Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Nasib Pernikahan


__ADS_3

"Papi......" pekik Ello dan Ayura bersamaan.


"Iya ini Papi. Kalian kok ada disini juga?" tanya Papi Genta yang tak menyangka bisa bertemu dengan Ayura dan Ello disini.


"Kak Agam temen kita pi, malah udah kayak sodara buat kak ello," jawab Ayura. Dan Papi Genta menganggukan kepalanya. Ia baru ingat jika Agam adalah salah satu anggota tim yang memenangkan kejuaraan e-sport beberapa waktu yang lalu bersama anak dan menantunya. Apalagi Papi Genta juga beberapa kali mendengar nama Agam yang terus disebut oleh sang menantu.


"Papi kok ada disini?" tanya Ayura heran.


"Sama seperti kalian, Papi disini juga karena diundang. Ayah mempelai wanita itu temen SMA papi," jawab papi Genta. "Ya udah papi ngasih selamat ke pengantin dan keluarganya dulu, nanti kita ngobrol lagi," pamit papi Genta. Ia menepuk bahu Ello sebelum akhirnya berjalan menuju pelaminan.


"Dunia kayaknya semakin sempit aja," gumam Ayura yang merasa hidupnya seperti kisah di dalam sebuah novel. Terlalu banyak kebetulan yang datang.


"Dari pada mikirin dunia yang sempit, lebih baik kita makan aja yuk, tadi pagi kan kita belum sempet sarapan," ajak Ello dan di balas anggukan kepala oleh Ayura. Keduanya pun kembali berjalan beriringan menuju meja prasmanan untuk menyusul Alex dan Mike.


"Kemana aja lo?" tanya Mike saat Ayura dan Ello sudah duduk di meja bundar bersamanya.


"Tadi ketemu papinya Ayura. Ngobrol bentar," jawab Ello. "Mau di suapi atau makan sendiri?" tanya Ello pada Ayura. Dan sontak hal itu membuat Alex dan Mike menatap jengah pada sepasang manusia di depannya.


"Kumat lagi," gerutu Alex dan hanya bisa di dengar oleh Mike.


"Pen muntah gue," sahut Mike dengan berbisik saat melihat Ello dengan telaten menyuapi istrinya. Ayura benar-benar merubah sifat dingin dan cuek Ello. Bahkan Alex dan Mike seakan menemukan sosok baru pada diri sahabatnya.


"Emang cinta bisa bikin orang jadi kayak gitu ya?" tanya Mike masih dengan berbisik sambil melirik sepasang suami istri didepannya.


"Maybe. Coba aja lo jatuh cinta. Gue pengen liat apakah sumpah yang diucapan Ello itu benar-benar terjadi atau enggak," jawab Alex lalu kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

__ADS_1


"Sumpah Ello yang mana?" tanya Mike dengan dahi yang berkerut, seakan sedang berusaha mengingat sumpah apa yang pernah Ello ucapkan.


"Yang nyumpahin kita jadi bucin ngab. Masa lo lupa," ketus Alex.


"Ohh.. iya," sahut Mike menganggukan kepala saat mengingat Ello yang pernah menyumpahi mereka berdua beberapa hari yang lalu. Dan Mike sangat yakin jika hal itu tak akan pernah terjadi pada hidupnya. Dia tak akan mau menjadi pria aneh seperti sahabatnya.


"Kalian mau nunggu sampe acaranya selesai apa mau pulang bareng Papa?" tanya Papa Arya yang kini bergabung dengan Ello dan Ayura. Sedangkan Alex dan Mike sudah pergi entah kemana.


"Papa udah mau balik?" tanya Ello. Untung saja acara suap menyuapi diantara mereka sudah selesai. Bayangkan saja jika belum selesai, mereka pasti akan sangat malu jika harus suap-suapan di depan Papa Arya.


"Papa mau ke rumah sakit dulu liat kondisi kakak kamu. Ini udah satu minggu lebih kakak kamu koma," ujar Papa Arya dengan suara semakin lirih bahkan hampir tak terdengar.


Ello tahu dan sangat tahu jika sang papa pasti sangat sedih melihat kondisi Fano saat ini. Apalagi sejauh ini belum ada perkembangan yang signifikan dari kesehatan sang kakak.


