
Ello terdiam. Ingatannya kembali beberapa hari yang lalu saat dia menginap di kediaman Darmawangsa.
Flashback On
"Ayura mana?" tanya mama Rani saat Ello mengambil air minum di dapur.
"Lagi mandi ma," jawab Ello sembari mendekat kearah sang mama. "Mama masak apa?"
"Udang goreng tepung kesukaan kamu," jawab mama Rani. "Mbak Tina tolong lanjutin dulu sebentar. Saya mau ngobrol sebentar sama Ello," pinta mama Rani pada asisten rumah tangganya.
"Ello, ayo ikut mama sebentar," ajak mama Rani sembari menggandeng tangan putra bungsunya.
"Kemana ma?" tanya Ello. Tak menjawab, mama Rani terus menggandeng Ello hingga mereka berhenti di halaman belakang kediaman Darmawangsa.
"Duduk dulu sayang. Ada yang mau mama bicarain," ujar Mama Rani yang kini sudah medudukan tubuhnya di kursi besi yang ada disana.
Tanpa diminta dua kali, Ello pun akhirnya mendudukan tubuhnya di samping mama Rani. Di cukup penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Mama Rani. Karena jika sudah mencari tempat nyaman dan sepi seperti sekarang, sudah bisa dipastikan kalau pembicaraan mereka cukup serius.
"Mama mau ngomongin apa sih? Kayaknya serius banget," tanya Ello sembari menatap intens wajah mamanya.
__ADS_1
"Besok kamu dan Ayura akan benar-benar resmi menikah, bukan hanya secara agama. Tapi juga secara hukum di negar ini," ucap Mama Rani memulai pembicaraan mereka. Sedangkan Ello masih diam menyimak kemana arah pembicaraan wanita cantik yang telah melahirkannya itu.
"Mama mengenal keluarga Aditama cukup lama. Saat itu papa, mama dan papi mertua kamu bertemu saat berkuliah di Jepang. Kami bertiga, ralat. Kami berempat dengan maminya Ayura kuliah dan tak sengaja mengambil jurusan yang sama. Hingga akhirnya kita berempat menjadi sahabat yang saling mendukung satu sama lain. Bahkan tanpa kami duga, takdir menjadikan mama dan papa sebagai sepasangan suami istri. Begitu pun dengan papi dan mami Ayura." Mama Rani tersenyum saat menginggat masa-masa mereka bertemu hingga menjadi sangat dekat.
"Apa kamu tahu? Bahkan sebelum kamu, Fano, Hiro ataupun Ayura lahir. Kami berempat sudah sepakat untuk menjodohkan anak-anak kami kelak agar hubungan diantara keluarga Darmawangsa dan Aditama tak pernah berakhir," ujar mama Rani. Dan saat itu juga Ello baru mengerti alasan kakaknya akan bertunangan bukan hanya karena Fano yang mencintai Ayura, melainkan ada faktor lain yaitu kesepakatan dimasa lalu.
"Sejak awal mama sudah yakin jika Fano tak mungkin bisa bersatu dengan Ayura. Apalagi sejak awal, Ayura sudah kabur dari acara pertunangannya dengan kakakmu."
Sejenak Mama Rani diam, lalu menghela nafas panjang. "Hanya saja, Papa kamu dan mertua kamu tetap keukeuh jika pernikahan diantara Fano dan Ayura harus tetap berlangsung. Alasannya hanya ada dua."
"Apa ma?" tanya Ello penasaran.
"Saat mami Ayura meninggal, ia berpesan pada Genta agar menikahkan Ayura dengan salah satu dari putra mama. Bisa kamu ataupun Fano. Karena saat itu mami Ayura hanya yakin jika hanya diantara kalian berdualah yang bisa menjaga dan menyayangi putrinya dengan tulus. Dan karena hal itu, papi mertua kamu menjodohkan Fano dengan Ayura," ujar mama Rani dengan air mata yang mengalir saat mengingat kenangan bersama mendiang sahabatnya yang tak lain adalah mami mertua Ello.
