
Ello masih sangat khawatir jika yang mengetok pintu kamar Ayura adalah orang tuanya. Bahkan karena terlalu gelisah, Ello terus berjalan bolak balik seperti setrikaan. Namun kini dia bisa bernafas lega setelah membaca pesan balasan yang di kirim Ayura dan mengatakan jika yang datang adalah asisten rumah tangganya.
[Syukurlah kalau bukan orang tua kamu yang tadi ngetok pintu kamar. Kak Ello lega, setidaknya untuk saat ini pernikahan kita masih bisa di rahasiakan]
[Iya kak...]
[Sekarang udah malem. Cantiknya kak Ello bobok ya. Jan begadang, besok sekolah. Good night and have a nice dream my little wife *dua emoji mencium dengan hembusan hati]
Setelah mengirim pesan balasan untuk Ayura, Ello merebahan tubuhnya di atas ranjang. Dia membungkam wajahnya dengan bantal. "Aahhhh....kenapa gue bisa kirim pesan mengelikan kek gitu sih," pekik Ello dan semakin menengelamkan wajahnya di bawah bantal.
Sedangkan di sisi lain Ayura terlihat girang saat membaca pesan dari Ello.
"Iihhhhh... kakaaaak..." teriak Ayura tertahan. Wajahnya lagi-lagi memerah saat melihat dua emoji yang ada di akhir pesan dari suaminya.
[Iya. Kakak juga bobok ya. Jan lupa mimpiin Ayura] tulis Ayura dengan tersenyum dan langsung mengirimnya ke Ello.
Ayura mendudukan boneka beruang di hadapannya. Dia mengusapkan pipinya sendiri dengan tangan boneka beruang seakan-akan Ello yang sedang melakukanya. "My little wife," gumam Ayura terkikik geli.
"Aahh... Yura suka di panggil itu. Suka, suka banget," ucap Ayura seraya memeluk boneka beruangnya dengan sangat erat. Apalagi mengingat emoji mencium dengan hembusan hati benar-benar membuat hati Ayura kini seakan menjadi hamparan kebun bunga.
Dia melepaskan pelukannya dari boneka beruang. Lalu menatap boneka beruang itu dengan tersenyum sangat manis seakan harga gula sedang di terjun bebas. "Met bobok juga my little husband," ucap Ayura lalu mencium pipi boneka beruang dengan sangat gemas seakan dia sedang mencium sang suami.
Hingga tanpa Ayura sadari, dia akhirnya tertidur dengan terus memeluk boneka beruangnya. Bahkan dia sampai melupakan makan malam yang sudah di bawakan Bi Sari untuknya.
~
__ADS_1
Ello sudah tiba di sekolah pagi-pagi sekali. Bahkan dia belum melihat ada siswa lain yang datang. Dia sendiri bingung kenapa sepagi ini sudah berada di sekolahnya. Padahal biasanya Ello sampai disekolah lima menit sebelum bel masuk berbunyi.
Setelah memarkirkan motornya, Ello berjalan santai menuju kelasnya dengan tersenyum sumringah mengingat obrolannya dengan Ayura saat melakukan panggilan video tadi malam.
Ello tak menyangka jika panggilan videonya dengan Ayura semalam benar-benar bisa menjadi mood booster untuknya pagi ini. Bahkan mungkin sepagi ini Ello sudah berada di sekolah karena tak sabar ingin menemui Ayura. Ya walaupun mungkin dia hanya bisa menatap Ayura dari kejauhan, tapi itu sudah membuat Ello merasa senang.
Saat Ello hendak memasuki kelasnya, tiba-tiba tubuhnya di dorong paksa masuk kedalam kelas hingga membuatnya terhuyung hampir terjatuh karena sangat kaget.
"Ay....." Ello membelalakan kedua matanya saat melihat Ayura sudah berdiri di hadapannya. Dia tak menyangka jika yang mendorongnya adalah istrinya sendiri.
"Kakak....." panggil Ayura lirih.
"Kenapa Ay? Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Ello panik saat melihat wajah Ayura yang terlihat murung.