"Papa sabar ya, kak Fano pasti akan secepatnya bangun," ucap Ello memberi semangat dan hal itu berhasil membuat senyum yang sempat redup kembali terlihat di wajah Papa Arya.


"Loh kamu juga disini?" Bukannya menjawab, Papa Arya justru balik bertanya. Keduanya sama-sama tak menyangka bisa di pertemukan di acara pernikahan Agam.


"Iya. Kebetulan kamu disini. Ada yang mau aku tanyain ke kamu," ujar Papi Genta.


"Mau tanya apa?" Terlihat jelas wajah penasaran Papa Arya saat melihat wajah serius Papi Genta.


"Ini soal anak-anak kita, Ayura dan Ello," ucap Papi Genta.


"Anak-anak kita? Memang ada apa dengan mereka?" Papa Arya menatap anak dan menantunya bergantian.

__ADS_1


"Aku mau nanya, bagiamana nasib pernikahan putriku? Apa selamanya dia hanya akan menjadi istri siri Ello?"


"Papi....." pekik Ayura seraya memegang tangan papi Genta. Ayura merasa ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal itu.


"Kamu diem dulu sayang," bisik papi Genta.


"Aku butuh kepastian Ar. Walau bagaimana pun, aku sebagai orang tua Ayura juga kepikiran dengan nasib masa depannya," lanjut papi Genta.


Sedangkan Ello hanya bisa diam. Sedangkan dibawah meja dia sudah menggenggam erat tangan istrinya.


Jujur saja Ello sangat ingin pernikahannya dan Ayura tidak hanya sah di mata agama saja, tapi Ello juga ingin pernikahan mereka sah di mata hukum. Namun kondisi keluarganya saat ini membuat Ello tak berani mengambil keputusan sendiri. Apalagi Fano sang kakak masih terbaring koma di rumah sakit. Dan Om Satria sebagai dalang utama masih berstatus tersangka, sembari menunggu keputusan pengadilan yang entah kapan.


"Kenapa kamu tanya gitu? Tentu saja secepatnya Ello harus mengesahkan secara hukum pernikahan mereka," sahut papa Arya dengan sangat yakin.


"Papa......" kedua mata Ello membulat sempurna saat mendengar jawaban papa Arya. Dia tak menyangka jika papa Arya akan mengatakan hal itu. Apalagi mengingat papanya dulu pernah meminta ia dan Ayura bercerai hanya karena papanya itu ingin menikahkan istrinya dengan sang kakak.


Papa Arya tersenyum menatap Ello. Dia sangat tahu ketakuan yang dirasakan putra bungsunya itu.


"Bahkan aku tadi sempat bertanya pada petugas KUA yang datang kesini tentang bagiaman cara mengesahkan pernikahan anak-anak kita," ujar papa Arya yang sudah kembali menatap papi Genta. Dan lagi-lagi Ello membulatkan kedua matanya. Dia tak menyangka jika Papa Arya juga memikirkan masa depan pernikahannya dan Ayura.


"Syukurlah. Aku pikir kamu masih akan terus menggantungkan nasib pernikahan putriku," sahut Papi Genta yang terlihat sangat lega.


"Kamu itu ngomong apa. Bukankah sejak dulu kita sudah sepakat akan menjadi besan?"


"Kamu benar," balas Papi Genta yang saat ini justru mengingat kembali mendiang istrinya yang sangat keukeuh ingin menikahkan Ayura dengan salah satu anak Arya sahabatnya.

__ADS_1


"Untuk lebih lanjut kita bicarain nanti lagi. Aku bakalan dateng kerumah sama Rani juga, untuk bawa apa saja persyaratan pengajuan isbat pernikahan merka. Dan aku minta tolong kamu yang urus. Karena kamu tau sendiri kan, aku masih sibuk urus Fano sama Satria," ujar Papa Arya dan di setujui oleh papi Genta.


Sedangkan Ello dan Ayura sama-sama tersenyum bahagia. Terlebih lagi Ello yang tak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagianya. Bahkan tanpa permisi Ello langsung menarik Ayura ke dalam pelukannya, hingga membuat Papi Genta dan Papa Arya menggelengkan kepala saat melihat bagaimana bahagianya anak-anak mereka.


__ADS_2