
Pagi-pagi sekali motor sport berwarna merah yang dikendarai Ello sudah terparkir di depan teras rumah istrinya. Apalagi semalam Hiro sudah memberi izin Ello untuk mengantar jemput adiknya dengan satu syarat yaitu jangan sampai terlambat. Dan karena hal itulah di jam enam pagi Ello sudah tiba dirumah Ayura.
Tok.. tok.. tok..
Ello mengetuk pintu rumah Ayura. Sudah sepuluh menit yang lalu sejak dia sampai, namun pesan dan panggilan teleponnya sama sekali tak dijawab oleh istrinya. Hingga dia memutuskan untuk mengetuk pintu rumah.
Ceklek..
Pintu rumah utama terbuka lebar. Dan menampakan bi Sari yang tersenyum genit menatap tamu majikannya.
"Ehh... ada mas ganteng yang semalem. Mau jemput non Ayura ya?" tanya bi Sari basa basi.
"Iya bi. Ayuranya mana?" tanya Ello dengan sedikit mengintip ke dalam rumah.
"Non Yura belum turun dari kamarnya. Mungkin sebentar lagi. Mas ganteng bisa tunggu dulu di dalem. Biar bi Sari panggilin non Ayuranya," ucap bi Sari mempersilahkan Ello masuk.
Bi Sari sudah berjalan menuju lantai dua dimana kamar Ayura berada. Sedangkan Ello sudah duduk di sofa ruang tamu.
Ello menatap sekelilingnya. Dia ingat betul semalam pulang dengan meninggalkan ruang tamu dirumah Ayura dalam keadaan sangat berantakan. Sangat berbanding terbalik dengan saat ini yang sudah terlihat rapi dan bersih.
Dia sempat berfikir jam berapa asisten rumah tangga Ayura bangun hingga rumah mertuannya ini sudah terlihat sama seperti saat kemarin dia baru datang.
"Kakak udah sampe?" suara Ayura membuyarkan lamunan Ello. Ayura berjalan mendekati Ello lalu mencium tangan suaminya. Sedangkan Ello hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan istrinya.
"Udah siap?" Ello balik bertanya seraya menatap Ayura yang memang sudah rapi.
"Udah. Tapi kita sarapan dulu ya. Ayura belum sarapan. Pasti kakak juga belum sarapan kan?" tanya Ayura.
"Gak enak Ay. Pasti ada kakak kamu," ucap Ello lirih seraya menatap sekelilingnya. Dia khawatir Hiro tiba-tiba muncul.
"Katanya mau coba deket sama keluarga Yura. Ya udah sekarang PDKT dulu sama kak Hiro," sahut Ayura membujuk suaminya.
"Iya juga sih." Ello menanggukan kepala menyetujui ucapan istrinya.
__ADS_1
"Ya udah ayok ke ruang makan." Ayura menarik tangan suaminya dan menuntun ke arah ruang makan. Sedangkan Ello yang memang belum sarapan dengan senang hati bergabung untuk makan bersama istri dan kakak iparnya.
Saat baru masuk ruang makan, Dari kejauhan Ello dapat melihat Hiro yang sudah memulai sarapannya terlebih dulu.
"Pagi kak...." sapa Ello. Hingga membuat Hiro mengalihkan pandangannya kearah sumber suara.
"Kamu udah nyampe? Ayok duduk dulu ikut sarapan. Kasihan Ayura juga belum sarapan," perintah Hiro.
Hingga akhirnya Ello duduk berdampingan dengan Ayura yang sudah duduk di sebelah kirinya.
Entah dapat pencerahan dari mana, pagi ini Ayura yang biasanya dimanja oleh Ello kini justru melayani suaminya dengan menuangkan nasi goreng ke piring Ello.
"Segini lagi gak kak?" tanya Ayura dan menatap Ello yang terlihat terbengong saat melihat Ayura yang dengan sigap menyiapkan makanan untuknya. Bahkan istrinya itu juga menuangkan segelas air putih untuknya.
"Ahh... iya udah cukup. Makasih ya," ucap Ello mengusap sekilas puncak kepala istrinya. Dan hal yang mereka lakukan tak luput dari pandangan mata Hiro.
"Ckk... bocil bocil udah kayak suami istri aja," sindir Hiro seraya beranjak dari duduknya.
'Kita emang suami istri kali,' batin Ello dan Ayura.
"Balik ke kamar. Kakak udah selesai sarapannya. Kalian lanjutin aja. Nanti berangkatnya hati-hati," pesan Hiro sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan ruang makan.
