Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Panas Dingin


__ADS_3

Ayura masih diam dan mencerna ucapan suaminya. Dan tak lama kemudian akhirnya dia mengerti maksud ajakan suaminya.


"Aauuww......." pekik Ello saat tiba-tiba merasa pinggangnya dicubit oleh Ayura.


"Sakit yang. Kenapa kakak dicubit sih?" tanya Ello seraya mengusap pinggangnya yang terasa nyeri.


"Sukurin. Siapa suruh mesum," ketus Ayura sebal.


"Mesum gimana? Orang kakak gak ngapa-ngapain kok," sahut Ello tak terima disebut mesum.


"Tadi ngajakin Ayura mandi bareng," ujar Ayura dengan wajah yang mulai memerah karena malu dengan ucapannya sendiri. Ya, Ayura malu karena otaknya mulai membayangkan bagaimana bentuk tubuh suaminya saat tak memakai sehelai benang ditubuhnya.


"Kan gak ada yang salah. Kan kita udah nikah. Gak pa-pa kakak liat dikit punya kamu," ujar Ello tersenyum mesum pada istrinya.


"Ihh... kakak gak boleh," ketus Ayura. Wajahnya semakin memanas saat membayangkan adegan yang bisa saja terjadi saat mereka mandi bersama.


Jangan pernah berfikir jika Ayura hanya seorang gadis polos berusia tujuh belas tahun. Karena pada kenyataannya dia beberapa kali menonton video dewasa yang dikirim temannya saat dia tinggal di Jepang. Dan tentu saja Ayura menonton video itu tanpa sepengetahuan papi Genta dan kak Hiro. Karena jika sampai Ayura ketahuan meninton video seperti itu, bisa di pastikan Ayura tak akan diizinkan memakai smartphone lagi. Atau bahkan dia akan dikurung didalam rumah dan hanya bisa melakukan pembelajaran secara homeschooling agar papi Genta bisa mengawasi pergaulannya.


"Kenapa gak boleh?" tanya Ello yang kini kembali menatap Ayura dengan intens.


"Pokoknya gak boleh. Udah ahh gak usah ngomongin mandi bareng lagi," ujar Ayura mulai turun dari ranjang.


"Kamu mau kemana yang?" tanya Ello.


"Ayura mau mandi. Tapi gak mau barengan sama kakak," jawab Ayura dan berlari masuk ke kamar mandi tanpa memperdulikan teriakan suaminya yang ingin mandi bersamaan.


"Huft... padahal udah nikah. Udah direstuin juga. Tapi pengen mandi bareng aja gak bisa," gerutu Ello. Dan akhirnya dia memilih menunggu istrinya mandi sembari menghubungi kedua sahabatnya dan Agam.

__ADS_1


Ayura mendesah kesal. Karena lagi dan lagi dia lupa membawa baju ganti saat masuk ke dalam kamar mandi. Ingin memakai kembali baju yang tadi dia pakai, tapi sudah terlanjur basah. Ingin meminta suaminya untuk mengambilkan bajunya seperti waktu itu pun rasanya percuma. Karena pasti Ello tak akan tahu dimana saja letak pakaiannya. Hingga mau tak mau sepertinya Ayura harus keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya bisa menutupi sebagian tubuhnya.


Ceklek


Ayura mencoba membuka pintu kamar mandi dengan perlahan. Berharap dengan cara itu tak menimbulkan suara yang membuat Ello menatap kearahnya.


Namun sepertinya percuma. Karena Ello yang sejak tadi tiduran diatas ranjang dengan pandangan fokus menatap layar ponsel, kini sudah beralih menatap kearah Ayura.


Ayura mencoba terlihat biasa saja. Dan tanpa bicara apapun, dia langsung berjalan cepat menuju walk in closet yang berada disisi kanan kamar mandi. Dia bahkan sangat tahu jika sejak tadi pandangan mata Ello mengikuti setiap pergerakannya.


"Huft... selamet," gumam Ayura seraya menghela nafas lega saat dirinya sudah berada di dalam walk in closet. Dan dengan santainya Ayura mulai memilih-milih pakaian yang akan dia kenakan saat ini tanpa menyadari jika Ello sudah berdiri tepat di belakangnya.


