
Ello yang mendengar permintaan istrinya pun tanpa pikir panjang langsung turun dari ranjang dan membongkor isi koper Ayura. Dan setelah menemukan baju yang dia cari, Ello langsung berjalan ke arah kamar mandi.
Tok... tok.. tok..
Ello mengetuk pintu kamar mandi, karena ternyata pintu di kunci dari dalam. Hingga tak lama berselang pintu kamar mandi terbuka, dan memunculkan Ayura yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Mana kak?" Ayura mengulurkan tangan kanannya meminta baju yang dia butuhkan.
"Ini..." Ello mengulurkan baju yang baru saja dia ambil dan langsung diterima oleh Ayura.
Pintu kamar mandi kembali tertutup. Ayura membolak-balikan pakaian yang diberikan Ello padanya. Mencari benda segitiga dan kaca mata ajaibnya.
"Kok gak ada," gumam Ayura masih mencari dua benda berharganya di balik baju. Dia berpikir mungkin saja terselip. Tapi sayanganya benda yang dia cari memang tidak ada. Sepertinya Ello memang tak mengambilkan benda itu.
Ceklek...
Kepala Ayura kembali menyembul dan langsung bertatapan dengan wajah suaminya yang masih berdiri tepat di depan kamar mandi.
"Kenapa? Ayo keluar. Jan lama-lama di kamar mandi," ujar Ello hendak menarik istrinya keluar.
"Jangan....." teriak Ayura.
"Kenapa?" tanya Ello heran saat mendengar teriakan istrinya.
"Ayura belum pake baju kak," ucap Ayura lirih.
"Kenapa belum di pake? Kan udah kak Ello ambilin."
"Ituu......." Ayura menggigit bibir bawahnya. Ragu ingin mengatakannya pada Ello.
"Itu apa? Katakan!" perintah Ello.
"Kak Ello gak ngambilin dal*man Ayura ya?" tanya Ayura lirih. Sedangkan Ello yang terkejut hanya bisa membelalakan kedua matanya tak percaya jika dia harus mengambilkan benda itu untuk Ayura.
"Ehh... kalau kak Ello keberatan, Ayura bisa ambil sendiri kok. Tapi kakak tunggu diluar ya," pinta Ayura tak enak hati.
"Ehem..." Ello berdehem menetralkan suaranya. "Gak usah. Kak Ello aja yang ambilin," ujar Ello lalu kembali menuju koper Ayura.
__ADS_1
"Makasih kak," teriak Ayura saat melihat suaminya sudah beranjak dari tempatnya.
Ello kembali membuka koper Ayura. "Kamu taruh dimana Ay?" tanya Ello.
"Ada di tumpukan paling bawah kak," jawab Ayura.
Ello kembali membelalakan kedua matanya saat melihat benda segitiga dan kaca mata milik Ayura.
Keringat dingin sudah mulai membasahi keningnya. Bahkan sejak tadi dia sudah menelan salivanya dengan susah payah saat melihat renda-renda yang mengelilingi beda segitiga dan kaca mata Ayura.
'Sshiiitt...... lihat kayak gini aja punya gue udah on. Apalagi liat isinya,' gumam Ello didalam hati.
Dengan tangan yang sudah berkeringat dan sedikit gemetaran, Ello meraih benda yang di butuhkan istrinya saat ini. Bahkan beberapa kali dia memejamkan mata cukup lama untuk mengatur gejolak ditubuhnya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ello kembali mengetuk pintu kamar mandi. Dan tak lama Ayura membuka pintu kamar mandi. Mengulurkan tangannya dan kembali menutup pintu kamar mandi setelah menerima benda yang dia butuhkan. Bahkan karena terlalu malu, Ayura tak bernai menatap wajah suaminya. Hingga kata terimakasih pun lupa dia ucapkan.
Ello menghela nafas kasar setelah melihat pintu kamar mandi kembali tertutup.
"Kayaknya gue harus maen solo," gumam Ello. "Untung saja stok sabun masih banyak." Ello mengusap wajahnya kasar lalu bergegas ke kamar mandi yang berada di kamar sebelah.
"Kemana kak Ello?" tanya Ayura pada dirinya sendiri. Tak mau ambil pusing, Ayura pun memilih mengambil buku novel yang ada didalam kopernya.
