Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Tunangan


__ADS_3

Kelima anggota tim tigers saling pandang dan detik selanjutnya mereka semua menganggukan kepala sebagai jawaban.


Dan sontak hal itu membuat sorak-sorak riuh seluruh penonton di studio.


"Wow suatu kebanggaan bagi kita semua karena bisa melihat langsung sosok hebat yang berada di balik topeng harimau," ujar salah satu pembawa acara.


"Baiklah. Karena kita semua sudah tidak sabar, terutama saya. Jadi dalam hitungan ketiga kami berharap kalian bisa membuka topeng harimau itu bersama-sama," sahut pembawa acara yang lain.


Dan pembawa acara yang di bantu oleh para penonton mulai menghitung mundur.


"Tiga, Dua, Saaaatuu........"


"Wooww............" teriakan histeris dari seluruh penonton mulai bergemuruh memenuhi seisi studio saat seluruh anggota tim tigers sudah melepas topeng harimau mereka. Terutama para penonton wanita yang sangat tak menyangka jika keempat pria dari tim tigers ternyata sangat tampan. Bahkan Ayura yang memang satu-satunya perempuan di tim itu kini justru menjadi satu-satunya pusat perhatian para kaum adam karena kecantikan dan kehebatannya dalam bermain game.


Sedangkan Reno yang masih berada disana langsung mengumpat kesal dengan wajah menahan kemarahan. Dia bahkan sudah mengepalkan tangannya dengan sangat erat. Reno tak menyangka jika lagi-lagi Ello menghancurkan impiannya.


'Tunangan? Bukankah mereka baru jadian? Kenapa Ello udah bilang mereka tunangan?' batin Reno bertanya pada dirinya sendiri seraya menatap tajam kearah Ayura dan Ello. Saat ini dia benar-benar merasa dipermainkan.


"Lo kenapa Ren?" tanya salah satu anggota eagle. Namun bukannya menjawab, Reno justru langsung meninggalkan studio tanpa memperdulikan panggilan dari teman-teman satu timnya.


"Wow... ternyata ohh ternyata dibalik topeng harimau ada seorang princess and four knight," seru salah satu pembawa acara yang terlihat masih sangat terpesona dengan wajah-wajah di depannya.


"Boleh dong kalian perkenalkan nama kalian disini," sahut prmbawa acara yang lainnya.


Dan tim tigers pun memperkenalkan diri mereka satu persatu.


"Saya Agam sebagai user tank di tim tigers," ucap Agam memperkenalkan diri.


"Saya Mike sebagai user mage."


"Saya Alex si tukang geprek," seru Alex dan membuat seisi studio tertawa karena guyonannya.


"Saya Ayura sebagai beban tim," ujar Ayura dan lagi-lagi berhasil membuat penonton tertawa.


"Dan saya Ello sebagai leader," ucap Ello dan di sambut tepuk tangan dan sorakan para penonton.


"Ternyata kalian pinter nglawak juga ya," ucap salah seorang pembawa acara yang masih mencoba menghentikan tawanya.


"Baiklah untuk penutup, mungkin ada yang mau disampaikan oleh kalian untuk yang terakhir kali?" tanya pembawa acara lainnya.

__ADS_1


Ello menganggukan kepala. Dia mulai menatap kearah kamera yang menyorotnya. "Saya mau ucapin terimakasih buat seluruh anggota tim tigers. Kak Agam, Mike, Alex dan Ayura. Karena berkat kalian semua kita bisa membawa pulang trofi MPL ini," seru Ello mengangkat trofi di tangannya.


"Dan terimakasih juga buat orang tua kami yang di rumah. Terutama buat papa saya yang mungkin saat ini sedang tidak menonton live acara ini. Tapi saya berharap papa bisa menontonnya suatu hari nanti," ucap Ello menjeda ucapannya.


"Disini Ello cuma mau ngucapin selamat ulang tahun buat papa. Trofi ini spesial Ello persembahin buat kado ulang tahun papa. Semoga dengan trofi ini papa bisa melihat Ello sebagai seorang anak yang bisa sedikit membanggakan," ujar Ello dengan suara yang semakin lirih.


"Ello selalu sayang papa. Terimakasih," ucap Ello menutup pesannya untuk papa Arya.


Dan tanpa terasa sudut mata Ello sudah mengembun. Lagi dan lagi dia mengrutuki dirinya sendiri yang selalu saja lemah saat membahas tentang papanya.


Suasanya studio yang tadinya riuh tiba-tiba menjadi hening sesaat.


"Papa Ello pasti bangga," seru salah satu pembawa acara dengan sangat yakin.


