Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Do You Want To Be My Girlfriend?


__ADS_3

Jika biasanya Ayura akan berkata I hate mondays, tapi tidak untuk sekarang. Karena sejak semalam Ayura sudah tak sabar menyambut senin paginya. Dia sudah tidak sabar untuk beragkat ke sekolah dan bertemu suami kesayangannya.


Ayura menuruni tangga dengan menenteng tasnya. Dia berjalan santai menuju ke meja makan untuk sarapan. Namun detik berikutnya dia kembali membalikan badan dan mengurungkan niatnya untuk sarapan.


"Walaupun kamu kesal ke papi, setidaknya sarapan dulu. Ada juga yang ingin papi bicarakan," ucap papi Genta yang kini sedang duduk dimeja makan dan terlihat sudah bersiap berangkat kerja.


Sejak pertengkarannya dengan Ayura siang kemarin, papi Genta memang belum bertemu dengan putrinya lagi. Apalagi semalam papi Genta tak makan malam di rumah.


Dengan bibir yang masih cemberut, Ayura kembali berjalan ke meja makan dan mendudukan tubuhnya di kursi paling ujung agar tidak duduk berdekatan dengan papi Genta.


Ayurapun mulai menyendok nasi goreng ke piringnya. Ini hari senin. Dan semua murid Darmawangsa wajib mengikuti upacara bendera, Ayura tak ingin sampai pingsan karena kehabisan energi.


"Papi harus pergi ke Korea siang ini. Mungkin baru akan pulang minggu depan," ucap papi Genta memecahkan keheningan diantara keduannya. Namun ternyata Ayura memilih untuk tetap diam, tak berniat menyahuti ucapan papi Genta.


Setelah melirik Ayura yang seakan tak peduli dengan ucapannya, papi Genta pun memilih kembali melanjutkan ucapannya. "Fano belum pulang dari luar kota. Karena ternyata pekerjaan disana belum bisa terselesaikan. Jadi selama seminggu ini kamu kesekolah naik taxi aja. Soalnya mang Ucup juga izin balik kampung, mertuanya meninggal dunia pagi ini."


"Papi gak perlu pikirin Ayura. Pikirin kak Fano aja. Anak papi kan kak Fano," sahut Ayura sinis tanpa mengalihkan pandangan matanya dari piring. Dia benar-benar bosan dengan pembahasan papi Genta yang terus saja membicarakan Fano, Fano dan Fano lagi.


"Ayura. Jaga ucapanmu!"


"Iyaa, iyaa... Ayura diem aja. Daripada tiap ngomong salah mulu dimata papi," ucap Ayura kembali fokus memakan nasi gorengnya.


"Saat papi di Korea, jangan harap kamu bisa keluyuran semau kamu. Karena bi Sari yang akan mengawasi kamu. Dia akan melaporkan semua yang kamu lakukan saat papi pergi. Jadi jangan sekali-kali kamu berbuat semau kamu karena papi pasti akan tahu," ucap papi Genta memberi peringatan.


"Terserah papi." Ayura berdiri dari duduknya setelah meminum segelas air putih dihadapannya. "Ayura tunggu di mobil," ucap Ayura sebelum akhirnya meninggalkan ruang makan.


~


Upacara bendera baru saja usai. Ayura hanya bisa memandangi suaminya dari kejauhan. Melihat suaminya tersenyum kearahnya saja sudah lebih dari cukup bagi Ayura.


Dan saat ini jam pelajaran kosong diseluruh kelas. Karena seluruh staf dan guru sedang melakukan rapat untuk membahas ujian nasional kelas dua belas yang akan berlangsung bulan depan.


Ayura pun memilih menghabiskan waktu jam kosong dengan berkirim pesan dengan Ello.


[Ay, nanti pulang sekolah diajak Alex dan Mike ke basement. Kita latihan lagi buat turnamen hari minggu]

__ADS_1


[Iya kak]


"Ayura ayo ikut gue." Laura menarik tubuh Ayura keluar kelas dengan sedikit memaksa. Hingga membuat Ayura mau tak mau mengikuti langkah kaki Laura.


Namun saat sampai diluar kelas, yang membuat Ayura bingung bukan lagi Laura yang tiba-tiba menariknya. Tapi tatapan dari siswa siswi padanya.


