
Di dalam hati Ello terus menggerutu sebal. Niat hati ingin melihat yang indah-indah, namun kenyataan seolah tak berpihak padanya.
Ceklek
Terdengar pintu kamar mandi yang terbuka, pandangan mata Ello reflek tertuju pada Ayura yang baru saja menampakan diri dari balik pintu.
Dengan pandangan mata yang tak berkedip sama sekali, Ello terus menatap istrinya yang kini sedang berjalan kearahnya.
"Kak........" panggil Ayura dan berhasil menyadarkan Ello jika istrinya sudah berdiri tepat di hadapannya.
Ello tersenyum lalu menarik tubuh Ayura kedalam pangkuannya. "You look so beautiful baby," bisik Ello lalu menggit gemas telinga istrinya. Ello sangat senang, ternyata gaun yang kemarin dia pilih, terlihat sangat cocok sangat cocok untuk Ayura.
"Kak Ello juga tampan," ujar Ayura saat melihat suaminya memakai kemeja berwarna putih senada dengan warna gaunnya. Apalagi dengan dasi kupu-kupu berwarna hitam berhasil membuat Ello terlihat sangat imut dan mengemaskan.
"Cium aku Yank," pinta Ello yang kini sudah memonyongkan bibirnya.
"Kan tadi udah."
"Sekali lagi sayang. Sebelum kita berangkat," ujar Ello masih dengan bibirnya yang mengerucut dan kedua mata terpejam.
"Ckk........" sedikit kesal, namun mau tak mau Ayura ikut memejamkan matanya dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ello hingga mengikis jarak diantara keduanya.
"Ehh.... maaf maaf mama gak tau kalau kalian lagi sibuk," ujar mama Rani yang baru saja masuk ke kamar putranya. Terlalu biasa keluar masuk kamar Ello tanpa permisi membuat mama Rani lupa jika saat ini penghuni kamar itu bukan hanya putranya saja.
Ayura yang kaget, reflek langsung berdiri dari pangkuan Ello. Terlalu malu, membuat Ayura berpura-pura merapikan gaunnya agar tak kusut. Sedangkan Ello sudah mencebikan bibirnya. Kesal karena sesi ciumannya terganggu oleh sang mama.
"Mama kok masuk kamar gak ketok pintu sih?" tanya Ello seraya menatap mama Rani yang kini berdiri membelakangi mereka seakan tak melihat apa yang baru saja ia lihat.
"Kalian udah di tunggu papa di bawah. Katanya mau berangkat bareng," ujar mama Rani tanpa membalikan tubuhnya.
"Iya ma, iya. Ello sama Ayura juga udah mau turun kok," sahut Ello seraya melirik Ayura yang terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Ya udah. Mama turun dulu," pamit mama Rani dan pergi meninggalkan kamar Ello dengan senyum dibibirnya.
"Ayo turun Ay," ajak Ello yang kini mendekat kearah istrinya.
"Gak mau, Ayura gak mau ikut. Ayura malu," rengek Ayura dengan kedua tangan menutup wajahnya.
"Malu kenapa sih Yang? Kan kita gak ngapa-ngapain," ujar Ello dengan santainya dan seketika itu membuat Ayura melotot kearah suaminya.
"Ini semua gara-gara kakak. Kalau aja kakak gak minta cium mulu, pasti mama gak bakalan liat Ayura yang keliatan ganjen mau cium-cium kakak," sahut Ayura sebal.
"Emang kenapa sih Ay? Kan cium suami sendiri. Kecuali kalau ketahuan mama pas kamu mau cium suami orang baru kamu boleh malu," ujar Ello. "Udah gak usah ngambek lagi. Nanti mama juga bakalan lupa dengan sendirinya," lanjutnya lagi.
"Tapi kak........" Ayura masih merengek.
"Jan di pikirin lagi. Sekarang kita turun. Kasian papa udah nungguin," ajak Ello. Dia mengambil mini clutch bag milik Ayura di atas ranjang lalu menggandeng istrinya keluar dari kamar. Hingga mau tak mau Ayura mengikuti langkah kaki suaminya.
Mama Rani tak ikut pergi bersama mereka. Karena harus menjaga Fano di rumah sakit. "Sudah siap?" tanya mama Rani pada anak dan menantunya. Sedangkan Ayura sejak tadi sudah melingkarkan tangannya di lengan Ello seraya menyembunyikan dirinya di balik tubuh Ello karena ia masih cukup malu jika harus bertatapan dengan mama mertuanya.
