Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Jangan Tinggalin Kakak


__ADS_3

Saat sudah memastikan suara Hiro tak terdengar lagi, Ayura memilih berjalan mendekat kearah Ello dengan bibir terus mengerutu kesal karena ulah menyebalkan sang kakak.


"Kenapa sayang?" tanya Ello yang melihat wajah cemberut istrinya.


"Kak Hiro ngeselin deh kak. Rese banget," ujar Ayura mengadu pada suaminya.


"Gak boleh gitu. Kak Hiro kayak gitu karena sayang sama kamu. Kak Ello malah pengen bisa deket sama kak Hiro. Dia pria baik dan penyayang," ujar Ello. "Sini sayang, duduk sini lagi." Ello menarik tubuh Ayura agar kembali duduk dipangkuannya.


"Gak ahh. Kan tadi kak Hiro udah bilang jangan aneh-aneh," tolak Ayura seraya menggelengkan kepalanya.


"Gak aneh-aneh kok. Kan kakak cuma pengen kamu duduk aja." Ello membantah jika dirinya akan melakukan sesuatu yang aneh-aneh.


"Gak mau. Mending kakak ganti baju dulu terus istirahat. Ini ganti baju pake punya kak Hiro," ujar Ayura seraya menyodorkan baju dari Hiro yang sejak tadi berada dalam dekapannya.


Ello menerima baju dari uluran tangan Ayura dengan bibir manyun, dia merasa kecewa karena Ayura yang tak mau lagi duduk di pangkuannya.


"Ihh... kakak gak usah manyun gitu. Udah jelek jadi tambah jelek kan?" ucap Ayura seraya mencubit kedua pipi suaminya dengan gemas.


"Siapa suruh gak mau duduk dipangkuan kakak lagi," sahut Ello mulai merajuk dengan bibir semakin manyun.


"Kan kakak harus istirahat. Katanya nanti mau ke rumah sakit lagi," ujar Ayura mengingatkan. "Udah sekarang ganti baju dulu sana!" perintahnya.


"Tapi cium dulu," pinta Ello menengadahkan wajahnya menatap Ayura yang sejak tadi memang berdiri tepat di hadapannya.


"Hah? Cium?" gumam Ayura dengan suara yang nyaris tak terdengar oleh Ello.


"Iya cium kakak dulu. Nanti kak Ello janji bakalan langsung ganti baju," ucap Ello dengan wajah penuh permohonan.


"Tapi....."


"Ayo sayang. Sekali aja," pinta Ello sedikit mendesak.


Cup

__ADS_1


Satu kecupan singkat mendarat di bibir Ello. "Kok cepet banget. Yang agak lamaan dikit sayang," pinta Ello kembali memohon.


"Udah ahh. Kak Ello kan tadi bilang sekali doang. Kenapa sekarang minta nambah?" tanya Ayura sebal.


"Satu kecupan dari kamu gak akan terasa buat kakak. Tapi justru membuat kakak ingin lagi dan lagi," ucap Ello dengan tersenyum seraya menaik turunkan kedua alisnya hingga membuat wajah Ayura memerah.


"Kakak udah ihh, dari tadi godain Ayura terus. Lama-lama Ayura tinggal lho," sahut Ayura dengan bibir yang mulai mengerucut tajam.


"Gak godain sayang. Orang kakak ngomong serius. Sini cium kakak lagi," pinta Ello yang kini sudah memonyongkan bibirnya kedepan. Dan seketika itu juga bibirnya langsung ditarik oleh Ayura.


"Aduh sayang sakit. Ampun," rengek Ello.


"Ngapain sih bibrnya pake monyong-monyong segala?" tanya Ayura ketus. Namun di dalam hatinya, Ayura sudah tertawa terbahak karena tingkah aneh suaminya.


"Kan kakak cuma minta cium. Kenapa malah ditarik sih bibirnya?" tanya Ello yang kini sudah manyum seakan merajuk.


"Gak ada cium-cium lagi. Kan tadi kakak minta sekali doang," sahut Ayura.


"Tapi kan pengen lagi," ucap Ello masih memanyunkan bibirnya.


"Iya iya. Kakak ganti baju sekarang, tapi kamu jangan pergi ya," pinta Ello memohon.


"Iya iya. Ayura tetep disini. Sekarang cepetan kakak ganti baju sana." Ayura mendorong Ello agar masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.


