Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Gak Macam-macam


__ADS_3

Ayura dan Ello pulang ke apartemen dengan menggunakan mobil kantor. Karena Ello dan kedua sahabatnya memang pergi meet up dengan satu mobil yang sama.


"Emang gak pa-pa kalau kak Alex dan kak Mike naik taxi?" tanya Ayura pada suaminya saat mereka sudah duduk dikursi belakang.


"Gak pa-pa. Lagian sama aja kan mau bareng kita ataupun naik taxi. Yang penting mereka sampai rumah dengan selamat," jawab Ello santai.


"Ke apartemen casa grande di jalan Casablanca Raya Kav. 88, Menteng Dalam," ucap Ello pada sopir perusahaannya.


Mobil mulai berjalan meninggalkan parkiran yang ada di basement mall. Dan kini hanya menyisakan keheningan didalam mobil karena Ayura dan Ello sama-sama memilih diam dengan pikirannya mereka masing-masing.


"Ehem......." Ello berdehem memecah keheningan dan seketika itu juga membuat Ayura menatap kearahnya.


"Tadi ngapain aja sama Reno?" tanya Ello datar. Padahal didalam hatinya kini sudah mulai terbakar saat mengingat bagaimana tadi Reno memandang istrinya.


"Gak cuma sama kak Reno aja kak. Tapi ada Laura juga," sahut Ayura meralat ucapan suaminya.


"Iyaa... iyaa.. kalian bertiga ngapain aja?" tanya Ello yang memang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Ayura dan rivalnya.


"Gak ngapa-ngapain. Cuma nonton film horor doang," jawab Ayura santai.


"Film horor?" pekik Ello dengan suara tertahan. Bayangan Ayura ketakutan dan memeluk Reno mulai berputar-putar dikepalanya hingga membuat hati Ello semakin terbakar.


"Iya kak, memangnya kenapa?"


"Waktu hantunya muncul, kamu dan Reno gak-"


"Haaiisshh.....kakak ihh mikir kek gitu. Ayura gak ngapa-ngapain. Lagian Ayura gak takut sama film horor kok." Ayura memotong ucapan suaminya saat tahu kemana arah pembicaraan mereka.


Ello menghela nafas lega. "Syukurlah," ucapnya lalu kembali menatap Ayura.


Ello mulai memindai penampilan istrinya saat ini. Dia menelan salivanya dengan susah payah saat pandangan matanya terhenti pada leher putih dan mulus Ayura yang saat ini terpapang nyata.


Dan dengan gerak reflek, Ello menarik ikat rambut istrinya, hingga membuat rambut hitam Ayura yang sedari tadi dicepol kini tergerai indah menutupi leher gadis itu.

__ADS_1


"Kakak ihh......."


"Kalau keluar rumah rambut jan diiket. Kak Ello gak suka. Digerai gini aja, kamu jadi keliatan cantik," ucap Ello seraya menyisir rambut istrinya dengan jari-jari tangannya. Sedangkan wajah Ayura kini sudah memerah karena ucapan suaminya. Ahh...dibilang cantik saja sudah membuat Ayura melting.


'Jangan-jangan dari tadi mata Reno liatin leher bini gue. Ckk....kalau inget gimana tadi dia liat Ayura, rasanya pengen gue colok itu mata si Reno,' batin Ello. Dia benar-benar tak rela yang sudah menjadi miliknya dilihat orang lain. Terutama pria seperti Reno yang Ello sudah sangat tahu sifatnya.


Bahkan sampai detik ini masih teringat jelas diingatan Ello saat bagaimana dulu dia memergoki Reno dan mantannya berselingkuh. Ello melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Reno dengan pancaran mata penuh gairah menggerayai tubuh Tania.


Huhh...mengingat hal itu benar-benar membuat Ello bergidik ngeri. Bisa-bisanya dia pernah menyukai gadis yang dengan mudah menempel sana sini dengan pria lain.


Sudah setengah jam lebih Ello dan Ayura duduk berdampingan disofa ruang tamu. Dengan keduanya yang sama-sama salah tingkah saat pandangan mata mereka tak sengaja bertemu.


"Emm.... kakak, Ayura pengen mandi. Tapi gak ada baju ganti. Masa nanti Ayura pake celana jeans boboknya," ucap Ayura setelah cukup lama mereka saling diam.


