Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
EXTRA PART


__ADS_3

Setelah dua minggu merasakan nikmatnya libur sekolah, pagi ini Ayura sudah siap dengan seragam sekolahnya. "I hate monday!"


"Udah siap?" tanya Ello yang baru saja keluar dari walk in closet.


"Kakak kok rapi banget sih? Mau kuliah apa mau tebar pesona?" tanya Ayura dengan ketus saat melihat suaminya terlihat sangat tampan dengan kaos putih berbalut dengan hem warna maroon yang sama sekali tak di kancingkan dan di bagian lengannya sudah tergulung rapi hingga ke siku.


"Kuliah sayang. Buat apa kakak tebar pesona? Kakak kan udah punya istri secantik kamu. Apalagi udah ada calon baby kita disini." Ello berjalan mendekat dan mengusp lembut perut sang istri namun Ayura justru menepis tangan suaminya.


"Kakak udah jadi suami Ayura dan calon papi anak Ayura. Jadi gak usah rapi-rapi banget kalau mau pergi sendiri tanpa istri," ujar Ayura mendekat ke arah Ello dan mulai mengancingkan hem milik suaminya hingga ke kancing bagian teratas. Bahkan lengan hem yang tadi sudah Ello gulung rapi, kini sudah kembali dibuka dan di kancingkan di bagian ujungnya.


"Sayang jangan kayak gini. Gerah," ujar Ello dengan tangan yang mencoba melepas kancing hem teratas.


"Jangan dilepas!" bentak Ayura. "Ayura marah kalau kakak lepasin kancingnya," ujarnya lagi.


"Tapi Yang...." Ello menatap Ayura dengan wajah memelas. Ingin sekali protes tapi dia tak mungkin berdebat dengan ibu hamil.


"Nah kayak gini kan bagus," ujar Ayura yang sudah menyisir dan merapikan rambut Ello dengan jari-jari tangannya.


"Gak sekalian pakein kakak kaca mata kuda biar makin ganteng?" sindir Ello.


"Ahh iya... Kakak bener." Ayura berjalan menuju walk in closet dan mengambil kacamata berbentuk bulat di dalam laci.


"Sini Ayura pakein kak!" Dengan hati dongkol, Ello mengrutuki kebodohannya yang justru membuat dirinya seperti remaja kutu buku. "Wow..perfect!" Ayura tersenyum saat melihat tampilan suaminya saat ini. Ayura yakin dengan begini tak akan ada lagi gadis yang akan mendekati suami tampannya.


Setelah memastikan tampilan Ello sudah sempurna di matanya, sepasang little pasutri itu pun turun menuju meja makan untuk sarapan bersama papi Genta dan Hiro.

__ADS_1


"Pagi papi. Pagi kak Hiro," sapa Ayura dan langsung mendudukan tubuhnya di hadapan Hiro.


"Pagi juga sayang," jawab papi Genta lalu menatap ke arah Ayura dan Ello yang ikut mendudukan tubuhnya di samping Ayura. Namun pandangan Papi Genta justru terfokus pada tampilan sang menantu pagi ini. "Ello, kamu kok pagi ini beda banget?"


Hiro yang sejak tadi fokus pada makanannya, kini mengalihkan pandangannya ke arah Ello. Dan seketika itu juga tawa Hiro meledak hingga suaranya memenuhi seisi ruang makan.


"Kak Hiro diem! Brisik banget," ketus Ayura yang merasa terganggu dengan suara tawa sang kakak.


"Heh adik ipar, lo kenapa?" tanya Hiro dengan satu tangan mengusap sudut matanya yang basah akibat tawanya.


Ello tak menjawab. Dia memilih diam dan mulai mengambilkan sarapan untuk sang istri.


"Wah parah, gue tahu banget ini pasti ulah lo. Iya kan Ra?" tanya Hiro pada sang adik.


"Emang kenapa sih kak? Orang kak Ello aja gak protes," sahut Ayura kesal.


"Udah jangan debat. Lebih baik kalian sarapan!" perintah papi Genta. "Dan Ayura, nanti kamu gak usah ikut upacara. Papa Arya sudah izinin ke kepsek. Jadi kamu tunggu saja di kelas atau tiduran di UKS," ujar papi Genta lagi.


"Iya pi," jawab Ayura dan kembali melanjutkan sarapan paginya.


"Bi Sari udah siapin bekel buat Ayura?" tanya Ello pada Bi Sari yang datang membawa teko berisi air putih.


"Udah mas," jawab Bi Sari menatap ke arah Ello dan seketika itu juga dia terbengong melihat menantu majikannya yang bisa terlihat tampan dan stylish kini justru terlihat berbeda dari biasanya.


"Gak usah gitu Bi liat suami Ayura. Dia emang udah tampan dari sononya," ujar Ayura yang sempat melihat tatapan Bi Sari pada suaminya.

__ADS_1


"Ehh iya Non," ujar bi Sari sembari menahan tawanya. Pasalnya wajah Ello yang kesal terlihat lucu dimatanya.


Setelah selesai sarapan, Ello pun mengantar istrinya ke sekolah sebelum dirinya berangkat ke kantor. "Hati-hati Yang. Inget, sekarang ada baby kita di sini." Ello mengusap sekilas perut sang istri. "Bekelnya jangan lupa di makan. Jangan beli makanan yang aneh-aneh," ujar Ello lagi.


"Iya, iya. Bawel banget," ujar Ayura sebal. Karena Ello sudah mengucapkan kata-kata itu berulang kali.


"Bukan bawel sayang. Kakak cuma ngingetin. Ini juga demi kebaikan kamu dan calon anak kita," balas Ello.


"Iya, iya. Kalau gitu Ayura turun dulu," pamit Ayura lalu membuka pintu mobil sang suami. Namun Ello justru kembali menutup pintu mobilnya.


"Kenapa?" tanya Ayura heran.


"Belum cium belum salim," ujar Ello sambil mengetuk-ngetuk bibiknya dengan jari telunjuk.


"Haiss...."


Cup


Ayura mencium sekilas bibir sang suami. Lalu mencium punggung tangan Ello. Sedangkan Ello hanya mengecup sekilas puncak kepala sang istri. "Hati-hati."


"Hmm....."


Akhirnya Ayura benar-benar turun dari mobil. Ello memang sengaja masuk ke parkiran sekolah agar sang istri tak kelelahan berjalan. Dan setelah memastikan Ayura menghilang dari pandangannya, Ello pun pergi meninggalkan parkiran menuju ke kampusnya yang jaraknya memang tak terlalu jauh dari Darmawangsa International High School.


Ayura memilih tetap di dalam kelas menunggu teman-temannya yang saat ini sedang upacara. Karena jujur saja sejak kejadian dengan Reno waktu itu, Ayura merasa takut pergi ke UKS apalagi ke gudang yang ada di dekat UKS. Ya walaupun traumanya sudah tak sedalam dulu, karena dirinya sudah beberapa kali bertemu psikolog. Tapi tetap saja perasaan was-was itu masih ada.

__ADS_1


Dan saat ini Ayura bisa merasa sedikit tenang karena Papa Arya sudah mengeluarkan Laura dari sekolah Darmawangsa. Dan itu artinya tak ada lagi yang perlu dia takutkan di sekolah. Karena selama ini, hanya Laura lah yang tak suka dengan keberadaannya.


__ADS_2