Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Udang Makanan Favorit


__ADS_3

Ucapan Ayura membuat semua orang yang ada di basecamp menghentikan aktivitas makan mereka. Semua orang menatap bingung ke arah Ello dan Ayura.


Sedangkan Ello sendiri sudah menelan salivanya dengan susah payah. Bahkan diginnya suhu AC di basecamp seakan tak terasa di tubuhnya yang kini sudah mengeluarkan cukup banyak keringat.


'Sial. Gue lupa lagi kalau pernah bilang alergi udang,' batin Ello. Dia mulai mengusap keringat yang mengucur di dahinya.


"Untung Ayura ingetin. Kalau gak pasti udang itu udah kakak makan," ucap Ayura.


"Memang kenapa dengan udang ini?" tanya Alex yang kini menatap udang di piringnya. Sejak tadi dia sudah makan cukup banyak udang. Muncul sedikit kekhawatiran pada diri Alex jika udang di piringnya beracun.


"Ckk.. kalian ini sahabat kak Ello atau bukan sih? Katanya sahabatan dari kecil. Kok gak tau kalau kak Ello alergi udang," ucap Ayura heran. Dan berhasil membuat Alex, Mike dan Agam terbengong. Karena mereka bertiga tahu kalau udang adalah makanan favorit Ello. Lalu bagaimana bisa makanan favorit itu membuat Ello alergi?


"Sejak kapan Ello al-- adduhhh...." pekik Mike saat tiba-tiba kakinya di injak oleh Ello. Bahkan bukan hanya menginjak kaki Mike. Namun Ello juga sudah manatap tajam sahabatnya itu seakan memberi kode agar Mike diam.


Sedangkan disisi lain, Alex yang melihat reaksi Ello kini sudah bisa menebak jika sahabatnya itu pasti sudah berbohong pada Ayura soal alergi udang. Dan hal itu justru membuat Alex tersenyum menyeringai.


"Lo tadi bilang Ello alergi udang?" tanya Alex pada Ayura.


"Iya kak, kak Ello alergi udang," jawab Ayura mantap. Dia menatap heran ke arah para pria di bascamp itu.


"Lo salah Ra. Ello gak pernah alergi udang. Bahkan udang adalah makanan favorit dia," ujar Alex dan berhasil membuat Ello melotot ke arahnya. Ello tak menyangka jika Alex akan mengatakan yang sebenarnya. Padahal Ello sangat tahu jika sahabatnya itu pasti sudah mengerti kenapa dia menghentikan ucapan Mike tadi.


'Awas lo Alex. Dasar sahabat gak ada akhlak,' gerutu Ello dalam hati dengan pandangan masih menatap tajam Alex. Namun ternyata tatapan tajam Ello tak membuat Alex takut sama sekali. Dia justru membalas tatapan sahabatnya dengan tersenyum miring kearahnya.


"Kak Ello... bukankah kakak alergi udang?" tanya Ayura pada suaminya.


"Hah...?" Ello gelagapan saat mendapat pertanyaan dari istrinya.

__ADS_1


"Kakak alergi udang apa enggak?" tanya Ayura lagi.


"Enggak... kakak gak alergi udang," sahut Ello dengan gugup.


"Tapi waktu itu kakak bilang alergi udang. Bahkan wajah kakak sampe merah gara-gara makan udang," ujar Ayura mengingat wajah Ello yang memerah saat video call dengannya.


"Kapan? Kakak gak pernah bilang kek gitu," sahut Ello berkilah.


"Ihh... pernah kak. Waktu video call semalem. Kakak bilang alergi udang." Ayura mencoba mengingatkan suaminya tentang video call mereka semalam.


"Enggak.. kakak gak pernah ngomong gitu," ujar Ello kembali berkilah. "Kamu salah inget kali Ay," ujarnya lagi.


Sedangkan disisi lain Alex sudah tersenyum senang saat melihat wajah Ello yang terlihat panik. Dia seakan sudah bisa membalas Ello yang pernah mentertawakannya saat patah hati mengetahui Ayura yang sudah menjadi istri Ello.


