
"Kakak bercanda kan? Kakak gak seriuskan ngajak Ayura tinggal diapartemen?" tanya Ayura yang masih tak percaya dengan ucapan Ello.
"Kamu mau bukti kalau kamu prioritas kakak kan?" tanya Ello dan Ayura kembali menganggukan kepala.
"Mangkannya kamu tinggal sama kak Ello diapartemen. Gimana kakak mau prioritasin kamu kalau kita aja masih tinggal terpisah?" tanya Ello. Sedangkan Ayura masih diam.
"Kakak janji akan buktiin ke kamu. Kamu mau kan tinggal sama kakak?" tanya Ello lagi dengan penuh harap.
"Yura......"
"Mau ya," sahut Ello penuh permohonan.
"Tapi kak. Orang tua kita gak ada yang tahu tentang pernikahan ini. Gimana bisa Ayura tinggal diapartemen bareng kakak. Kecuali kakak siap ngasih tau ke orang tua kita. Tapi jujur Ayura belum siap kak. Ayura masih takut. Bahkan sampai sekarang Ayura masih dalam masa hukuman dari papi Ayura," ujar Ayura lirih.
"Masa hukuman?" tanya Ello yang tak tahu jika istrinya sedang dihukum.
"Iya kak. Sebenernya saat di Jogja waktu itu, Ayura lagi kabur dari acara pertunangan yang direncanakan papi," ucap Ayura menjelaskan.
"Kamu bertunangan?" tanya Ello membelalakan kedua matanya tak percaya dengan fakta yang baru saja dia dengar. Begitu juga dengan Alex dan Mike yang terlihat ikut syok. Namun keduanya memilih diam dan tak mau ikut campur urusan rumah tangga sahabatnya kecuali Ello sendiri yang meminta pendapat pada mereka.
"Haiisshh... belum tunangan kakak. Baru mau. Karena Ayura keburu kabur, jadi otomatis pertunangan itu batal. Tapi sampai sekarang papi masih aja berusaha deketin Ayura sama mantan calon tunangan Ayura," ucap Ayura yang kini mulai menceritakan tentang perjodohannya dengan Fano.
"Kamu masih suka ketemu sama mantan calon tunangan kamu?"
"Iya kak."
"Kok kamu gak ngomong sih Ay. Aku suami kamu loh. Kok kamu sembunyiin hal penting kek gini sama aku," ucap Ello kesal. Kini dia sudah dalam mode cemburu.
Ello kira saat ini hanya tinggal Reno saja yang menjadi rivalnya setelah Alex mundur teratur. Tapi dia salah, karena ternyata justru mertuanya sendiri yang mendekatkan Ayuranya dengan pria lain.
Ya... walaupun itu semua terjadi karena papi Ayura tidak tahu jika putrinya sudah menikah, tapi tetap saja Ello tak terima jika istrinya harus dekat dengan pria lain.
"Orang kakak gak nanya," jawab Ayura santai.
"Walaupun kak Ello gak nanya, harusnya kamu cerita sama kakak. Masa apa-apa kakak harus nanya dulu baru tahu semua hal tentang kamu."
__ADS_1
Sedangkan Alex dan Mike sejak tadi sudah menyangga kepala mereka masing-masing dengan tangan yang berada di atas meja. Keduanya duduk khidmat untuk menyimak perdebatan sepasang suami istri didepannya yang ternyata tak kalah seru dari film yang biasa mereka tonton.
"Gimana Ayura mau cerita. Seharian ini aja kita gak ketemu. Apalagi kak Ello juga sama sekali gak ngirim pesan ke Ayura," sahut Ayura sinis. Dia masih kesal karena sejak semalam Ello tak membalas ataupun mengirimkan pesan untuknya.
Ello menghela nafas panjang. "Mangkanya kita tinggal bersama ya. Diapartemen kakak. Ralat, apartemen kita," ujar Ello kembali menatap istrinya dengan sangat intens. Dia seakan sedang memindai detail setiap inci wajah istrinya agar tersimpan didalam ingatannya.
"Emang kakak udah siap ngasih tahu orang tua kita?" tanya Ayura.
