
Ayura sejenak terbengong sesaat setelah membaca pesan balasan dari Ello. "Katanya khawatir. Tapi kenapa malah ngomel-ngomel?" gerutu Ayura yang kesal karena balasan pesan dari Ello yang seakan sedang memarahinya.
Ayura kembali membaca ulang pesan yang di kirim Ello padanya. "Hmm... wajar sih marah, dia pasti dari tadi nunggu kabar dari gue," gumam Ayura.
Dia mulai mengetik pesan balasan untuk Ello. [Maaf kak Ayura baru sempet bales....] tulis Ayura. Namun detik berikutnya Ayura kembali menghapus pesan yang sudah dia ketik.
Egonya tak mengizinkan Ayura meminta maaf untuk kedua kalinya. "Gue kan tadi udah minta maaf. Ogah banget minta maaf lagi. Nanti dia besar kepala," ujar Ayura.
Dia pun kembali mengetik pesan lagi untuk Ello dan tanpa pikir panjang langsung mengirimnya.
Klunting
Ello langsung membuka notif pesan dari Ayura dengan perasaan was-was. Dia takut istrinya itu ngambek karena pesan yang tadi dia kirim. Dan benar saja. Ayura mencurahkan kekesalannya melalui pesan balasan yang baru saja Ello terima.
[Kakak kok jadi marah-marah gitu sama Ayura. Kan tadi Ayura udah minta maaf. Kenapa pake ngomel-ngomel segala sih?]
Ello menghembuskan nafas kasar. Tadi dia sudah di wanti-wanti oleh Alex. Jika dia harus sabar menghadapi Ayura. Apalagi istrinya masih ABG yang sifatnya masih sangat labil. Dan Alex sang penakluk wanita itu menyarankan agar Ello sedikit mengalah.
[Kak Ello gak marah Ay. Kakak cuma khawatir sama keadaan Ayura, istri kak Ello yang sejak pulang sekolah gak ngasih kabar]
"Sabar Ello sabar. Lo harus mulai belajar ngadepin cewek. Jan sampe Ayura berpaling ke Reno hanya karena lo yang cuek," ucap Ello mensugesti dirinya sendiri. Dia tak ingin seseorang yang sudah menjadi miliknya di rebut kembali oleh Reno seperti sang mantan.
Ayura tersenyum sumringah setelah membaca pesan balasan dari Ello. Dia membalikan tubuhnya tengkurap seraya memeluk boneka beruang yang kemarin diberikan oleh suaminya. Dengan penuh semangat, Ayura mulai kembali mengetik pesan balasan lagi untuk Ello.
[Kakak beneran gak marah?]
__ADS_1
[Kak Ello gak akan mungkin bisa marah sama kamu Ay..]
Ayura tersenyum girang. Menggoyang-goyangkan kedua kakinya ke kanan dan ke kiri. Ayura yang terlalu senang langsung menenggelamkan wajahnya di balik boneka beruang kesayangannya. Mengusel-usel boneka itu seakan boneka beruang itu adalah suaminya.
Sampai detik ini Ayura benar-benar tak menyangka jika pesan kak Ello yang bisa dibilang biasa saja itu, justru bisa membuat hatinya berbunga-bunga.
'Apa tadi? Kak Ello manggil kamu? hihihi.. padahal biasanya dia selalu manggil lo gue lo gue. Ada apa dengan kak Ello malem ini?' batin Ayura.
Belum menemukan jawaban tentang apa yang membuat Ello berubah, sebuah pesan dari Ello kembali masuk ke nomer Ayura. Bahkan Ayura belum sempat membalas pesan dari Ello yang sebelumnya.
[Kamu lagi apa Ay? Udah makan?]
Senyum Ayura semakin lebar karena perhatian Ello padanya. Walaupun ini bukan pertama kalinya dia mendapatkan perhatian dari lawan jenis, tapi entah kenapa lagi-lagi Ello berhasil membuat dirinya sangat bahagia dengan perhatian kecil itu. Ayura seperti sedang menjadi wanita terbahgia malam ini. Karena mungkin hanya dia satu-satunya gadis yang mendapatkan perhatian kecil dari pria cuek dan sok cool seperti Ello.
