Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Catok Rambut


__ADS_3

Ello menggandeng tangan Ayura menaiki tangga menuju kamarnya. Sejak penjelasan tentang siapa dan bagaimana Om Satria tertangkap, istrinya itu terlihat diam merenung dan tak berkata sepatah katapun.


"Ay kamu kenapa sih?" tanya Ello saat mereka sudah berada di dalam kamar.


Ayura menatap suaminya dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca. "Kakak maafin Ayura."


"Maaf? Maaf untuk apa sayang?" tanya Ello heran, dirinya justru merasa bersalah saat melihat Ayura yang seakan sedang menahan air matanya agar tak terjatuh.


Ayura menggigit bibirnya. "Maaf kemarin Ayura marah gak jelas waktu kakak pulang terlambat. Ayura gak tahu kalau kakak lagi di kantor polisi. Kenapa kakak gak bilang sama Ayura? Kakak malah bilang lagi ada kerjaan di kantor. Kakak juga gak bilang kalau papa Arya hampir di celakai orang."


Ello menarik tubuh Ayura kedalam pelukannya. "Maafin kakak ya, kakak cuma gak mau kamu kepikiran aja."


"Gak mau bikin Ayura kepikiran, tapi yang kakak lakuin justru bikin Ayura mikir aneh-aneh. Apalagi saat kemarin kakak pergi, telfon Ayura sama sekali gak di angkat," ucap Ayura yang kini balas memeluk suaminya.


"Iya, iya maafin kakak. Lain kali kakak akan cerita apapun masalah kakak sama kamu," sahut Ello yang mengerti jika Ayura hanya ingin dirinya selalu terbuka. Apalagi saat ini mereka susah menikah. Hal sekecil apapun harusnya tak ia tutupi. Karena hal-hal seperti itu bisa memimbulkan kecurigaan dan justru membuat masalah kecil bisa menjadi semakin besar. Intinya keterbukaan adalah salah satu kunci sebuah pernikahan.


"Janji ya kakak gak bohong kayak kemarin lagi," ucap Ayura melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ello.


"Iya sayang. Kakak akan cerita sama kamu, apapun itu," ucap Ello balas menatap Ayura dengan tersenyum.


"Makasih kak. Ayura juga janji bakalan belajar untuk lebih ngertiin kakak," ujar Ayura dan justru membuat Ello tersenyum menyeringai.


Ello menarik lembut tangan Ayura agar bisa menyentuk miliknya. "Sekarang belajar ngertiin adek kakak dulu ya," pinta Ello. Dan berhasil membuat Ayura mencebikan bibirnya kesal. "Please Yank," ucap Ello memohon.


"Tapi kakak jangan bikin stampel di sini." Ayura menunjuk lehernya yang masih bersih tanpa noda. "Besok kan nikahan kak Agam. Kita bakalan ketemu orang banyak. Ayura gak mau malu gara-gara maha karya kakak yang kelewat banyak kayak waktu itu," gerutu Ayura sebal saat mengingat tubuhnya yang sudah seperti macan tutul.


"Iya, nanti kakak bikin di tempat yang tertutup," sahut Ello. "Jadi bolehkan?" tanya Ello dan mau tak mau dibalas anggukan kepala oleh Ayura.


"Yes......" Dan tanpa menunggu lama, Ello pun memulai sesi making out mereka.


~

__ADS_1


Hari ini Ayura sudah bangun pagi-pagi sekali. Dia harus bersiap-siap lebih cepat karena acara pernikahan kak Agam yang akan berlangsung jam sembilan pagi. Apalagi jarak dari kediaman Darmawangsa ke gedung pernikahan kak Agam berjarak cukup jauh hingga membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih. Hingga mau tak mau mereka harus berangkat sebelum jam delapan pagi.


Ayura baru saja selesai merias wajahnya. Simple natural dan yang pasti kesan anak remaja masih terlihat sangat jelas.


Ayura menyisir rambutnya dan memakai heat protector sebelum mulai mencatok rambutnya. Fungsi heat protector sendiri untuk memberikan perlindungan dan meminimalisir kerusakan pada rambut yang biasanya disebabkan suhu panas dari alat catokan.


"Sini biar kakak bantuin," ujar Ello yang tiba-tiba sudah beediri di belakangnya setelah selesai mandi. Bahkan suaminya itu belum memakai baju dan hanya melilitkan handuk di pinggang untuk menutupi adiknya.


