua sahabatnya heran. Apalagi melihat wajah Ello yang terlihat sedang menahan kemarahan.
"Lo mau kemana?" tanya Alex lagi. Kini dia sudah berdiri didepan motor sahabatnya. Mencoba menghalangi motor Ello agar dia bisa menemukan jawaban kenapa sahabatnya bisa semarah sekarang.
"Mingir Lex!" bentak Ello menatap tajam Alex yang masih tak mau beranjak dari tempatnya berdiri.
"Jawab dulu lo kenapa?" tanya Alex kekeh ingin tahu penyebab Ello semarah ini.
"Minggir gue bilang," ucap Ello semakin kesal.
"Gue gak bakalan minggir."
"Jan salahin gue kalau lo gue tabrak," ucap Ello ketus. Dia pun memakai helm nya dan mulai men-starter motornya. Bahakan dia sudah memainkan gas ditangannya berulang kali hingga menimbulkan suara keras yang memekikan telinga siapa saja yang mendengarnya.
Saat Ello mulai memasukan gigi motor, Mike langsung menarik tubuh Alex. Dia tahu jika saat ini Ello sedang tak bisa mengontrol emosinya. Dia khawatir Ello akan benar-benar menabrak Alex. Apalagi saat tubuh Alex sudah dia tarik, Ello langsung tancap gas meninggalkan kedua sahabatnya.
"Lo gila ya. Gak liat apa Ello lagi emosi kayak gitu," ujar Mike setelah melihat motor Ello hilang dari pandangan mereka.
"Gue penasaran aja, kenapa tiba-tiba dia semarah itu. Lagian gue yakin Ello juga gak bakalan nabrak gue," sahut Alex dengan santainya.
"Kita gak tau batas kesabaran seseorang itu sampai dimana," ucap Mike dan dibalas cengiran oleh Alex. Dan kali ini Mike hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar merasa heran kenapa bisa memiliki dua sahabat yang sama-sama aneh.
Diatas motor, Ello terus mengumpat kesal. Terutama pada Alex yang tadi sempat menghalanginya hingga membuat Ello kehilangan jejak mobil yang ditumpangi oleh istrinya. Padahal saat ini Ello sudah mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Dengan mulut yang tak berhenti mengumpat, Ello kembali menambah laju kecepatan motornya menuju jalanan yang mengarah ke rumah istrinya. Dia benar-benar berharap mobil tadi akan membawa Ayura pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Pandangan mata Ello mulai menyipit saat melihat mobil Rolls-Royce berwarna hitam yanag ada didepannya. Dia sangat yakin bahkan benar-benar yakin jika mobil didepannya adalah mobil yang tadi di tumpang istrinya.
Ello yang kini sudah kembali tersulut emosi langsung memacu motornya lebih cepat dan menyalip mobil hitam didepannya. Bahkan tanpa pikir panjang Ello langsung memotong laju mobil yang saat ini di tumpangi istrinya.
Ciiiittt......
Terdengar suara decitan yang ditibulkan oleh ban mobil yang saling beradu dengan aspal.
Ello melepas helm-nya, kemudian turun dari motor dan berjalan cepat kearah pintu penumpang yang berada disamping kemudi.
Tok.. Tok.. Tok..
"Buka Ay, kakak tahu kamu didalam," ujar Ello. Dan ia kembali mengetok kaca jendela mobil hitam itu.
Hingga tak lama kemudian, pintu mobil terbuka. Ayura yang baru turun langsung ditarik Ello kearah motornya.
"Kamu pulang sama kakak," ucap Ello tegas.
"Kakak apaan sih. Lepasin tangan Ayura." Ayura menghempaskan tangan Ello seraya menatap tajam kearah suaminya itu.
"Ada apa ini?" tanya seorang pria tampan memotong perdebatan antara Ayura dan Ello.
"Bukan urusan el..... adduhhh," rintih Ello saat tiba-tiba kakinya diinjak cukup keras oleh istrinya.