"Ahh...iya, kakak lupa. Harusnya tadi kita beli baju dulu buat kamu sebelum pulang," sahut Ello yang baru menyadari jika diapartemen memang belum ada baju Ayura sama sekali.


"Trus Ayura gimana?"


"Pake baju kak Ello dulu gak pa-pa kan? Disini cuma ada baju kakak," ucap Ello memberi saran.


"Ya udah kekamar yuk. Bajunya ada disana. Sekalian mandinya juga disana," ajak Ello mengajak Ayura kekamar yang dulu pernah Ayura pakai untuk tidur.


Setelah menerima sebuah kaos dan celana kolor dari Ello, Ayura pun bergegas masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Ello memilih untuk mandi kamar sebelah daripada harus menunggu Ayura. Karena yang Ello tahu biasanya perempuan pasti mandinya lama.


Dan benar saja, saat dia kembali kekamarnya, Ayura masih berada didalam kamar mandi. Hingga Ello memilih merebahkan tubuhnya diatas ranjang sambari memainkan ponselnya. Hari ini dia benar-benar lelah setelah seharian bekerja.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka. Dengan santai Ayura keluar dengan kedua tangan sibuk mengusap rambutnya yang basah. Bahkan dia sama sekali tak menyadari keberadaan Ello didalam kamar itu.


Sedangkan disisi lain Ello dengan susah payah Ello menelan salivanya saat melihat paha putih dan mulus istrinya. Ya Ayura kini hanya memakai kaos hitam milik Ello yang kontras dengan warna kulitnya. Bahkan kaos itu terlihat kebesaran ditubuh Ayura. Sedangkan celana kolor yang dia bawa tadi tidak Ayura pakai. Karena merasa kaos Ello sudah seperti dress tidur untuknya.


"Ay.........." panggil Ello dengan lirih.

__ADS_1


Ayura yang tadi fokus mengeringkan rambutnya kini mengalihkan pandangan matanya ke sumber suara.


"Aahhhhhh.... kakaakkkk," teriak Ayura langsung menyilangkan tangannya dada untuk menutupi dua aset berharga miliknya.


"Sssttt.... jan teriak-teriak. Nanti kalau ada yang denger dikira kakak ngapa-ngapain kamu," ujar Ello. Padahal sekeras apapun Ayura berteriak, tak mungkin ada orang yang mendengarnya karena kamar ini memang didesain kedap suara.


"K-kak Ello ngapain disini?" tanya Ayura terbata.


Ello mengerutkan dahinya bingung dengan pertanyaan Ayura. "Kenapa disini? Lah ini kan kamar kak Ello," jawab Ello.


"Trus nanti Ayura bobok dimana kalau kakak disini?" tanya Ayura lirih.


Kembali Ello mengerutkan dahinya. Tidur dimana? Kenapa Ayura harus menanyakan hal itu. "Tentu saja kamu tidur disini."


"Katanya kakak yang tidur disini."


"Ya... kita tidur disini bareng-bareng," sahut Ello. Hingga membuat Ayura membelalakan matanya tak percaya.


"Ayura bobok disini sama kakak?" tanya Ayura memastikan.


"Iya. Memangnya salah?" Ello balik bertanya.


"Tapikan-"


"Kita udah jadi suami istri. Jadi gak pa-pa bobok bareng. Gak dosa," ucap Ello memotong ucapan Ayura.


"Tapi Ayura belum siap," ujar Ayura lirih.


"Belum siap apa?" tanya Ello.


"Itu......" wajah Ayura sudah memerah dia tak melanjutkan ucapannya karena terlalu malu.


Ello menghela nafas panjang saat mengetahui maksud Ayura. "Tenang Ay, kakak gak akan macem-macem sebelum meminta izin ke papi kamu. Kakak masih ingat pesan papi kamu. Kalau kamu harus pulang dengan keadaan baik-baik aja tanpa lecet sedikitpun," ucap Ello mencoba menenangkan ke khawatiran istrinya.

__ADS_1


Hingga akhirnya Ayura pun bisa bernafas lega saat mendengar ucapan suaminya. Dia pun melepaskan tangannya yang sejak tadi menutupi dadanya.


"Yaudah sini. Biar kakak bantu keringin rambut kamu," ujar Ello yang kini sudah berdiri di samping Ayura lalu menarik tubuh istrinya dan mendudukannya disisi ranjang. Ello mengambil alih handuk yang ada ditangan Ayura dan mulai mengusap-usap rambut istrinya dengan sangat lembut.


__ADS_2