Setelah menemukan novel yang dia mau, Ayura bergegas naik ke atas ranjang. Memilih menunggu suaminya yang entah kemana, sembari membaca buku novel romance yang baru dia baca setengah.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka dan tak lama berselang Ello masuk sembari mengusap-usap rambutnya yang masih basah.
"Kak Ello udah mandi?" tanya Ayura heran. Bukankah tadi suaminya bilang ingin bergantian dengannya.
Ello menganggukan kepala. "Iya, kak Ello udah mandi," jawab Ello lalu mendudukan tubuhnya di tepi ranjang tepat di sebelah istrinya. "Kamu baca apa?" tanya Ello searaya melirik buku novel di tangan Ayura.
"Ahh... ini, Ayura baca novel kak," ucap Ayura. "Kak Ello mau ikut baca?" tanya Ayura pada suaminya.
"Gak. Kak Ello paling gak suka baca," jawab Ello terkekeh. Dan dibalas senyuman serta anggukan kepala oleh Ayura.
__ADS_1
"Gimana? Jadi di pijitin?" tanya Ello.
"Emang kak Ello gak keberatan mijitin Ayura?" Ayura balik bertanya. Jujur saja merasa tak enak dengan tawaran suaminya.
"Gak kok. Kakak gak keberatan," jawab Ello yang kini mulai merangkak naik ke atas ranjang.
"Beneran kak Ello gak keberatan?" tanya Ayura saat Ello mulai memijit lembut kakinya.
"Gak sayang. Kakak gak keberatan. Udah kamu lanjutin aja baca novelnya," perintah Ello hingga membuat Ayura tersenyum dan kembali membaca novel romance di tangannya.
Ello memijat kaki Ayura dengan sangat lembut. Dan perlahan tapi pasti pijatan itu mulai menjalar naik ke paha istrinya. 'Shhitt.... baru juga mandi sabun, sekarang udah mau on lagi aja,' gerutu Ello di dalam hati.
Ello masih terus memijat paha Ayura dengan lembut seraya mencoba mengatur kegelisahan pusakanya.
"Ay...." panggil Ello. Dia berpikir jika memijat dengan diselingi obrolan mungkin akan mengalihakan pikirannya yang sudah bekelana kemana saja.
"Ay...." panggil Ello lagi dan masih tak ada sahutan hingga mmebuat Ello beralih menatap wajah istrinya.
Ello tersenyum. "Pantes gak jawab. Orangnya udah tidur." Ello menghentikan sesi pijat memijatnya. Meraih buku di tangan Ayura dan seperti biasa dia akan membenarkan posisi tidur istrinya itu agar lebih nyaman.
Cup..
Satu kecupan mendarat di kening Ayura. "Met bobok sayangku. Terimakasih sudah mencintaiku dan selalu setia bersamaku," ucap Ello seraya tersenyum.
Setelah membenarkan selimut Ayura hingga ke dada, Ello memutuskan untuk keluar dari kamar.
~
Ayura menggeliat dan dengan perlahan mulai membuka kedua matnya. Dia mengerjapkan mata beberapa kali saat cahaya lampu terasa menyilaukan di kedua matanya.
Ayura mendudukan tubuhnya diatas ranjang. Mengucek matanya beberapa kali sebelum akhirnya menatap ke sekelilingnya.
Dia meraih ponselnya yang ada diatas nakas untuk melihat jam. "Udah jam dua belas lebih. Kok kak Ello belum tidur? Dia ada dimana? Apa jangan-jangan ninggalin gue sendirian disini?" gumam Ayura. Dia takut. Bukan takut hantu atau sejenisnya. Tapi dia takut di tinggal sendiri di tempat yang masih sedikit asing baginya.
Ayura turun dari ranjang. Dan bergegas keluar kamar untuk mencari keberadaan suaminya.
"Kak... kak Ello," panggil Ayura. Tempat pertama yang dia tuju adalah ruang keluarga. Dia mengira suaminya sedang menonton televisi. Tapi ternyata Ello tak ada disana.
__ADS_1
"Kak... kak Ello dimana?" panggil Ayura lagi seraya berjalan ke arah dapur. Namun sayang lagi-lagi suaminya tak ada disana.
"Kakak dimana?" gumam Ayura lirih. Dengan kedua mata yang sudah mulai berkaca-kaca.