"Sayang," panggil Ello.
"Iya kak, kenapa?" tanya Ayura menatap wajah suaminya.
"Ternyata bener kata kamu kalau kak Hiro baik banget. Jujur aja kakak iri liat keakraban kamu dan kak Hiro. Beda jauh sama aku dan kakakku," ucap Ello dengan wajah sendu. Dia sangat menyayangi kakaknya. Tapi tekanan dari papa Arya benar-benar membuat dia dan Fano semakin menjauh.
Ayura tersenyum. "Kak Ello juga bisa kok kayak aku dan kak Hiro. Ayura yakin kak Ello bisa deket dengan kakak kak Ello."
"Tapi kayaknya itu sulit Ay," sahut Ello lirih.
"Pelan-pelan kak. Semua butuh proses. Apalagi memang pernah ada jarak diantara kalian," jawab Ayura.
__ADS_1
Dia memang pernah mendengar sedikit dari Mike tentang kisah Ello yang selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya. Tapi Ayura tak tahu banyak, karena saat itu Mike memang tak bercerita dengan detail tentang alasan papa mertuannya yang membanding-bandingkan kedua putranya.
Ello menganggukan kepalanya. "Kakak akan berusaha memperbaiki hubungan kami Ay. Karena kak Ello juga pengen punya saudara yang bisa mengerti kakak. Kayak kak Hiro yang ngertiin kamu."
~
Hari ini hari yang di tunggu-tunggu oleh tim tigers karena turnamen e-sport akan berlangsung sore ini. Ayura sudah menyiapkan hal-hal yang dia perlukan. Termasuk topeng harimau putih yang kemarin di berikan oleh suaminya. Kenapa pakai topeng? Karena ini memang ciri khas tim tigers. Dan uniknya hanya dirinya yang memakai topeng berwarna putih. Karena tim tigers yang lain memakai topeng berwarna oren kecoklatan.
"Kak, Ayura berangkat dulu ya," pamit Ayura pada Hiro yang saat ini sedang duduk santai sembari menonton televisi.
"Kok berangkat sekarang? Ini masih siang Ra. Bukankah pertandingannya sore," tanya Hiro heran.
"Iya tapi kan banyak yang harus kita persiapkan kak," jawab Ayura.
"Ya udah tunggu bentar. Kakak ganti baju dulu baru anterin kamu," sahut Hiro mulai beranjak dari duduknya. Namun Ayura menekan kedua bahu Hiro hingga membuat sang kakak kembali terduduk.
"Gak usah kak. Ayura berangkat sama kak Ello dan tim tigers yang lainnya kok," ucap Ayura menolak saat Hiro akan mengantarnya.
"Tapi kak Hiro kan mau nonton kamu. Mau dukung kamu juga."
"Kakak nonton di TV aja. Kan ditanyangin live. Kakak juga do'ain kita ya, semoga tim tigers menang. Soalnya kalau kakak ikut, Ayura takut grogi," ucap Ayura berbohong. Karena sebenarnya dia bukan grogi. Dia lebih takut melihat kekecewan kakaknya jika dia dan tim tigers tak bisa memenangkan pertandinga ini.
"Ya udah kakak nonton dirumah. Lagian nanti kak Hiro juga mau jemput papi. Dan kamu juga harus inget kalau kita akan makan malam bersama. Dan nanti kakak akan kabarin kamu dimana lokasinya," ujar Hiro mengingatkan Ayura tentang makan malam yang dicetus papi Genta dengan niat untuk lebih mendekatkan diri dengan kedua anak kesayangannya.
"Iya kak Hiro tenang aja. Ayura inget kok. Ayura juga udah bawa baju ganti didalem sini." Ayura menunjukan tas ranselnya. "Jadi kakak tenang aja. Oke?"
"Hmm..iya, kamu semangat ya. Dan wajib menang. Jan sampe karena kamu tim tigers jadi kalah," ucap Hiro sambil terkekeh.
"Ihh kakak....." Ayura mencebikan bibirnya kesal.
Hiro yang gemas langsung menarik hidung adiknya. "Iya iya, adik kakak yang satu ini hebat. Jadi kakak yakin seratus persen kalau tim kalian pasti akan menang."
Tin.. tinn..
__ADS_1
Terdengar suara klakson mobil dari halaman rumah.
"Itu pasti jemputan kamu. Ayo kak Hiro anter sampe depan." Hiro merangkul tubuh adiknya dan merekapun keluar dari dalam rumah dengan berjalan beriringan.