Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Mata-Mata


__ADS_3

Ayura dan Ello memilih makan terlebih dahulu sebelum kembali ke apartemen. Keduanya sudah sama-sama lapar apalagi terakhir mereka makan saat di kantin sekolah.


"Kak Mike kenapa gak ikut makan kak?" tanya Ayura saat mereka sudah duduk saling berhadapan seraya menunggu pesanan mereka datang.


"Dia gak laper kali," jawab Ello sekenanya. Padahal dia sangat tahu jika Mike memilih pulang duluan karena sudah tidak kuat jika harus kembali menjadi obat nyamuk.


Ayura menganggukan kepala mengerti. Hingga tak lama berselang makanan mereka pun datang.


"Nanti habis makan kita ke mall dulu ya sebelum ke apartemen," ucap Ello di sela-sela makan mereka.


"Ke mall? Ngapain kak?" tanya Ayura setelah menelan makanannya yang berada didalam mulut.


"Beli baju buat kamu. Di apartemen kan gak ada baju-baju kamu. Sekalian isi lemari disana. Biar kalau kita nginep tinggal bawa orang aja," jawab Ello seraya membersihkan noda saus di sudut bibir istrinya.


"Gak usah ke mall kak. Anter Ayura pulang ke rumah aja," sahut Ayura lalu kembali memasukan makanannya ke mulut.


"Pulang ke rumah? Kita gak jadi nginep?" tanya Ello dengan wajah kecewa.


"Haiisshh.... bukan gitu kakak. Kita ke rumah Ayura cuma buat ngambil baju sama perlengkapan sekolah Ayura. Nanti baju-bajunya ditinggal di apartemen. Soalnya dirumah baju Ayura udah banyak banget. Lagian sayang juga uangnya. Lebih baik ditabung buat keperluan lain."


Ello tersenyum, lalu mengusap pelan puncak kepala Ayura. "Kamu emang istri idaman kak Ello."


Motor Ello sudah berhenti tepat di depan gerbang rumah mertuanya. Ayura turun lalu melepaskan helm dan memberikannya kepada suaminya.


"Kak Ello tunggu disini gak papa kan?" tanya Ayura setelah Ello menerima helm darinya.


"Kenapa kak Ello gak masuk? Kan gak ada papi kamu Ay," tanya Ello menatap heran kearah istrinya.


"Takutnya papi tahu kalau Ayura bawa pacar Ayura kerumah. Soalnya di dalem ada mata-mata," jawab Ayura.


"Pacar kamu? Mata-mata?" Ello mengerutkan dahinya tak mengerti.


Ayura menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Ayura udah bilang ke papi kalau kita pacaran," ucap Ayura dan berhasil membuat bibir Ello tersenyum lebar. "Dan kalau mata-mata, papi minta asisten rumah tangga di rumah buat ngawasin Ayura. Takutnya kalau kak Ello masuk, bi Sari bakalan lapor ke papi. Jadi kak Ello tunggu disini aja gak pa-pa kan?" tanya Ayura.


Ello menganggukan kepalanya. Mengusap puncak kepala Ayura. "Iya gak pa-pa. Tapi jan lama-lama ya," pesan Ello dan dibalas anggukan kepala oleh Ayura.


Ayura berjalan dengan sedikit berlari menuju ke kamarnya. Mengambil koper ukuran kabin dan mulai mengemas bebeapa setel baju dan perlengkapan sekolahnya.


Setelah memastikan semua keperluannya sudah ia masukan kedalam koper, Ayura pun mulai turun dari tangga dengan sedikit terburu-buru karena khawatir Ello terlalu lama menunggunya.


"Nona mau kemana?" tanya bi Sari yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Ayura hingga membuat Ayura menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap asisten rumah tangganya.


'Mapuusss.... gue lupa kalau mata-mata papi Genta pasti berkeliaran dimana-mana,' gumam Ayura di dalam hati.


Ayura nyengir. "Ehh... bibi. Kenapa bi? Ada yang bisa Ayura bantu?" tanya Ayura masih dengan senyum manisnya.


