Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Kecelakaan Yang Disengaja


__ADS_3

"Ello kamu kenapa?" tanya mama Rani yang sudah berdiri dan menghampiri putranya.


"Ello gak pa-pa ma," jawab Ello dengan nafas yang masih naik turun. "Sayang, kamu disini dulu ya, sama mama. Kakak, Alex dan Mike mau pergi dulu sebentar," ucap Ello pada sang istri.


"Emang kak Ello mau kemana?" tanya Ayura khawatir. Karena dia dapat melihat wajah Ello yang terlihat panik.


"Ada urusan penting sebentar," balas Ello. "Ayo Lex, Mike," ajak Ello yang sudah berjalan terlebih dahulu menjauhi ruang ICU.


"Kak.. kakak mau kemana?" teriak Ayura namun tak ada sahutan sama sekali dari suaminya. Bahkan Ayura dapat melihat Ello terlihat berjalan tergesa-gesa. 'Apa yang terjadi?' batin Ayura bermonolog.


"Sebenernya ada apa ngab? Kenapa lo panik gitu?" tanya Alex yang berusaha mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki Ello.


"Bokap gue dalam bahaya. Kak Agam barusan hubungi gue. Katanya ada yang berniat nyelakai bokap gue," sahut Ello sebelum akhirnya naik keatas motornya. "Kita susulin bokap gue ke kantor," ujar Ello lagi sebelum memakai helmnya.


Drt.. drt.. drt..


Suara dering ponsel disaku celana membuat Ello kembali melepas helm yang sudah dia pakai. Dia merogoh saku celana dan mengambil ponsel miliknya.


"Hallo kak."


".........."


"Hah? Brengsekkk... Terus gimana keadaan papa?"


".........."


"Oke.. oke.. Ello kesana sekarang kak," jawab Ello sebelum akhirnya panggilan berakhir.


"Ada apa? Kenapa dengan bokap lo?" tanya Mike ikut khawatir.


"Buruan! Kalian ikut gue sekarang," jawab Ello. Dia kembali memakai helm sebelum akhirnya melajukan motornya menembus jalanan dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Alex dan Mike yang tak tau apa yang sedang terjadi saat ini memilih mengikuti perintah Ello.


Lima belas menit kemudian motor yang dikendari Ello berhenti di pinggir jalan disusul motor Alex dan Mike. Ello dapat menatap beberapa warga yang sedang berkerumun di depan sebuah toko kue yang terlihat sangat kacau.


Ello turun dari motornya dan berlari membelah kerumunan. "Permisi.. permisi..."

__ADS_1


Pandangan mata Ello terfokus pada pria paruh baya yang kini duduk di sebuah kursi dengan keadaan dahi berdarah dan pakaian berantakan.


"Papa... papa gak pa-pa kan? Mana yang terluka?" tanya Ello yang kini sudah berjongkok di hadapan papa Arya dengan wajah khawatir yang tak bisa disembunyikan lagi.


Papa Arya tersenyum. "Papa gak pa-pa. Tadi ada mas ini yang nolongin papa."


Ello menatap pria yang berdiri di samping kursi papa Arya dan seketika pria itu menunduk memberi hormat pada Ello. Ello menganggukan kepalanya. Dia adalah orang yang dia sewa untuk menjaga papa Arya. Karena Ello khawatir hal seperti ini terjadi.


Ello berdiri. "Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ello pada pria itu.


Pria itu pun mulai menjelaskan kronologi kejadian. Dimana papa Arya yang hendak masuk ke dalam toko kue untuk membelikan pesanan mama Rani. Namun tiba-tiba dari kejauhan sebuah mobil box dengan kecepatan tinggi mendekat dan sepertinya sengaja ingin menabrak papa Arya. Namun beruntung pria itu dengan sigap menarik tubuh papa Arya hingga mobil box itu tak berhasil menabrak papa Arya.


Ello mengepalkan tangannya dengan erat. Menatap mobil box yang masih diposisi setengah badan berada di dalam toko kue.


"Dimana sopirnya sekarang?" tanya Ello geram.


"Ada disana bos. Sudah berhasil kita amankan," ujar pria itu menunjuk kearah seorang pria yang sedang di pegangi oleh dua orang pria bertubuh besar.


"Bos?" gumam papa Arya yang kini membelakan kedua matanya. Dia tak menyangka jika pria yang menolongnya adalah anak buah Ello, putra bungsunya.


Bruk..


