Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Semakin Takut Ruangan Gelap


__ADS_3

Ello diam terpaku saat melihat mama Rani yang menatapnya dengan tajam. "Ehh, itu ma. Kita gak abis ngapa-ngapain kok," jawab Ello gugup. "Sayang ayo. Kamu harus istirahat," ujar Ello merengkuh tubuh sang istri dan membantunya berjalan menuju ranjang pasien. Semua itu Ello lakukan untuk menghindari pertanyaan sang mama.


Mama Rani menghela nafas panjang. Dia sangat tahu isi otak anaknya. Namun untuk saat ini dia memilih diam agar sang menantu bisa beristirahat.


Akhirnya Ayura bisa tertidur setelah cukup lama Ello mengusap-ucap kepalanya. Dia membenarkan selimut Ayura. Tak lupa mengusap pelan purut sang istri. Karena entah kenapa sejak tahu Ayura hamil, mengusap perut Ayura menjadi hal yang berhasil membuat salah satu sudut hatinya menghangat.


"Ello. Sini!" perintah mama Rani.


Tanpa menunggu di minta kedua kalinya, Ello berjalan kearah sang mama. "Kenapa ma?"


"Aduhh... mama sakit," pekik Ello dengan suara pelan saat tiba-tiba telinganya di tarik oleh mama Rani.


"Kamu ini ya, istri lagi sakit malah di gangguin. Kamu gak kasihan apa sama Ayura? Biarkan dia sembuh dulu," omel mama Rani masih dengan satu tangan yang mencapit telinga putra bungsunya.


"Aduhh ma lepasin dulu. Sakit ini. Gimana kalau Ayura tahu suaminya di jewer kayak anak kecil gini. Ello malu ma," rengek Ello dengan wajah memelas.


"Biarin. Mangkanya jadi anak yang bener," ketus mama Rani. Tapi pada akhirnya mama Rani melepaskan capitannya karena merasa tak tega melihat telinga Ello yang sudah mulai memerah.


"Ello kan gak salah apa-apa. Kenapa mama jewer Ello kayak gini sih? Sakit tau ma," ujar Ello dengan bibir yang sudah mengerucut tajam.


"Gak salah apa-apa dari mana? Kamu pikir mama gak tahu isi pikiran kamu itu?" ketus mama Rani. "Setidaknya kamu harus tahu kondisi Ayura sekarang Ello. Kamu juga harus minta pendapat dokter kalau pengen aneh-aneh sama Ayura. Inget istri kamu saat ini sedang hamil muda. Kamu gak boleh sembarangan celap-celup gitu," ujar mama Rani.


"Ello gak celap-celup ma, Ello cuma cium Ayura dikit kok," ujar Ello membela diri.


"Iya awalnya cium dikit. Tapi mama gak yakin kamu bisa nahan diri buat gak aneh-anehin Ayura. Buktinya aja sekarang kamu udah buat Ayura hamil," sahut mama Rani dan berhasil membuat Ello bungkam.


"Mama cuma gak mau terjadi apa-apa sama Ayura dan calon cucu mama. Jadi kamu harus menjaga mereka Ello. Jangan sesuka hatimu kayak gitu."


"Iya ma. Maaf."


"Yaudah mama pulang sekarang. Pak Noto udah nunggu di bawah. Kamu beneran gak pa-pa kan mama tinggal sendiri?" tanya mama Rani. Dan dibalas anggukan kepala oleh Ello. "Iya gak pa-pa ma. Biar Ello yang jaga Ayura."

__ADS_1


Mama Rani menganggukan kepalanya. "Ingat jangan aneh-aneh," pesan mama Rani sebelum akhirnya meninggalakan kamar rawat sang menatu.


~


Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Ayura sudah di perbolehkan pulang.


Awalnya mama Rani meminta Ayura untuk sementara waktu tinggal di kediaman Darmawangsa. Namun sayangnya Ayura menolak. Dan mama Rani mencoba memaklumi mungkin saja Ayura merasa tak nyaman karena ada Fano. Hingga akhirnya Ayura dan Ello memutuskan untuk kembali tinggal di kediaman Aditama.


"Ayura mana?" tanya Hiro saat melihat Ello berjalan kearah dapur untuk mengambil minum.


"Baru aja tidur kak," jawab Ello dan mendudukan tubuhnya di hadapan single sofa yang ada di ruang keluarga.