"Emang kakak bisa?" tanya Ayura ragu.


"Kita coba dulu," jawab Ello santai sembari mengusap rambut Ayura yang terasa begitu lembut.


"Gak ahh. Emang rambut Ayura bahan percobaan. Nanti malah rusak rambutnya," tolak Ayura.


"Kamu percaya deh sama kakak," sahut Ello yang kini mengambil alih alat catok dari tangan Ayura.


"Ini suhunya yang high atau low?" tanya Ello sembari menatap catokan di tangannya.


"Yang low aja kak. Tapi kakak beberan bisa kan?" tanya Ayura memastikan.


Dengan perasaan ragu, Ayura memilih pasrah saat Ello mulai fokus bermain-main dengan rambutnya. Dia menuruti perkataan suaminya yang menyuruhnya duduk diam.


"Kakak jan keceng-keceng nariknya. Sakit tau," ujar Ayura sebal saat rambunya seakan dijambak oleh sang suami.


"Maaf sayang. Maaf gak sengaja," sahut Ello merasa bersalah.


"Mangkannya hati-hati."


"Iya ini juga hati-hati kok. Bentar lagi juga selesai," ujar Ello. Dan benar saja beberapa saat kemudian, Ello susah menyelesaikan acara catok menyatok rambut istrinya.


"Ngadep sini Yang," pinta Ello hingga membuat Ayura membali tubuhnya menatap Ello. "Tuhkan cantik banget," ujar Ello dengan wajah berbinar sembari merapikan rambut Ayura.

__ADS_1


"Makasih ya kak, Ayura suka," jawab Ayura yang memang sejak tadi menatap cermin untuk memastikan jika suaminya tak melakukan hal-hal aneh pada rambutnya.


"Kasih hadiah," pinta Ello.


"Ya ampun. Ternyata ada udang di balik bakwan," gerutu Ayura yang baru menyadari jika suaminya itu hanya modus.


"Kiss aja, gak yang aneh-aneh," ucap Ello tersenyum. "Aneh-anehnya nanti malem aja," bisik Ello lalu meniup telinga istrinya hingga menimbulkan rasa geli.


"Yaudah sini deketan," pinta Ayura.


Ayura mengecup bibir Ello namun saat ingin melepaskan ciumannya, Ello justru menahan tengkuknya hingga niat awal ciuman singkat justru kini menjadi ciuman panas.


"Kakak udah...." ujar Ayura dengan nafas yang naik turun setelah ciuman mereka terlepas.


"Makasih ya," ujar Ello mengusap lembut bibir Ayura yang teelihat belepotan karena ciuman panas mereka.


"Kakak ngeselin ihh." Ayura manyum, kesal karena pasti riasannya sedikit rusak. Namun Ello justru terkekeh.


"Bibir kamu udah jadi candu buat kakak," ujarnya. Ello juga mengusap bibirnya yang pasti terkena lipstik Ayura.


"Benerin dulu make up nya. Kakak mau ganti baju dulu," ujar Ello dan berjalan ke mini walk in closet yang ada di kamarnya.


Dengan perasaan sedikit kesal, Ayura pun membenarkan riasannya. Dia sendiri belum memakai gaunnya. Dan hanya memakai jubah mandi.


Setelah selesai membenarkan riasannya, Ayura memilih mengganti gaunnya di kamar mandi dari pada di walk in closet bersama suaminya. Dan untung saja gaun miliknya sudah ia taruh di atas ranjang. Hingga Ayura tak harus mengganggu sang suami yang sedang berganti pakaian.


Tok.. Tok.. Tok..


"Ay, kamu di dalem?" teriak Ello smebari mengetok pintu kamar mandi. Karena saat selesai berganti pakaian, ia tak mendapati keberadaan istrinya.


"Iya, kenapa kak?" Ayura menjawab dengan bereriak.

__ADS_1


"Kenapa ganti disitu? Padahal kakak udah nungguin tadi."


"Gak pa-pa Ayura juga udah mau selesai kok," jawab Ayura. Dengan perasaan kesal, Ello berjalan menuju ranjang. Padahal dia sengaja berlama-lama di dalam walk in closet agar bisa melihat tubuh polos istrinya saat berganti gaun. Tapi nyatanya itu hanya menjadi khayalan belaka, karena Ayura justru memilih menganti gaunnya di dalam kamar mandi.


__ADS_2