
Pagi itu di Darmawangsa International High School, terlihat tiga mobil porsche 911 keluaran terbaru berhenti tepat di parkiran khusus most wanted. Sebenarnya bukan parkiran yang di sediakan untuk mereka. Hanya saja karena mereka selalu parkir disana hingga seluruh murid Darmawangsa terbiasa menganggap jika parkiran itu di khususkan untuk Ello dan kedua sahabatnya.
Sesaat setelah pintu mobil terbuka,
seseorang gadis cantik turun dari mobil dan diikuti tiga pria lainnya yang ikut keluar dari balik pintu kemudi mobil masing-masing.
Seperti gerakan slow motion, semua mata langsung tertuju pada empat murid terpopuler seantero sekolah. Siapa lagi jika bukan Ayura, Ello, Alex dan Mike.
Dengan gaya anggun dan cool, mereka berempat berjalan masuk kedalam gedung sekolah sambil membuka kaca mata hitam yang sejak tadi bertengger indah di hidung mereka masing-masing.
Setelah menyelipkan kacamatanya ke saku seragam sekolah, Alex menyugar rambutnya dengan gerak apik. Hingga gerakan spontannya itu nyaris membuat para siswi Darmawangsa menjerit histeris karena terpukau dengan pesona sang playboy cap badak.
Saat ini Ello sudah tak menjadi incaran para siswi Darmawangsa lagi. Apalagi setelah dia mengumumkan jika Ayura adalah tunangannya.
Sedangkan Mike, walaupun pria itu sangat ramah dan murah senyum, tapi dia sangat susah untuk di dekati. Hingga harapan mereka satu-satunya hanya pada Alex. Walaupun mereka tahu jika Alex playboy kelas kakap, namun bisa dekat salah satu most wanted akan menjadi nilai plus sendiri di kalangan siswi lain. Apalagi Alex bukan hanya tampan dan populer, tapi dia juga salah satu siswa tajir di sekolah mereka.
"Kalain liat kan tadi? Semua ciwi-ciwi Darmawangsa terpesona sama gue," ujar Alex saat mereka sudah berada di kantin sekolah.
Ello mendengus sebal. Gerakan apik mereka tadi bisa terjadi atas permintaan Alex. Ya Alex memohon pada Ayura dan kedua sahabatnya untuk mendukung aksi tebar pesonanya pagi ini.
Masih dengan senyum cerah, Alex kembali melanjutkan ucapannya. "Gue yakin gak lama lagi status jomblo gue akan musnah. Sekarang gue tinggal milih aja cewek mana yang bakal gue jadiin pacar selanjutnya."
"Ckk... sok ganteng lo," ketus Mike.
__ADS_1
"Sok ganteng? Lah emang gue ganteng. Kalau kalah saing, bilang sayang. WOAAHH EDAN!" Seru Alex terkikik geli mendengar ucapannya sendiri. Sedangkan Ello dan Mike sudah menggelengkan kepalanya mencoba memaklumi jika otak sahabat mereka saat ini memang sudah tercemar oleh tren di salah satu sosial media.
"Kakak, Ayura ke kelas dulu ya," pamit Ayura lalu bangkit dari duduknya dan kembali menggendong tas ranselnya.
"Ya udah, ayo!" Ello ikut bangkit dan hendak memakai tas ranselnya. Namun dengan gerak cepat Ayura menahannya. "Kenapa?"
"Gak pa-pa Ayura bisa sendiri kok," jawab Ayura tersenyum. Lalu mencium punggung tangan suaminya dan tak lupa juga mencium pipi Ello. "Ayura duluan ya kak," pamit Ayura pada Alex dan Mike. Setelah mendapat anggukan kepala dari kedua sahabat suaminya, Ayura pun bergegas meninggalkan kantin dan berjalan santai menuju ke kelasnya.
Ello kembali menjatuhkan tubuhnya di tempat duduknya tadi setelah sosok Ayura benar-benar tak bisa lagi terjangkau oleh pandangannya. Dan tak lama berselang Elli menghela nafas kasar. Dia merasa Ayura sedikit berubah.