[Ayura lagi........]
"Haduh gimana ini, kak Ello pake video call lagi," gumam Ayura. Dia sudah mendudukan tububnya di atas ranjang. "Haduh mana belum mandi. Masih pake seragam sekolah pula." Ayura mengendus-ngendus bajunya. Berharap bau tubuhnya masih wangi. Dia seakan lupa jika saat panggilan video berlangsung nanti, bau tubuhnya tak akan terdeteksi oleh indra penciuman Ello.
"Angkat Ayura angkat," ujar Ayura dan langsung menggeser tombol hijau di layar ponselnya. "Yah kok udah mati?" tanya Ayura yang kecewa. Karena terlalu lama dia abaikan, ternyata membuat panggilan video dari Ello sudah berakhir sebelum dia mengangkatnya.
"Huh... nyebelin. Belum juga di angkat udah mati aja," gerutu Ayura. Entah kenapa dia merasa kecewa karena gagal melakukan panggilan video dengan suaminya.
Karena sangat kesal, Ayura hendak melemparkan ponselnya ke atas ranjang. Namun niatnya langsung dia urungkan saat sebuah panggilan video dari Ello kembali masuk.
Senyum yang sempat redup pun kini kembali cerah. Ayura mencoba sedikit menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya agar rambutnya terlihat lebih rapi walaupun belum mandi.
__ADS_1
Dia akhirnya mengangkat panggilan telepon setelah beberapa kali berdehem untuk menetralkan suaranya.
Di layar ponsel Ayura langsung di penuhi dengan wajah tampan dan imut suaminya. Ello tersenyum begitu manis hingga membuat jantungnya seakan mau melompat keluar dari tempatnya.
"Lagi apa? Kok lama angkatnya?" tanya Ello yang penasaran kenapa panggilan video yang kedua kalinya baru diangkat oleh Ayura.
Wajah Ayura sudah mulai memerah. Ditatap secara intens oleh Ello membuatnya gugup. Padahal ini hanya panggilan video. Apalagi jika Ello menatap seperti sekarang secara langsung. Bisa-bisa Ayura pingsan di tempat.
"Ehh.. itu, tadi Yura dari kamar mandi. Gak tau kalau kakak telepon," ujar Ayura mencoba berbicara dengan suara senetral mungkin.
"Emm.. kok masih pake seragam sekolah? Ini udah malem loh." Ello menatap heran pada Ayura yang masih memakai seragam sekolah lengkap dengan dasinya. Bahkan masih terlihat sangat rapi.
"Iya tadi pulang sekolah di ajak mampir makan di resto," ujar Ayura menjelaskan.
"Sama siapa?" tanya Ello curiga.
"Temen kak Hiro," jawab Ayura yang tak sepenuhnya bohong.
Ello mengerutkan dahi. "Siapa kak Hiro?" tanyanya.
"Kak Hiro itu kakak aku. Anak papi yang pertama. Aku dua bersaudara. Kak Hiro anak pertama alias anak sulung dan aku anak kedua alias anak bungsu," ujar Ayura menjelaskan.
Ello menganggukan kepala mengerti. "Ehh..tapi tadi kamu bilang yang ngajak kamu makan temen kakak kamu. Siapa dia?" tanya Ello mulai cemburu.
"I-itu......." Ayura bingung mau menjawab apa. Tak mungkinkan dia bilang teman kak Hiro adalah mantan calon tunangannya. "Kak Ello tadi pulang sekolah ngajak ketemu ada apa?" tanya Ayura mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Ohh... itu tadi, aku cuma mau buktiin ke Alex dan Mike kalau kita udah nikah," jawab Ello yang memang langsung teralihkan dengan pertanyaan Ayura yang menurutnya memang cukup menarik untuk di bahas.
"Hahh.... maksud kakak apa?" tanya Ayura panik. Walaupun merasa lega Ello tak membahas soal makan sorenya tadi. Tapi ucapan Ello yang mengatakan jika ingin membuktikan pada Alex dan Mike tentang pernikahan mereka berdua, benar-benar membuat Ayura sangat syok.