Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Alex Emang Ember


__ADS_3

Mama tersenyum menatap putranya. Sejak semalam ia sudah menunggu putranya itu pulang. Namun bahkan sampai pagi Ello belum menampakan batang hidungnya dikediaman Darmawangsa.


"Mama kok bisa ada disini?" tanya Ello gugup. Bahkan saat ini keringat sudah mulai mengucur ditubuhnya. Dia benar-benar tak menyangka jika tamu yang datang adalah mamanya sendiri.


"Mama boleh masuk?" tanya mama. Dan tanpa menunggu jawaban Ello, mama Rani langsung masuk kedalam apartemen dan mendudukan tubuhnya disofa ruang tamu.


"Sini duduk!" Mama Rani menepuk sofa kosong disampingnya. "Mama butuh penjelasan dari kamu Ello," ucap mama Rani.


'Penjelasan? Penjelasan apa? Tapi gimana bisa mama tahu apartemen gue?' batin Ello terus bertanya.


"Ello sini duduk disamping mama," perintah mama Rani untuk kedua kalinya karena Ello masih diam terpaku ditempatnya.


Dengan banyaknya pertanyaan yang berputar dikepalanya, Ello berjalan mendekat kearah mama Rani dan memilih mendudukan tubuhnya di single sofa.


"Jadi bener yang Alex katakan ke mama?" tanya mama Rani.


"Alex? Alex ngomong apa ma?" tanya Ello panik.


"Alex bilang kamu punya apartemen. Apa itu benar?" tanya mama Rani.


'Dasar Alex. Punya mulut ember banget. Ngomong apa aja dia ke nyokap gue,' batin Ello. Didalam hatinya sudah menyumpah serapahi sahabatnya itu. Karena bisa-bisanya memberitahu mamanya soal apartemen ini. Bahkan sampai membuat mama Rani datang ke apartemennya.


"Ello... jawab kalau mama bertanya," ucap mama Rani saat Ello justru sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Ehh...iya ma. Mama nanya apa?" tanya Ello gelagapan.

__ADS_1


"Duduk sini samping mama. Kenapa malah duduk disitu sih?" omel mama Rani. Ello yang tak mau berdebat dengan wanita kesayangannya itu pun akhirnya memilih pindah dan duduk disamping mama Rani.


"Tadi pagi mama telepon Alex nyariin kamu. Mama pikir kamu nginep dirumahnya. Tapi Alex bilang kamu tidur diapatemen kamu sendiri," ujar mama Rani menjelaskan.


"Dan sekarang yang mama mau tanyain ke kamu, apa bener ini apartemen kamu?" tanya mama Rani yang kini masih menatap kearah putra bungsunya.


"Iya ma. Ini apartemen milik Ello yang Ello beli beberapa bulan yang lalu," jawab Ello apa adanya.


"Sayang, liat mama," pinta mama Rani. Dan Ello pun balas menatap mamanya. "Kamu dapet uang dari mana? Kamu gak nglakuin hal yang aneh-aneh kan?" tanya mama Rani mulai khawatir.


"Mama kok ngomong gitu sih. Mama tau kan selama ini Ello gak pernah nglakuin hal yang aneh-aneh," jawab Ello tak percaya dengan pertanyaan mama Rani.


"Bukan gitu sayang. Mama selalu percaya sama kamu. Cuma beli apartemen kan gak murah. Bahkan jika seluruh uang saku yang diberikan papa dan kakakmu itu dikumpulkan, tetap gak akan bisa membeli apartemen ini," ujar mama Rani seraya memindai setiap sudut ruang tamu di apartemen anaknya yang terlihat cukup mewah.


"Kamu jadi youtuber?" tanya mama Rani membelalakan kedua matanya seakan tak percaya. Jadi youtuber? Berapa penghasilan Ello setiap bulannya sampai putranya itu bisa membeli apartemen semewah ini.