"Kalau alasan kedua dari papa kamu," ucap Mama Rani. "Dulu sebelum memutuskan menjodohkan Ayura dan Fano, papa kamu sempat berdiskusi dengan Fano. Dan kakak kamu mengajukan diri ingin menjadi calon suami Ayura. Hingga tanpa pikir panjang, papa kamu menyetujuinya. Apalagi menurut papa kamu, dari segi usia dan karir Fano lebih cocok menjadi suami Ayura dari pada kamu yang masih SMA," sambung mama Rani.
Ello menganggukan kepala. Menyetujui apa yang di katakan mama Rani. Dia memang masih SMA. Dan saat itu menikah masih belum ada dalam planningnya sama sekali. Namun karena kejadian tak terduga di Jogja, benar-benar merubah planning masa depannya. Tapi sampai saat ini Ello tak pernah menyesali hal itu.
"Walaupun rencana menikahkan Fano dan Ayura gagal, tapi mama seneng saat tahu ternyata keluarga Drmawangsa dan Aditama tetap menjadi besan. Karena ternyata kamu dan Ayura lah yang berjodoh," ujar mama Rani lalu menggenggam tangan anak bungsunya.
__ADS_1
"Mama sekarang cuma mau pesen sama kamu. Kamu harus lebih sabar menghadapi Ayura. Dia masih berusia tujuh belas tahun. Emosinya masih sangat labil. Apalagi disaat anak gadis seusiannya masih bisa keluyuran bahkan hingga menginap dirumah teman-temannya, Ayura justru harus tetap dirumah dan selalu ada di samping kamu. Dan itu pasti sangat gak mudah untuk Ayura," ucap Mama Rani dan di balas anggukan kepala oleh Ello.
Ello sangat tahu. Karena menurutnya masa-masa SMA adalah masa-masa pencarian jati diri yang sesungguhnya. Remaja seusia Ayura akan mengalami perkembangan emosi tingkat tinggi. Perkembangan emosi remaja awal seperti Ayura akan menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Dan itu lah yang Ello alami saat berusia sama seperti istrinya.
Sedangkan remaja akhir seperti dirinya, kini sudah mulai mampu mengendalikan semuanya. Bahkan Ello masih ingat dengan emosinya beberapa bulan yang lalu, masih sangat labil. Hingga membuatnya memilih kabur sampai ke Jogja dari pada di Jakarta menghadiri pertunangan gagal sang kakak.
Remaja yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya akan terhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku yang buruk.
Sedangkan remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu kematangan emosi. Seperti adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang menolong), respek (sikap hormat dan menghormati orang lain). Dan juga dapat mengendalikan emosi. Tidak mudah tersinggung. Tidak agresif. Tidak meledak-ledak. Dan menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak.
Dan Ello bersyukur karena masuk katagori remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis. Semua itu tak lain karena mama Rani yang selalu mendukungnya dengan kalimat-kalimat positif dan menenangkan.
"Jangan pernah berfikir jika hubungan pernikahan kalian akan adem ayem dan berjalan lancar seperti ekspetasi kamu. Karena pada tahun-tahun awal pernikahan, konflik mungkin akan lebih sering terjadi karena ini adalah masa-masa penyesuaian antara suami dan istri," ujar mama Rani kembali memberi wejangan pada Ello.
"Apalagi kalian menikah tanpa ada yang mengenal satu sama lain terlebih dahulu. Bahkan mungkin saat ini mama jauh lebih tahu sifat Ayura daripada kamu yang notabenenya adalah suaminya," ucap Mama Rani lagi.
"Emang apa yang mama tahu tentang Ayura?" tanya Ello penasaran.
"Ayura sangat manja," jawab Mama Rani tersenyum.
__ADS_1
"Itu mah Ello tahu," jawab Ello sedikit kecewa. Dia pikir mama Rani mengetahui hal yang tidak dia ketahui tentang istrinya.
"Apa kamu tahu kenapa Ayura manja?" tanya mama Rani. Dan seketika itu juga dibalas dengan gelengan kepala oleh putra bungsunya. Karena Ello memang hanya tahu jika Ayura manja tanpa tahu penyebabnya.