
Pintu ruang IGD baru saja tertutup dan menyisakan Ello yang diam mematung saat menyadari ada bercak darah segar di lengan blazernya.
"Darah?" gumam Ello dengan kedua mata yang sudah membulat sempurna. Dia sangat yakin darah itu berasal dari tubuh sang istri. Tapi dari luka disebelah mana? Karena Ello hanya melihat banyak lupa di wajah sang istri dan juga bekas cekalan di pergelangan tangannya. Lalu darah itu berasal dari mana?
Ello masih diam mematung. Mencoba menebak dari mana darah segar di lengannya. Setelah banyak kemungkinan yang muncul kini Ello mencoba berfikir positif saat mengingat istrinya belum menstruasi bulan ini. Dan Ayura tadi mengeluh sakit di bagian perutnya, hingga Ello menyimpulkan jika mungkin saat ini Ayura baru saja datang bulan.
Tak lama setelah Ayura ditangani dokter di dalam, Reno datang dengan mengunakan brankar pasien dan menuju ruang IGD yang sama dengan Ayura.
"Sabar ngab. Lo gak liat dia udah sekarat gitu?" Mike menahan tubuh Ello yang hampir menghajar Reno lagi.
"Kenapa kalian bawa baji**an itu kesini?" tanya Ello yang dengan sekuat tenaga menahan amarahnya. Apalagi mengingat bagaimana wajah istrinya yang terdapat banyak luka pukulan membuat Ello benar-benar marah dan tak terima atas perlakuan Reno pada Ayura.
Bahkan dengan mata kepalanya sendiri, Ello melihat Reno yang hampir melecehkan sang istri. Ello tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada istrinya jika dirinya tadi terlambat datang. Ya walaupun kenyataannya dia sudah terlambat, karena Ayuranya sudah terluka karena ulah Reno.
"Ini rumah sakit terdekat dengan sekolah. Kalau gue bawa dia ke rumah sakit lain, gue takut dia mati dijalan," ujar Mike menjelaskan.
"Sampah kayak dia lebih baik mati," ketus Ello seraya menepis kasar tangan Mike yang masih menahan tubuhnya. Ello tak habis pikir, kenapa Mike masih peduli akan hidup dan mati Reno yang sudah sangat jelas pria itu tak pantas menghirup oksigen lagi.
"Bener kata Ello. Mending mati sekalian aja itu si anjiing," sahut Alex. Hingga membuat Mike membelalakan matanya tak percaya. Ternyata kedua sahabatnya itu cukup kompak membenci seorang Reno Sanjaya.
__ADS_1
"Kalau dia mati nanti lo yang kena masalah," ujar Mike.
"Gue gak salah. Karena ini bentuk perlindungan atas apa yang sudah Reno perbuat sebelumnya," ketus Ello hingga membuat Mike terdiam karena walau bagaimanapun ucapan Ello benar adanya.
"Ini tas bini lo," ujar Alex mengulurkan sebuah mini clutch bag ke Ello.
Ello langsung menerima mini clutch bag dari tangan Alex. Dan kini dia baru ingat, jika papi Genta tadi sudah berpesan agar jangan pulang larut malam. Dan Ello yang khawatir mertuanya itu menunggu mereka berdua pulang, mau tak mau memilih menghubungi papi Genta.
"Shiitt.... lowbat," gerutu Ello saat melihat ponselnya mati.
Pada akhirnya Ello memilih memakai ponsel sang istri untuk menghubungi papi Genta. Namun saat mencari di kontak telepon, Ello tak menemukan nama papi Genta di sana. Hingga Ello memutuskan mencari nomer papi Genta di pesan masuk.
'Reno tadi sempet kirim pesan ke Ayura?' batin Ello dalam hati saat melihat nama Reno di deretan kedua pesan masuk setelah dirinya. Walau penasaran, Ello tetap pada tujuan utamanya yaitu mencari kontak nama papi Genta, hingga dia memutuskan untuk mengabaikan pesan dari Reno untuk sang istri.
Tanpa menunggu lama, Ello langsung menghubungi papi Genta dan mengatakan jika saat ini mereka berada di rumah sakit tanpa memberi tahu penyebabnya. Karena Ello memilih untuk menjelaskan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi.
Ello mematikan panggilan telepon setelah papi Genta akan segera menyusul ke rumah sakit. Dan kini pandangan Ello terfokus pada pesan masuk dari Reno. Karena rasa penasaran yang sudah tak bisa ditahan lagi, akhirnya Ello memutuskan untuk membuka pesan dari Reno.
Tangan Ello terkepal saat membaca pesan ancaman Reno untuk istrinya. Apalagi saat mengetahui foto dan video kedekatan Ayura dengan papi Genta dan kak Hiro yang Reno gunakan ancaman. Sungguh ini sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
Pandangan mata Ello kini terhenti di salah satu foto dimana Ayura seakan sedang berciuman di dalam mobil dengan seorang pria yang wajahnya tak terlihat, karena posisi pria itu yang sedang membelakagi kamera.
"Ini bukannya kak Fano?" gumam Ello yang sangat hafal dengan mobil sang kakak. Apalagi dilihat dari belakang pun Ello sangat tahu jika itu memang kakaknya. Tapi apakah mereka benar-benar berciuman? Tidak. Itu tidak mungkin. Karena Ello sangat tahu Ayura tak menyukai kakaknya. Bahkan Ayura sampai memilih kabur dari acara pertunangan mereka. Jadi mereka tak mungkin berciuman apalagi di depan gerbang sekolah. Dan kalau pun itu benar terjadi, pasti ada unsur ketidak sengajaan disana.
"Ngab, lebih baik lo duduk dulu," ujar Mike membuat Ello tersentak. Dia menatap Mike yang saat ini sudah duduk bersama Alex di kursi besi yang berada tak jauh dari pintu IGD.
"Gue disini aja," ujar Ello dan kembali memasukan ponsel Ayura ke mini clutch bag di tangannya.
Ello menyandarkan punggungnya di tembok tepat di samping pintu IGD. Hatinya sangat gelisah karena ini sudah hampir satu jam Ayura berada di dalam tapi tak ada satupun dokter yang keluar untuk mengatakan bagaimana kondisi istrinya saat ini.
'Semoga kamu baik-baik aja Ay. Maafin kakak. Maafin kakak yang gak bisa jagain kamu, maafin kakak yang gak bisa lindungi kamu dari pria brengsek itu,' batin Ello dan tanpa sadar air mata sudah merembes keluar dari sudut matanya.
Ello memejamkan kedua matanya, merasakan sesak didalam hatinya. Dia sangat khawatir. Apakah kondisi istrinya sangat parah? Kenapa dokter lama sekali? "Oh my god. I hope nothing happens to my wife."
Ceklek
Suara pintu terbuka membuat Ello mengalihkan pandangannya ke arah seorang dokter yang baru saja muncul dari balik pintu IGD. Hingga membuat kaki Ello langsung melangkah mendekat kearah dokter itu.
"Bagaimana keadaan Ayura dok?" tanya Ello yang sudah berdiri di hadapan dokter itu.
__ADS_1
"Kalian sia........"
"Saya suaminya," potong Ello. "Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Ello tak sabar.