"Iya ma. Selama ini Ello mengurung diri dikamar karena bikin konten video. Ello jarang pulang juga karena sibuk cari uang. Ello pengen buktiin ke papa kalau Ello bisa sukses. Ello gak seperti yang papa kira ma. Ello yakin Ello punya masa depan yang baik kayak kak Fano walaupun jalan kita gak sama," ujar Ello lirih. Kedua sudut matanya mulai basah. Entah kenapa dia sangat lemah jika sudah membahas papa Arya.


Mama Rani menarik tubuh Ello kedalam pelukannya. "Mama ngerti sayang mama ngerti. Maafin mama yang kurang perhatiin kamu," ujar mama Rani yang kini ikut menangis. Dia merasa gagal menjadi seorang ibu. Dia juga merasa gagal melindungi hati putranya yang ternyata sangat rapuh.


"Gak mah. Ini bukan salah mama," ucap Ello lirih. Kini kedua tangannya sudah ikut membalas pelukan mama Rani.


"Gak sayang. Mama gagal lindungi kamu dari ucapan-ucapan menyakitkan dari papa kamu. Maafin mama ya sayang. Setelah ini mama akan ceritakan kehebatan putra mama ini agar papa kamu gak menyepelekan kamu lagi. Agar papa kamu bisa lihat sosok Ello yang sebenarnya," ujar mama Rani mengusap puncak kepala putranya.


"Jangan ma. Jangan kasih tau papa," ujar Ello menggelengkan kepalanya tanpa melepas pelukan mama Rani.

__ADS_1


Mama Rani mengurai pelukannya. Menatap mata putra bungsunya yang sudah memerah. "Kenapa? Papa kamu harus tahu sayang. Biar papa kamu tahu kehebatan putranya," ujar mama Rani.


"Gak ma. Sekarang belum saatnya. Ello janji kalau Ello sudah bener-bener bisa membanggakan papa, Ello pasti akan kasih tau papa sendiri," ujar Ello.


"Tapi sayang. Mama udah gak mau lagi denger papa kamu menyepelekan kamu. Hati mama sakit saat denger ucapan-ucapan suami mama ke kamu," ucap mama Rani kembali mengeluarkan air mata saat mengingat Ello yang selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya, Fano.


"Please ma, jangan sekarang. Ello masih sanggup dengerin papa remehin Ello. Dan hal itu justru buat Ello semakin semangat buat ngebuktiin ke papa kalau Ello bisa," sahut Ello sembari mengusap lembut bulir kristal yang keluar disudut mata mama Rani.


"Apa kamu yakin?" tanya mama Rani.


Ello menganggukan kepala. "Ello yakin ma. Mama percayakan sama Ello?"


Mama Rani ikut menganggukan kepalanya. "Iya mama selalu percaya sama kamu," sahut mama Rani kembali mengusap puncak kepala putranya.


Disisi lain Ello kini merasa lega saat bisa menceritakan beberapa hal yang selama ini dia sembunyikan. Walaupun belum semuanya, tapi setidaknya mama Rani mengetahui jika Ello bisa menghasilkan uang dengan jerih payahnya sendiri.


"Ohh..iya, mama kok tumben nyariin Ello. Biasanya juga mama gak pernah nyusulin Ello kalau Ello gak pulang. Paling cuma nanyain keadaan Ello aja," ujar Ello setelah mengusap wajahnya yang sempat basah karena air mata.


"Tadinya mama telepon Alex cuma minta tolong bilang ke kamu suruh pulang. Ehh...gak taunya Alex malah ngasih tau ke mama kalau kamu tidur di apartemen kamu sendiri. Jadi mama susul kesini pengen tahu ucapan Alex itu benar apa enggak," ucap mama Rani menjelaskan.


"Kenapa mama nyuruh Ello pulang?" tanya Ello. Karena lagi-lagi biasanya mama Rani tak akan memintanya pulang jika tidak ada hal penting yang ingin ia bicarakan.


"Mama cuma mau cerita," ucap mama Rani dengan wajah berbinar.


"Cerita apa?" tanya Ello penasaran dengan apa yang membuat mama Rani sebahagia ini.

__ADS_1


__ADS_2