"Nona Ayura mau kemana bawa koper segala?" tanya bi Sari seraya melirik koper yang ada di tangan Ayura.


Ayura kembali nyengir.


"Kan ada bibi," sahut bi Sari.


"Kan bibi di rumah kerja. Pasti sibuk. Ayura jadi gak ada temen ngobrol."


"Kan nona Ayura bisa ngobrol sekalian temenin bibi kerja."


Ayura mencebikan bibirnya. "Ke enakan bibi dong kerjanya di bantuin. Kan Ayura juga udah capek pulang sekolah."


Kini giliran bi Sari yang nyengir.


"Ya udah deh bi, Ayura pergi dulu ya. Soalnya temen-temen Ayura udah pada nungguin di rumah Laura," ujar Ayura lalu kembali membalikan tubuhnya hendak pergi.


"Tapi nona gak boleh pergi. Tuan Genta udah pesen ke bi Sari buat ngawasin nona Ayura. Dan memberi laporan kepada tuan Genta setiap yang nona Ayura lakukan," kata bi Sari dan berhasil membuat langkah Ayura terhenti dan kembali berbalik menatap asisten rumah tangganya itu.


"Jadi bibi sekarang jadi mata-mata?" sindir Ayura.

__ADS_1


"Ya bisa di bilang seperti itu non," jawab bi Sari bangga.


"Bibi kok gitu. Ayura kan cuma mau nginep di rumah temen Ayura. Ayura bosen," ujarnya lagi dengan bibirnya yang sudah manyun.


"Maaf nona. Tapi bi Sari gak bisa mengizinkan nona Ayura untuk pergi dari rumah ini. Silakan nona Ayura mengisi kebosanan nona dengan hal-hal yang bisa dilakukan di rumah. Seperti menonton televisi, membaca novel, berenang atau hal lainnya. Yang terpenting nona harus tetap berada di dalam rumah ini kecuali sedang sekolah," ucap bi Sari dengan sangat tegas.


"Tapi bi......."


"Gak ada tapi-tapian nona Ayura. Mari silahkan saya antarkan kopernya ke kamar," ujar bi Sari mengambil alih koper milik Ayura.


Ayura hanya diam sembari memikirkan cara agar bisa tetap menginap di apartemen. Apalagi saat ini Ello masih ada di luar menunggunya.


"Ehem....." Ayura berdehem.


"Bi Sari yakin akan ngelarang Ayura pergi dari rumah?" tanya Ayura pada bi Sari yang saat ini sudah menapaki anak tangga paling bawah.


"Yakin lah non. Itu kan tugas tambahan untuk bi Sari dari tuan Genta," jawab bi Sari yang sudah menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Ayura yang saat ini sedang tersenyum miring kearahnya.


"Oke... baiklah. Ayura gak akan nginep ke rumah temen Ayura," jawab Ayura santai.


"Nah gitu dong non. Kan tugas bibi buat ngawasin nona Ayura jadi lebih mudah," ucap bi Sari dengan tersenyum senang.


"Ayura bisa buat kerjaan bi Sari semakin mudah dari sekarang kalau bi Sari mau," ujar Ayura masih dengan senyum seringai dibibirnya.


"Gimana cara non? Bi Sari mau dong biar kerjaannya lebih mudah," sahut bi Sari bersemangat.


Ayura tersenyum seraya menarik kopernya dari bi Sari.


"Gampang. Nanti Ayura tinggal telepon papi dan bilang kalau Ayura bisa kabur dari acara pertunangan waktu itu karena bantuan bi Sari," ucap Ayura masih dengan senyum miring dibibirnya.


"Hah? Jangan non. Jangan laporin tuan Genta. Bi Sari kan gak tau kalau waktu itu nona mau kabur," pinta bi Sari dengan wajah memelas.


"Bukannya bi Sari ingin tau caranya biar kerjaan bi Sari jadi lebih mudah. Dan ini caranya," sahut Ayura dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2