Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA

Penikahan Rahasia Sepasang Anak SMA
Ingin Jujur Dengan Mama Rani


__ADS_3

Ayura menatap bingung kearah Ello. Dia bingung harus menjawab apa. Apa Ayura harus berkata iya? Lalu apa alasan yang dia gunakan untuk meminta izin dengan papi Genta?


Ayura menghela nafas panjang. Menatap ke arah suaminya. "Maaf kak. Tapi Ayura gak bisa nginep di apartemen kak Ello," jawab Ayura lirih karena merasa sangat bersalah menolak ajakan suaminya.


"Tapi kenapa?" tanya Ello. "Kamu gak mau nginep di apartemen sama kak Ello?" tanya Ello lagi.


"Bukan. Bukan gitu kak. Ayura mau. Hanya saja Ayura bingung harus gimana izinnya sama papi," jawab Ayura.


Ello menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Mungkin ini terlalu cepat untuk mengajak istrinya menginap di apartemen. Ya walaupun belum untuk sekarang tapi setidaknya Ayura mau diajak menginap diapartemen.


"Yaudah sekarang lebih baik kamu masuk," perintah Ello melepaskan rengkuhannya di pinggang Ayura.


"Kak Ello marah?" tanya Ayura dengan mata berkaca-kaca.


"Enggak. Enggak kak Ello gak marah," ujar Ello dengan suara lembut sambil tersenyum. Ello mengusap pucak kepala istrinya. Seakan untuk membuktikan jika dia tak marah. Ya walaupun pada kenyataannya dia cukup kecewa dengan penolakan Ayura.


"Sekarang masuk ya," ujar Ello lagi. Dan di balas anggukan kepala oleh Ayura.


"Kak Ello hati-hati dijalan ya," ucap Ayura setelah mencium punggung tangan suaminya.


"Iya," jawab Ello. Dan Ayurapun masuk ke dalam rumah meninggalkan Ello yang juga langsung melajukan motornya pulang ke rumahnya sendiri.


Disepanjang jalan Ello terus beradu dengan pikirannya. Mencoba mencari solusi dan jalan keluar agar dia dan Ayura tak perlu kucing-kucingan lagi seperti saat ini.


Ello merasa sudah sangat nyaman saat bersama dengan Ayura. Dan dia selalu ingin dekat dengan gadis cantik itu. Ello benar-benar ingin belajar mengambil tanggung jawabnya sebagai seorang suami.


Pernikahan itu bersama secara fisik, jiwa, dan pikiran. Itu berarti tak seharusnya sepasang suami istri tinggal terpisah. Bukankah pernikahanĀ bertujuan untuk saling berbagi rasa kasih sayang sehingga kita merasa tentram. Apakah rasa tentram akan tercapai bila suami istri tinggal berjauhan?


Hal-hal itu terus beradu di dalam pikiran Ello. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada orang yang yang lebih mengerti tentang pernikahan.


Entah apa yang akan terjadi nanti, Ello harus bertanya pada mama Rani. Dan mau tak mau dia akan menceritakan tentang pernikahannya pada mama Rani.

__ADS_1


Apalagi dari semua orang disekitarnya hanya mama Ranilah yang paling mengerti dirinya.


Ello semakin menambah laju kecepatan motornya agar bisa segera sampai di rumah. Dia sudah tak sabar untuk meminta solusi pada mama Rani.


~


Ayura menghempaskan tubuhnya di atas ranjang kamarnya. Sama seperti Ello, Ayura juga merasa lelah harus kucing-kucingan dengan suaminya sendiri.


Apalagi setelah mengenal Ello lebih dekat, Ayura merasa beruntung memiliki suaminya yang sangat bertanggung jawab padanya.


Walaupun Ello masih SMA nyatanya dia bisa memberinya nafkah dengan hasil kerjanya sendiri. Sangat jauh dari ekspetasinya dulu saat baru menikah dengan Ello. Ayura pernah berfikir suaminya tak akan bisa menafkahinya. Dia juga berfikir Ello hanya memiliki kelebihan wajah tampan saja. Hingga Ayura pernah berpikir dia akan kelaparan karena hanya diberi makan ketampanan suaminya itu.