Sopir mobil box itu jatuh tersungkur di tanah. "Siapa yang nyuruh lo?" tanya Ello menatap nyalang sopir mobil box itu. Tapi ternyata sopir box itu memilih untuk bungkam. "Jawab anjiinng....."


Bugh..


Kembali Ello melayangkan tinjuannya dengan membabi buta. "Brengseekk.... Jawab! Siapa yang nyuruh lo annjjingg....."


"Ello sabar. Dia bisa mati," pekik Alex yang kini sudah memegangi tubuh Ello dengan dibantu oleh Mike.


"Lepasin gue. Biarin dia mati. Dia pantes mati. Dasar brengseeekk....." maki Ello. Dia mencoba melepaskan diri dari cekalan kedua sahabatnya.


"Ello. Sabar," sahut Agam yang baru saja tiba.


"Tapi kak. Dia udah berani nyelakain bokap gue," sahut Ello masih meronta ingin kembali menghajar sopir box yang sangat Ello yakini jika dia bukan sopir box yang sebenarnya.

__ADS_1


"Kalau dia mati kita gak bakalan dapet petunjuk apapun. Dan itu bakal buat tersangka utamanya bebas berkeliaran. Apa kamu mau kejadian seperti ini terulang lagi?" ucap Agam mencoba menenangkan Ello.


Ello yang tadinya meronta ingin melepaskan diri, kini mulai melemah. Dia tak mungkin membiarkan keluarganya dalam bahaya. Sudah cukup Fano sang kakak yang koma dan tak berdaya di atas rajang rumah sakit. Jangan sampai papa Arya ataupun anggota keluarganya yang lain ikut berada dalam bahaya.


"Sekarang lebih baik kamu bawa papa kamu ke rumah sakit. Biar dia," Agam menunjuk sopir box yang sudah terkulai lemas dengan wajah babak belur akibat amukan Ello. "Biar dia kakak yang tangani." Agam melanjutkan ucapannya.


Ello menganggukan kepalanya. "Baik kak."


Ello berjalan mendekati papa Arya. "Kita kerumah sakit sekarang pa," ajak Ello. Namun papa Arya justru hanya diam dengan pandangan fokus menatap Ello.


"Papa kenapa?" tanya Ello heran.


"Apa kamu menyuruh orang untuk menjaga papa?" tanya papa Arya.


Ello menganggukan kepala. "Iya. Bukan hanya papa saja, Ello juga meminta orang untuk menjaga mama. Tapi papa tenang aja, mama gak akan tahu. Karena Ello pastikan mereka akan menjaga mama dalam jarak aman."


Papa Arya diam. Masih tak menyangka Ello akan melakukan hal sejauh ini untuk menjaganya. Ello, anak yang selalu tak ia anggap tak bisa melakukan apa-apa justru menjaganya sampai seperti ini. 'Orang tua macam apa aku ini,' batin papa Arya seraya tersenyum kecut karena ucapannya dulu yang pasti selalu membuat Ello terluka.


"Pa.. Ayo Ello anter ke rumah sakit," ajak Ello. Dia sudah memegang lengan papa Arya berniat membantu papanya bangkit.


"Dimana mobil papa?" tanya Ello.


"Ada disana. Papa nyetir sendiri. Soalnya pak Noto lagi jaga istrinya yang lagi sakit," ujar papa Arya seraya menunjuk dimana mobilnya terparkir.


"Biar Ello yang nyetir," ujar Ello. Lalu menuntun papa Arya yang kini berjalan sedikit tertatih karena kakinya yang mulai terasa sakit akibat terjatuh saat ditarik oleh orang suruhan Ello.


Setelah memastikan papanya duduk nyaman, Ello kembali kearah Agam. "Kak minta tolong nanti suruh orang bawa motor Ello ke rumah dakit ya," ujar Ello memberikan kunci motornya.


"Lo tenang aja. Nanti biar salah satu dari mereka yang bawa motor lo ke rumah sakit," sahut Agam menerima kunci motor Ello.


"Thanks kak," ucap Ello dan dibalas anggukan kepala oleh Agam.


"Kalian berdua disini dulu bantuin kak Agam!" perintah Ello pada kedua sahabatnya.


"Iya. Gak perlu lo minta kita juga udah tau," jawab Alex dan diiringi anggukan kepala oleh Mike yang menyetujui ucapan Alex.

__ADS_1


Setelah memastika semua akan diurus oleh Agam dan kedua sahabatnya, Ello pun kembali berlari menuju mobil papa Arya. Dan mulai melajukan mobil itu kearah rumah sakit dimana Fano dirawat.


__ADS_2