
Ello yang sedang sibuk didepan kompor, kini membalikan tubuhnya saat mendengar suara istri kecilnya. Dia terseyum saat melihat Ayura sudah berdiri di sudut dapur. "Udah bangun Ay?" tanya Ello.
"Haisshh... tentu saja Ayura sudah bangun kak. Kalau tidak mana mungkin Ayura sudah berdiri disini," sahut Ayura yang kini sudah mencebikan bibirnya kesal karena pertanyaan suaminya yang terlalu basa basi.
Ello terkekeh. Berjalan mendekati Ayura. Dan tanpa permisi langsung merengkuh tubuh Ayura dan mencium kening istrinya itu.
"Good morning my little wife. Have a beautiful and great day," ucap Ello lalu mengurai pelukannya dan menatap Ayura yang kini sedang membulatkan kedua matanya dan menanpakan wajah keterkejutan atas perlakuan Ello padanya.
Ello tersenyum. Lalu menarik hidung Ayura dengan gemas. "Jan kaget gitu. Karena kamu harus belajar terbiasa dengan hal-hal seperti ini," ucap Ello.
"Ihhh.... kakak sakit," rengek Ayura kembali mencebikan bibirnya dengan tangan yang terus mengusap hidungnya yang terasa panas.
Sedangkan Ello hanya terkekeh renyah seraya mengacak rambut Ayura yang saat ini memang masih acak-acakan.
"Kakak ihhh... rese banget deh," ucap Ayura mulai kesal namun senyum dibibirnya tak bisa berbohong jika dia menyukai perlakuan Ello padanya.
"Tapi kamu suka kan?" tanya Ello menggoda istrinya.
"Ihhh siapa bilang? Enggak tuh. Ayura gak suka," jawab Ayura berbohong.
"Bibir kamu bilang gak suka tapi dari wajah kamu kakak bisa liat kalau kamu menyukainya," ujar Ello semakin gencar menggoda Ayura. Apalagi melihat berbagai macam ekspresi yang muncul diwajah istrinya benar-benar membuat Ello semakin gemas.
"Ihh...kakak udah jan godain Ayura terus," rengek Ayura dengan wajah yang semakin memerah.
"Iya.. iya deh, kak Ello gak godain istri kakak lagi. Tapi lebih baik sekarang Ayuranya kak Ello cuci muka dulu sana. Itu ilernya dibersihin dulu," ujar Ello tersenyum.
"Hah... iler?" tanya Ayura. Dan dengan reflek ia mengusap sudut bibirnya.
Tawa Ello pun akhirnya pecah saat berhasil mengerjai istrinya yang sangat mudahnya percaya dengan ucapannya.
"Kakak ihhh.... rese, nyebelin." Bibir Ayura semakin mengerucut tajam saat menyadari jika suaminya tengah mengerjainnya.
"Emang kamu suka ileran?" tanya Ello masih mencoba menghentikan tawanya.
"Gak...." jawab Ayura ketus.
"Uluhh... uluhh.. istri kecil kakak ngambek. Kak Ello cuma bercanda Ay. Jan ngambek lagi dong. Nanti cantiknya ilang loh," ujar Ello dengan kedua tangan yang sudah mencubit kedua pipi Ayura.
__ADS_1
"Kakak rese....."
"Iyaa... iyaa kak Ello minta maaf ya. Tapi jan ngambek lagi," pinta Ello. Dan di balas anggukan kepala oleh Ayura.
"Kakak.... itu frypan nya kok berasep. Mana bau gosong lagi," ujar Ayura yang mulai sedikit terbatuk-batuk.
"Hah... apa?" tanya Ello.
"Itu kak." Ayura menunjuk frypan yang ada diatas kompor dan reflek Ello mengikuti arah yang di tunjuk Ayura.
"Astaga nasi goreng gue," pekik Ello langsung berlari untuk mematikan kompor.
"Uhukkk...uhukkk...." Ello mengipas-ngipas hidungnya dengan tangan saat menyium bau gosong di depannya.
Ayura ikut mendekat kearah Ello menatap nasi goreng yang sudah berubah hampir menghitam. "Itu masakan kakak?" tanya Ayura.
"Iya......" jawab Ello dengan wajah sendu. Dia sudah bangun pagi-pagi dan berbelanja ke minimarket dilantai bawah demi membuatkan sarapan untuk istrinya. Tapi siapa sangaka jika harapan Ayura akan memuji masakannya kini sirna sudah.