"Gak pa-pa kok kak. Ini temen Ayura cuma mau nagih utang," jawab Ayura asal.
"Temen?" tanya Ello menatap tajam istrinya. Dia tak percaya Ayura mengatakan jika mereka hanya berteman. Bukankah Ayura pernah bilang jika dia bahkan sudah mengatakan pada papinya jika mereka berpacaran. Lalu kenapa sekarang dia hanya di anggap temen. Apa karena pria didepannya ini? Emangnya siapa pria ini. Sampai Ayura tak mengakui dirinya. Apa jangan-jangan dia calon tunangan istrinya?
Ello menatap tajam ke arah pria di depannya. Namun detik selanjutnya kakinya kembali diinjak oleh Ayura. Hinga mau tak mau dia kembali menatap wajah istrinya yang saat ini justru memberinya kode dengan kedipan mata.
"Kamu punya utang? Berapa? Biar kakak yang bayarin," ujar pria itu tersenyum geli seraya mengeluarkan dompet dari balik saku celananya.
__ADS_1
"Gak kak gak usah. Kak Hiro tenang aja. Utang Ayura gak banyak kok cuma lima rebu doang," ujar Ayura nyengir.
"Kak Hiro?" gumam Ello. Dan tiba-tiba saja emosinya langsung reda begitu saja. Bahkan saat ini sudah bergantian dengan rasa malu yang sudah sampai ke ubun-ubun.
'Ogeb banget lo Ello. Bisa-bisanya lo cemburu sama kakak ipar lo sendiri,' batin Ello mengrutuki kebodohannya.
Beberapa kali Ello menelan salivanya dengan susah payah. Namun dia tetap mencoba memberanikan diri untuk menatap kakak iparnya.
Ello mengusap telapak tangannya dicelana. Lalu perlahan mengulurkan tangannya tepat di hadapan Hiro.
"Hallo kak, kenalin saya Ello. Teman sekolahnya Ayura," ucap Ello memperkenalkan diri seraya menampilkan senyum semanis mungkin berharap dengan hal itu hubungannya dengan Ayura bisa mendapat restu dari kakak iparnya.
Hiro mengulum bibirnya mencoba menahan tawanya yang sudah hampir pecah saat melihat kelakuan dua bocah SMA didepannya.
"Hmm.... gue Hiro kakaknya Ayura," jawab Hiro tanpa menerima uluran tangan dari pria yang mengkalim dirinya sebagai teman sekolah adiknya.
Ello menarik uluran tangannya. Lalu menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. Dia juga sempat melirik Ayura yang saat ini sudah menundukan kepalanya.
"Ya udah kak saya permisi dulu. Urusan saya dengan Ayura bisa dibicarain besok lagi saat di sekolah," ujar Ello yang sudah bingung harus berbuat apa lagi.
"Ayo Ra masuk mobil," ajak Hiro yang kini sudah berjalan kembali kearah mobilnya.
"Kak ihh....." Ayura menatap kesal suaminya yang dengan seenak jidatnya memotong jalan orang lain.
"Maaf Ay. Kakak gak tau kalau dia kakak kamu. kak Hiro," ucap Ello dengan wajah sendu.
Tinnn....
Suara klakson yang dibunyikan oleh Hiro membuat sepasang suami istri itu menghentikan percakapan mereka.
"Ya udah masuk gih. Nanti kalau udah sampai rumah langsung telfon kakak ya," pinta Ello dan di balas anggukan kepala oleh istrinya.
__ADS_1
Ayura akhirnya kembali berjalan kearah mobil kakaknya karena Hiro yang sudah kembali membunyikan klakson untuk kedua kalinya.
Ello meminggirkan motornya. Dia berdiri tegak ditepi jalan seraya menatap kepergian mobil yang di tumpangi istrinya. Dia hanya bisa menghela nafas lega. Setidaknya kakak iparnya tak segalak yang dia pikirkan. Apalagi mengingat papi Ayura benar-benar membuat Ello bergidik ngeri.