"Pernah kak. Orang semalem kak Ello ngomong gitu kok," sahut Ayura masih kekeh jika Ello pernah mengatakan jika suaminya itu alergi udang.


"Tapi kak...." Ayura tak bisa melanjutkan ucapannya saat Ello memasukan satu sendok penuh nasi ke dalam mulutnya. Hingga membuat Ayura mau tak mau mengunyahnya walaupun dengan wajah di tekuk.


Dan di dalam hati Ayura, dia masih sangat yakin kalau Ello pernah mengatakan jika dia alergi udang. Tapi entah kenapa semua sahabat suaminya mengatakan jika udang makanan favorit Ello? Hah...mikirkan hal itu sungguh membuat Ayura sangat bingung.


Setelah selesai makan sore, mereka pun bersiap-siap pulang. Apalagi Ello sudah berjanji pada Ayura jika dia akan mengantar istrinya itu pulang sebelum langit gelap.


"Persiapan buat besok udah selesai kan kak?" tanya Ello pada Agam.


"Udah. Udah selesai. Besok lo tinggal dateng aja," jawab Agam. "Alex sama Mike dateng juga kan?" tanya Agam pada kedua sahabat Ello.


"Pasti dong," jawab Alex dan Mike serempak. Dan di balas anggukan kepala oleh Agam.

__ADS_1


"Kalau gitu kita balik dulu kak," pamit Ello. "Kak Agam juga balik kan?" tanya Ello.


"Oke. Kalian hati-hati di jalan. Ini jam pulang kerja, pasti jalanan agak macet," sahut Agam. "Abis ini gue juga pulang kok."


"Yaudah. See you tommorow," ujar Ello lalu menggandeng Ayura berjalan meninggalkan basecamp di ikuti oleh Alex dan Mike.


Karena jalan yang berlawanan arah, Ello dan Ayura pun langsung berpisah dengan Alex dan Mike saat baru keluar dari gedung perusahaan.


Dan benar saja apa yang dikatakan Agam, perjalanan menuju rumah Ayura sangat macet karena jam pulang kerja. Hingga keduanya membutuhkan waktu hampir satu jam agar bisa sampai ke rumah Ayura.


Ello menghentikan motor sport warna merah miliknya tepat di depan gerbang rumah Ayura. Dan entah kenapa saat ini ada perasaan tak rela jika harus berpisah dengan istrinya. Ello merasa masih ingin bersama-sama dengan Ayura. Menghabiskan waktu bersama. Atau sekedar melakukan hal-hal kecil yang bisa membuat mereka lebih mengenal satu sama lain.


"Ini kak," Ayura memberikan helmnya pada Ello.


Ello menerima helm dari Ayura dan meletakannya di spion motor. Lalu dia menarik Ayura agar mendekat ke arahnya. Ello memegang pinggang istrinya itu agar Ayura tak menjauh darinya. "Ikut kakak aja yuk," ajak Ello menatap wajah Ayura dengan penuh permohonan.


"Ke-kemana?" tanya Ayura terbata. Bisa-bisanya Ello menariknya hingga sedekat ini. Ya walaupun ini bukan pertama kali mereka ada posisi sedekat ini, bahkan tadi di basecamp mereka sudah berpelukan. Namun tetap saja menatap wajah Ello sedekat ini membuat Ayura gugup.


"Kita nginep di apartemen yuk. Kakak masih pengen bareng-bareng sama kamu," ujar Ello berkata dengan jujur.


"Hah?"


"Mau ya nginep di apartemen kakak. Kita kan udah nikah. Gak pa-pa sekali-kali tinggal bareng," ujar Ello lagi.


"Tapi kak. Besok kan kita harus sekolah," ucap Ayura lirih. Di dalam hatinya yang paling dalam dia juga ingin menginap di apartemen suaminya. Dia juga ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan kak Ellonya.


"Sekolahnya berangkat dari sana. Mau ya?" pinta Ello lagi.

__ADS_1


__ADS_2