"Tapi itu gosong kak," ujar Ayura. Sebenarnya merasa kasihan dengan Ello tapi nasi goreng itu benar-benar tak bisa lagi mereka makan.
"Ya udah gak pa-pa. Kita cari sarapan diluar aja," sahut Ello lirih.
"Emang kamu belum laper?" tanya Ello. Apalagi saat ini sudah menunjukan pukul delapan lebih.
"Masih bisa ditahan sampai kita selesai memasak," jawab Ayura yang mulai membuang nasi goreng kosong ketempat sampah. Karena jujur saja baunya benar-benar membuat hidungnya gatal.
"Baiklah. Mari kita memasak!" seru Ello kembali bersemangat.
Sepasang remaja yang sudah menjadi suami istri itu pun akhirnya memulai pertempuran mereka didapur. Keduanya memang sama-sama tak bisa memasak. Namun lagi-lagi niat memberikan yang terbaik untuk pasangan mereka membuat keduanya larut dalam kegiatan masak memasak pagi ini.
"Ihh... itu apaan kak, kok bentuknya kek gitu." Ayura menunjuk telur didalam teflon yang kini sedang dibuat oleh suaminya.
"Telur mata sapi," jawab Ello yang kini fokus memberi sedikit garam agar telur tak terasa hambar.
"Mana matanya. Orang udah beleber kek gitu," ujar Ayura terkikik melihat telur mata sapi buatan suaminya.
"Haisshh.... jan protes. Ini itu telur mata sapi versi terbaru," sahut Ello. Mulai menaruh telur yang dia buat keatas piring.
__ADS_1
"Yes.. this is it. Sandwich telur ala chef Ello siap disajikan," ujar Ello mengangkat tinggi piring ditangannya.
"Yeyy.... makan... makann.. makann..." Ayura bertepuk tangan girang saat masakan mereka sudah selesai di buat. Ini benar-benar perjuangan yang luar biasa untuk keduanya. Bahkan saat ini dapur apartemen seakan berubah menjadi arena taman bermain untuk kedua remaja unik ini.
"Ayok kita makan dimeja makan aja. Disini pengap banget. Mana panas lagi," ujar Ello lalu menarik tangan istrinya agar mengikuti langkahnya menuju ruang makan.
Kuduanya sudah duduk berdampingan dengan menatap satu piring yang sama. "Kak Ello suapin ya?"
Dan tanpa menunggu jawaban Ayura, Ello mulai memotong sandwich yang mereka buat dengan pisau.
"Buka mulutnya," perintah Ello. "Aaaaa......." Ello ikut membuka mulunya saat suapan sandwich mulai masuk kedalam mulutn Ayura.
"Gimana? Enak gak?" tanya Ello dengan wajah berbinar.
Ayura nyengir. "Enak sih, tapi sedikit pahit," jawab Ayura apa adanya. Karena memang telur yang tadi Ello goreng sedikit gosong di tepiannya.
"Kalau gak enak gak usah dimakan Ay. Nanti sakit perut," ujar Ello meletakan sendoknya lalu mendorong jauh piring didepannya.
"Ini masih bisa dimakan kok kak. Kak Ello cobain deh." Ayura menarik piring yang sempat didorong Ello. Kemudian mulai memotong sandwich dan mulai menyuapkannya pada suaminya.
"Not bad," ujar Ello sembari mengunyah sandwich dimulutnya.
Hingga tak butuh waktu lama sampai akhirnya sandwich ala Ello dan Ayura sudah berpindah keperut mereka berdua.
"Ini minum dulu." Ello menyodorkan segelas air putih yang baru saja dia ambil.
"Makasih kak," ucap Ayura tersenyum.
Tingtong... Tingtong...
Suara bel apartemen membuat Ayura dan Ello saling pandang. Ini apartemen baru. Dan hanya Agam, Alex dan Mike yang tahu. Lalu siapa tamu yang sudah datang sepagi ini? Agam? Alex? Atau Mike? Tidak. Tidak mungkin mereka bertiga. Karena saat weekend seperti saat ini, mereka bertiga akan bangun lebih siang.
"Kakak buka pintunya. Ada tamu," ujar Ayura.
"Kamu disini aja ya. Jan keluar. Kalau ada yang dateng ngumpet aja," ucap Ello sebelum akhirnya bergegas menuju pintu apartemen.
Ceklek...
__ADS_1
Ello membelalakan kedua matanya saat melihat sosok tamu yang kini berdiri didepannya.
"Mama........"