~


"Kak Ayura pulang duluan gak pa-pa kan?" tanya Ayura yang sudah menggendong tas ranselnya.


"Pulang sekarang?" tanya Ello berdiri dari duduknya.


"Iya. Kan tadi Ayura bilang mau makan malem sama papi dan kak Hiro," ucap Ayura mengingatkan.


"Gak usah kak," tolak Ayura.


"Tapi kakak gak tenang kalau kamu pulang naik taksi atau ojek online. Mau ya dianter salah satu dari mereka?"


"Gak usah kak. Ayura udah di jemput sama mang Ucup kok. Sekarang udah nunggu di lobby depan," ucap Ayura.


"Mang Ucup sopir pribadi di rumah kamu?" tanya Ello memastikan.


"Iya. Jadi kak Ello gak perlu khawatir. Oke?"


Ello menganggukan kepalanya.


"Yaudah kak Ello anter sampai ke mobil ya."


Setelah memastikan mobil Ayura sudah hilang dari pandangannya, Ello kembali masuk kedalam untuk menemui Agam.


~

__ADS_1


Mobil yang Ayura tumpangi sudah tiba di salah satu restoran bintang lima. Saat turun dari mobil, Ayura sudah disambut oleh kakaknya yang tersenyum menatap kearah adik kesayangannya.


"Gimana kompetisinya? Kalian menang atau kalah?" tanya Hiro pada Ayura.


"Kok kakak nanya. Emang kak Hiro gak nonton?" tanya Ayura menatap curiga pada kakaknya.


"Maafin kak Hiro Ra. Tadi kakak gak sempet nonton. Tapi kakak janji nanti bakalan nonton deh. Jan marah ya. Walaupun kakak gak nonton tapi kakak tetep do'ain kamu menang kok," ujar Hiro hingga membuat Ayura mendengus kesal.


"Tim tigers menang," jawab Ayura bangga.


"Wah adik kakak hebat. Selamat ya. Nanti kamu boleh minta apa aja yang kamu mau buat hadiahnya," seru Hiro bangga pada adiknya.


"Beneran boleh minta apa aja?" tanya Ayura antusias.


"Iya. Tapi sekarang kita masuk dulu. Papi udah nungguin kamu di dalem," ajak Hiro langsung merangkul adiknya dan masuk kedalam restoran.


Ayura langsung menatap kakaknya saat baru masuk ke private room dan melihat sudah ada Fano dan sepasang pria dan wanita paruh baya yang kira-kira seusia papi Genta.


"Mereka orang tua Fano. Kakak juga gak tahu kenapa mereka bisa gabung sama kita disini. Tapi kata papi karena hari ini om Arya ulang tahun dan mereka ingin makan malam bersama keluarga kita," bisik Hiro yang mengerti maksud tatapan adiknya.


"Tapi kak......" Ayura merasa ada sesuatu yang direncanakan papinya.


"Udah gak pa-pa. Ayok kita kesana. Kamu juga harus kenalan sama om Arya dan tante Rani," ajak Hiro. Dan mau tak mau Ayura mengikuti perkataan kakaknya.


"Ohh... ini yang namanya Ayura. Ternyata lebih cantik ya daripada di foto," ucap mama Rani yang sudah berjalan mendekati Ayura dan langsung memeluknya.


"Ayo duduk sini nak," ujar mama Rani setelah melepaskan pelukannya.


Sedangkan Fano sejak tadi terus menatap Ayura. Dia benar-benar merindukan gadis cantik itu. Bahkan saat di luar kota dia terus bekerja lembur agar bisa cepat pulang ke Jakarta dan menemui gadis pujaan hatinya.


"Saya mamanya Fano. Kamu bisa panggil mama Rani dan ini suami mama Rani. Namanya Arya. Ayura bisa panggil papa Arya," ujar mama Rani memperkenalkan dirinya dan suaminya.


"Kok manggil mama sama papa?" tanya Ayura heran.


"Iya karena mereka berdua calon mertua kamu setelah kamu lulus sekolah nanti. Tapi sebelum hari pernikahan kalian tiba, ada satu hal yang harus kamu lakukan dulu," sahut papi Genta.


"Maksud papi gimana? Ayura gak ngerti," ucap Ayura menatap papi Genta meminta penjelasan.


"Hari ini bukan hanya makan malam keluarga sayang. Tapi hari ini juga acara pertunangan Ayura dan Fano."

__ADS_1


"Apa? Tunangan?" pekik Ayura dan seorang pria yang baru saja datang.


__ADS_2