
Ello tersenyum dan menganggukan kepalanya. Dia akan berusaha untuk tidak kabur-kaburan lagi saat bersitegang dengan Papa Arya. Dan semua itu dia lakukan demi kakaknya, Fano.
Setelah pembicaraannya dengan mama Rani beberapa saat yang lalu, kini Ello menyadari jika kakaknya memang tak pernah melakukan kesalahan apapun padanya. Bahkan kakaknya selalu membelanya di depan Papa Arya. Hanya saja dulu Ello menganggap sang kakak adalah saingannya. Dan Ello merasa harus bisa lebih hebat dari Fano agar bisa membuktikan jika dia juga pantas di banggakan.
"Kamu gak perlu dengerin setiap ucapan papa yang selalu menuntut kamu untuk berprestasi di sekolah. Kamu hanya perlu belajar semampumu dan sebisamu. Jangan sampai ucapan papi membuatmu tertekan dan gak bisa merasakan kebahagiaan. Karena percuma kamu menjadi yang papa inginkan tapi di hati kamu tak merasakan bahagia sama sekali," ujar Fano. Sedangkan Ello masih diam menyimak setiap perkataan kakaknya.
"Kakak pengen kamu menjadi apa yang kamu mau. Kalau hobi kamu memang bermain game, kakak akan dukung kamu. Pelan-pelan kakak akan bantu jelasin ke Papa kalau kesuksesan itu bisa dalam bentuk apa saja, termasuk dalam di dalam dunia game. Apalagi diluaran sana banyak pecinta game yang bahkan jauh lebih sukses dari pada kakak."
"Jadi kakak dukung aku?" tanya Ello tak percaya.
"Kakak akan selalu dukung kamu. Apapun asalkan kamu bahagia. Karena bahagia kamu lebih utama dari apapun. Dan kamu harus tahu jika kebahagiaan kamu juga kebahagiaan untuk kakak. Bahkan walau kak Fano harus menentang keinginan papa, pasti akan kakak lakukan untuk kamu" ujar Fano dan seketika itu juga Ello langsung memeluk sang kakak. Fano ikut bahagia melihat adiknya bisa tersenyum lagi saat bersamanya setelah bertahun-tahun hubungan mereka seperti bogkahan es yang terasa dingin.
"Makasih kak, makasih," ucap Ello. Bahkan karena terlalu bahagia, dia lupa tujuan awal ke kamar kakaknya yaitu menghibur Fano yang gagal bertunangan. Dan justru berakhir dengan Fano yang menghiburnya.
Dan saat itu adalah kali terakhir kali mereka mengobrol. Karena setelah pembicaraan mereka sore itu, kakaknya selalu pergi pagi pulang malam karena perusahaan Papa Arya yang tiba-tiba mulai goyah karena ulah Om Satria.
Flasback Off
Sejenak Ello terdiam setelah mengingat percakapan mereka beberapa bulan lalu. Bahkan air mata sudah mengalir di pipinya. Lagi dan lagi Ello menangis saat mengingat jika ternyata Fano sangat menyayangi dirinya.
__ADS_1
Apalagi beberapa hari yang lalu, Alex juga menceritakan bagaimana khawatirnya Fano saat dirinya kabur. Dan Ello benar-benar merasa bersalah. Karena setiap kabur karena bertengkar dengan papa Arya, Ello selalu memblokir nomer papanya dan juga Fano. Padahal disini Fano tak melakukan kesalahan apapun. Tapi Ello yang selalu dibanding-bandingkan dengan Fano justru ikut melampiaskan kekesalannya pada sang kakak.
"Maafin Ello kak. Maafin semua kesalahan Ello selama ini," ujar Ello setelah beberapa kali mengatur nafanya.
"Ello juga minta maaf, karena hari ini ternyata Ello kembali menyakiti hati kakak. Maafin Ello yang sudah menikahi seseorang yang kakak cintai," ujar Ello lirih.
"Awalnya Ello memang gak tahu kalau Ayura adalah calon tunangan kakak, gadis yang kak Fano cintai cukup lama." Ello sejenak diam sebelum akhirnya kembali melanjutkan ucapannya.