"Sini lo." Hiro melambaikan tangannya meminta Ello mendekat. Dan tiba-tiba saja Ello merasa ada sesuatu yang akan terjadi padanya.


"Sini!" Perintah Hiro lagi.


"Iya. Ada apa kak?" tanya Ello gugup sambil mendudukan tubuhnya di samping Hiro.


"Ampun kak. Ello khilaf," ujar Ello terbata.


"Khilaf apa keenakan lo?" ketus Hiro.


"Dua-duanya," jawab Ello dan spontan langsung menutup mulutnya. Bisa-bisanya dia keceplosan dan berbicara sejujur itu pada kakak iparnya.


"Ckk... dasar lo ya, nih rasain." Hiro menjitak dahi Ello dengan cukup keras hingga berulang kali.


"Ampun kak ampun. Emang kak Hiro gak seneng mau punya ponakan lucu dari kita?" pancing Ello yang memang tahu jika Hiro adalah sosok yang sangat menyukai anak kecil. Terlihat jelas saat Hiro bercengkrama dengan anak-anak di panti asuhan waktu itu.


Hiro melepaskan pitingannya. Hingga membuat Ello bernafas lega.


"Berhubung gue seneng karena bakalan jadi uncle muda nan tampan, jadi kali ini gue maafin kesalahan lo yang gak nurutin perintah gue," ujar Hiro.

__ADS_1


"Makasih kak. Kak Hiro emang kakak terbaik," puji Ello layaknya penjilat handal.


"Cih... gak usah sok muji-muji gue," ujar Hiro. "Sekarang yang terpenting lo harus jagain Ayura dan calon keponakan gue. Jangan sampai hal kayak kemarin terjadi lagi. Gue gak akan maafin lo kalau lo gagal jagain istri dan calon anak lo," lanjutnya lagi.


"Iya kak. Ello janji akan berusaha semaksimal mungkin menjaga Ayura. Ello juga gak mau buruk terjadi sama istri dan calon anak Ello," sahut Ello dengan tegas.


"Bagus. Kalau lo butuh bantuan apapun langsung hubungin gue. Gue akan bantu sebisa gue," ujar Hiro dan dibalas anggukan kepala oleh Ello.


Setelah cukup lama mengobrol dengan Hiro, akhirnya Ello memutuskan untuk kembali kekamar. Saat dirinya ingin membuka pintu, tiba-tiba pintu kamar sudah terbuka dari dalam dan langsung menampakan Ayura yang sudah berdiri di depan pintu dengan air mata memenuhi wajahnya.


"Kakakk......." Ayura langsung berhamburan memeluk suaminya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Ello panik sembari membalas pelukan sang istri.


Ayura menggelengkan kepalanya. "Jangan tinggalin Ayura. Ayura takut sendirian," ujar Ayura dengan suara serak karena tangisannya.


"Sstt... maafin kakak sayang. Kakak tadi abis ngambil minum," ujar Ello mencoba menenangkan. Lagi-lagi dia melupakan satu hal. Jika sejak kejadian malam itu, Ayura sama sekali tak mau di tinggal sendiri. Apalagi di dalam ruangan yang kurang pencahayaan. Dan cerobohnya Ello, dia meninggalkan Ayura di kamar tanpa menghidupkan lampu utama.


Ello membopong tubuh Ayura kembali masuk ke dalam kamar. Setelah merebahkan Ayura di atas tanjang, Ello menyalakan lampu utama.


"Udah jangan takut lagi. Ada kakak disini." Ello kembali menarik Ayura dalam pelukannya. Ello merasa dejavu. Ya dia teringat saat pertama kali mereka menginap di apartemen dan Ayura menangis karena mengira di tinggal sendirian.


Dan saat ini Ello baru sadar. Ketakutan Ayura kini semakin besar jika ditinggal sendirian di tempat gelap.


"Udah sekarang tidur ya."


"Jangan tinggalin Ayura sendiri," pinta Ayura.


"Iya sayang kakak disini. Sini peluk kakak biar kakak gak bisa kemana-mana." Ello menarik lembut tangan Ayura agar melingkar di pinggangnya. "Sekarang tidur ya."


'Kayaknya gue harus minta pendapat kak Hiro tentang kondisi Ayura yang saat ini sangat takut dengan ruangan gelap,' batin Ello dia mengecup sekilas Ayura yang saat ini sudah kembali tidur di pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2