Setelah memastikan Ello masuk kedalam kamar mandi, Ayura memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia tersenyum saat mengingat gombalan-gombalan suaminya.


Ayura memang kesal karena gombalan Ello selalu berhasil membuat wajahnya seperti kepiting rebus. Tapi kalau boleh jujur, Ayura sangat menyukai gombalan-gombalan receh suaminya itu.


"Kak Ello emang paling bisa buat hati Ayura berbunga-bunga," gumam Ayura masih dengan senyumnya yang tak pudar.


Tak lama berselang, pintu kamar mandi kembali terbuka. Ello keluar dengan pakaiannya yang sudah berganti dengan kaos dan celana pendek milik Hiro. Walaupun hanya pakaian rumahan namun tetap saja wajah Ello terlihat sangat tampan. Apalagi rambut depannya yang terlihat basah setelah mencuci muka membuat wajah Ello terlihat sangat mempesona.


"Udah selesai?" tanya Ayura basa basi. Dan dibalas anggukan kepala oleh Ello.

__ADS_1


"Ya udah sini naik. Terus langsung tidur," ujar Ayura yang hendak turun dari atas ranjangnya.


"Kamu mau kemana?" Ello menahan tubuh Ayura agar tetap berada diposisinya.


"Ayura mau mandi. Kakak bisa tidur dulu. Nanti Ayura nyusul," jawab Ayura.


"Nanti aja mandinya. Temenin kakak dulu. Kakak gak bisa tidur sendirian ditempat baru," ucap Ello berbohong. Karena sebenarnya dimana pun tempatnya jika sudah mengantuk, Ello akan dengan mudah tertidur.


"Masa sih gak bisa tidur sendirian di tempat baru?" tanya Ayura tak percaya.


"Iya beneran," jawab Ello mencoba meyakinkan. "Jadi temenin kakak sampe tidur ya," pinta Ello dengan menampilkan puppy eyes-nya dan mau tak mau membuat Ayura menganggukan kepalanya.


Ello tersenyum lalu ikut merangkak naik keatas ranjang. "Peluk kakak biar kakak bisa bobok," pinta Ello merentangkan kedua tangannya.


Ayura mendesah kesal. Namun akhirnya dia merentangkan kedua tangannya dan membuat Ello masuk kedalam pelukannya.


"Udah sekarang kakak bobok ya," ucap Ayura seraya mengelus puncak kepala Ello. Sedangkan kedua tangan Ello sudah membelit tubuh istrinya dengan begitu posesif.


"Sayang....." panggil Ello yang sudah membenamkan kepalanya di leher Ayura.


"Hmm, kenapa kak?" tanya Ayura mulai memejamkan kedua matanya menikmati hembusan nafas hangat Ello yang menerpa kulit lehernya.


"Janji sama kakak ya. Kalau Ayura gak boleh ninggalin kakak apapun yang terjadi nanti," pinta Ello dengan suara lirih. Entah kenapa kondisi Fano saat ini membuat Ello takut. Namun Ello sendiri tak tahu ketakutan apa yang dia rasakan saat ini.


Ayura kembali membuka kedua matanya. Dia cukup kaget dengan permintaan suaminya. Bukan permintaan yang aneh dan berat untuknya. Tapi bukankah seharusnya Ello tahu jika dirinya tak akan pernah meninggalkan Ello selamanya.


"Kakak kok ngomong gitu?" tanya Ayura ingin tahu alasan suaminya meminta seperti itu.


"Gak pa-pa. Kakak cuma takut kalau Ayura ninggalin kakak. Kak Ello gak akan bisa hidup tanpa Ayura," jawab Ello dengan suara parau. Dia mulai mengantuk. Kedua matanya mulai berat saat usapan lembut tangan Ayura terus bergerak di puncak kepalanya.


"Tak perlu kakak minta, Ayura akan selalu ada disamping kakak selamanya. Karena Ayura istri kakak dan kak Ello suami Ayura," ucap Ayura. Namun sudah tak bisa didengar oleh suaminya. Karena ternyata Ello sudah terbang kealam mimpi.


Ayura tersenyum. "Ayura janji gak akan ninggalin kakak. Dan Ayura juga janji kalau hanya maut yang bisa memisahkan kita," gumam Ayura seraya mengecup puncak kepala Ello.

__ADS_1


Ayura kembali memejamkan kedua matanya dan memilih menyusul suaminya ke alam mimpi. Bahkan dia melupakan keinginannya sejak tadi yaitu mandi.


__ADS_2