"Sayang....." Ello melingkarkan tangannya di perut Ayura.


"Kakak....." pekik Ayura yang kaget saat tiba-tiba merasakan pelukan suaminya. Bahkan saat ini bibir Ello sudah mulai mengigit kecil telinga istrinya hingga menimbulkan rasa geli.


Rambut Ayura yang basah masih terbungkus dengan handuk hingga memudahkan Ello yang ingin mengecupi leher istrinya.


"Kakak......" panggil Ayura dengan suara parau. Sejak tadi dia sudah memejamkan kedua matanya menikmati sapuan bibir Ello di lehernya.


"Sebentar saja sayang," sahut Ello yang kali ini mulai menggesek-gesekan miliknya ke boko** istrinya seolah memberi tahu Ayura jika miliknya sudah sangat on saat ini.


Ello kembali mengecup leher Ayura dan membuat satu tanda kepemilikan disana.


"Aughh kakak......" Ello yang mendengar suara desa*an Ayura langsung membalik tubuh istrinya dan mengangkatnya keatas meja yang ada disana. Ello memiringkan kepala, mendekatkan wajahnya ke wajah Ayura dan hendak meraup bibir ranum istrinya sebelum akhirnya.


Tok.. Tok.. Tok..

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuyarkan otaknya yang sudah mulai berkelana. Ello mencoba tak memperdulikan hal itu dan memfokuskan diri untuk kembali melanjutkan aksinya. Namun lagi-lagi.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu itu kembali terdengar lagi dan dengan refleks Ayura langsung mendorong tubuh Ello agar menjauh.


'Shiitt..... siapa sih yang ganggu,' maki Ello dalam hati.


"Ada yang ketok pintu," ujar Ayura mulai turun dari atas meja. Dia mengambil baju di lemari secara asal dan langsung memakainnya tepat dihadapan Ello.


'Sial... liat dari belakang aja udah bikin panas dingin kayak gini,' batin Ello yang mulai menelan salivanya dengan susah payah saat melihat tubuh polos Ayura dari belakang.


Setelah selesai memakai bajunya, Ayura bergegas keluar walk in closet untuk membuka pintu. Bahkan dia mengabaikan Ello yang sejak tadi sudah mengumpat dalam hati.


"Kakak... buruan mandi. Udah ditunggu papi sama kak Hiro buat makan malam," ujar Ayura kembali masuk kedalam walk in closet setelah tadi sempat berbicara sebentar dengan bi Sari sang pengetok pintu.


"Hmm...." jawab Ello datar dan bergegas masuk ke kamar mandi. Sepertinya dia harus mandi sedikit lebih lama untuk menuntaskan sesuatu yang tak bisa tersalurkan.


Ayura dan Ello berjalan beriringan menuju meja makan.


Dan benar saja keduanya turun saat jam makan malam sudah lewat. Alasannya bukan hanya karena Ello yang mandi terlalu lama. Tapi juga Ayura yang terus merengek saat mengetahui jika ada tanda kemerahan dilehernya.


Bahkan Ayura bersikukuh tak mau ikut makan malam karena takut kak Hiro ataupun papi Genta melihat maha karya suaminya itu.


Sampai akhirnya keduanya mencari tips dari internet untuk menutupi bekas kemerahan di leher Ayura. Hingga Ayura memutuskan untuk memakai foundation sebagai cara menutupi tanda merah dilehernya sebelum kemudian ditutupi lagi dengan rambut panjangnya yang digerai.


"Malem pi, kak Hiro," sapa Ello. Dia dapat melihat semua makanan di meja makan masih utuh. Itu artinya papi Genta dan Hiro belum makan malam padahal ini sudah hampir jam delapan. Dan Ello dapat memastikan jika papi Genta dan Hiro masih menunggu dirinya dan Ayura untuk makan malam bersama.

__ADS_1


"Kemana aja sih lama banget?" tanya Hiro kesal. Padahal dia sudah mengingatkan kedua adiknya itu agar cepat turun untuk makan malam. Namun nyatanya Ayura dan Ello justru terlambat turun. Dan yang lebih menyebalkan yaitu papi Genta yang melarangnya makan terlebih dahulu dengan alasan menghormati Ello yang baru pertama kali makan malam dirumah mereka.


__ADS_2