Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Bisikan Hiro


__ADS_3

Ello dan Ayura saling pandang dan tak lama kemudian keduanya pun beranjak dari ranjang dengan Ayura yang sudah menyeret selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Kakak mau ngapain?" tanya Ayura menatap Ello yang saat ini berdiri di sampingnya. Bahkan saat ini dia sudah bersiap untuk mengangkat tubuh mungil istrinya.


"Mandi bareng. Takut waktunya gak cukup. Nanti kita ketinggalan pesawat," ujar Ello beralasan.


"Gak. Ayura mandi duluan," tolak Ayura dengan tegas.


"Tapi......."


"Lihat itu!" Ayura menunjuk sebuah koper yang berada di atas sofa dengan ekor matanya. "Lanjutin beresin baju-baju kakak!" Perintah Ayura. Hingga seketika itu juga membuat wajah Ello ditekuk.


"Mukanya gak usah kesel kayak gitu. Kan semalem kakak sendiri yang bilang mau beresin sendiri," ucap Ayura mengingatkan.


"Iya, iya kakak beresin." Ayura tersenyum dan dengan langkah ringan dia berjalan menuju kamar mandi. Dia harus segera bersiap-siap atau mereka berdua akan gagal pulang karena ketinggalan pesawat.


~


Ayura dan Ello tak sempat sarapan dirumah. Karena waktu keberangkatan sudah benar-benar mepet. Hingga membuat kedua anak remaja itu harus buru-buru berangkat ke bandara. Dan apesnya lagi, di sepanjang perjalanan menuju bandara, Ello dan Ayura harus menerima omelan dari sang kakak karena telat bangun.


"Kakak, Ayura pulang dulu. Kakak juga cepetan balik ke Jakarta ya. Pokoknya jangan lama-lama. Ayura tunggu," ujar Ayura sembari memeluk sang kakak.


"Iya. Bawel," sahut Hiro sembari membalas pelukan adik manjanya.


"Kak Hiro. Ello juga pulang dulu. Do'ain kita berdua selamat sampe Jakarta," pamit Ello yang juga memeluk sang kakak ipar.


"Gue udah bilang tunggu setahun. Kenapa malah lo buka segel disini," bisik Hiro tepat di telinga sang adik ipar. Dan seketika itu juga Ello hanya bisa diam membeku. Dia tak menyangka jika Hiro tahu, jika dirinya sudah unboxing Ayura. "Tunggu hukuman dari gue saat gue udah pulang ke Jakarta," bisik Hiro lagi hingga membuat bulu kuduk Ello berdiri tegak bahkan dia harus bersusah payah menelan salivanya saat mendengar ancaman kakak iparnya yang terdengar begitu menakutkan.


"Kakak do'ain kalian selamat sampai Jakarta," ujar Hiro sembari menepuk bahu Ello dengan sedikit kencang.


"Ma-makasih kak," balas Ello dengan terbata. Dia bahkan tak berani lagi menatap wajah kakak iparnya.


Kedua pasangan suami istri itu pun akhirnya pergi meninggalkan negara matahari terbit dengan membawa sejuta kenangan indah yang telah mereka ukir bersama.


"Kakak kenapa?" tanya Ayura heran saat melihat suaminya yang sejak masuk kedalam pesawat hanya diam.

__ADS_1


"Ahh...gak kok. Kakak gak kenapa-napa," jawab Ello tersenyum ke arah istrinya. Padahal sejak tadi dia terus memikirkan ancaman Hiro.


Dan sepertinya sejak saat ini, Ello harus berfikir keras untuk menentukan sogokan apa lagi yang cocok untuk Hiro, agar kakak iparnya itu tak memberi hukuman berat padanya karena telah berani membuka segel Ayura sebelum satu tahun seperti perintah Hiro beberapa minggu yang lalu.


~


Karena ujian telah usai, Ello tak lagi masuk sekolah. Namun beberapa hari ini, setiap pagi dia akan tetap mengantar Ayura ke sekolah. Dan menjemputnya saat pulang. Bahkan kadang-kadang saat jam istirahat, Ello dan kedua sahabatnya akan pergi kesekolah hanya untuk makan bersama di kantin.


