
Penyanyi sekaligus alumni siswa Darmawangsa baru saja selesai menyanyikan salah satu lagu terbarunya.
"Ayo ngab," ajak Alex pada kedua sahabatnya dan bergegas berjalan kearah panggung.
"Kakak temenin Alex dulu. Kamu tunggu disini bentar. Jangan kemana-mana," ucap Ello dan dibalas anggukan kepala oleh Ayura dengan wajah penasaran yang tetap tergambar jelas di wajahnya.
Setelah mencium sekilas kening istrinya, Ello berjalan cepat menuju panggung menyusul Alex dan Mike.
"Selamat malam semuanya," sapa Alex dengan sebuah gitar yang kini sudah berada di tangannya. Sedangkan disisi lain, Ello sudah berdiri menghadap keyboard dan Mike duduk di belakang drum.
"Malam ini malam special buat kita semua karena kita bisa berkumpul dan menyampaikan salam perpisahan untuk satu sama lain. Ya walaupun fisik kita akan berpisah. Tapi kalian jangan khawatir. Karena hati kita akan tetap satu," ujar Alex dan di sambut sorak-sorak dan tepuk tangan seluruh murid Darmawangsa yang saat ini terfokus pada mereka bertiga.
"Di malam yang special ini, Gue juga bakal nyanyiin sebuah lagu special untuk orang yang special di hati gue," lanjut Alex dengan tangan yang sudah menunjuk ke kerumunan hingga sorot lampu menerangi seorang gadis cantik berbalut dress warna hitam.
"This song is for you, Zea Tavisha." Alex mulai memetik gitar di tangannya. Diikuti dengan alunan nada keyboard yang Ello mainkan. Dan bersahutan degan dentuman lembut drum yang Mike pukul.
...🎵🎵🎵...
Ku ingin kau menjadi milikku
Entah bagaimana caranya
Lihatlah mataku, untuk memintamu
Ku ingin jalani bersamamu
Coba dengan sepenuh hati
Ku ingin jujur, apa adanya, dari hati
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
S’lalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi, ku janjikan aku ada
Jangan kau tolak dan buatku hancur
__ADS_1
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Club Eighties – Dari hati
Once - Aku Mau
Yovie n Nuno - Janji Suci
Alex baru saja selesai mebyanyikan tiga buah lagu yang di satukan menjadi satu kesatuan yang mewakilkan isi hatinya.
Alex meletakan kembali gitar di standnya. Ia turun dari panggung dengan membawa buket bunga yang di berikan oleh Mike padanya dan berjalan mendekat kearah Zea, gadis cantik dan unik yang mampu membuat Alex seberani ini mengungkapkan perasaan sukanya.
"Zea Tavisha. Gue suka sama lo. So, do you want to be my girlfriend?" tanya Alex to the poin sambil tersenyum sangat manis pada gadis cantik yang sudah menjadi gebetannya selama satu bulan ini.
Sedangkan disisi lain, Ayura terlihat tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dia tak menyangka Alex sang playboy bisa seromantis ini mengungkapkan perasaannya pada seorang gadis.
Drt.. Drt.. Drt..
Ayura menatap ponsel ditangannya dengan wajah sebal. Saat membaca sebuah pesan masuk yang diikuti dengan beberapa buah foto dan video.
[Gue tunggu di deket UKS. Atau foto sama video itu bakalan gue sebar di GC sekolah]
[Dan pastikan Ello gak akan tahu lo nemuin gue]
"Mau apa lagi sih dia?" gumam Ayura. Lalu kembali memasukan ponselnya kedalam tas. Ayura menatap ke arah panggung dimana sang suami masih fokus menyaksikan sahabatnya yang sedang mengungkapan perasaannya.
'Gak pa-pa kali kalau gue tinggal bentar,' batin Ayura dan bergegas menemui seseorang yang tadi mengirim pesan ancaman padanya.