"Kenapa lo ngab?" tanya Alex yang mendengar helaan nafas berat sahabatnya.
"Lo ngrasa Ayura berubah gak sih?" tanya Ello pada Alex dan Mike.
"Kalau menurut lo Lex?" tanya Ello yang merasa jawaban Mike tak memuasakan hatinya.
"Gak ada yang berubah. Emang kenpa sih?" tanya Alex heran.
"Lo gak liat tadi? Ayura gak mau gue anter ke kelas," sahut Ello dengan wajah sendu.
"Ya elah. Kayak gitu aja lo pikirin. Dia lagi pengen sendiri aja. Gak usah dipikirin. Mending lo mikirin ujian noh, yang udah hampir tiba di depan mata. Lo yakin lulus gak? Jan sampai lo malu sama mertua lo gara-gara gak lulus," ujar Alex mengejek. Seolah tak sadar jika otaknya dan otak Ello hanya sebelas dua belas.
Ello menghela nafas panjang. Pada akhirnya dia pun menuruti perkataan Alex. Mencoba *positi*ve thinking jika Ayura memang sedang ingin sendiri. Namun saat ini pikirannya justru terganggu oleh ucapan Alex yang lainnya. Lo yakin lulus gak? Huft!! Otaknya yang sebesar biji kacang sepertinya cukup susah untuk di ajak kompromi dalam hal ini.
__ADS_1
~
Hari-hari selanjutnya, Ello disibukan dengan belajar. Bukan berharap menjadi juara. Karena itu sangat mustahil. Tapi Ello hanya berharap dia bisa lulus walaupun hanya dengan nilai pas-pasan.
Dan disinilah ucapan Alex benar-benar berhasil merubah kebiasaan Ello. Saat di sekolah, Ello mendadak menjadi anak kutu buku. Dan saat dirumah, selain belajar dia juga masih harus disibukan dengan membuat konten video.
Dan hal itu benar-benar menyita banyak waktunya. Untung saja Ayura selalu disisinya untuk memberi support dan semangat. Namun tak dapat dipungkiri. Disudut hatinya yang lain, Ello merasa ada perubahan pada diri istrinya. Ayura tak lagi mau di antar ke kelas. Ayura juga tak mau lagi makan di suapi. Kebiasaan itu tak lagi menghiasi hari-hari Ello.
Namun lagi-lagi saat Ello meminta pendapat pada Alex, sahabatnya itu mengatakan jika hal itu biasa terjadi pada perempuan. Hingga mau tak mau Ello pun kembali percaya pada perkataan Alex. Karena Ello sangat tahu jika Alex sudah sangat mengerti wanita. Apalagi dengan fakta jika mantan Alex yang cukup banyak, bahkan sampai tak bisa di hitung dengan jari.
~
Hari ini hari terakhir ujian. Dan malam ini rencananya Ello, Ayura dan Papi Genta akan berangkat ke Jepang. Karena lusa, mereka bertiga akan menghadiri wisuda Hiro.
"Ada lagi yang belum?" tanya Ello saat mereka sedang bersiap hendak berangkat menuju ke bandara.
"Udah semua kok. Kakak udah telfon mama Rani? Tadi pagi mama Rani minta di kabarin kalau kita udah mau berangkat," ujar Ayura mengingatkan.
"Udah telfon tadi. Udah ngomong juga sama kak Fano. Katanya mereka bakalan pulang minggu depan," sahut Ello sembari menarik koper di tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya menggandeng tangan Ayura.
"Kalian udah siap?" tanya Papi Genta yang ternyata sudah lebih dulu berada di teras kediaman Aditama.
"Udah pi," jawab Ello dan Ayura hampir bersamaan.
__ADS_1
"Yaudah kita berangkat. Pesawat *t*ake off satu jam lagi," ujar papi Genta dan bergegas masuk ke dalam mobil dan di ikuti Ayura dan Ello setelah memasukan koper ke dalam bagasi.