"Ini anak-anak kok pada liatin gue kek gitu sih?" tanya Ayura yang melihat senyuman aneh dari anak-anak Darmawangsa.


"Udah lo ikut gue aja. Nanti lo juga bakalan tau," jawab Laura terus menggandeng tangan Ayura.


"Ntar dulu Ra. Ini ada yang nelpon gue," ujar Ayura.


"Udah lo angkat nanti aja bisakan," sahut Laura ketus dan terus menarik Ayura agar mengikuti langkah kakinya.


Laura merasa kesal saat tadi sempat melirik siapa yang menelepon Ayura. Dan ternyata adalah kak Ello sang most wanted yang sangat dia sukai.


Dari kejauhan Ayura dapat melihat anak-anak Darmawangsa yang mengelilingi lapangan hingga membuat dia semakin bingung. Bahkah dapat Ayura pastikan jika semua anak-anak yang ada disana sedang menatap kearahnya.


Ayura sudah berdiri di lapangan. Tepat di tengah-tengah taburan kelopak bunga mawar berbentuk hati.


"Udah lo tunggu bentar disitu," sahut Laura tersenyum lalu berjalan menjauh dari Ayura dan ikut bergabung dengan teman-temannya yang berada di tepi lapangan.


Tak lama berselang, nampak seorang siswa yang muncul dari kerumunan dan berjalan mendekatinya dengan senyum yang terus terpancar di wajahnya.


"Ckk... drama apaan ini?" dengus Ayura sebal.


"Kak Reno ada apa ini?" tanya Ayura pada Reno yang kini sudah berdiri di hadapannya dengan membawa sebuah buket bunga mawar di tangan kanannya dan tangan kiri menggengam tali yang mengikat beberapa balon nitrogen berwarna putih.


Tak menjawab, Reno justru berlutut di hadapan Ayura. "Ayura Kazumi Aditama, do you want to be my girlfriend?" tanya Reno dan langsung di sambut dengan sorak-sorak seluruh anak Darmawangsa.


Sedangkan disisi lain. Disudut lapangan, tubuh Ello sudah di tahan oleh Alex dan Mike.


"Lepasin gue ngab. Gue mau samperin si brengse* Reno. Berani-beraninya dia ngungkapin perasaannya ke bini gue," ujar Ello meronta mencoba melepaskan diri dari cekalan Alex dan Mike.


Ello bahkan tak peduli jika harus adu jotos dengan Reno sambil di saksikan seluruh murid Darmawangsa.

__ADS_1


"Sabar ngapa ngab. Lo berharap banget sih bisa gelud sama si Reno," jawab Alex santai.


"Dia memang harus di hajar dulu biar gak bikin ulah mulu sama gue," ketus Ello dengan kedua tangan yang sudah mengepal erat.


"Kasih tau Mike. Kasih tau sahabat lo yang keras kepala ini," ucap Alex tanpa melepaskan cekalannya pada tubuh Ello.


"Ngab emang lo gak penasaran dengan jawaban Ayura?" tanya Mike. Dan benar saja ucapannya itu berhasil membuat tubuh Ello lebih tenang dan tak lagi meronta.


"Penasaran kan?" tanya Mike lagi.


"Kalau lo penasaran diem-diem disini. Kita liat apa jawaban Ayura. Apa dia terima Reno atau justru nolak Reno," sahut Alex.


"Ayura pasti nolak lah," jawab Ello sangat yakin.


"Yakin lo?" tanya Alex memancing reaksi sahabatnya.


"Gue yakin lah. Ayura bakalan nolak Reno. Karena dia cuma milik gue," jawab Ello tegas.


"Kita lihat aja," sahut Alex tersenyum miring.


"Oke.. siapa takut," balas Ello kembali menatap kearah lapangan dimana Reno dan istrinya berada.


Ayura masih membelalakan kedua matanya tak percaya dengan ungkapan perasaan Reno padanya.


"Kak Reno lagi bercanda kan?" tanya Ayura.


"Gak Ra kak Reno gak becanda. Jadi Ayura Kazumi Aditama. Do you want to be my girlfriend?"


"Terima..."


"Terima....."


"TERIMA..... Terima......"


Sorak-sorak murid Darmawangsa kembali terdengar di telinga Ayura hingga membuat Ayura bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


__ADS_2