"Terima.... terima.. terimaa....." terdengar sorak-sorak siswa siswi Darmawangsa yang mengiringi langkah kaki Ayura menuju UKS.
Pandangan Ayura menatap ke sekeliling. Cahaya yang cukup minim membuat dirinya sedikit kesusahan mencari sosok yang sudah berani-beraninya mengancamnya.
"Akhirnya lo datang juga," bisik seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Ayura.
~
__ADS_1
"Zea......" panggil Alex saat Zea sama sekali tak menjawab ungkapan perasaannya.
Zea yang tadinya menunduk kini memberanikan diri menatap Alex.
"Lo mau kan jadi cewek gue?" tanya Alex lagi.
Zea terdiam. Masih menatap Alex dengan pandangan tak terbaca. "Sorry Lex. Gue gak bisa jadi pacar lo," ujar Zea lirih.
"Kenapa?" tanya Alex tak percaya dengan jawaban Zea. Sebulan ini mereka cukup dekat. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama. Makan, jalan-jalan, nonton. Bahkan Zea sama sekali tak keberatan saat Alex memanggilnya baby atau honey.
"Sorry Lex," ucap Zea lagi. Dan tanpa berkata apa-apa lagi, Zea pergi begitu saja meninggalkan Alex yang saat ini masih belum percaya jika dirinya di tolak.
Ello dan Mike datang mendekat. "Udah gak pa-pa. Nembak di tolak itu hal biasa," ujar Ello sembari menepuk bahu sahabatnya memberi semangat.
"Gue ditolak?" Alex tersenyum kecut dengan pandangan masih menatap pintu keluar aula dimana sosok Zea tak terlihat lagi.
"Mungkin ini karma buat lo," sahut Mike dengan santainya. Hingga mendapat keplakan dari Ello tepat di kepalanya. "Sakit kampreett......"
Ello memberi kode agar Mike tak mengucapkan kata-kata yang bisa membuat Alex semakin kecewa. Karena jujur saja, Ello merasa perasaan Alex pada Zea benar-benar nyata dan tulus. Karena sejak berkenalan dengan Zea. Alex selalu terseyum saat menceritakan hal-hal tak penting tentang gadis itu.
"Gue balik," ujar Alex memberikan buket bunga ke Mike. Dia bahkan tak peduli dengan bisik-bisik teman sekolahnya. Pikirannya hanya terfokus pada satu pertanyaan. Kenapa Zea menolaknya?
"Ya udah kalian tunggu di parkiran. Gue samperin Ayura dulu," ujar Ello dan di balas anggukan kepala oleh Mike. Sedangkan Alex justru langsung berjalan pergi tanpa permisi.
Ello kembali ke tempat dimana dia meninggalkan Ayura. Namun dia sama sekali tak menemukan sosok sang istri.
"Lo liat Ayura?" tanya Ello pada anak-anak Darmawangsa yang ada disana. Namun sayang. Tak ada satupun yang melihat ataupun mengetahui kemana Ayura pergi. "Kemana kamu Yang? Kenapa gak bilang?" gumam Ello.
Dengan sedikit berlari, Ello memutuskan untuk mencari istrinya ke toilet. Dan lagi-lagi dari beberapa toilet yang dia datangi, istrinya sama sekali tak ada disana. Bahkan sejak tadi Ello terus menelepon sang istri, namun sama sekali tak di angkat.
"Shitt...." umpat Ello. "Kamu dimana Ay," gumamnya. Dan entah kenapa perasaannya mulai tak enak.
Drt.. Drt.. Drt..
Ello langsung menatap ponselnya saat mendengar nada dering telepon masuk. Dia menghela nafas kasar. Karena ternyata bukan Ayura yang meneleponnya namun justru Mike.
"Lo dimana ngab? lama banget," tanya Mike begitu panggilan telepon tersambung.
"Ayura ilang," sahut Ello dengan suara bergetar. Dia sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa khawatirnya pada Ayura.
__ADS_1