Alex tak akan menolak. Karena dia bisa tetap tebar pesona walaupun sudah tak masuk sekolah lagi. Sedangkan Mike hanya bisa pasrah karena dua sahabatnya itu selalu saja memaksakan kehendak.


"Kakak....." teriak Ayura kesal saat Ello menuangkan banyak sambel ke dalam mangkok baksonya.


"Kenapa Yang?" tanya Ello heran.


"Sambelnya kebanyakan," jawab Ayura dengan bibir manyun.


"Ini dikit Yang. Biasanya juga segini kok," sahut Ello sembari menatap mangkok bakso di hadapan sang istri.


"Enggak. Biasanya gak segini."


"Kakak kok jadi ngotot sih?" ketus Ayura tak suka. "Nanti kan yang makan bakso ini Ayura. Kalau Ayura sakit perut gimana?"


"Kakak gak ngotot. Tapi kamu yang dari tadi pagi marah-marah gak jelas. Perasaan apapun yang kakak lakuin salah mulu," sahut Ello. Sejak pagi tadi, Ello selalu saja terkena omelan sang istri hanya karean hal-hal sepele. Dan sekarang lagi-lagi Ello terkena omelan Ayura. Padahal dia sudah menyempatkan diri ke sekolah hanya demi menemani sang istri makan saat jam istirahat.


"Emang kakak salah kok. Kok jadi kakak yang nyolot?" sahut Ayura tak terima di bilang marah-marah gak jelas.


"Kakak gak nyolot sayang. Tapi kamu......"


"Ahh... udah lah. Mending Ayura ke toilet aja," ujar Ayura bangkit dari duduknya.


"Kakak pesenin yang baru ya," tawar Ello.


"Terserah," jawab Ayura sebelum akhirnya pergi meninggalkan Ello sendiri.


Tak lama berselang, Alex dan Mike datang dengan makanan mereka masing-masing.

__ADS_1


"Ayura mana?" tanya Mike lalu mendudukan tubuhnya tepat dihadapan Ello.


"Ke toilet," jawab Ello dengan wajah ditekuk.


"Kenapa muka lo?" tanya Alex heran.


"Gak pa-pa." Ello menarik mangkok bakso Ayura. Lebih baik dia makan sendiri dari pada dibuang. Pikirnya.


"Kalian tahu gak? Kemarin gue dapet surat cinta lagi," ujar Alex memecahkan keheningan. Ya sejak acara tebar pesona bulan lalu, Alex memang sering mendapat hadiah dan surat cinta dari siswi Darmawangsa. Pesonanya sebagai playboy jomblo seakan kembali naik daun. Apalagi ditambah dengan mobil barunya. Huh...benar-benar membuat banyak gadis menginginkan Alex untuk dijadikan kekasih.


"Cih... sok laku lo," ketus Mike.


"Emang gue laku. Gak ada yang bisa menolak ketampanan babang Alex yang udah setara dengan Tae-hyung BTS," ujar Alex dengan percaya dirinya.


"Serah lo dah," sahut Mike yang sudah malas meladeni Alex yang level kepedeannya melebihi banyaknya air di lautan.


Drt.. Drt... Drt..


Suara getar ponsel di atas meja membuat ketiga most wanted Darmawangsa itu menatap benda pipih milik Ello. Terlihat jelas nama Little Wife sebagai sang penelfon.


"Bini lo ngab," ujar Alex. Dan tanpa menunggu lama, Ello pun mengangkat panggilan telepon dari sang istri.


"Kenapa Yang?" tanya Ello yang merasa heran kenapa sistrinya itu menelepon. Padahal tadi Ayura hanya pamit untuk pergi ke toilet.


"............"


"What?" Ello membelalakan kedua matanya saat mendengar ucapan sang istri.


"............"


Ello menghela nafas panjang. "Beli dimana?"


"............"


"Iya, iya sabar," ucap Ello sebelum akhirnya mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


"Kenapa ngab?" tanya Alex penasaran saat melihat wajah Ello yang tak seperti biasanya.


__ADS_2