"Ya udah kita berangkat." Mama Rani berjalan lebih dulu bersama Papa Arya.
"Sayang sini jalan disamping kakak. Ngapain sembunyi segala? Mama juga udah biasa aja kok," ujar Ello lalu merengkuh pinggang Ayura agar istrinya itu berjalan di sampingnya.
Rumah sakit dan gedung pernikahan Agam memang satu arah dari kediaman Darmawangsa, hingga membuat mama Rani berangkat bersama dengan mereka. Dan hal itu berhasil membuat Ayura diam di sepanjang perjalanan. Dia hanya akan berbicara saat ada yang bertanya padanya. Dan itu pun ia jawab seperlunya saja.
"Huft... akhirnya," gumam Ayura dengan sangat lirih saat mama Rani turun dari mobil. Dia benar-benar merasa lega terbebas dari mertuanya itu. Padahal sejak tadi mama Rani sama sekali tak membahas tentang dirinya yang hampir berciuman dengan Ello.
"Kayaknya lega banget," bisik Ello sambil tersenyum saat melihat wajah Ayura yang sudah tak setegang tadi.
"Apaan sih kakak." Ayura mencebikan bibirnya saat merasa Ello menyindirnya.
"Kamu lucu banget sih sayang." Ello yang gemas langsung mengacak rambut Ayura.
__ADS_1
"Kakak ihhh.... nanti berantakan," ujar Ayura sebal karena seakan percuma suaminya itu mencatok rambutnya dengan susah payah.
"Iya, iya maaf. Abis kamu gemesin banget Yang," ujar Ello lalu menarik kepala Ayura agar bersandar dibahunya karena perjalanan mereka ke gedung pernikahan Agam masih memakan waktu cukup panjang.
~
Ayura dan Ello bergandengan tangan memasuki gedung pernikahan sembari mengikuti langkah papa Arya yang sudah berjalan di depan mereka.
"Papa mau menyapa rekan bisnis papa dulu ya," ujar papa Arya yang sudah menghentikan langkah kakinya dan menghadap ke arah Ello dan Ayura.
"Iya pa," jawab Ello dan Ayura hampir bersamaan.
Sudah cukup banyak tamu undangan yang hadir. Apalagi acara ijab kabul akan berlangsung lima belas menit lagi.
"Ngab....." Alex menepuk bahu Ello hingga membuat Ayura dan Ello membalikan tubuhnya.
"Kalian baru nyampe?" tanya Ello pada Alex dan Mike.
"Hmm... kita baru nyampe. Kata kak Agam kita dapet kursi paling depan. Ayo duduk aja, gue pegel kalau berdiri lama-lama," ujar Alex dan melenggang pergi menuju kursi yang di siapakan khusus untuk keluarga dekat.
Mereka berempat sudah duduk diam di kursi terdepan sambil berbincang-bincang hangat seraya menunggu acara dimulai. Dan tak lama berselang, Agam dan Tata masuk ke ballroom. Keduanya duduk di kursi akad bersama dengan penghulu dan para saksi.
Dan setelah serangkaian acara yang berlangsung selama beberapa menit, akhirnya Agam dan Tata resmi menjadi sepasang suami istri. Seluruh keluarga dan kerbat yang hadir di pernikahan itu satu persatu mengucapkan selamat kepada kedua mempelai termasuk para anggota tim tigers.
"Selamat kak, akhirnya malam ini bisa jebol gawang," ujar Alex sambil terkekeh. Sedangkan Agam hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, bisa-bisanya bocah SMA mengatakan hal semacam itu.
"Selamat kak, akhirnya bisa nyusul gue," ujar Ello bangga bisa menjadi yang pertama menikah diantara tim tigers yang lainnya.
"Thanks ya," balas Agam.
Setelah memberi selamat kepada sepasang mempelai, mereka berempat pun langsung berjalan menuju meja prasmanan karena sejak tadi makanan di sana seakan melambai-lambai kearah mereka.
__ADS_1
"Kok kalian ada disini?" tanya seseorang yang baru saja sampai dan berhasil menghentikan langkah Ayura dan Ello. Sedangkan Alex dan Mike sudah berjalan jauh di depan mereka tanpa menengok sama sekali.