
Setelah Ayura mendapatkan persetujuan dari dokter jika dirinya bisa berpergian sedikit jauh, akhirnya mama Rani memberi usul untuk berlibur ke Puncak, Bogor.
Bahkan bukan hanya keluarga Darmawangsa dan Aditama saja yang pergi berlibur, melainkan Alex, Mike, Agam dan Tata juga ikut serta untuk meramaikan acara liburan yang di cetus oleh Ayura.
"Wah mobil baru nih?" tanya Alex seraya melirik mini cooper berwarna Moonwalk Grey Metallic yang ada di sampingnya.
"Mobil bini gue."
"Mobil Ayura dari Hongkong?" sahut Ayura sinis.
"Kan kakak emang beliin mobil ini buat kamu sayang," ujar Ello seraya melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
"Iya ngomongnya beliin buat Ayura. Tapi percuma kalau Ayura gak boleh make," balas Ayura ketus.
"Boleh sayang boleh. Asal makenya sama kakak. Karena kamu belum boleh nyetir sendiri."
"Sama aja bohong."
"Kamu harus inget sayang. Kan kakak udah bilang, kalau selama kamu hamil, kamu gak boleh nyetir sendiri. Dan kamu boleh nyetir lagi kalau baby kita udah lahir," ujar Ello.
"Hmm... terserah kakak saja," sahut Ayura seraya memutar bola matanya malas.
Sedangkan Alex memilih meninggalkan sepasang calon orang tua di hadapannya dan berjalan ke arah Hiro dan Fano daripada harus mendengar perdebatan unfaedah antara Ello dan Ayura.
"Kalian udah siap semua?" tanya papi Genta yang baru saja keluar dari kediaman Darmawangsa. Karena mereka semua memang memutuskan berkumpul di rumah papa Arya terlebih dahulu sebelum berangkat bersama-sama menuju ke villa.
"SIAP!" sahut semuanya serentak.
"Oke, sebelum kita memulai perjalanan, mari kita berdo'a bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdo'a dimuali."
Setelah selesai berdo'a, mereka semua langsung bubar menuju mobil masing-masing.
Ayura memutuskan satu mobil dengan Ello dan Hiro di mobil papi Genta. Fano satu mobil dengan orang tuanya. Sedangkan duo obat nyamuk memilih satu mobil dengan Agam dan Tata.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam, akhirnya tiga mobil yang dikendarai Hiro, Fano dan Agam sudah berhenti di depan salah satu villa mewah milik keluarga Darmawangsa.
"Wow, ini beneran villa punya papa Arya?" tanya Ayura menatap takjub pada bangunan mewah di depannya.
"Iya sayang. Udah yuk masuk. Kamu harus segera istirahat," ujar Ello memapah Ayura masuk ke dalam villa.
Setelah pembagian kamar, mereka semua memilih langsung masuk ke kamar masing-masing. Karena nanti saat makan malam mereka semua sudah harus berkumpul kembali.
"Apa anak papi Ello baik-baik aja?" tanya Ello sambil mengusap lembut perut sang istri.
"Iya papi. Dedek baik-baik aja," jawab Ayura menirukan suara anak kecil hingga membuat Ello tersenyum ke arah sang istri yang saat ini sedang duduk bersandar di headboard ranjang.
"Sini papi peluk." Ello merentangkan tangannya agar sang istri masuk kedalam pelukannya.
"Jadi lebih hangat," gumam Ayura.
"Ya, udah mami Ayura sekarang istirahat dulu. Nanti kita harus kumpul sebelum makan malam kan?" Ayura menganggukan kepala sebagai jawaban. Acara mereka memang sudah disusun apik oleh Ayura. Dia ingin mewujudkan liburan keluarga ala dirinya.
Mereka kembali berkumpul di halaman belakang saat jam makan malam dengan duduk mengelilingi satu meja persegi panjang berukuran besar yang di atasnya sudah terisi tiga buah panci berisi kuah kaldu yang terilhat mengepul, irisan tipis daging sapi dan berbagai sayuran.
"Ayo kalian berdua duduk. Biar kita bisa mulai makan malemnya," perintah mama Rani dan dibalas anggukan kepala oleh Mike dan Alex. Keduanya pun langsung duduk tepat di hadapan Hiro dan Fano.
"Ayura, Kamu harus pastiin dagingnya benar-benar matang ya, karena ibu hamil gak boleh makan makanan setengah matang," ujar mama Rani.
"Mama tenang aja. Biar Ello yang suapi Ayura. Dan Ello akan pastikan semua makanan yang istri Ello makan akan benar-benar matang sempurnya," ujar Ello dan di balas anggukan kepala oleh mama Rani.