"Kenapa kakak jahat sama Ayura?" tanya Ayura lirih dengan kedua mata mulai berkaca-kaca.
"Kenapa kakak gantungin hubungan kita. Ayura capek kak kucing-kucingan kek gini terus. Ayura capek harus ngumpet-ngumpet padahal cuma pengen ketemu suami Ayura sendiri. Ayura udah kayak istri mau ketemu selingkuhan tapi takut ketahuan suami. Ayura gak mau kek gini terus kak. Ayura capek," ucap Ayura dengan air mata yang mulai membanjiri kedua pipinya.
"Hey sayang jan nangis gini. Maafin kakak," ucap Ello. Dia mengusap air mata Ayura dengan kedua ibu jarinya.
"Yura capek kak. Yura capek," ujar Ayura dengan suara parau akibat tangisannya.
"Ssstt.... jan nangis lagi." Ello menarik Ayura kedalam pelukannya. Mengusap punggung gadis berseragam SMA itu dengan lembut. "Kita omongin ini baik-baik ya sayang. Jan nangis kek gini. Kakak gak suka liat istri kakak nangis," ucap Ello melepaskan pelukannya saat menyadari jika Ayura sudah mulai tenang.
"Ayura capek kak. Ayura gak mau pernikahan kita terus di sembunyiin kek gini. Setidaknya kakak harus kasih tahu orang tua kita," ujar Ayura menatap kearah Ello. Dan balas ditatap oleh suaminya.
__ADS_1
"Iya sayang iya. Maafin kakak ya belum bisa jadi suami yang baik buat kamu. Nanti sepulang sekolah kita bahas masalah ini ya," ujar Ello seraya mengusap puncak kepala Ayura. Ayura tak menjawab. Dia terus menatap wajah suaminya itu.
"Jan sedih lagi. Kakak gak mau istri kakak sedih. Kakak sayang sama Ayura," ucap Ello dengan sangat mantap dan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah istrinya.
"Ayura juga sayang sama kak Ello," sahut Ayura.
Keduanya saling mengunci pandangan. Namun tiba-tiba pandangan Ello terfokus pada bibir ranum istrinya. Dan tanpa dia sadari, perlahan dia mulai mendekat. Ello dapat melihat Ayura yang sudah mulai memejamkan kedua matanya. Ello seakan mendapat lampu hijau. Dan tanpa pikir panjang dia pun ikut memejamkan kedua matanya dan semakin mendekat keistrinya hingga hembusan nafas Ayura terasa menerpa wajahnya.
"Ello........"
Terdengar suara seseorang yang sangat tak asing di telinga Ello. Namun dia masih enggan membuka kedua matanya. Dia masih ingin mencicipin manis bibir istrinya. Namun lagi-lagi......
"Ello..." Ello merasa tubuhnya terguncang.
"Ello bangun nak udah pagi. Nanti kamu terlambat sekolah." Mama Rani masih terus menggoyang-goyangkan tubuh putranya agar terbangun dari mimpi indahnya.
"Ello bangun sayang."
Ello menggeliat. Lalu dengan perlahan membuka kedua matanya. "Mama...." Ello membelalakan kedua matanya kaget. "Mama ngapain disini?" tanya Ello panik.
"Ckk.. tentu saja mama bangunin kamu. Ini udah siang. Nanti kamu terlambat sekolah."
"Hah??"
"Hah heh hah heh... Udah buruan bangun. Mandi siap-siap sekolah. Mama tunggu di meja makan," ucap mama Rani sebelum akhirnya meninggalkan Ello yang masih terbengong.
__ADS_1
Hingga detik berikutnya Ello menatap kesekelilingnya untuk mencari keberadaan Ayura, istrinya. Namun kini dia baru menyadari jika saat ini dia masih di rumah. Masih berada di dalam kamarnya. Dan itu artinya yang baru saja terjadi padanya hanya sebuah mimpi.
"Shhiitt..." umpat Ello. "Bisa-bisanya gue ngimpi kek gitu," gumam Ello lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Dia tak menyangka jika pesan terakhir yang di kirim Ayura akan terwujud. Karena ternyata Ello benar-benar memimpikan istri kecilnya itu.