"Tapi sekarang untuk melepaskan Ayura agar bisa bersama kakak, rasanya Ello gak akan sanggup. Ayura sekarang udah jadi bagian penting di hidup Ello. Ayura udah jadi istri Ello. Ello gak mungkin lepasin dia. Ya walaupun pada awalnya Ello terpaksa menikahinya, tapi sekarang Ello udah terlanjur sayang banget sama Ayura kak. Bahkan Ello sudah jatuh cinta dengan Ayura. Ello juga rela mengorbankan apapun yang Ello miliki agar bisa terus bersama Ayura." Ello kembali terdiam. Lalu tiba-tiba tersenyum saat wajah istrinya terlintas di ingatannya. Wajah manis dengan sejuta kelakuan manjanya yang selalu membuat Ello jatuh cinta lagi dan lagi. Gadis yang awalnya pertemuan membuatnya kesal karena menabraknya saat di bandara. Namun kini menjadi gadis yang sangat ingin dia bahagiakan. Karena kebahagiaan Ayura ternyata menjadi sumber kebahagiaan untuknya.
"Huhh....." Ello menghela nafas panjang.
Untuk sekarang, Ello merasa pembicaraan mereka cukup sampai disini. Dan kalau boleh jujur, sebenarnya Ello khawatir kakaknya semakin drop saat mendengar permintaannya untuk mengikhlaskan Ayura. Tapi Ello tidak bisa terus menahan perasaan bersalahnya karena sudah menikah dengan wanita yang di cintai kakaknya. Ello merasa harus minta maaf sekarang. Dan benar saja hatinya lega setelah meminta pada kakaknya untuk mengikhlaskan Ayura.
"Ello sayang sama kak Fano. Semoga kakak maafin kesalahan Ello karena sudah menikahi Ayura. Dan Ello harap kakak cepet bangun. Kami semua menunggu kakak, " ujar Ello lalu bangkit dari duduknya.
"Satu hal yang harus selalu kak Fano ingat, Ello sangat menyayangi kak Fano," ucapnya lagi sebelum akhirnya berjalan menuju pintu keluar.
Tiitt.... Titt.. Tiitt...
__ADS_1
Ello membalikan tubuhnya saat mendengar lonjakan grafis pada monitor. Dia yang panik langsung berjalan mendekat kearah ranjang kakaknya.
"Kakak.... kakak...." Ello yang tak mengerti apa yang terjadi pada kakaknya langsung menekan tombol nurse call bel. Dia terus berusaha memanggil nama sang kakak. Ello khawatir terjadi apa-apa dengan Fano.
Tak lama berselang, beberapa dokter dan perawan berhamburan masuk dengan tergesa-gesa.
"Apa yang terjadi dengan kakak saya?" tanya Ello pada dokter yang baru saja datang. Bahakan sebelum dokter itu memeriksa keadaan pasiennya.
"Maaf mas, silahkan masnya tunggu diluar," ucap salah satu perawat pada Ello.
"Tapi saya mau melihat keadaan kak Fano." Ello menolak untuk keluar. Dan keukeuh ingin mengetahui keadaan kakaknya saat ini juga.
"Mas mohon kerja samanya." Dengan susah payah, akhirnya dua orang perawat berhasil menarik Ello agar keluar dari ruang ICU.
Dengan wajah khawatir, Ello pun akhirnya keluar dari ruang ICU. Dia tak mungkin membuat keributan didalam hingga dokter tak bisa berkonsentrasi memeriksa keadaan kakaknya.
"Apa yang terjadi? Kenapa dengan Fano?" tanya mama Rani yang baru saja datang dari kantin. Tadi dari kejauhan ia dapat melihat beberapa dokter dan perawat yang masuk ke ruang ICU dengan tergesa-gesa.
"Ello gak tahu ma," jawab Ello menundukkan kepalanya. Entah kenapa perasaan bersalah itu tiba-tiba muncul. Mungkinkah kondisi sang kakak drop karena pembicaraan mereka? Huh, Ello benar-benar mengrutuki kebodohannya. Bagaimana bisa dia memberi tahu persaannya pada Ayura ke kakaknya yang sudah jelas-jelas juga mencintai istrinya.
__ADS_1
"Kamu tenang. Kakakmu pasti akan baik-baik aja," ucap papi Genta memberi support pada menantunya.