Sedangkam disisi lain papi Genta tersenyum karena pada akhirnya Ayura benar-benar mendapat suami yang bisa menjaganya. 'Kamu benar Mi, putra Arya memang akan menjaga dan menjadi suami yang terbaik untuk putri kita.'
"Shabu-shabu hack," seru Hiro hingga membuat semua pandangan mata menatap kearahnya. "Swing that raw meat (Ayunkan daging mentah)," ujar Hiro sembari mengayun daging tipis hingga melingkar di sumpitnya. "And cook in broth (Dan masak dalam kaldu)."
"Wow keren. Gue mau coba," ujar yang lain hampir bersamaan. Dan merekapun mengikuti apa yang Hiro lakukan tadi.
"Yey aku berhasil," ujar Tata girang.
__ADS_1
"Gue juga berhasil," sahut Alex sombong.
"Lah daging Ayura kemana?" tanya Ayura dan membuat semua orang yang disana menatap ke arah ibu hamil. "Daging Ayura ilang," ujarnya lagi.
"Daging lo gak ilang. Tapi ada disisi," sahut Agam ketus hingga membuat semua pandangan mata beralih kearah Agam yang saat ini terlihat kesal. Namun justru membuat semua orang disana tertawa ngakak karena ternyata daging Ayura yang hilang mendarat tepat di atas kepala Agam.
"Wkwkk.... kebangetan lo Ra," ujar Alex yang tak bisa menghentikan tawanya.
"Maaf kak Agam, Ayura gak sengaja," ujar Ayura nyengir. Terlihat jelas rasa bersalah di kedua matanya.
"Lo mah kebangetan Ra. Ngayun daging pake tenaga kuda," ujar Hiro masih dengan sisa tawanya. Hiro merasa adiknya itu memang lain dari yang lain.
"Gak pa-pa Ra. Kak Agam cuma kena daging kayak gini gak bakalan metong," sahut Tata masih mencoba menahan tawanya saat membantu membersihkan kepala sang suami.
~
Ayura dan Ello memutuskan langsung masuk ke dalam kamar karena Ello merasa sang istri harus banyak beristirahat. Sedangkan yang lainnya masih melanjutkan acara mereka dengan bakar-bakar jagung.
"Sayang disini dingin," ujar Ello yang baru datang dan langsung memakaikan jaket tebal pada sang istri yang saat sedang berdiri di balkon menatap kearah bawah dimana yang lain terlihat bahagia menikmati acara bakar-bakar mereka sambil bermain gitar dan menyanyikan lagu.
"Kamu seneng?" tanya Ello dan dibalas anggukan kepala oleh sang istri.
"Kakak juga seneng kalau kamu seneng." Ello membalikan tubuh Ayura agar menghadap kearahnya. "Makasih udah mau jadi istri kakak. Makasih udah mau jadi mami dari anak-anak kakak," ujar Ello sambil merapikan helaian rambut sang istri yang terlihat sedikit acak-acakan akibat terpaan angin.
"Ayura juga berterimakasih sama kakak, makasih udah jadi suami terbaik untuk Ayura. Makasih udah jadi papi siaga untuk calon baby kita."
"Kamu gak perlu berterimakasih sayang. Karena itu sudah kewajiban kakak," ujar Ello dan berhasil membuat Ayura tersenyum.
"I believe that God created you for me to love. He picked you out from all the rest cause He knew I’d love you the best (Aku yakin Tuhan menciptakanmu untuk aku cintai. Tuhan memilihmu dari yang lain karena tahu aku paling mencintaimu)," ujar Ello lalu menangkup kedua pipi Ayura. "I promise I’ll never leave you (Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu)."
Ayura tersenyum dengan kedua sudut mata yang mulai basah karena air mata bahagia. "I love you more than anything my little husband (Aku mencintaimu lebih dari apapun suami kecilku)."
"I love you even more and more my little wife," balas Ello dan tanpa permisi dia langsung mencium bibir sang istri. Hingga membuat Ayura reflek mengalungkan tangannya di leher Ello dan membalas ciuman sang suami. Hingga sorakan dari bawah menghentikan ciuman mereka.
__ADS_1
"Dasar adik gak ada akhlak. Kita-kita jomblo dia malah mesra-mesra di atas sana," teriak Hiro. Dan membuat semua jomblo yang ada di bawah kembali menyoraki sepasang suami istri yang justru asik berciuman di balkon villa.
"Kakak Ayura malu," ujar Ayura lirih dengan wajah yang sudah memerah. Namun hal itu justru membuat Ello kembali mencium sang istri.