
Sepulang sekolah, Ello dan Ayura ditemani Alex dan Mike pergi kesalah satu showroom mobil mewah di daerah Jakarta Selatan sesuai rekomendasi kak Agam. Karena ternyata showroom mobil mewah ini milik salah satu kerabatnya.
Dan sore ini Ello benar-benar mengabulkan permintaan istrinya pagi tadi. Bahkan Ello membiarkan Ayura untuk memilih mobil apa yang dia inginkan.
"Lo gak mau beliin gue juga ngab?" tanya Alex yang saat ini ikut melihat-lihat mobil berharga miliaran di depannya.
"Emang gue bapak lo. Minta aja sama Dad Kim," sahut Ello ketus.
"Kirain sekali-kali lo bakalan khilaf dan beliin gue lambo disini," ujar Alex terkikik. Sedangkan Ello sudah memutar bola mata malas saat mendengar ucapan sahabatnya.
"Mike kita kesana yuk! Liat supra disana," ajak Alex seraya menunjuk mobil yang cukup menarik perhatiannya.
Walaupun masih mengenakan seragam sekolah, namun mereka dilanyani dengan sangat ramah. Apalagi alasannya kalau bukan karena atas perintah langsung dari pemilik tempat mereka bekerja.
Dan setelah tiga jam lebih melihat-lihat, akhirnya Ayura memilih sebuah supercar porsche 911 berwarna Agate Grey Metallic. Alasannya pun simple. Ayura merasa suaminya akan terlihat semakin keren jika menggunakan mobil itu.
"Bini lo pinter juga ya. Milih mobil harganya lebih dari lima M," bisik Alex terkikik.
Tak bisa dipungkiri jika sejak dulu Alex selalu kagum dengan keunikan istri sahabatnya itu. Hanya saja dia sudah kalah start. Hingga sekarang justru berakhir menjadi penonton saja. Dan di sudut hatinya terdalam, Alex berharap masih ada satu saja gadis unik seperti Ayura untuk dirinya. Alex ingin hidupnya lebih berwarna seperti Ello. Rasanya jika memiliki pasangan yang lempeng-lempeng saja hanya akan membuat hidupnya datar tak ada sensasi yang memacu adrenalinnya.
Sedangkan Ello sendiri terlihat santai. Dia memang sudah berencana membeli mobil saat awal masuk kuliah. Bahkan dia sudah menyisihkan tabungannya untuk satu mobil impiannya. Dan satu lagi yang harus Ello syukuri. Mobil impiannya ada mobil yang di pilih Ayura. Dan tentu saja dengan senang hati Ello akan menuruti keinginan Ayura untuk membeli supercar berwarna Agate Grey Metallic itu.
__ADS_1
"Gue telfon Appa Kim lah. Gue juga pengen mobil kek punya lo," ujar Alex merogoh ponsel di saku celananya. "Lo juga telfon bokap lo Mike. Kita harus beli mobil yang sama. Jangan sampe kita kalah saing sama ni bocah," ujar Alex seraya melirik Ello yang terlihat sedang mengagumi mobil yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.
Sedangkan didalam otak Alex sudah merencanakan misi tebar pesona setelah membeli mobil baru. Jangan sampai di sekolah dia kalah pamor dengan Ello. Bisa-bisa dirinya semakin lama menyandang status jomblo tampan.
Mike yang memang juga anak pemilik beberapa hotel bintang lima di Jakarta dan Bali pun mengikuti perkataan Alex. Bagi Mike tak akan sulit jika dirinya meminta mobil dengan harga lima M. Apalagi bisa di bilang, Mike jarang meminta sesuatu pada sang papa.
Dan sore itu akhirnya showroon kerabat Agam dapat menjual tiga mobil sekaligus dengan merek sama namun dengan warna yang berbeda. Karena Alex memilih warna Rhodium Silver Metallic. Sedangkan Mike memilih warna shapphire Blue Metallic.
Ketiga most wanted boys Darmawangsa memang selalu memiliki selera yang sama. Bahkan motor yang mereka pakai saat ini pun mereknya sama dan hanya warnanya saja yang berbeda. Dan lagi-lagi, dulu mereka membelinya di hari dan tempat yang sama.
Namun untuk kali ini ada satu hal yang membedakan diantara ketiganya. Yaitu Alex dan Mike membeli mobil dengan uang orang tua mereka. Sedangkan Ello menggunakan uang tabungannya sendiri.
Setelah selesai melakukan transaksi pembayaran, mereka berempatpun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah masing-masing sembari menunggu mobil mereka di antar malam ini.
Motor yang dikendarai Ello baru saja berhenti didalam garasi rumah mertuanya. Dia dapat melihat mobil papi Genta yang pagi tadi di pakai mertuanya itu sudah ada di garasi. Dan itu menandakan jika sang mertua sudah ada di rumah.
"Kalian baru pulang?" tanya papi Genta saat Ayura dan Ello baru saja masuk dari pintu penghubung ruang keluarga dan garasi.
"Iya pi," jawab Ayura seraya berjalan kearah sofa dan langsung menjatuhkan tubuhnya tepat di samping sang papi. Bahkan tanpa canggung dia langsung merebahkan kepalanya di bahu sang papi.
"Duduk Ello," perintah papi Genta saat melihat menantunya hanya berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Memangnya kalian berdua dari mana? Kayaknya capek banget," tanya papi Genta sembari menatap Ayura dan Ello bergantian.
"Kita abis beli........."
Belum juga menjawab, Bi Sari datang dan memotong ucapan Ayura. "Semua bonekanya sudah saya bawa masuk ke kamar nona Yura. Apa ada yang bisa saya bantu lagi tuan?"
"Boneka apa pi?" tanya Ayura yang seketika itu juga mendudukan tubuhnya dengan tegak.
"Tanya suami kamu itu? Masa beli boneka setoko," ujar papi Genta menggelengkan kepalanya. Bagaimana tidak? Saat baru pulang dari kantor, tiba-tiba ada mobil box yang mengantar puluhan boneka untuk putrinya. Dan yang lebih mengejutkan semua boneka itu di belikan oleh suaminya. Hingga papi Genta hanya bisa menyuruh Bi Sari, Mang Ucup dan Pak Sapto untuk membawa semua boneka yang dibelikan Ello ke kamar putrinya.
"Maksud papi setoko? Bukankah kak Ello cuma janji mau beliin tiga boneka?" tanya Ayura heran.
Papi Genta mengangkat kedua bahunya. "Mana papi tahu. Tanya aja sama suami kamu itu," sahut papi Genta menunjuk kearah Ello yang sedang tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang gak gatal. Dia tak menyangka ternyata dia membuat pekerjaan asisten rumah tangga mertuannya bertambah dengan kedatangan boneka yang tadi dia beli secara via online.
"Kakak beliin Ayura boneka setoko?" tanya Ayura penasaran. Sedangkan Ello hanya nyengir kuda.
Ayura langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar. Karena dia begitu penasaran dengan banyaknya boneka yang dibelikan suminya.
"Pi, Ello nyusul Ayura ke kamar dulu," pamit Ello dan langsung berlari mengejar istrinya.
"Kakak..........." Terdengar teriakan Ayura begitu Ello sampai di tangga teratas. Dan seketika itu juga Ello berlari ke arah istrinya yang saat ini masih berdiri di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Ello yang kini sudah berdiri di samping Ayura.