Ello terdiam. "Maaf Ay, tapi kalau sekarang kakak belum bisa," ujar Ello lirih. Dia merasa bersalah belum bisa memberitahukan pernikahan mereka pada orang tua masing-masing. Apalagi saat situasi didalam keluarganya sedang tidak baik-baik saja.
"Kalau gak siap gak usah sok-sokan ajakin Ayura tinggal bareng," sahut Ayura ketus.
"Iya.. iyaa, kakak minta maaf. Tapi paling tidak malam ini kamu mau ya nginep diapartemen. Malam ini aja. Please, mau ya?" ucap Ello dengan penuh permohonan.
Ayura menghela nafas panjang.
"Gimana caranya Ayura izin ke papi biar Ayura bisa nginep diapartemen kakak?" tanya Ayura pada suaminya.
Ello diam sejenak. Mencoba mencari cara agar Ayura diizinkan menginap oleh papinya.
"Hmmm..... Ya udah Ayura coba izin ke papi," sahut Ayura lalu mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya panggilan telepon Ayura diangkat oleh papi Genta.
"Hallo sayang.. kamu dimana? Kok belum pulang? Ini udah malem. Kamu mau pulang jam berapa?" rentetan pertanyaan langsung terlontar dari papi Genta sesaat setelah panggilan tersambung.
"Haisshh... papi nanya satu-satu bisa gak sih?"
Papi Genta terkekeh. "Masih dimana?"
"Di mall pi. Ini baru selesai nontonnya," jawab Ayura.
"Langsung pulang ya. Ini udah jam sembilan lebih. Mall juga udah mau tutup," sahut papi Genta dari seberang telepon.
"Itu pi... sebenernya....." Ayura menatap suaminya yang ternyata kini masih menatap dirinya. Dan dengan setia menunggu Ayura meminta izin pada papi mertuanya.
__ADS_1
"Ada apa? Kamu gak pa-pa kan?" tanya papi Genta khawatir.
"Ehh.. gak pi. Ayura baik-baik aja kok pi," jawab Ayura.
"Ya sudah cepet pulang. Papi tunggu dirumah," ucap papi Genta hendak mematikan panggilan telepon namun teriakan Ayura yang memanggilnya membuat papi Genta menggurungkan niatnya mematikan panggilan telepon.
"Kenapa lagi sayang?" tanya papi Genta.
"Itu pi... Ayura mau izin nginep dirumah Laura," ucap Ayura yang akhirnya mengatakan maksud dan tujuannya menelepon papi Genta.
"Nginep? Kamu gak pulang?" tanya papi Genta.
"Haisshh... papi, namanya nginep ya gak pulang," gerutu Ayura kesal.
"Gak.. papi gak izinin. Kamu pulang sekarang juga. Atau papi akan tambah hukuman kamu," ucap papi Genta tegas.
"Tapi pi... kali ini aja. Please," ujar Ayura memohon.
"Gak Ayura. Sekali gak boleh ya gak boleh. Kamu pulang sekarang juga. Titik," ucap papi Genta tak mau dibantah sama sekali.
"Tapi pi......."
Tut.. Tut.. Tut..
Panggilan telepon berakhir sepihak dengan ucapan papi Genta yang tak mau dibantah lagi.
"Gimana?" tanya Ello.
"Gak diizinin," jawab Ayura melempar ponselnya diatas meja. Entah kenapa dia merasa kesal karena tak bisa menginap diapartemen Ello.
"Trus gimana?" tanya Ello dengan suara lemas tak bersemangat. Padahal dia sudah sangat berharap malam ini bisa tidur memeluk tubuh mungil Ayura.
Ayura mengangkat kedua bahunya. Dia juga tak tahu harus bagaimana lagi. Dia memundurkan tubuhnya dan duduk bersandar di sandaran sofa. Diam dengan pikiran yang masih mencari cara agar bisa menginap diapartemen.
"Ahh... Ayura ada ide," ucap Ayura tiba-tiba hingga membuat Ello menatap kearah Ayura dengan satu pertanyaan. "Ide apa?"
__ADS_1
Tak menjawab. Ayura justru mengambil ponselnya yang tadi sempat dia campakan begitu saja. Dan kembali melakukan panggilan telepon.