Ayura menghela nafas panjang.


Mungkin beberapa waktu lalu saat papi Genta memintanya bertunangan, Ayura merasa belum siap memiliki tunangan yang akan membuatnya terikat.


Namun entah kenapa setelah menikah dengan Ello, Ayura sama sekali tak merasa terikat. Karena ternyata suaminya tak pernah memaksakan keinginannya pada Ayura.


Terlalu pusing memikirkan nasib perniakahannya, Ayura pun memutuskan untuk berendam air hangat agar pikiran dan tubuhnya kembali fresh lagi.


~


Ello menghentika motornya di garasi. Lalu bergegas masuk ke dalam rumah. Dia sudah tak sabar ingin bertemu mama Rani.


Sejak dijalan Ello sudah meyakinkan diri akan menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dan Ayura. Dia sudah tak sanggup memendam ini sendirian. Ello benar-benar membutuhkan solusi mama Rani.


"Mama mana mbak?" tanya Ello pada salah satu asisten rumah tangganya. Sejak tadi dia sudah mencari mama Rani di kamarnya. Namun tak menemukan keberadaan mama Rani. Bahkan Ello sudah mengelilingin setiap sisi yang ada di dalam rumah.


"Den Ello nyari Nyonya?" tanya mbak Lastri.


"Iya mbak. Ello udah nyari kemana aja gak ketemu," jawab Ello.

__ADS_1


Mbak Lastri tersenyum. "Nyonya Rani ada di taman belakang den. Den Ello cari saja disana," ucap mbak Lastri.


Ello menganggukan kepala. "Makasih ya mbak," ucap Ello lalu bergegas untuk ke taman belakang agar bisa segera menemui mama Rani.


Dari jauh Ello bisa melihat mama Rani sedang duduk di kursi besi yang ada di taman belakang.


"Mama... mama," panggil Ello berjalan mendekati mama Rani.


"Hah.. iya kenapa sayang?" tanya mami Rani tersenyum seraya mengusap pipinya.


Ello mengerutkan dahinya heran melihat wajah mama Rani yang terlihat seperti habis menangis.


"Mama nangis?" tanya Ello mendudukan tubuhnya tepat di samping mama Rani.


"Ahh.. enggak, mana mungkin mama nangis," jawab mama Rani tersenyum. Dan di mata Ello terlihat jelas jika senyum mama Rani hanya sebuah senyum yang di paksakan.


"Mama jan bohong sama Ello," ujar Ello tak percaya dengan ucapan mama Rani.


"Mama gak bohong sayang. Kamu baru pulang? Tumben langsung nyariin mama. Ada apa?" tanya mama Rani agar Ello tak mencari tahu apa yang terjadi dengan dirinya.


"Iya Ello baru pulang. Mama kenapa? Jawab Ello ma. Mama gak bisa bohongin Ello," ucap Ello yang benar-benar ingin tahu apa yang terjadi dengan mamanya.


Mama Rani langsung berhamburan ke pelukan putra bungsunya. Ia menumpahkan segala gundah di hatinya. Mama menangis. Dan ini untuk pertama kalinya setelah sekian lama Ello melihat hal itu. Ya Ello pernah melihat mama Rani menangis saat kakeknya meninggal beberapa tahun lalu. Dan sejak saat itu Ello sudah tak pernah melihat mama Rani menangis lagi. Lalu kenapa mama Rani sekarang menangis? Hal menyakitkan apa yang membuat mamanya yang selalu terlihat kuat itu menangis?


Ello mengusap punggung mama Rani. Membiarkan mamanya menumpahkan kesedihannya.


"Mama kenapa?" tanya Ello saat mami Rani sudah mulai tenang.


"Om Satria. Adik mama. Ternyata dia dalang dari korupsi besar-besaran di perusahaan papa kamu," ujar mama Rani lirih.


"Dan papa kamu nuntut dia. Adik mama bisa di penjara. Mama gak tahu harus gimana. Mama tahu dia salah. Tapi mama khawatir sama om kamu," ujar mami Rani menjelaskan kegundahan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2